Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Selatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2026

Debarkasi Banjarmasin Pulangkan 1.793 Jamaah Haji, Kloter Terakhir Tiba 1 Juli

Sebanyak 1.793 jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dari lima kloter telah tiba di Tanah Air. Pemulangan berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan kondisi jamaah umumnya sehat.
Sebanyak 1.793 jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dari lima kloter telah tiba di Tanah Air. Pemulangan berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan kondisi jamaah umumnya sehat.

BANJARBARU – Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin menyebut sebanyak 1.793 jamaah haji yang tergabung dalam lima kelompok terbang (kloter) telah kembali ke Tanah Air hingga 10 Juni 2026. Pemulangan jamaah berlangsung melalui Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin Eddy Khairani mengatakan proses pemulangan jamaah berjalan lancar dan seluruh jamaah yang telah tiba dalam kondisi kesehatan cukup baik.

"Hingga kemarin (10/6/2026) jamaah haji Debarkasi Banjarmasin sudah lima kloter yang dipulangkan ke Tanah Air," kata Eddy di Banjarbaru, Kamis (11/6).

Menurutnya, sebagian besar jamaah hanya mengalami keluhan ringan seperti flu dan batuk setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pemulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dimulai sejak 4 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juli 2026. Kloter terakhir yang akan tiba adalah Kloter 19.

"Kloter terakhir adalah Kloter 19 yang dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 1 Juli 2026," ujarnya.

Debarkasi Banjarmasin melayani kepulangan jamaah haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pada musim haji 1447 Hijriah/2026, terdapat 19 kloter yang diberangkatkan, terdiri atas 14 kloter dari Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah.

Total jamaah yang tergabung dalam 19 kloter tersebut mencapai 6.804 orang.

Eddy juga menyampaikan hingga saat ini tercatat tujuh jamaah haji Debarkasi Banjarmasin meninggal dunia di Tanah Suci.

"Sampai saat ini terdata ada tujuh haji Debarkasi Banjarmasin yang wafat di Tanah Suci," katanya.

Ia berharap seluruh jamaah yang telah menunaikan ibadah haji dapat mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

"Semoga seluruh jamaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa," ujar Eddy.

PPIH Debarkasi Banjarmasin masih melanjutkan proses pemulangan jamaah haji hingga seluruh 19 kloter tiba di daerah masing-masing. Panitia berkomitmen memastikan proses kepulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman sampai kloter terakhir mendarat pada 1 Juli 2026.

Kamis, 04 Juni 2026

Kalsel Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi Lewat Sosialisasi Aturan Baru BPH Migas

Kalsel mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi melalui sosialisasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 dan pemanfaatan Aplikasi XSTAR untuk meningkatkan akuntabilitas.
Kalsel mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi melalui sosialisasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 dan pemanfaatan Aplikasi XSTAR untuk meningkatkan akuntabilitas.

BANJARBARU – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi dan monitoring implementasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 tentang penerbitan surat rekomendasi pembelian Solar subsidi dan Pertalite, di Banjarbaru, Kamis.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sekaligus tindak lanjut atas berlakunya Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 yang menggantikan sebagian ketentuan dalam Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023.

Kepala Biro Perekonomian Setda Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah dan pihak terkait mengenai tata cara penggunaan Aplikasi XSTAR dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian jenis BBM tertentu (JBT) Solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite.

"Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara penggunaan Aplikasi XSTAR, mekanisme penginputan data, proses verifikasi, serta berbagai ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian JBT dan JBKP," kata Eddy.

Menurutnya, pengelolaan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi membutuhkan dukungan data yang akurat, transparan, dan terintegrasi. Karena itu, Aplikasi XSTAR diharapkan menjadi instrumen penting untuk mendukung proses penerbitan surat rekomendasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas serta ketepatan sasaran distribusi BBM bersubsidi.

Eddy menilai kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pihak terkait dalam mendukung pengelolaan energi yang tepat sasaran dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

"Kami mengharapkan adanya sinergi dan koordinasi yang semakin baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dalam rangka mendukung pengelolaan energi yang tepat sasaran dan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas atas dukungan pelaksanaan sosialisasi tersebut serta kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara aktif.

Melalui penerapan regulasi terbaru dan pemanfaatan Aplikasi XSTAR, pemerintah berharap proses penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel sehingga penyaluran energi subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Selasa, 02 Juni 2026

Identifikasi ULM Ungkap Keanekaragaman 14 Jenis Mangrove di Kotabaru

ULM menemukan 14 spesies mangrove di kawasan PBPH Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Temuan ini menunjukkan ekosistem pesisir yang stabil dan regenerasi alami yang baik.
ULM menemukan 14 spesies mangrove di kawasan PBPH Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Temuan ini menunjukkan ekosistem pesisir yang stabil dan regenerasi alami yang baik.

BANJARMASIN - Unit Penunjang Akademik (UPA) Lingkungan Lahan Basah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menemukan 14 spesies mangrove di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Temuan tersebut diperoleh melalui kegiatan identifikasi keanekaragaman hayati yang dilakukan di kawasan hutan mangrove setempat.

Wakil Rektor ULM Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi, Dr Yusuf Azis, mengatakan hasil identifikasi menunjukkan tingginya keragaman vegetasi mangrove di wilayah tersebut.

Sebanyak 14 jenis mangrove yang teridentifikasi meliputi paku laut (Acrostichum aureum), api-api ludat (Avicennia officinalis), ketapang (Terminalia catappa), tanjang (Bruguiera cylindrica), tengar (Ceriops decandra), nyirih (Xylocarpus granatum), teruntum merah (Lumnitzera littorea), teruntum putih (Lumnitzera racemosa), nipah (Nypa fruticans), bakau minyak (Rhizophora apiculata), bakau hitam atau bakau merah (Rhizophora mucronata), bakau kecil (Rhizophora stylosa), johar (Senna siamea), dan pedada (Sonneratia alba).

Selain itu, tim juga menemukan enam spesies tumbuhan asosiasi yang tumbuh secara alami di kawasan tersebut. Keberadaan berbagai jenis vegetasi ini menunjukkan kondisi ekosistem mangrove yang relatif stabil.

Yusuf menjelaskan, struktur vegetasi yang ditemukan tergolong lengkap karena mencakup fase semai, pancang, hingga pohon dewasa.

"Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa regenerasi alami mangrove berlangsung baik," kata Yusuf di Banjarmasin, Senin.

Menurutnya, keanekaragaman hayati mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang laut, menjadi habitat berbagai biota pesisir, serta mendukung produktivitas ekosistem perairan.

Melalui kegiatan identifikasi tersebut, ULM berharap dapat menyediakan data ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan kawasan berbasis konservasi. Temuan itu juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Sebagai informasi, sejak pertengahan 2024 ULM melalui Koperasi Berkah Wasaka Mandiri memperoleh Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada kawasan Hutan Produksi seluas 611 hektare di Kabupaten Kotabaru.

Melalui izin tersebut, kawasan hutan mangrove dapat dikelola untuk mendukung penyerapan dan penyimpanan karbon, budidaya perikanan, wisata pendidikan, serta kegiatan penelitian lingkungan lahan basah yang berkelanjutan.

Selasa, 19 Mei 2026

Sungai Barabai Meluap, Ribuan Rumah Warga HST Terdampak Banjir

Banjir HST merendam ribuan rumah di Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan akibat hujan lebat serta luapan Sungai Barabai.
Banjir HST merendam ribuan rumah di Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan akibat hujan lebat serta luapan Sungai Barabai.

BANJARMASIN - Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Senin, setelah hujan lebat sejak dini hari menyebabkan sungai meluap. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan dengan ribuan rumah warga terendam.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar HST, Fitriadi, mengatakan tim masih melakukan pemantauan di lapangan karena kondisi air di setiap wilayah berbeda-beda.

“Tim kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Untuk ketinggian air bervariasi,” kata Fitriadi di Barabai.

Hujan berintensitas tinggi membuat sungai meluap hingga menggenangi jalan, pekarangan, dan rumah warga. Kondisi banjir di Kecamatan Batu Benawa mulai berangsur surut.

Sementara itu, di Kecamatan Barabai, debit air sebagian wilayah masih bertahan dan cenderung meningkat. Adapun di Kecamatan Pandawan, ketinggian air masih terus mengalami kenaikan.

Fitriadi memastikan hingga sore hari belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat banjir tersebut.

Di tengah kondisi banjir, Bupati HST Samsul Rizal turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak. Pemerintah daerah juga mengerahkan petugas gabungan untuk membersihkan ranting, kayu, dan sampah yang menyumbat aliran sungai.

“Secepatnya kita selesaikan sampah pohon menumpuk ini. Karena kalau sungai tertutup aliran sungai lambat. Hal ini yang membuat daerah perkotaan terendam,” ujar Samsul Rizal.

Menurutnya, luapan Sungai Barabai dipicu hujan deras sejak sehari sebelumnya dan berdampak pada sejumlah kawasan seperti Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, dan Bungur.

Luapan sungai juga membawa ranting pohon, bambu, dan sampah yang sempat menyumbat aliran air di bawah jembatan, termasuk di Jembatan Dharma.

Bupati memastikan material yang menyumbat sungai telah dibersihkan petugas gabungan bersama relawan Balakar 654 Murakata dan masyarakat setempat.

“Sampah pohon bambu tersebut telah bersih. Aliran sungai kembali normal. Cuaca juga kembali cerah,” katanya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera menghubungi petugas apabila menghadapi kondisi darurat.

Rabu, 13 Mei 2026

Lapas Banjarmasin Kembangkan Budidaya Ayam Petelur untuk Pembinaan Warga Binaan

Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengembangkan budidaya ayam petelur sistem umbaran untuk memperkuat ketahanan pangan dan melatih keterampilan warga binaan.
Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengembangkan budidaya ayam petelur sistem umbaran untuk memperkuat ketahanan pangan dan melatih keterampilan warga binaan.

BANJARMASIN - Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meluncurkan program budidaya ayam petelur sistem umbaran dengan melepas 90 ekor ayam di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Selasa. Program ini dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelatihan peternakan berbasis praktik langsung.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan kerja produktif di bidang peternakan.

Menurut Herriansyah, budidaya ayam petelur tidak hanya difokuskan pada hasil produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang dapat menjadi bekal warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Ia menjelaskan sistem umbaran dilakukan dengan melepas ayam di area terbuka berpagar sehingga ternak memiliki ruang gerak lebih luas, namun tetap berada dalam pengawasan petugas dan warga binaan.

Metode tersebut dinilai mampu mendukung kesehatan ayam karena ternak dapat bergerak lebih alami, memperoleh sinar matahari, serta mencari tambahan pakan di area terbuka. Sementara itu, pengelolaan pakan dan kebersihan kandang tetap dilakukan secara rutin.

Warga binaan juga dilibatkan langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari perawatan ternak, pemberian pakan, pemantauan kesehatan ayam, hingga pengelolaan hasil produksi telur.

“Pengembangan budidaya ayam petelur tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian warga binaan yang diarahkan agar memiliki keterampilan kerja produktif di bidang peternakan,” kata Akhmad Herriansyah.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika menyebut program itu dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan di sektor peternakan.

“Lapas Banjarmasin berkomitmen memperkuat pembinaan berbasis kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi peningkatan keterampilan warga binaan di sektor peternakan,” ujar Bagus.

Program budidaya ayam petelur tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam memperkuat pembinaan kemandirian berbasis keterampilan kerja. Selain mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas, pelatihan itu diharapkan dapat membantu warga binaan memiliki kemampuan praktis yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Senin, 11 Mei 2026

Tekan Balap Liar, Polisi di Banjarmasin Sita 25 Sepeda Motor Remaja

Polresta Banjarmasin menahan 25 sepeda motor pelaku balap liar selama tiga bulan sebagai langkah tegas menekan aksi berbahaya di jalan raya.
Polresta Banjarmasin menahan 25 sepeda motor pelaku balap liar selama tiga bulan sebagai langkah tegas menekan aksi berbahaya di jalan raya.

BANJARMASIN - Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menilang dan menahan 25 sepeda motor milik pelaku balap liar selama tiga bulan di Banjarmasin, Senin. 

Langkah tegas itu dilakukan untuk menekan aksi balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan meresahkan masyarakat.

Sebanyak 25 kendaraan diamankan sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Mayoritas pelaku disebut berasal dari kalangan remaja yang memanfaatkan jalan raya untuk melakukan aksi berbahaya tersebut.

Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Adi Harry Sucahyo mengatakan penindakan dilakukan sebagai peringatan keras agar aksi balap liar tidak kembali terjadi di wilayah Kota Banjarmasin.

“Ini demi keselamatan masyarakat dan para pengguna jalan lainnya,” kata Adi Harry.

Selain penindakan, Polresta Banjarmasin juga meningkatkan langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.

Polisi turut mendatangi sejumlah sekolah melalui program Police Goes to School untuk memberikan edukasi mengenai bahaya balap liar dan pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia pelajar.

“Kami berharap dengan penindakan ini bisa memberikan efek jera kepada mereka yang masih coba-coba bikin ulah di jalan Kota Banjarmasin,” ujar Adi Harry.

Penindakan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas di Kota Banjarmasin, terutama pada jam rawan yang sering dimanfaatkan untuk aksi balap liar.

Sebanyak 4.080 Siskamling di Kalsel Ikuti Penilaian Sabuk Kamtibmas

Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.
Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.

BANJARBARU - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyeleksi 4.080 unit sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dalam program Sabuk Kamtibmas di Banjarbaru, Senin. Seleksi dilakukan untuk menentukan Siskamling terbaik tingkat provinsi yang akan mewakili Kalimantan Selatan pada lomba tingkat nasional.

Direktur Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Sri Damar Alam mengatakan ribuan Siskamling tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Menurut Damar, proses penilaian dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat Polres hingga tingkat Polda. Nantinya, pemenang tingkat provinsi akan dikirim ke Mabes Polri untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional.

Ia menjelaskan lomba tahunan itu digelar untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui penguatan keamanan swakarsa.

Keberadaan Siskamling dinilai penting untuk memperkokoh sistem keamanan lingkungan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT).

“Tahun ini ada 4.080 Siskamling turut serta dalam perlombaan ini tersebar di 13 kabupaten dan kota,” kata Kombes Pol Sri Damar Alam di Banjarbaru, Senin.

Damar berharap setiap RT minimal memiliki satu unit Siskamling agar tercipta situasi lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia juga meminta anggota Bhabinkamtibmas terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa kepada masyarakat.

“Saya berpesan kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seleksi berjenjang ini menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Pos Siskamling terbaik tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kalimantan Selatan pada kompetisi Sabuk Kamtibmas tingkat nasional di Mabes Polri.

Minggu, 10 Mei 2026

Pasokan Sapi Kurban di Banjarmasin Capai 2.500 Ekor, Didatangkan dari Jawa dan NTT

Pemkot Banjarmasin menyiapkan 2.500 sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Pasokan didatangkan dari Kalimantan, Jawa, hingga NTT dengan pengawasan ketat PMK. (Foto Ilustrasi)
Pemkot Banjarmasin menyiapkan 2.500 sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Pasokan didatangkan dari Kalimantan, Jawa, hingga NTT dengan pengawasan ketat PMK. (Foto Ilustrasi)

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyiapkan sekitar 2.500 ekor sapi kurban untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Persiapan itu dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Potong Hewan (UPTD RPH) Basirih di Banjarmasin, Sabtu (10/5).

Kepala UPTD RPH Basirih, drh Annang Dwijatmiko, mengatakan jumlah kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan relatif sama dibanding tahun sebelumnya.

“Kebutuhan hewan kurban di Kota Banjarmasin tahun ini diperkirakan relatif sama seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar 2.500 ekor sapi,” ujar Annang.

Menurut Annang, pasokan sapi kurban tidak hanya berasal dari wilayah lokal dan sejumlah kabupaten sekitar, seperti Barito Kuala, Banjar, dan Tanah Laut. Sejumlah sapi juga didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.

“Banyak juga yang datang dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Saat ini, ratusan sapi kurban disebut sudah tersedia di sejumlah titik penjualan, termasuk di kawasan RPH Basirih. Kedatangan hewan kurban diperkirakan terus bertambah hingga mendekati Idul Adha.

“Insya Allah akan mencukupi kebutuhan,” ujar Annang.

UPTD RPH Basirih juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi yang masuk dari luar daerah. Pemeriksaan dilakukan termasuk melalui vaksinasi guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Annang menjelaskan gejala PMK pada ternak dapat ditandai dengan luka melepuh atau sariawan di area mulut, serta kuku yang berdarah atau terlepas.

“Adapun gejala atau ciri PMK berupa melepuh atau sariawan di area mulut dan kukunya berdarah atau terlepas,” katanya.

Di sisi lain, harga sapi kurban, kambing, dan hewan ternak lainnya mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Meski demikian, permintaan hewan kurban dari masyarakat menjelang Idul Adha tahun ini disebut tetap tinggi.

Kamis, 07 Mei 2026

Video Polisi Merokok Saat Menyetir Viral, Polda Kalsel Buka Suara

Polda Kalsel menindak oknum AKBP yang viral karena merokok saat mengemudi di Banjarmasin. Propam langsung melakukan pemeriksaan dan pemberian sanksi. (Foto ilustrasi)
Polda Kalsel menindak oknum AKBP yang viral karena merokok saat mengemudi di Banjarmasin. Propam langsung melakukan pemeriksaan dan pemberian sanksi. (Foto ilustrasi)

BANJARBARU - Polda Kalimantan Selatan memastikan telah mengambil tindakan terhadap oknum anggota kepolisian yang videonya viral di media sosial karena merokok saat mengemudikan mobil di kawasan Banjarmasin.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas perilaku anggota tersebut yang dinilai mencoreng citra institusi kepolisian.

Menurut Kombes Pol Adam Erwindi, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel langsung melakukan pemeriksaan setelah video itu ramai diperbincangkan publik di berbagai platform media sosial.

“Polda Kalsel telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang bersangkutan dan memberikan sanksi sesuai aturan internal Polri,” ujar Kombes Pol Adam Erwindi di Banjarmasin, Selasa.

Video yang beredar memperlihatkan seorang anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) tengah mengemudi sambil merokok. Dalam rekaman tersebut, pengendara lain terlihat menegur tindakan anggota polisi itu karena dinilai membahayakan keselamatan di jalan raya.

Namun, teguran tersebut justru ditanggapi santai. Dalam video, oknum anggota itu bahkan melontarkan komentar yang dianggap tidak pantas oleh warganet.

Selain merokok saat berkendara, anggota polisi tersebut juga terlihat tidak mengenakan sabuk pengaman. Tindakan itu dinilai melanggar aturan lalu lintas yang berlaku bagi seluruh pengguna kendaraan, termasuk aparat penegak hukum.

Kasus ini memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet meminta penegakan disiplin dilakukan secara tegas agar tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Polda Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian tanpa pandang bulu demi menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat.

FAQ

Apa penyebab video polisi di Banjarmasin viral?

Video menjadi viral karena memperlihatkan oknum polisi merokok sambil mengemudi serta tidak memakai sabuk pengaman.

Siapa polisi yang memberikan keterangan resmi?

Keterangan resmi disampaikan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi.

Apa tindakan Polda Kalsel terhadap anggota tersebut?

Bidang Propam Polda Kalsel telah melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi sesuai aturan internal Polri.

Apa pelanggaran yang terlihat dalam video?

Pelanggaran yang terlihat yakni merokok saat berkendara dan tidak menggunakan sabuk pengaman.

Di mana peristiwa itu terjadi?

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selasa, 05 Mei 2026

249 Pekerja Di Tapin Kena PHK Sepanjang 2026, Imbas Penyesuaian Usaha

PHK Tapin 2026 mencapai 249 pekerja akibat efisiensi perusahaan. Disnaker mencatat 11 perusahaan terdampak dan dua perusahaan tutup operasional.
PHK Tapin 2026 mencapai 249 pekerja akibat efisiensi perusahaan. Disnaker mencatat 11 perusahaan terdampak dan dua perusahaan tutup operasional.

BANJARMASIN - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan mencatat ratusan pekerja kehilangan pekerjaan sepanjang 2026. Data terbaru menunjukkan sebanyak 249 tenaga kerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat langkah efisiensi yang ditempuh sejumlah perusahaan.

Kepala Disnaker Tapin, Sapuani, mengungkapkan bahwa PHK tersebut terjadi di 11 perusahaan yang melakukan penyesuaian operasional di tengah tekanan dinamika usaha.

“Sebanyak 11 perusahaan melakukan PHK dengan total 249 pekerja terdampak. Selain itu, terdapat dua perusahaan yang menghentikan operasional tahun ini,” kata Sapuani di Rantau, Kabupaten Tapin.

Situasi ini mencerminkan tantangan dunia usaha di tingkat daerah yang turut berdampak pada stabilitas ketenagakerjaan.

Berdasarkan data Disnaker Tapin, terdapat 100 perusahaan yang terdaftar sepanjang 2026. Rinciannya meliputi:

  • 36 perusahaan besar

  • 14 perusahaan menengah

  • 50 perusahaan kecil

Dari keseluruhan perusahaan tersebut, total tenaga kerja yang terserap mencapai 20.106 orang yang tersebar di berbagai sektor industri di wilayah Tapin.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi PHK, sektor usaha di Tapin masih memiliki daya serap tenaga kerja yang cukup signifikan.

Selain mencatat PHK, Disnaker Tapin juga menangani sejumlah konflik ketenagakerjaan. Sepanjang 2026, tercatat 10 kasus perselisihan hubungan industrial.

