Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gratis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gratis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2026

Hari Jadi Ke-27 Banjarbaru, Warga Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis

Dinkes Banjarbaru membuka layanan cek kesehatan gratis di Ekspo Hari Jadi ke-27. Warga antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar untuk deteksi dini penyakit.
Dinkes Banjarbaru membuka layanan cek kesehatan gratis di Ekspo Hari Jadi ke-27. Warga antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar untuk deteksi dini penyakit.

BANJARBARU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian Ekspo Banjarbaru sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan, sekaligus memperkuat layanan preventif yang selaras dengan isu kesehatan nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Trianti, menyampaikan bahwa layanan kesehatan gratis ini sengaja dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit.

“Besar harapan kami CKG gratis ini bisa diakses sebanyak-banyaknya oleh masyarakat dengan tujuan deteksi dini setiap kondisi kesehatannya,” ujar Juhai Trianti di Banjarbaru, Sabtu.

Stan layanan kesehatan yang mulai beroperasi pukul 14.00 WITA langsung disambut antusias oleh pengunjung ekspo. Area layanan terlihat dipadati warga yang ingin memanfaatkan kesempatan pemeriksaan gratis tersebut.

Dalam layanan ini, Dinkes Banjarbaru menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan dasar, antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah

  • Pemeriksaan gula darah

  • Pemeriksaan kolesterol

  • Pemeriksaan asam urat (sesuai indikasi)

Pada sesi pertama pelaksanaan, tercatat hampir 50 pengunjung telah memanfaatkan layanan tersebut hingga pukul 18.00 WITA.

Antusiasme masyarakat ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara rutin, terutama melalui pemeriksaan dasar yang sederhana namun berdampak besar.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut meninjau langsung stan layanan kesehatan di sela kunjungannya ke area ekspo. Kehadirannya disambut tenaga medis yang bertugas di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Erna Lisa Halaby juga menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sebagai contoh nyata kepada masyarakat.

“Pemeriksaan kesehatan seperti ini penting sebagai langkah awal menjaga kualitas hidup masyarakat,” ujar Erna Lisa Halaby setelah mengikuti pemeriksaan.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi serius yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

“Dengan deteksi lebih awal, diharapkan masyarakat tidak jatuh pada kondisi sakit serius yang membutuhkan penanganan lebih besar,” tambahnya.

Program cek kesehatan gratis ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan (preventif).

Pendekatan preventif dinilai lebih efektif dalam menekan angka penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, yang sering kali berkembang tanpa gejala awal.

Dengan adanya layanan kesehatan di lokasi publik seperti ekspo, masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan formal.

Langkah ini juga mendukung program nasional yang mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Selain memberikan layanan pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.

Tenaga medis yang bertugas memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, sekaligus menyarankan langkah-langkah lanjutan yang perlu dilakukan warga jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, terutama dalam hal rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, diharapkan kualitas kesehatan warga Kota Banjarbaru dapat terus meningkat di masa mendatang.

FAQ

1. Apa itu layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG)?
CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya yang disediakan oleh Dinas Kesehatan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

2. Pemeriksaan apa saja yang tersedia di layanan CKG?
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat sesuai kebutuhan.

3. Siapa saja yang bisa mengikuti layanan ini?
Seluruh masyarakat yang datang ke area Ekspo Banjarbaru dapat memanfaatkan layanan tersebut.

4. Mengapa deteksi dini kesehatan penting?
Deteksi dini membantu mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi serius sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

5. Apakah layanan CKG akan diadakan kembali di masa depan?
Kemungkinan besar akan kembali dilaksanakan, terutama pada kegiatan publik yang melibatkan masyarakat luas.

Kamis, 16 April 2026

161 Ribu Warga Kaltim Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.
Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.

SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus mendapat respons positif dari masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga saat ini, sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan kesehatan tersebut yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa layanan CKG kini sudah menjangkau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya 188 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 10 kabupaten/kota.

“Masyarakat Kaltim kini sudah menjangkau CKG pada semua pelayanan kesehatan, terutama 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” ujar Jaya di Samarinda, Kamis.

Tingkat Kehadiran Tinggi, Program Dinilai Efektif

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kaltim, jumlah warga yang melakukan registrasi dalam program tersebut mencapai 175.025 orang. Dari jumlah itu, tingkat kehadiran peserta tercatat 92,28 persen.

Menurut Jaya, angka partisipasi yang tinggi ini menjadi indikator bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis berjalan efektif dan tepat sasaran.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dominasi kelompok usia produktif yang memanfaatkan layanan ini.

Kelompok Usia 40–59 Tahun Jadi Peserta Terbanyak

Kelompok usia dewasa senior, yakni 40 hingga 59 tahun, menjadi partisipan tertinggi dalam program ini dengan jumlah 39.449 orang.

Sementara itu, kelompok usia dewasa muda 18–29 tahun juga menunjukkan minat besar dengan jumlah peserta mencapai 25.781 orang.

Pada kategori anak-anak, kelompok usia sekolah 7–12 tahun menjadi yang paling dominan dengan jumlah peserta 24.020 anak.

Tak kalah penting, kelompok lanjut usia atau lansia berumur di atas 60 tahun juga menunjukkan kesadaran kesehatan yang baik dengan total kunjungan mencapai 18.356 orang.

“Secara keseluruhan, kelompok anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun menyumbang sekitar 35 persen dari total kehadiran program tersebut,” terang Jaya.

Skrining Bayi Jadi Fokus Deteksi Dini

Selain melayani masyarakat umum, program CKG juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan bayi baru lahir.

Tercatat sebanyak 3.471 bayi telah mendapatkan layanan deteksi dini melalui laboratorium kesehatan provinsi, khususnya melalui pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Jaya menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan pengiriman sampel pemeriksaan bayi.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit kongenital sejak dini sehingga langkah pencegahan medis dapat segera dilakukan.

“Pemeriksaan khusus bagi bayi tersebut bertujuan untuk menganalisis adanya penyakit kongenital sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan secara medis,” jelasnya.

Hasil Pemeriksaan Bisa Diakses Melalui Laboratorium Daerah

Untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses informasi kesehatan, hasil pemeriksaan dalam program CKG dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di tingkat daerah.

Dengan capaian partisipasi yang tinggi, pemerintah daerah optimistis program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.

FAQ

Apa Itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Berapa Jumlah Warga Kaltim Yang Mengikuti Program CKG?

Sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan Program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Timur.

Di Mana Program CKG Dilaksanakan?

Program ini dilaksanakan di 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Apa Manfaat Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)?

SHK bertujuan mendeteksi gangguan hormon tiroid pada bayi sejak dini agar dapat segera ditangani secara medis.

Bagaimana Cara Mengakses Hasil Pemeriksaan?

Hasil pemeriksaan kesehatan dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur.