Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Johann Zarco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Johann Zarco. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2026

“Kami Bukan Mesin,” Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Setelah Dua Red Flag

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Usai Dua Red Flag

JAKARTA - Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keputusan MotoGP melanjutkan balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah dua kali red flag di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu sore waktu setempat. Acosta menilai restart ketiga tidak diperlukan setelah dua insiden besar yang melibatkan beberapa rider.

Balapan MotoGP Catalunya sempat dihentikan pertama kali pada lap ke-12 dari total 24 putaran. Motor KTM milik Acosta mengalami masalah kelistrikan saat keluar dari Tikungan 9 menuju trek lurus belakang, yang membuat pembalap Alex Marquez menabraknya dari belakang.

Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta tidak mengalami cedera serius.

Tak lama setelah restart pertama dimulai, red flag kedua kembali dikibarkan usai insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Balapan akhirnya dilanjutkan dalam format 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang, sementara Acosta justru gagal finis setelah terjatuh pada lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.

Acosta Soroti Faktor Keselamatan

Usai balapan, Acosta memilih tidak banyak membahas insidennya dengan Ogura. Ia justru menyoroti keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua kecelakaan besar.

“Saya tidak ingin terlalu membahas balapan karena yang paling penting hari ini adalah Alex dan Johann. Setelah semua yang terjadi, syukurnya mereka baik-baik saja,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia menjelaskan motornya tiba-tiba kehilangan tenaga saat memimpin balapan.

“Di trek lurus saya dari posisi full gas tiba-tiba tidak punya throttle sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk hari ini,” ujarnya.

Menurut Acosta, restart ketiga seharusnya tidak dilakukan karena situasi di lintasan sudah terlalu berisiko.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag. Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata rider muda Spanyol tersebut.

Jorge Martin Sependapat

Komentar serupa juga datang dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai aspek kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan setelah sejumlah kecelakaan besar terjadi.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

Meski demikian, Martin mengaku tetap mampu menjaga fokus saat balapan kembali dimulai dan merasa memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kemenangan. 

MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini karena dua kali red flag dan sejumlah kecelakaan serius dalam satu hari.

Perdebatan mengenai keselamatan pembalap diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah kritik terbuka dari Acosta dan Martin terhadap keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan.

Setelah Dua Kecelakaan Besar, Acosta Heran MotoGP Tetap Dilanjutkan

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

MotoGP Catalunya 2026 bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas antara tontonan dan keselamatan pembalap.

Balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat, berlangsung penuh kekacauan setelah dua kali red flag dikibarkan akibat kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah rider papan atas.

Di tengah situasi itu, suara paling keras datang dari pembalap KTM, Pedro Acosta. Rider muda Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan hingga restart ketiga.

Bukan tanpa alasan.

Insiden pertama terjadi ketika Acosta yang sedang memimpin balapan mengalami masalah kelistrikan pada motornya di trek lurus belakang. Motor KTM miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga saat keluar dari Tikungan 9.

Situasi itu membuat Alex Marquez tak sempat menghindar dan menabrak Acosta dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut berujung serius. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera berarti.

Namun drama belum berhenti.

Saat balapan kembali dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Red flag kedua pun kembali dikibarkan.

Dalam kondisi lintasan yang baru saja dipenuhi insiden besar dan ambulans yang keluar masuk area trek, MotoGP akhirnya tetap memutuskan balapan dilanjutkan dalam format 12 lap.

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Keputusan inilah yang kemudian memicu kritik Acosta.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan jalannya pertunjukan.

“Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” ujarnya.

Pernyataan Acosta langsung menarik perhatian karena jarang ada pembalap yang secara terbuka mengkritik keputusan race direction sesaat setelah balapan berlangsung.

Komentar senada juga disampaikan pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai sisi kemanusiaan juga perlu dipikirkan ketika kecelakaan besar terus terjadi dalam satu balapan.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

MotoGP selama ini dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berisiko di dunia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan pembalap terus menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal maupun cedera serius terjadi di berbagai kelas balap.

Karena itu, kritik dari Acosta dan Martin diperkirakan bakal memunculkan diskusi baru mengenai prosedur restart dan batas aman sebuah balapan untuk dilanjutkan.

Di sisi lain, MotoGP Catalunya 2026 akan dikenang bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi karena momen ketika para pembalap mulai berbicara lebih keras soal keselamatan mereka sendiri di lintasan.

Kondisi Alex Marquez Usai Kecelakaan Besar Akhirnya Diungkap Gresini

Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.
Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.

JAKARTA - Alex Marquez mengalami cedera serius setelah terlibat kecelakaan besar pada MotoGP Catalunya, Minggu, saat balapan berlangsung di Sirkuit Catalunya. 

Pebalap Gresini Ducati itu mengalami beberapa patah tulang usai menabrak motor Pedro Acosta yang mengalami masalah teknis di tengah lomba.

Insiden terjadi pada lap ke-12 dari total 24 lap. Saat memimpin balapan, Pedro Acosta melambat akibat gangguan teknis di trek lurus belakang. 

Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang motor KTM milik Acosta.

Benturan keras membuat Alex Marquez kehilangan kendali sebelum terjatuh dengan kecepatan tinggi. 

Pebalap asal Spanyol itu langsung mendapat penanganan di sisi lintasan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tim Gresini Ducati kemudian mengonfirmasi kondisi terbaru Alex Marquez melalui pernyataan resmi. 

Mereka menyebut sang pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7.

“Pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan akan menjalani operasi malam ini. Retakan ringan pada vertebra C7 akan dievaluasi dalam beberapa hari ke depan,” tulis Gresini.

Beberapa jam setelah pernyataan tim keluar, Alex Marquez juga memberikan kabar langsung melalui media sosialnya. Ia memastikan kondisinya terkendali dan siap menjalani operasi.

“Semuanya terkendali!! Saya akan menjalani operasi malam ini, dan saya tidak bisa berada di tangan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan semua pesan dukungannya,” tulis Alex Marquez.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan serpihan motor Marquez mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Fabio di Giannantonio, Johann Zarco, dan Raul Fernandez.

Johann Zarco kemudian mengalami kecelakaan lain saat restart balapan dan kini mendapat perawatan akibat cedera pada kaki kiri. 

Sementara Fabio di Giannantonio tetap mampu melanjutkan balapan hingga memenangkan restart kedua meski sedang mengalami cedera tangan.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terbesar dalam MotoGP Catalunya musim ini dan kembali menyoroti tingginya risiko balapan di kelas utama MotoGP.

Kecelakaan Alex Marquez Jadi Pengingat Keras Risiko MotoGP Modern

Foto inisden Alex Marquez.
Foto inisden Alex Marquez.

Kecelakaan besar yang dialami Alex Marquez di MotoGP Catalunya kembali menunjukkan betapa tipis batas antara persaingan dan bahaya di kelas utama balap motor dunia. Dalam hitungan detik, balapan yang berjalan kompetitif berubah menjadi insiden serius yang membuat pebalap Gresini Ducati itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden bermula saat Pedro Acosta yang sedang memimpin balapan tiba-tiba mengalami masalah teknis di trek lurus belakang. Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

Benturan itu membuat motor Ducati milik Alex terpental dan pecah berkeping-keping di lintasan. Sang pebalap kemudian terjatuh dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis di pinggir sirkuit.

Gresini Ducati memastikan Alex Marquez mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi sesegera mungkin.

Meski kondisinya cukup serius, Alex Marquez tetap memberikan kabar yang menenangkan kepada penggemar. Lewat media sosial, pebalap asal Spanyol itu memastikan situasi masih terkendali dan dirinya berada dalam penanganan terbaik.

Respons cepat tim medis MotoGP kembali menjadi sorotan positif dalam insiden ini. Dalam kecelakaan dengan kecepatan tinggi seperti yang terjadi di Catalunya, penanganan beberapa menit pertama sangat menentukan kondisi pebalap.

Kecelakaan Alex juga memicu efek berantai di lintasan. Serpihan motor mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Johann Zarco dan Fabio di Giannantonio. Zarco bahkan kembali mengalami kecelakaan saat restart dan harus menjalani perawatan akibat cedera kaki kiri.

Di sisi lain, Fabio di Giannantonio justru berhasil memenangkan restart kedua meski balapan dalam kondisi cedera tangan. Hasil itu memperlihatkan bagaimana para pebalap MotoGP sering bertarung di tengah kondisi fisik yang tidak ideal.

MotoGP dalam beberapa musim terakhir memang semakin kompetitif. Jarak antarmotor sangat rapat, sementara kecepatan terus meningkat. Situasi itu membuat risiko kecelakaan besar selalu mengintai, terutama ketika terjadi gangguan teknis mendadak seperti yang dialami Acosta.

Insiden di Catalunya sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik atmosfer megah MotoGP, para pebalap tetap menghadapi risiko serius setiap kali lampu start dipadamkan.

Johann Zarco Ungkap Kondisinya Setelah Crash Menegangkan di MotoGP Catalunya

Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

JAKARTA - MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini setelah rangkaian kecelakaan besar terjadi di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat. 

Di tengah drama red flag dan insiden beruntun, nama Johann Zarco menjadi salah satu sorotan utama usai mengalami crash keras pada start ulang balapan.

Pebalap LCR Honda itu terlibat tabrakan dengan Luca Marini dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1. Benturan terjadi hanya beberapa saat setelah balapan kembali dimulai menyusul kecelakaan sebelumnya yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez.

Zarco langsung terjatuh dan terseret bersama motor Ducati milik Bagnaia. Situasi sempat membuat banyak pihak khawatir karena insiden terjadi di area padat pembalap dengan kecepatan tinggi.

Beruntung, kondisi Zarco tidak separah yang dikhawatirkan awalnya.

Dalam pernyataan yang ia unggah dari rumah sakit, Zarco mengaku lebih merasakan ketakutan dibanding cedera serius. Meski harus memakai penyangga leher dan menjalani observasi medis, pebalap asal Prancis itu masih bisa memberikan kabar secara langsung kepada penggemarnya.

“Lebih banyak rasa takut daripada cedera serius,” kata Zarco.

Pernyataan tersebut sedikit melegakan setelah balapan di Catalunya dipenuhi momen menegangkan. Tim LCR Honda kemudian memastikan Zarco mengalami cedera ligamen di bagian lutut serta retakan kecil pada fibula di area pergelangan kaki kiri.

Cedera itu tetap membuat Zarco harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Prancis untuk menentukan proses pemulihan berikutnya.

Namun drama Catalunya tidak berhenti di sana.

Sebelum insiden Zarco terjadi, balapan lebih dulu dihentikan akibat kecelakaan besar antara Pedro Acosta dan Alex Marquez di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10. Motor KTM milik Acosta dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya memicu tabrakan keras.

Alex Marquez menjadi korban paling serius dalam rangkaian kecelakaan tersebut. Pebalap Gresini Racing itu dilaporkan mengalami beberapa patah tulang dan dijadwalkan menjalani operasi pada Minggu malam.

Rentetan insiden di Catalunya kini kembali memunculkan pertanyaan lama soal keamanan Tikungan 1 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. 

Area tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan dalam kalender MotoGP, terutama saat start dan restart ketika seluruh pembalap masih berdekatan.

Beberapa pihak mulai mendesak MotoGP melakukan evaluasi terhadap pendekatan tikungan tersebut agar risiko kecelakaan besar bisa diminimalkan pada balapan mendatang.

Di tengah persaingan ketat perebutan poin musim ini, balapan Catalunya justru menjadi pengingat bahwa keselamatan pebalap tetap menjadi isu paling penting di MotoGP modern.

Sabtu, 24 Mei 2025

Johann Zarco Optimis Bisa Masuk Tim Pabrikan Honda 2026, Fokus Jadi Pemimpin Tim Honda

Johann Zarco Optimis Bisa Masuk Tim Pabrikan Honda 2026, Fokus Jadi Pemimpin Tim Honda
Johann Zarco Optimis Bisa Masuk Tim Pabrikan Honda 2026, Fokus Jadi Pemimpin Tim Honda.

JAKARTA - Johann Zarco, pembalap MotoGP asal Prancis yang sudah dua kali menang balapan, masih percaya dirinya punya peluang besar untuk bergabung dengan tim pabrikan Honda pada musim 2026. Tapi saat ini, ia sedang fokus mencari posisi terbaik di mana dia bisa jadi “pemimpin” bagi tim Honda.

Zarco sebenarnya sudah resmi menandatangani kontrak dua tahun bersama Honda untuk membalap di tim LCR mulai musim 2024. Keputusannya pindah dari Ducati di tim Pramac ini sempat bikin banyak orang kaget.

Walau musim 2024 cukup menantang untuk Honda, Zarco jadi pembalap utama mereka dan tampil konsisten di awal musim 2025. Ia berhasil meraih posisi lima besar di empat balapan pertama yang berlangsung dalam kondisi kering. Puncaknya, Zarco mengakhiri puasa kemenangan Honda selama dua tahun dengan menang di Grand Prix Prancis yang diguyur hujan.

Kontrak Zarco dengan Honda akan habis akhir tahun ini, dan ia terbuka soal keinginannya untuk naik ke tim pabrikan Honda musim depan. Posisi ini sangat diincar, termasuk oleh pembalap muda Pedro Acosta dan juara dunia saat ini, Jorge Martin, yang kabarnya ingin keluar dari Aprilia.

Dalam wawancara eksklusif di Grand Prix Inggris bersama crash.net, Zarco yakin peluangnya masih besar untuk dapat tempat di tim pabrikan Honda pada 2026. Tapi yang jadi fokus utama Zarco saat ini adalah menentukan di mana dia bisa menjalankan perannya sebagai pemimpin tim Honda dengan sebaik mungkin, termasuk evaluasi proyek LCR ke depan.

“Saya pikir peluang itu ada, dan kami sedang berdiskusi dengan Lucio dan HRC tentang apa yang terbaik untuk saya,” kata Zarco saat ditanya soal rumor terkait posisi tim pabrikan.

“Saya tahu saya bisa dapat motor terbaik meskipun di tim LCR. Tapi kalau jadi pemimpin tim Honda, saya harus benar-benar bertanggung jawab, terutama jika saya ada di tim pabrikan.

“Apakah saya bisa jadi pemimpin tim sambil tetap di LCR? Itu yang sedang kami coba cari keseimbangannya.

“Saat ini, situasinya cukup jelas kalau saya bisa lanjut dengan Honda, itu hal utama.

“Yang penting juga kita bisa terbuka satu sama lain, antara saya, Lucio, dan Honda.

“Jadi, kami sedang coba mencari apa yang terbaik untuk saya dan juga proyek Honda bersama Lucio.

“Ini yang sedang kami bicarakan sekarang.”