Sapuani menjelaskan perkembangan penanganannya sebagai berikut:

  • 6 kasus selesai melalui mediasi

  • 2 kasus masih dalam proses

  • 2 kasus dilimpahkan ke tingkat provinsi

Sapuani menegaskan bahwa mediasi menjadi langkah utama untuk menjaga hubungan industrial tetap kondusif dan mengurangi dampak sosial yang lebih luas.

Dalam menghadapi kondisi ini, Disnaker Tapin terus mendorong penyelesaian konflik secara dialogis antara pekerja dan perusahaan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim kerja yang stabil sekaligus menjaga kepercayaan antara kedua pihak.

Langkah preventif dan responsif ini diharapkan mampu menekan potensi konflik lanjutan serta membantu pekerja yang terdampak agar tetap mendapatkan perlindungan.

FAQ

1. Berapa jumlah pekerja yang terkena PHK di Tapin pada 2026?
Sebanyak 249 pekerja terdampak PHK dari 11 perusahaan.

2. Apa penyebab utama PHK tersebut?
Langkah efisiensi dan penyesuaian operasional perusahaan di tengah dinamika usaha.

3. Berapa jumlah perusahaan di Tapin saat ini?
Tercatat 100 perusahaan, terdiri dari perusahaan besar, menengah, dan kecil.

4. Berapa total tenaga kerja yang terserap?
Sebanyak 20.106 pekerja di berbagai sektor usaha.

5. Bagaimana penanganan konflik ketenagakerjaan?
Sebagian besar diselesaikan melalui mediasi, sementara sisanya masih dalam proses atau dilimpahkan ke provinsi.

Senin, 27 April 2026

535 Penari Ramaikan Hari Tari Dunia 2026, Budaya Banjar Kian Menguat

Pemprov Kalsel memperkuat pelestarian tari Banjar melalui Hari Tari Dunia 2026 dengan melibatkan ratusan penari muda sebagai langkah regenerasi budaya daerah. (Foto Ilustrasi)
Pemprov Kalsel memperkuat pelestarian tari Banjar melalui Hari Tari Dunia 2026 dengan melibatkan ratusan penari muda sebagai langkah regenerasi budaya daerah. (Foto Ilustrasi)

BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan peringatan Hari Tari Dunia 2026 sebagai momentum memperkuat regenerasi penari sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal, khususnya tari khas Banjar.

Langkah tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan seni yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari seniman profesional hingga anak-anak penari dari sejumlah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Abdul Rahim menegaskan pelestarian budaya tidak dapat berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Abdul Rahim menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan seni tradisi.

Menurut Abdul Rahim, berbagai kegiatan seni yang digelar di Taman Budaya dan museum menjadi wadah strategis untuk menjaga eksistensi budaya daerah, terutama tari Banjar yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Apresiasi juga disampaikan kepada para seniman lokal yang terus aktif menciptakan karya seni. Abdul Rahim berharap jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan seni budaya terus meningkat sehingga kesenian tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti zaman.

Momentum peringatan Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April dimanfaatkan sebagai penguat semangat berkesenian di daerah. Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan Suharyanti menyebut kegiatan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

535 Penari Dari Sembilan Daerah Tampil Selama Dua Hari

Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia 2026, UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar pertunjukan tari selama dua hari, yakni pada 25 hingga 26 April 2026.

Sebanyak 535 penari dan seniman dari sembilan kabupaten dan kota ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak yang menjadi fokus utama program regenerasi.

Menurut Suharyanti, peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap seni tari semakin kuat.

Pada malam pertama, sembilan delegasi daerah menampilkan kekhasan budaya masing-masing. Kabupaten Tanah Laut menghadirkan tarian yang memadukan unsur berbagai etnis, sementara Kabupaten Hulu Sungai Utara menampilkan Tari Dor yang berakar dari gerakan dasar seni Mamanda.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan turut mempersembahkan tarian bertema Nusantara yang menampilkan keberagaman budaya dalam satu panggung.

Anak-Anak Jadi Fokus Utama Regenerasi Penari

Regenerasi menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan kegiatan tahun ini. Suharyanti menjelaskan ruang ekspresi diberikan secara luas kepada anak-anak untuk tampil, baik dalam tarian tradisional maupun modern.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tari sejak dini.

Suharyanti menegaskan bahwa konsep utama tari adalah gerakan yang selaras dengan irama, sehingga tidak ada pembatasan terhadap jenis tari yang ditampilkan selama tetap memberikan ruang kreativitas bagi penari.

Selain pertunjukan seni, rangkaian kegiatan juga mencakup sarasehan seni tari pada hari pertama yang diikuti pelaku seni dari berbagai daerah. Pada hari kedua, puluhan pertunjukan seni digelar dengan target total 30 penampilan.

Strategi Jangka Panjang Menjaga Warisan Budaya Banjar

Pelibatan sanggar tari menjadi bagian penting dalam strategi menjaga keberlanjutan seni budaya daerah. Melalui aktivitas rutin di sanggar, estafet kepenarian diharapkan dapat terus terjaga.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan jumlah pelaku seni tari terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.

Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat citra Kalimantan Selatan sebagai daerah yang kaya talenta seni tari sekaligus mampu menjaga warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

FAQ

1. Apa tujuan utama peringatan Hari Tari Dunia 2026 di Kalimantan Selatan?
Tujuan utamanya adalah memperkuat pelestarian budaya Banjar sekaligus mendorong regenerasi penari muda melalui berbagai pertunjukan seni.

2. Berapa jumlah penari yang terlibat dalam kegiatan ini?
Sebanyak 535 penari dan seniman dari sembilan kabupaten/kota ikut serta dalam rangkaian kegiatan Hari Tari Dunia 2026.

3. Mengapa generasi muda menjadi fokus utama dalam kegiatan ini?
Generasi muda dianggap sebagai penerus seni budaya sehingga keterlibatan sejak dini penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi tari Banjar.

4. Kegiatan apa saja yang diselenggarakan dalam peringatan ini?
Kegiatan meliputi pertunjukan tari selama dua hari, sarasehan seni tari, serta puluhan penampilan seni dari berbagai daerah.

5. Apa harapan pemerintah terhadap kegiatan seni tari di Kalimantan Selatan?
Pemerintah berharap jumlah penari terus bertambah dan Kalimantan Selatan semakin dikenal sebagai daerah dengan kekayaan seni tari yang kuat.

Minggu, 26 April 2026

Bundaran Pohon Jokowi Dihijaukan, Dishut Kalsel Tanam 500 Bibit Tanjung

Dishut Kalsel menanam 500 pohon tanjung di Bundaran Pohon Jokowi Banjarbaru untuk memperkuat rehabilitasi lahan dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau kota.
Dishut Kalsel menanam 500 pohon tanjung di Bundaran Pohon Jokowi Banjarbaru untuk memperkuat rehabilitasi lahan dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau kota.

BANJARBARU — Upaya memperkuat ruang hijau perkotaan terus dilakukan pemerintah daerah. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) menanam sebanyak 500 bibit pohon tanjung di kawasan Bundaran Pohon Jokowi, Komplek Kantor Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Sabtu.

Langkah ini tidak sekadar menambah vegetasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di wilayah perkotaan yang memiliki aktivitas publik tinggi.

Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan seluruh personel sebagai bentuk kerja terpadu dalam menjaga keseimbangan lingkungan kota.

Menurut Fathimatuzzahra, penanaman pohon tanjung dilakukan untuk meningkatkan tutupan hijau sekaligus memperkaya jenis vegetasi di kawasan strategis tersebut.

“Penanaman dan penyulaman sebanyak 500 batang tanaman jenis tanjung dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi serta memperkuat daya dukung lingkungan di kawasan Bundaran Pohon Jokowi,” ujar Fathimatuzzahra.

Penanaman pohon di area perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain berfungsi sebagai penghijauan, keberadaan pohon juga membantu mengurangi dampak perubahan iklim serta memperbaiki kualitas udara di wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Fathimatuzzahra menegaskan kawasan Bundaran Pohon Jokowi memiliki nilai strategis sebagai ruang publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun rekreasi.

Karena itu, keberadaan vegetasi yang memadai dinilai penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan lingkungan.

Tidak hanya melakukan penanaman, Dishut Kalsel juga melakukan perawatan tanaman yang telah tumbuh sebelumnya.

Langkah perawatan meliputi penyulaman tanaman, pemangkasan ranting, serta pemeliharaan rutin agar pertumbuhan pohon tetap optimal.

Upaya tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang.

Tim di lapangan juga melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dengan mengangkut sampah dan serasah di sekitar bundaran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan estetika kawasan yang menjadi salah satu titik favorit warga Banjarbaru.

Selain kegiatan teknis, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Fathimatuzzahra mengajak pengunjung kawasan Bundaran Pohon Jokowi untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci agar kawasan hijau dapat terus berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ruang publik yang nyaman.

Program penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, serta memperluas ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang terus berkembang.

FAQ

1. Berapa jumlah pohon yang ditanam di Bundaran Pohon Jokowi?
Sebanyak 500 bibit pohon tanjung ditanam dalam kegiatan tersebut.

2. Apa tujuan utama penanaman pohon ini?
Tujuan utama adalah memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan serta meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

3. Mengapa pohon tanjung dipilih?
Pohon tanjung dikenal memiliki tajuk rindang dan cocok untuk penghijauan di wilayah perkotaan.

4. Selain penanaman, kegiatan apa saja yang dilakukan?
Dishut Kalsel juga melakukan penyulaman tanaman, pemangkasan, perawatan rutin, serta aksi bersih kawasan.

5. Apa manfaat ruang terbuka hijau bagi masyarakat?
Ruang terbuka hijau membantu memperbaiki kualitas udara, menurunkan suhu lingkungan, serta menyediakan ruang publik yang nyaman.

Selasa, 21 April 2026

18 Sekolah Di Hulu Sungai Tengah Ikuti Pembinaan Menuju Adiwiyata Tahun 2026

Pemkab HST membina 18 sekolah calon Adiwiyata 2026 guna memperkuat budaya lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan di sekolah.
Pemkab HST membina 18 sekolah calon Adiwiyata 2026 guna memperkuat budaya lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan di sekolah.

HST, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mulai mengintensifkan pembinaan bagi sekolah yang diproyeksikan mengikuti Program Adiwiyata tahun 2026. Sebanyak 18 sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini masuk dalam tahap pendampingan awal.

Program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian penghargaan, melainkan diarahkan untuk membentuk kebiasaan dan budaya lingkungan hidup yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Akmad Syafaat, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya menghadirkan ruang hijau secara fisik, tetapi juga perlu menanamkan kesadaran lingkungan dalam perilaku sehari-hari dan kegiatan pembelajaran.

Pendekatan yang dilakukan dalam pembinaan Adiwiyata kini semakin menekankan perubahan perilaku warga sekolah. Hal ini mencakup kepala sekolah, guru, siswa, hingga komite sekolah.

Melalui program tersebut, sekolah didorong untuk memahami secara menyeluruh kriteria penilaian berdasarkan regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 05 Tahun 2025/2026.

Selain pemahaman regulasi, sekolah juga diharapkan mampu menerapkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan, seperti:

  • Pengelolaan sampah berbasis kompos

  • Penghematan penggunaan energi listrik

  • Penggunaan air secara efisien

  • Integrasi edukasi lingkungan dalam proses belajar mengajar

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.

Sejauh ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah memiliki puluhan sekolah yang berhasil meraih status Adiwiyata. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sedikitnya 47 sekolah di wilayah tersebut telah mendapatkan pengakuan sebagai sekolah peduli lingkungan.

Keberhasilan ini menjadi fondasi penting dalam memperluas gerakan sekolah ramah lingkungan ke lebih banyak satuan pendidikan.

Dengan adanya tambahan 18 calon sekolah baru, pemerintah daerah berharap jumlah sekolah Adiwiyata akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

Pembinaan menuju sekolah Adiwiyata dinilai tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur sekolah serta pendampingan berkelanjutan dari tim pembina.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dalam memenuhi seluruh persyaratan, sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Lingkungan sekolah yang bersih dan asri diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendidikan, tetapi juga media pembelajaran yang mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap alam.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah diharapkan mampu menjadi contoh praktik pendidikan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat daerah.

FAQ

Apa itu Program Adiwiyata?

Program Adiwiyata adalah program pemerintah yang bertujuan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan edukasi dan pengelolaan lingkungan sekolah.

Berapa jumlah sekolah calon Adiwiyata di HST tahun 2026?

Sebanyak 18 sekolah dari tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti pembinaan menuju Adiwiyata 2026.

Apa saja kegiatan dalam program Adiwiyata?

Kegiatan meliputi pengelolaan sampah, penghematan energi, penghematan air, serta pembelajaran lingkungan yang terintegrasi dalam kurikulum.

Berapa jumlah sekolah Adiwiyata di HST saat ini?

Saat ini terdapat sekitar 47 sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang telah meraih status Adiwiyata.

Mengapa program Adiwiyata penting bagi sekolah?

Program ini membantu membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.

Senin, 20 April 2026

BMKG Ungkap Penyebab Dua Gempa Dangkal Beruntun Di Kalimantan Selatan

Dua gempa dangkal mengguncang Balangan dan Tabalong dalam selang enam menit. BMKG menyebut gempa dipicu sesar lokal dan meminta warga tetap waspada terhadap gempa susulan. (Ilustrasi)
Dua gempa dangkal mengguncang Balangan dan Tabalong dalam selang enam menit. BMKG menyebut gempa dipicu sesar lokal dan meminta warga tetap waspada terhadap gempa susulan. (Ilustrasi)

BANJARMASIN - Wilayah Balangan dan Tabalong di Kalimantan Selatan mengalami dua kali gempa bumi dalam waktu berdekatan pada Senin siang. Peristiwa tersebut tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai gempa dangkal yang terjadi dalam selang waktu hanya beberapa menit.

Berdasarkan data pemantauan seismik, gempa pertama terjadi pada pukul 12.24 Wita dengan kekuatan magnitudo 3,0. Titik pusat gempa berada di daratan, sekitar 18 kilometer barat laut Kabupaten Balangan dengan kedalaman sekitar 2 kilometer dari permukaan tanah.

Tidak lama berselang, tepatnya pada pukul 12.30 Wita, gempa kedua kembali terjadi dengan magnitudo 2,8. Lokasi pusat gempa kali ini berada sekitar 19 kilometer barat daya Kabupaten Tabalong dengan kedalaman 3 kilometer.

BMKG mengkategorikan kedua gempa tersebut sebagai gempa sangat dangkal karena kedalamannya kurang dari 5 kilometer. Kondisi ini memungkinkan getaran dirasakan lebih jelas oleh warga di sekitar pusat gempa, meskipun magnitudo yang tercatat tergolong kecil.

Gempa dengan kedalaman dangkal cenderung menghasilkan dampak getaran yang terasa di permukaan karena jarak antara sumber energi dan permukaan tanah sangat dekat. Hal ini berbeda dengan gempa yang memiliki kedalaman besar, di mana getaran biasanya melemah sebelum mencapai permukaan.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh pergerakan sesar lokal di wilayah tersebut. Aktivitas patahan berskala lokal seperti ini lazim terjadi di kawasan daratan yang memiliki struktur geologi aktif.

Pergerakan sesar lokal biasanya menghasilkan gempa berkekuatan kecil hingga menengah, namun tetap dapat dirasakan masyarakat terutama jika terjadi di kedalaman dangkal.

Hingga saat ini, belum ditemukan laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat dua kejadian gempa tersebut. Informasi dari lapangan masih terus dipantau untuk memastikan kondisi wilayah terdampak tetap aman.

Meskipun tidak menimbulkan dampak besar, kejadian gempa beruntun tetap menjadi perhatian karena berpotensi diikuti gempa susulan dengan karakteristik serupa.

BMKG mengimbau masyarakat di Balangan, Tabalong, dan wilayah sekitarnya untuk tidak panik dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Warga juga diminta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar terhindar dari penyebaran informasi yang tidak benar. Edukasi kesiapsiagaan bencana dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila gempa kembali terjadi.

FAQ

Apa penyebab dua gempa di Balangan dan Tabalong?
Gempa dipicu oleh aktivitas sesar atau patahan lokal di wilayah tersebut.

Mengapa gempa terasa meski magnitudo kecil?
Karena kedalaman gempa sangat dangkal, kurang dari 5 kilometer, sehingga getaran lebih mudah dirasakan.

Apakah ada kerusakan akibat gempa tersebut?
Hingga laporan terakhir, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

Apakah masih ada potensi gempa susulan?
Gempa susulan tetap mungkin terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi?
Segera lindungi kepala, menjauh dari benda berbahaya, dan ikuti informasi resmi dari BMKG atau pihak berwenang.

Senin, 13 April 2026

Tiga Daerah Bersatu Bangun PSEL, Batola Siap Sediakan Lahan

Bupati Batola Bahrul Ilmi meneken komitmen proyek PSEL Banjarmasin Raya sebagai solusi jangka panjang pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kalimantan Selatan.
Bupati Batola Bahrul Ilmi meneken komitmen proyek PSEL Banjarmasin Raya sebagai solusi jangka panjang pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kalimantan Selatan.

MARABAHAN — Upaya penanggulangan sampah di Kalimantan Selatan kini memasuki babak baru. Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi resmi meneken komitmen bersama pembangunan proyek Pabrik Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Aglomerasi Banjarmasin Raya yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan di Marabahan, Minggu, sebagai bentuk dukungan daerah terhadap program nasional pengelolaan sampah berkelanjutan.

"Mudah-mudahan program penanggulangan sampah dengan membangun pabrik pengolahan sampah menjadi energi ini bisa terwujud segera," ujar Bahrul Ilmi.

Solusi Jangka Panjang Atasi Persoalan Sampah

Bahrul Ilmi menyambut positif kerja sama lintas daerah tersebut. Menurutnya, proyek PSEL menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius di wilayah Kalimantan Selatan.

Ia juga menegaskan bahwa proyek ini diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Ini wujud kolaborasi pembangunan infrastruktur hijau di Kalimantan Selatan," tambahnya.

Dengan adanya proyek ini, pemerintah daerah berharap pengelolaan sampah tidak lagi sekadar menjadi beban, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi yang bermanfaat.

Tiga Wilayah Terlibat Dalam Proyek Strategis

Proyek PSEL Aglomerasi Banjarmasin Raya melibatkan tiga wilayah utama, yakni:

  • Kota Banjarmasin

  • Kabupaten Banjar

  • Kabupaten Barito Kuala (Batola)

Kolaborasi antarwilayah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pasokan sampah yang stabil sebagai bahan baku pengolahan energi listrik.

Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.

Target Operasional Hingga 30 Tahun

Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan proyek PSEL ini dapat beroperasi dalam jangka panjang, dengan estimasi masa operasional mencapai sekitar 30 tahun.

Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada komitmen daerah dalam menyediakan lahan serta memastikan pasokan sampah yang cukup.

Selain itu, pemerintah pusat berharap program PSEL dimasukkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah masing-masing, sehingga keberlanjutan proyek dapat terjamin secara regulasi dan pendanaan.

Dampak Positif Bagi Lingkungan Dan Energi

Jika terealisasi sesuai rencana, proyek PSEL Aglomerasi Banjarmasin Raya diproyeksikan membawa sejumlah dampak positif, antara lain:

  • Mengurangi volume sampah yang menumpuk

  • Menghasilkan energi listrik dari limbah

  • Meningkatkan kualitas lingkungan

  • Mendukung pembangunan berkelanjutan

  • Membuka peluang ekonomi baru di sektor energi hijau

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi menuju energi ramah lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.

Harapan Masyarakat Terhadap Proyek PSEL

Seiring meningkatnya persoalan sampah di wilayah perkotaan, masyarakat berharap proyek ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata.

Selain mengatasi masalah lingkungan, proyek PSEL diharapkan mampu menjadi solusi modern yang efisien dalam mengelola limbah rumah tangga dan industri.

Pemerintah daerah pun optimistis bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat realisasi proyek strategis tersebut.

FAQ

Apa itu PSEL?
PSEL adalah Pabrik Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik, yaitu fasilitas yang mengolah sampah menjadi sumber energi listrik.

Wilayah mana saja yang terlibat dalam proyek ini?
Proyek PSEL Aglomerasi Banjarmasin Raya melibatkan Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.

Berapa lama masa operasional PSEL direncanakan?
Estimasi masa operasional proyek ini sekitar 30 tahun.

Apa manfaat utama proyek PSEL bagi masyarakat?
Manfaat utamanya adalah mengurangi volume sampah, menghasilkan listrik, serta meningkatkan kualitas lingkungan.

Kapan proyek PSEL mulai berjalan?
Saat ini proyek masih dalam tahap komitmen dan perencanaan, termasuk penyediaan lahan dan kesiapan daerah.

Sabtu, 11 April 2026

Tanah Laut Jadi Pusat Gerakan Tanam Serempak Nasional 10 Ribu Hektare

Gerakan tanam serempak 10 ribu hektare di Tanah Laut bersama 17 provinsi dorong ketahanan pangan dan peningkatan produksi nasional. (Sumber ANTARA)
Gerakan tanam serempak 10 ribu hektare di Tanah Laut bersama 17 provinsi dorong ketahanan pangan dan peningkatan produksi nasional. (Sumber ANTARA)

Tala, Kalsel – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan, menggelar gerakan tanam serempak 10 ribu hektare bersama 17 provinsi se-Indonesia di lokasi cetak sawah rakyat (CSR) Kecamatan Panyipatan, Kamis. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan tanam nasional guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gerakan tanam serempak tersebut menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional sektor pertanian. 

