Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Polda Kalteng Layani 1.500 Warga Lewat Cek Kesehatan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada 1.500 warga dalam bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, termasuk donor darah dan operasi katarak.
Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada 1.500 warga dalam bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, termasuk donor darah dan operasi katarak.

PALANGKA RAYA — Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 1.500 warga di berbagai daerah di Kalimantan Tengah dalam rangka bakti kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan program tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat polda, polres hingga polsek.

Pelayanan kesehatan tidak dipusatkan di satu lokasi, tetapi digelar di sejumlah wilayah yang telah ditentukan agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan medis.

Berbagai layanan diberikan kepada warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan hingga tindakan medis tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Selain itu, kegiatan bakti kesehatan juga mencakup donor darah, khitanan massal, operasi katarak, serta operasi bibir sumbing.

Program tersebut dirancang secara menyeluruh untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan tanpa biaya.

"Kegiatan ini kami laksanakan di berbagai lokasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Irjen Pol Iwan Kurniawan di Palangka Raya, Selasa.

Ia menegaskan, selain pemeriksaan kesehatan gratis, pihaknya juga memberikan obat-obatan serta melaksanakan donor darah, khitanan massal, hingga operasi katarak dan bibir sumbing.

Menurut Iwan, jumlah peserta operasi katarak dan operasi bibir sumbing tidak terlalu banyak. Masing-masing jenis operasi diikuti sekitar 10 peserta yang telah melalui proses pendataan dan pemeriksaan.

"Kami berharap masyarakat yang membutuhkan bantuan medis seperti operasi katarak maupun operasi bibir sumbing dapat terbantu melalui program ini," ujarnya.

Kapolda menyebut sedikitnya jumlah peserta operasi khusus menunjukkan kasus yang membutuhkan penanganan kesehatan tertentu relatif tidak banyak ditemukan di Kalimantan Tengah. Program bakti kesehatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Ada yang Mengkhawatirkan dari Kematian 185 Bayi di Kaltim, Ini Penjelasannya

Dinkes Kaltim catat 185 kematian bayi di Januari–Juni 2026, mayoritas akibat berat lahir rendah, gangguan pernapasan, dan prematuritas.
Dinkes Kaltim catat 185 kematian bayi di Januari–Juni 2026, mayoritas akibat berat lahir rendah, gangguan pernapasan, dan prematuritas. (Foto Ilustrasi)

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mencatat 185 kasus kematian bayi terjadi di wilayah tersebut sepanjang Januari hingga Juni 2026. Data ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar kasus berkaitan dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kilogram.

Dari total kasus tersebut, sekitar 120 bayi diketahui lahir dengan berat badan di bawah standar. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor risiko paling dominan dalam tingginya angka kematian bayi di Kaltim pada semester pertama tahun ini.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa gangguan pernapasan pada bayi baru lahir menjadi penyebab kematian tertinggi dengan kontribusi mencapai 29,7 persen. Kondisi ini sering terjadi pada bayi dengan kondisi kesehatan lemah sejak dalam kandungan.

Selain itu, kelahiran prematur atau masa kehamilan yang tidak mencapai usia cukup turut menjadi penyebab signifikan dengan persentase 23,2 persen. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah asfiksia atau kegagalan bernapas saat lahir yang mencapai 11,9 persen.

Jika dilihat dari lokasi kejadian, mayoritas kasus kematian bayi atau sekitar 84,9 persen terjadi di fasilitas rumah sakit pemerintah dengan pengawasan tenaga medis. Sementara itu, 9,2 persen lainnya terjadi di rumah sakit swasta saat bayi mendapatkan perawatan intensif.

Secara wilayah, Kota Samarinda menjadi daerah dengan jumlah kematian bayi tertinggi di Kalimantan Timur dengan 51 kasus. Disusul Kutai Kartanegara sebanyak 41 kasus, serta Kota Balikpapan dengan 33 kasus.

Dinkes Kaltim menegaskan bahwa penanganan angka kematian bayi menjadi prioritas utama melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu langkah yang dioptimalkan adalah Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah pusat.

Program tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan rutin setiap bulan, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, hingga imunisasi lengkap bagi bayi dan balita. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko komplikasi sejak masa kehamilan hingga persalinan.

Pemerintah daerah menilai penguatan layanan kesehatan dasar menjadi kunci dalam menurunkan angka kematian bayi, terutama yang berkaitan dengan BBLR, prematuritas, dan gangguan pernapasan neonatal.

Dengan tingginya angka kasus ini, Dinkes Kaltim mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan deteksi dini risiko pada ibu hamil, sebagai langkah preventif untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa bayi di masa mendatang.

Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000, China Turun Tangan: Dunia Mulai Cemas Lagi

China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.
China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.

BEIJING - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus membantu penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan mengirim tim medis, obat-obatan, serta perlengkapan penanggulangan epidemi. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, Senin, ketika jumlah kasus Ebola di DRC telah menembus 1.000 kasus.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bantuan kemanusiaan darurat telah diberikan kepada Republik Demokratik Kongo dan Uni Afrika sejak wabah mulai menyebar.

Menurutnya, China mengirim para ahli medis bersama pasokan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membantu penanganan epidemi di lapangan.

Republik Demokratik Kongo melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Guo menyebut hampir seribu tenaga medis China saat ini terlibat dalam upaya penanggulangan Ebola bersama masyarakat Afrika.

Setelah tiba di Kinshasa pada 2 Juni, para ahli medis China langsung bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk memetakan kebutuhan dan memberikan layanan serta konsultasi medis.

Melihat situasi wabah yang semakin serius, pemerintah China memutuskan menyalurkan bantuan kemanusiaan tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pengendalian wabah masih difokuskan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Sebanyak 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Meski jumlah pasien sembuh bertambah, pelacakan kontak mengalami penurunan sehingga menjadi tantangan dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk apabila penularan tidak segera ditekan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman saat ini dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11 ribu orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Uganda dan Kongo juga menunjukkan bahwa galur Ebola Bundibugyo yang saat ini beredar diduga berasal dari penularan baru yang bersumber dari satwa liar. Temuan tersebut membantah dugaan bahwa wabah berasal dari rantai penularan lama yang tidak terdeteksi.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.

"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus guna menekan laju penyebaran penyakit.

Kekhawatiran terhadap penyebaran lintas negara mulai muncul setelah Kementerian Kesehatan Israel melaporkan kasus suspek Ebola kedua pada seorang warga yang baru kembali dari DRC.

Pasien tersebut telah diisolasi dan menjalani pemeriksaan di Sheba Tel Hashomer Medical Center. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Jumat, 19 Juni 2026

Polres Kubu Raya Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Foto: Polres Kubu Raya Gelar Donor Darah 

KUBU RAYA – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kubu Raya menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Aula Mapolres Kubu Raya, Kamis 18 Juni 2026 pagi.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, serta Ketua Bhayangkari Cabang Kubu Raya Ny. Ni Made Widyastini Mahardika.

Ratusan personel Polres Kubu Raya bersama anggota Bhayangkari dan elemen masyarakat tampak antusias mengikuti donor darah sejak pagi. Petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak turut membantu jalannya kegiatan.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menegaskan, agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan. Kegiatan ini merupakan gerakan moral untuk membantu pasien yang sedang berjuang di rumah sakit.

"Donor darah ini bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin menegaskan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Setetes darah yang Anda berikan hari ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup dan kemanusiaan besok," ujar Ade.

Ade menambahkan, pasokan darah di fasilitas kesehatan sering mengalami defisit. Oleh karena itu, Polres Kubu Raya berinisiatif membantu PMI menjaga stabilitas stok darah.

Meski 72 orang mendaftar, tim medis menerapkan skrining kesehatan ketat. Dari proses seleksi tersebut, terkumpul 34 kantong darah siap pakai. Polres Kubu Raya berharap darah tersebut dapat membantu pasien di wilayah Kubu Raya, Pontianak, dan sekitarnya. (Tim)

Senin, 15 Juni 2026

AMSI Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat, Pekerja Media Harus Lebih Terlindungi

BPJS Ketenagakerjaan dan AMSI Kalbar menjalin kolaborasi untuk memperluas perlindungan pekerja media, meningkatkan literasi jaminan sosial, dan mendorong kepesertaan insan pers.
BPJS Ketenagakerjaan dan AMSI Kalbar menjalin kolaborasi untuk memperluas perlindungan pekerja media, meningkatkan literasi jaminan sosial, dan mendorong kepesertaan insan pers.