Selain meningkatkan luas tanam, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan lahan pertanian yang ada, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Wakil Bupati Tanah Laut M Zazuli menyampaikan bahwa daerahnya merasa bangga dipercaya menjadi pusat pelaksanaan gerakan tanam pangan skala besar tersebut.

Ia menilai momentum ini dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di daerah.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya di Pelaihari.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Menteri Pertanian Republik Indonesia serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsatty. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi dan kabupaten.

Zazuli menegaskan, gerakan tanam serempak merupakan langkah strategis dalam mendukung program nasional di bidang pertanian, khususnya dalam optimalisasi lahan dan peningkatan produksi pangan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, hingga petani dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program cetak sawah rakyat (CSR) serta pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjadikan Tanah Laut sebagai salah satu lumbung pangan andal di Kalimantan Selatan.

Selain aspek produksi, gerakan ini juga menjadi simbol penguatan semangat gotong royong dalam pembangunan sektor pertanian. Pemerintah daerah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program ini.

“Semoga setiap benih yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang melimpah dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Zazuli.

Gerakan tanam serempak 10 ribu hektare ini diharapkan mampu mempercepat musim tanam serta mendorong peningkatan produksi pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Sumber: Antara/Gunawan Wibisono

Selasa, 07 April 2026

Gubernur Muhidin Prioritaskan Liang Anggang Cegah Karhutla Jelang Kemarau

Gubernur Kalsel Muhidin memprioritaskan Liang Anggang untuk pencegahan karhutla demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor menjelang musim kemarau 2026. (Gambar ilustrasi)
Gubernur Kalsel Muhidin memprioritaskan Liang Anggang untuk pencegahan karhutla demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor menjelang musim kemarau 2026. (Gambar ilustrasi)

BANJARBARU - Menjelang masuknya musim kemarau pada April 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa wilayah Liang Anggang harus menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi karhutla karena posisinya yang strategis dan berdekatan dengan Bandara Syamsudin Noor.

Arahan tersebut disampaikan Muhidin usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Banjarbaru pada Senin. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya perlindungan wilayah sekitar bandara guna menghindari gangguan operasional penerbangan akibat kabut asap.

“Liang Anggang menjadi kawasan yang harus dijaga karena dampak karhutla di wilayah tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi langsung mengganggu operasional penerbangan,” ujar Muhidin.

Risiko Gangguan Penerbangan Jadi Perhatian Utama

Muhidin mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu efek berantai terhadap berbagai sektor penting.

Gangguan pada penerbangan berpotensi menghambat mobilitas penumpang, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi daerah yang sangat bergantung pada konektivitas transportasi udara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat Bandara Syamsudin Noor merupakan pintu utama transportasi udara di Kalimantan Selatan.

Secara historis, wilayah lahan kering dan gambut di sekitar Liang Anggang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, terutama saat curah hujan menurun dan suhu udara mulai meningkat saat musim kemarau.

Penguatan Infrastruktur Air Jadi Strategi Utama

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan infrastruktur pengendalian karhutla di kawasan rawan.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penyediaan sumber air yang memadai, termasuk pembangunan kanal di sejumlah titik rawan kebakaran. Kanal tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air saat terjadi kebakaran, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk mitigasi dini, terutama untuk mencegah munculnya titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan dalam menghadapi potensi karhutla sepanjang musim kemarau.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Selain penguatan sarana fisik, Muhidin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, praktik pembakaran lahan secara sembarangan masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Pembakaran lahan secara sembarangan dapat dikenakan sanksi hukum. Kami mengajak masyarakat aktif melaporkan indikasi pembakaran ilegal guna memperkuat pencegahan karhutla,” tegas Muhidin.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Mitigasi Dini Jadi Kunci Hadapi Musim Kemarau

Memasuki periode kemarau, risiko munculnya titik panas diprediksi meningkat. Oleh karena itu, langkah mitigasi dini dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi potensi karhutla.

Upaya pencegahan sejak awal tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga melindungi fasilitas vital seperti bandara, jalur transportasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan fokus pada kawasan strategis seperti Liang Anggang, pemerintah berharap dampak karhutla dapat ditekan seminimal mungkin selama musim kemarau 2026.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas aktivitas transportasi dan keselamatan masyarakat dari dampak kabut asap yang berpotensi merugikan banyak sektor.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa Liang Anggang diprioritaskan dalam pencegahan karhutla?
Karena wilayah ini berada dekat Bandara Syamsudin Noor, sehingga kebakaran dapat langsung mengganggu operasional penerbangan.

2. Apa dampak karhutla terhadap bandara?
Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang, menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan.

3. Apa langkah yang dilakukan Pemprov Kalsel?
Pemerintah memperkuat infrastruktur air, membangun kanal di titik rawan, serta meningkatkan koordinasi penanganan karhutla.

4. Apa peran masyarakat dalam pencegahan karhutla?
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan jika melihat indikasi pembakaran ilegal.

5. Kapan musim kemarau diperkirakan mulai?
Musim kemarau diprediksi mulai pada April 2026, sehingga langkah pencegahan dilakukan lebih awal.

Senin, 06 April 2026

968 Agen ADINK Bank Kalsel Perluas Akses Keuangan Di Desa

Bank Kalsel operasikan 968 Agen ADINK untuk perluas akses keuangan hingga desa, dukung inklusi keuangan dan permudah transaksi masyarakat Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel operasikan 968 Agen ADINK untuk perluas akses keuangan hingga desa, dukung inklusi keuangan dan permudah transaksi masyarakat Kalimantan Selatan.

Banjarmasin — Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok daerah. Terbaru, bank pembangunan daerah ini telah mengoperasikan sebanyak 968 Agen Laku Pandai yang tersebar di seluruh Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung program inklusi keuangan nasional.

“Kami terus hadir mendekatkan layanan perbankan hingga ke daerah pedesaan,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.

Menurutnya, pencapaian ratusan agen aktif tersebut juga sejalan dengan misi pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong pemerataan akses keuangan di Indonesia.

“Ini wujud konsistensi Bank Kalsel dalam memastikan layanan keuangan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah yang jauh dari kantor bank,” tambahnya.

Peran Strategis Agen ADINK

Program Agen Laku Pandai milik Bank Kalsel dikenal dengan nama ADINK (Agen Digital Inklusif Keuangan). Kehadiran ADINK menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan perbankan.

Lewat agen ini, masyarakat kini bisa menikmati berbagai layanan dasar tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Beberapa layanan yang tersedia di antaranya:

  • Pembukaan rekening tabungan

  • Setoran dan penarikan tunai real-time

  • Transfer antar rekening

  • Pembayaran tagihan listrik, air, hingga pajak

Dengan semakin luasnya jaringan agen, masyarakat di daerah terpencil kini punya akses lebih cepat, mudah, dan praktis dalam mengelola keuangan.

Dorong Ekonomi Lokal & Cegah Keuangan Ilegal

Selain mempermudah transaksi, keberadaan ADINK juga berperan penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hal ini diharapkan mampu melindungi warga dari praktik keuangan ilegal yang masih marak terjadi.

Tak hanya itu, aktivitas transaksi yang semakin efisien juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di wilayah pedesaan.