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng AMSI Kalbar Perluas Perlindungan bagi Pekerja Media

PONTIANAK - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat menggelar kolaborasi strategis di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin (15/6/2026), untuk memperkuat peran media dalam meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan Barat.

Kegiatan bertema “Sinergi dan Kolaborasi Peran Media dalam Pemberitaan Positif untuk Peningkatan Cakupan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Barat” tersebut juga menjadi upaya memperluas edukasi publik sekaligus mendorong perlindungan bagi pekerja media yang masih belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri, mengatakan keberhasilan program jaminan sosial selama ini tidak terlepas dari kontribusi media massa melalui fungsi publikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, masih banyak pekerja media yang belum mendapatkan perlindungan, padahal profesi tersebut memiliki risiko kerja yang cukup tinggi.

“Risiko yang dihadapi para pekerja media ini tidak kecil. Kalau kita lihat akhir-akhir ini, banyak liputan yang cukup berisiko tinggi, seperti peliputan aksi demo mahasiswa hingga serikat buruh,” ujar Suhuri.

Untuk memperluas perlindungan di sektor media, BPJS Ketenagakerjaan akan memulai pendataan yang lebih terstruktur bersama AMSI Kalbar. Langkah ini mencakup berbagai profesi dalam industri media, mulai dari redaktur, wartawan, kontributor, koresponden, fotografer hingga tenaga periklanan.

BPJS Ketenagakerjaan juga menawarkan dua skema kepesertaan. Skema Penerima Upah (PU) ditujukan bagi pekerja tetap melalui perusahaan media, sedangkan skema Bukan Penerima Upah (BPU) diperuntukkan bagi pekerja lepas seperti kontributor dan koresponden dengan iuran mulai Rp16.800 per bulan.

Suhuri menilai kolaborasi dengan asosiasi perusahaan media dapat mempercepat perluasan kepesertaan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Pendekatan kali ini kami lakukan langsung melalui pemberi kerja atau asosiasi perusahaan media. Kami optimis, lewat kolaborasi ini sektor media makin terlindungi dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan juga semakin luas,” katanya.

Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu penguat ketahanan industri media siber di Kalimantan Barat yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan jangkauan operasional.

“Penting bagi media massa untuk memahami secara utuh apa fungsi dan program-program perlindungan ketenagakerjaan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan. Setelah paham, barulah media bisa mensosialisasikannya secara masif kepada publik,” ujar Muhlis.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memitigasi risiko finansial akibat kecelakaan kerja maupun kematian.

Menurut Harisson, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa santunan hingga 48 kali gaji serta beasiswa pendidikan bagi anak pekerja yang meninggal dunia.

“Maksud dari program ini adalah memberikan jaminan nyata. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat kita bekerja, keluarga yang ditinggalkan tidak sengsara, tidak jatuh miskin. Ada jaminan anak-anak mereka tetap bisa sekolah,” tegasnya.

Harisson mengimbau perusahaan media untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara pekerja media yang berstatus mandiri atau informal juga didorong untuk mendaftar secara sukarela.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan organisasi pers seperti AMSI, PWI, AJI, dan asosiasi lainnya dapat semakin kuat dalam memperluas sosialisasi program serta mempercepat perlindungan menyeluruh bagi insan pers di Kalimantan Barat.

Selasa, 12 Mei 2026

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda, WHO Konfirmasi 11 Kasus dan 3 Kematian

WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian dan sembilan kasus strain Andes yang kini diawasi ketat. (Foto ilustrasi)
WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian dan sembilan kasus strain Andes yang kini diawasi ketat. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus pada penumpang dan awak kapal pesiar Belanda MV Hondius saat kapal mendekati Cabo Verde pada awal Mei 2026. 

Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan kasus telah dikonfirmasi sebagai strain Andes.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada Selasa (12/5).

WHO menerima laporan wabah hantavirus mematikan di atas kapal MV Hondius ketika kapal tersebut mendekati Cabo Verde pada awal Mei. 

Situasi itu memicu perhatian internasional karena melibatkan penumpang dan awak kapal dari berbagai negara.

Para penumpang kemudian turun di Tenerife, Spanyol, pada akhir pekan lalu untuk menjalani penanganan lanjutan dan pengawasan kesehatan.

Menurut WHO, seluruh kasus yang teridentifikasi berasal dari penumpang maupun kru kapal. 

Dari 11 kasus yang dilaporkan, sembilan telah dipastikan sebagai virus Andes, sementara dua lainnya masih berstatus kemungkinan besar terinfeksi strain yang sama.

Virus Andes diketahui sebagai salah satu jenis hantavirus yang dapat menyebabkan penyakit serius dan memiliki risiko penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu.

“Sejauh ini, ada 11 kasus dilaporkan, termasuk tiga kematian. Semua kasus berasal dari penumpang atau awak kapal. Sembilan di antaranya terkonfirmasi sebagai virus Andes, sementara dua lainnya kemungkinan besar,” kata Tedros dalam konferensi pers.

Tedros menegaskan seluruh kasus suspek maupun terkonfirmasi telah diisolasi dan berada di bawah pengawasan medis ketat guna menekan risiko penyebaran lebih lanjut.

“Rekomendasi WHO adalah mereka harus dipantau secara aktif di fasilitas karantina tertentu atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yakni 10 Mei, sehingga berakhir pada 21 Juni,” ujarnya.

WHO juga meminta siapa pun yang mulai menunjukkan gejala segera diisolasi untuk mencegah potensi penularan lanjutan.

Negara-negara tujuan repatriasi penumpang kini bertanggung jawab memantau kondisi kesehatan para penumpang dan awak kapal yang kembali ke wilayah masing-masing.

WHO meminta setiap negara melaporkan perkembangan kesehatan mereka secara sistematis sesuai regulasi kesehatan internasional yang berlaku.

Langkah pemantauan selama 42 hari dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran wabah lintas negara setelah para penumpang meninggalkan kapal pesiar tersebut.

Hipertensi Bisa Memicu Stroke, Ini 7 Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami di Rumah

7 cara cepat menurunkan tekanan darah tinggi secara alami di rumah, lengkap dengan gejala hipertensi, faktor risiko, dan langkah sederhana yang bisa dilakukan. (Ilustrasi)
7 cara cepat menurunkan tekanan darah tinggi secara alami di rumah, lengkap dengan gejala hipertensi, faktor risiko, dan langkah sederhana yang bisa dilakukan. (Ilustrasi)

1. Hipertensi Jadi Penyebab Utama Penyakit Mematikan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling berbahaya di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hipertensi sebagai penyebab utama kematian dini karena dapat memicu berbagai penyakit serius seperti gangguan jantung dan stroke.

Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam karena banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun. Meski begitu, tekanan darah yang terus meningkat dapat merusak pembuluh darah secara perlahan dan memicu komplikasi berat.

Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal. Di Amerika Serikat, tekanan darah 130/80 mmHg sudah dikategorikan tinggi. Sementara di beberapa negara Eropa dan Rusia, tekanan darah dianggap tinggi jika mencapai 140/90 mmHg.

2. Apa Itu Tekanan Darah dan Mengapa Berbahaya?

Tekanan darah terdiri dari dua angka, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan kekuatan darah saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik menggambarkan tekanan saat jantung berada dalam kondisi rileks di antara detak.

Saat tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah akan menerima tekanan berlebih secara terus-menerus. Dalam kondisi tertentu, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk stroke hingga kematian.

Karena itu, hipertensi tidak boleh dianggap sepele, terutama jika tekanan darah terus berada di atas batas normal dalam waktu lama.

3. Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari kondisi yang dialaminya. Cara paling akurat untuk mengetahui tekanan darah tinggi adalah dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan darah.

Meski demikian, beberapa orang dapat mengalami gejala tertentu ketika tekanan darah meningkat cukup tinggi. Gejala tersebut antara lain:

  • Sakit kepala berat

  • Nyeri dada

  • Pusing

  • Sesak napas

  • Mual dan muntah

  • Gangguan penglihatan

  • Telinga berdenging

  • Mimisan

  • Detak jantung tidak teratur

  • Rasa cemas berlebihan

Jika gejala tersebut muncul disertai tekanan darah tinggi, penderita disarankan segera mencari bantuan medis.

4. Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi?

Risiko hipertensi lebih tinggi pada orang yang memiliki pola hidup tidak sehat. Beberapa faktor yang dapat memicu tekanan darah tinggi di antaranya:

  • Berat badan berlebih

  • Konsumsi garam berlebihan

  • Kurang makan buah dan sayur

  • Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan

  • Merokok

  • Jarang berolahraga

  • Sering stres

  • Usia di atas 65 tahun

Selain itu, hipertensi juga sering ditemukan pada penderita diabetes. Faktor keturunan juga berpengaruh karena tekanan darah tinggi lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

5. Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah di Rumah

Dokter tetap menyarankan penderita hipertensi untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat. Namun sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sementara di rumah.

5.1 Melakukan Pernapasan Dalam

Teknik pernapasan dalam menjadi salah satu cara yang dianggap efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan cepat.

Cara melakukannya cukup sederhana. Duduk dalam posisi nyaman, kemudian tarik napas perlahan selama lima hitungan dan keluarkan secara perlahan dalam lima hitungan berikutnya.

Pernapasan yang lebih tenang membantu tubuh rileks dan mengurangi beban pada pembuluh darah. Latihan ini dapat dilakukan selama tiga hingga lima menit.

5.2 Merendam Tangan atau Kaki dengan Air Hangat

Merendam tangan atau kaki menggunakan air hangat bersuhu sekitar 45 derajat Celsius juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Air hangat membantu pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Metode ini biasanya dilakukan selama sekitar 10 menit.

5.3 Mengonsumsi Cokelat Hitam

Cokelat hitam tanpa tambahan gula berlebihan disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah karena mengandung flavanol.

Zat tersebut membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Namun penderita hipertensi tetap diminta berhati-hati karena kandungan kafein dalam cokelat bisa memicu kenaikan tekanan darah pada sebagian orang.

5.4 Minum Teh Mint Hangat

Teh mint hangat juga dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga tekanan darah perlahan menurun.

Daun mint diseduh menggunakan air panas selama beberapa menit lalu diminum perlahan. Namun konsumsi mint perlu diperhatikan bagi pasien yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah karena bisa memperkuat efek obat.

5.5 Mengonsumsi Jus Tertentu

Beberapa jenis jus seperti jus tomat dan grapefruit dinilai bermanfaat bagi penderita hipertensi karena mengandung kalium dan likopen.

Kedua zat tersebut diketahui membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah. Meski demikian, jus grapefruit tidak disarankan bagi orang yang mengonsumsi obat tertentu seperti calcium channel blocker dan statin.

5.6 Menggunakan Valerian

Valerian dalam bentuk tablet dikenal sebagai penenang ringan yang membantu tubuh lebih rileks saat stres.

Ketika tubuh menjadi lebih tenang, detak jantung ikut melambat sehingga tekanan darah dapat menurun. Penggunaan valerian tetap harus mengikuti aturan dosis yang tertera pada kemasan.

5.7 Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran

Stres menjadi salah satu pemicu tekanan darah meningkat secara mendadak. Karena itu, menenangkan pikiran menjadi langkah penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Beberapa metode relaksasi yang dapat dicoba antara lain:

  • Meditasi

  • Yoga ringan

  • Relaksasi otot progresif

  • Mendengarkan musik tenang

Metode tersebut membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi ketegangan yang memicu kenaikan tekanan darah.

6. Pengobatan Tetap Perlu Dilakukan

Meski beberapa cara alami dapat membantu menurunkan tekanan darah sementara, penderita hipertensi tetap disarankan menjalani pemeriksaan medis.

Dokter biasanya akan menentukan metode pengobatan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Penanganan dapat berupa perubahan gaya hidup hingga pemberian obat seperti diuretik, ACE inhibitor, penghambat reseptor angiotensin II, dan calcium channel blocker.

Pemeriksaan rutin penting dilakukan agar tekanan darah tetap terkontrol dan risiko komplikasi serius dapat dicegah lebih awal.

Jumat, 08 Mei 2026

Deteksi Kanker Leher Rahim Kini Lebih Mudah, Warga Palangka Raya Bisa Tes Gratis

Dinkes Palangka Raya membuka layanan tes HPV DNA gratis di posyandu untuk mendeteksi dini kanker serviks dan meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan. (foto ilustrasi)
Dinkes Palangka Raya membuka layanan tes HPV DNA gratis di posyandu untuk mendeteksi dini kanker serviks dan meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan. (foto ilustrasi)

PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mulai memperluas layanan pemeriksaan kesehatan perempuan melalui program tes HPV DNA gratis di sejumlah posyandu. Program ini difokuskan untuk meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah preventif agar masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya skrining kesehatan reproduksi secara rutin.

Menurut Riduan, layanan gratis ini sengaja digelar lebih dekat dengan masyarakat agar perempuan dapat melakukan pemeriksaan tanpa harus terbebani biaya maupun akses layanan kesehatan.

“Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah kanker serviks berkembang ke tahap yang lebih berat,” ujar Riduan di Palangka Raya, Jumat.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas medis juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga pentingnya pemeriksaan berkala bagi perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual.

Kepala UPTD Puskesmas Kalampangan, Komala Dewi, menjelaskan tes HPV DNA dipilih karena memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dalam mendeteksi virus Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks.

Komala Dewi menilai metode tersebut mampu membantu tenaga kesehatan mengetahui risiko kanker leher rahim lebih cepat sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan.

“Melalui pemeriksaan HPV DNA, risiko infeksi HPV bisa diketahui lebih akurat sehingga peluang penanganan dini juga semakin besar,” kata Komala Dewi.

Program pemeriksaan gratis ini juga menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Kalampangan dalam memperkuat layanan kesehatan perempuan sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan angka kasus kanker serviks nasional.

Dinas Kesehatan berharap semakin banyak perempuan memanfaatkan layanan tersebut agar kesadaran terhadap kesehatan reproduksi terus meningkat.

Tes HPV DNA sendiri merupakan metode skrining medis yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus HPV risiko tinggi, terutama tipe yang berpotensi memicu kanker serviks. Pemeriksaan ini dinilai lebih sensitif dibandingkan pap smear dan umumnya direkomendasikan bagi perempuan usia 30 hingga 65 tahun setiap tiga sampai lima tahun sekali.

Selasa, 05 Mei 2026

Gastin Gabriel Jangkang Tembus Program Riset Global, Wakili ULM Ke Tunisia

Gastin Gabriel Jangkang dari ULM terpilih mengikuti SCORE 2026 di Tunisia, program riset klinis internasional yang melibatkan mahasiswa kedokteran dari lebih 90 negara.
Gastin Gabriel Jangkang dari ULM terpilih mengikuti SCORE 2026 di Tunisia, program riset klinis internasional yang melibatkan mahasiswa kedokteran dari lebih 90 negara.

Banjarmasin — Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Gastin Gabriel Jangkang, peserta Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran ULM, terpilih mengikuti program pertukaran riset klinis internasional bertajuk Standing Committee on Research Exchange (SCORE) 2026 yang diselenggarakan oleh International Federation of Medical Students Associations (IFMSA).

Program ini akan berlangsung selama satu bulan penuh pada Oktober 2026 di Tunisia, dengan melibatkan jaringan mahasiswa kedokteran dari lebih dari 90 negara.

Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri, menyatakan bahwa keberangkatan Gastin Gabriel Jangkang mencerminkan kualitas dan daya saing mahasiswa ULM di tingkat global. Kampus, menurut Prof Ahmad Alim Bachri, terus mendorong pengembangan kapasitas akademik agar mahasiswa mampu berkontribusi di kancah internasional.

Dukungan terhadap mahasiswa berprestasi menjadi bagian dari strategi ULM dalam mencetak lulusan berwawasan global, berjiwa peneliti, dan memiliki komitmen terhadap pengabdian masyarakat.

Dalam program SCORE 2026, Gastin Gabriel Jangkang akan terlibat langsung dalam berbagai proyek riset klinis dan epidemiologis bersama peneliti internasional. Fokus penelitian meliputi perbandingan klinis kanker kulit, efektivitas metode skrining baru untuk Mycobacterium tuberculosis, serta studi prevalensi penyakit kardiovaskular.

Kegiatan riset akan dilakukan di institusi akademik yang berada di bawah naungan Associa-Med Tunisia, sebuah organisasi yang menjadi mitra dalam program pertukaran ilmiah tersebut.