Bank Kalsel menilai, digitalisasi layanan keuangan melalui agen seperti ADINK menjadi salah satu kunci dalam mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

FAQ

1. Apa itu Agen ADINK Bank Kalsel?
ADINK adalah agen layanan keuangan tanpa kantor yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi perbankan di wilayah terdekat.

2. Apa saja layanan yang tersedia di ADINK?
Mulai dari buka rekening, tarik/setor tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.

3. Apakah aman menggunakan Agen ADINK?
Ya, karena merupakan layanan resmi Bank Kalsel yang diawasi oleh OJK.

4. Siapa yang bisa menggunakan layanan ini?
Semua masyarakat, khususnya yang tinggal jauh dari kantor bank.

5. Apa manfaat utama ADINK bagi masyarakat desa?
Mempermudah akses keuangan, menghemat waktu, dan mendukung ekonomi lokal.

128 Tenaga Kerja Terampil Dicetak BLK HSU Untuk Tekan Pengangguran

BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat.
BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat. (Ilustrasi)

HSU, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lewat Balai Latihan Kerja (BLK), sebanyak 128 peserta berhasil dibekali keterampilan kerja berbasis kompetensi yang siap diterapkan di dunia industri maupun usaha mandiri.

Kepala BLK HSU, A. Humaidi, menyampaikan bahwa program pelatihan kali ini menghadirkan delapan bidang kejuruan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Terdapat delapan kejuruan yang tersedia bagi masyarakat pada periode pelatihan ini,” ujarnya di Amuntai, Minggu.

Delapan Kejuruan Siap Pakai

Adapun bidang keterampilan yang diberikan meliputi:

  • Desain grafis

  • Teknik listrik

  • Pengelasan

  • Menjahit

  • Furniture

  • Tata boga

  • Otomotif mobil

  • Otomotif motor

Setiap kejuruan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total mencapai 128 orang yang mendapatkan pelatihan intensif.

Pelatihan Intensif 30 Hari, 8 Jam Per Hari

Program pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan durasi pembelajaran hingga delapan jam setiap hari. Pola ini dirancang agar peserta benar-benar menguasai keterampilan secara praktis, bukan hanya teori.

Model pelatihan berbasis kompetensi ini juga mengacu pada standar dunia kerja, sehingga lulusan memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Akses Inklusif untuk Disabilitas

Yang menarik, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok disabilitas. “Ini menjadi komitmen kami memberikan kesempatan bagi disabilitas untuk bisa bekerja dan mandiri,” tegas Humaidi.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ketenagakerjaan di HSU bersifat inklusif dan merata.

Dapat Sertifikat, Siap Masuk Dunia Kerja

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.

Sertifikat ini dapat digunakan sebagai dokumen pendukung saat melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Humaidi berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Setelah dinyatakan lulus, mereka mendapatkan sertifikat sebagai bekal penting untuk memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Dorong Kemandirian dan Kurangi Pengangguran

Program ini menjadi salah satu strategi konkret pemerintah daerah dalam:

  • Mengurangi angka pengangguran

  • Meningkatkan keterampilan masyarakat

  • Mendorong wirausaha mandiri

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa jumlah peserta pelatihan BLK HSU?
Sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan.

2. Berapa lama durasi pelatihan?
Pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan 8 jam per hari.

3. Apa saja kejuruan yang tersedia?
Ada 8 kejuruan, termasuk desain grafis, listrik, las, menjahit, hingga otomotif.

4. Apakah disabilitas bisa ikut pelatihan?
Ya, program ini juga membuka akses bagi peserta disabilitas.

5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi.

Dari Kebun Ke Pasar, Hilirisasi Nanas Barito Kuala Buka Peluang Usaha

Pemkab Batola mendorong hilirisasi nanas Tamban melalui KWT, hasilkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat pasar lokal.
Pemkab Batola mendorong hilirisasi nanas Tamban melalui KWT, hasilkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat pasar lokal.

Marabahan – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan terus mendorong hilirisasi produk hortikultura, khususnya komoditas unggulan daerah berupa nanas. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Batola, H Wahyu Waguna, menegaskan bahwa pihaknya aktif mendorong para pembudidaya untuk tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar.

“Kami terus mendorong para pembudidaya buah ini untuk meningkatkan hilirisasi produk hortikultura,” ujarnya di Marabahan, Minggu.

Peran KWT Dalam Hilirisasi Nanas

Salah satu contoh sukses datang dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Bunda Bersama yang berada di Desa Jelapat II, Kecamatan Mekarsari.

Kelompok ini dikenal aktif mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar nanas seperti:

  • Manisan nanas

  • Jelly nanas

  • Sirup nanas

  • Selai nanas

  • Minuman sari buah nanas

Tak hanya itu, mereka juga memproduksi olahan lain seperti keripik singkong dan keripik pisang sebagai diversifikasi usaha.

Dalam satu hingga dua minggu setiap bulan, kelompok ini mampu mengolah sekitar 30 kilogram nanas, yang kemudian dipasarkan ke berbagai kanal.

Strategi Pemasaran Produk Lokal

Produk olahan KWT Karya Bunda Bersama telah dipasarkan melalui:

  • Pasar tradisional

  • Sentra oleh-oleh

  • Minimarket

  • Pameran tingkat kecamatan hingga kabupaten

Strategi ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal ke masyarakat luas.

Dukungan Pemerintah Dan Kementerian

Berkat konsistensinya dalam melakukan hilirisasi, kelompok ini juga mendapat dukungan berupa bantuan sarana produksi (saprodi) dari Kementerian Pertanian.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil olahan.

Nanas Tamban Jadi Andalan Daerah

Diketahui, Kecamatan Mekarsari yang dulunya bagian dari Kecamatan Tamban, merupakan sentra produksi nanas Tamban, salah satu komoditas hortikultura unggulan Batola.

Selain dijual dalam bentuk buah segar, nanas ini juga diolah menjadi berbagai produk turunan seperti:

  • Wajik

  • Dodol

  • Selai

  • Serbuk nanas

Hilirisasi ini terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat masyarakat.

Langkah hilirisasi yang dilakukan Pemkab Batola sejalan dengan strategi nasional dalam penguatan sektor pertanian berbasis nilai tambah.

Secara ekonomi, pengolahan hasil panen menjadi produk turunan dapat:

  • Meningkatkan harga jual komoditas

  • Mengurangi ketergantungan pada pasar buah segar

  • Membuka lapangan kerja baru

  • Meningkatkan daya saing produk lokal

Dari sisi keberlanjutan, model ini juga membantu mengurangi potensi kerugian akibat buah yang tidak terserap pasar.

FAQ

1. Apa itu hilirisasi hortikultura?
Hilirisasi adalah proses mengolah hasil pertanian menjadi produk turunan agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.

2. Apa produk olahan nanas di Batola?
Manisan, jelly, sirup, selai, minuman sari buah, hingga dodol dan wajik.

3. Siapa pelaku hilirisasi di Batola?
Salah satunya Kelompok Wanita Tani Karya Bunda Bersama di Mekarsari.

4. Berapa kapasitas produksi KWT tersebut?
Sekitar 30 kilogram nanas per periode produksi.

5. Apa manfaat hilirisasi bagi petani?
Meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan mengurangi risiko kerugian.