Gastin Gabriel Jangkang menegaskan bahwa partisipasi dalam program ini bertujuan lebih dari sekadar pengembangan diri. Pengalaman riset, pengolahan data, hingga penyusunan laporan ilmiah bertaraf internasional akan dibawa pulang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya di Kalimantan Selatan.

Rekam jejak akademik Gastin Gabriel Jangkang turut memperkuat kepercayaan dalam program ini. Sebelumnya, Gastin Gabriel Jangkang telah mengantongi hak paten nasional untuk inovasi sabun pencegah infeksi serta meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapres) pada 2023.

Partisipasi ini menjadi representasi kontribusi generasi muda daerah dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui pendekatan riset berbasis ilmu pengetahuan.

FAQ

Apa itu program SCORE 2026?
Program pertukaran riset klinis internasional bagi mahasiswa kedokteran yang diselenggarakan IFMSA.

Di mana lokasi program berlangsung?
Program dilaksanakan di Tunisia melalui institusi akademik mitra Associa-Med.

Berapa lama durasi program?
Selama satu bulan penuh pada Oktober 2026.

Apa fokus riset yang diikuti Gastin Gabriel Jangkang?
Kanker kulit, skrining tuberkulosis, dan penyakit kardiovaskular.

Apa tujuan utama mengikuti program ini?
Mengembangkan kapasitas riset internasional dan meningkatkan kualitas SDM kesehatan di Indonesia.

Sabtu, 02 Mei 2026

Donor Darah HUT ke-27 Harian Berkat, Puluhan Peserta Ikut Sumbang Stok Darah di Pontianak

Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
P0NTIANAK - Harian Berita Khatulistiwa atau HARIAN BERKAT menyelenggarakan kegiatan donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT, Sabtu 2 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Donor darah mengusung tema “Setetes Darah Anda Selamatkan Semua Jiwa” dan dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

Ketua Panitia Donor Darah HARIAN BERKAT, Marupek, S.Sos, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan media dalam membantu sesama yang membutuhkan darah.
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
“Donor darah yang dilaksanakan ini adalah bentuk kepedulian kami dalam rangka HUT HARIAN BERKAT ke-27. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, donor darah merupakan perbuatan terpuji dan mulia karena dapat membantu keselamatan jiwa orang lain. 

Marupek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para peserta yang mendonorkan darah secara sukarela.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan peserta donor darah yang telah berpartisipasi secara sukarela. Kebutuhan darah di waktu tertentu cukup tinggi, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencukupi stok darah,” katanya.

Sementara itu Kapolresta Pontianak Kombes. Pol. Endang Tri Puwanto, S.IK, M.Si melalui Kasi Dokkes AKP Lijana Tajudin, mengapresiasi pelaksanaan donor darah yang digelar HARIAN BERKAT. 
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bagus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah.

“Aksi donor ini sangat baik karena membantu masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus mendukung ketersediaan stok darah di PMI Kota Pontianak,” ujarnya usai menghadiri kegiatan dan turut mendonorkan darah.

Lijana juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Adapun peserta donor darah berasal dari berbagai instansi, di antaranya Polresta Pontianak, Polres Kubu Raya, Kompi Kavaleri XII/MDC, Satbrimob Polda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Airud, Ajendam XII/Tanjungpura, Paldam XII/Tanjungpura, serta masyarakat Kota Pontianak. ***

Vaksin Dengue Efektif, Kasus DBD Di Kaltim Mulai Melandai

Vaksinasi dengue di Kaltim terbukti menekan kasus DBD sejak 2024, dengan tren penurunan di Samarinda, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.
Vaksinasi dengue di Kaltim terbukti menekan kasus DBD sejak 2024, dengan tren penurunan di Samarinda, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.

Samarinda — Program vaksinasi dengue yang dijalankan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mulai memperlihatkan hasil konkret dalam menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Sejak digulirkan pada 2024, intervensi ini berkontribusi terhadap penurunan kasus di beberapa wilayah prioritas.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa tren penurunan terlihat di sejumlah daerah seperti Balikpapan, Samarinda, dan Mahakam Ulu. Perluasan cakupan imunisasi dinilai menjadi faktor penting dalam meredam lonjakan kasus yang sebelumnya kerap terjadi secara siklik.

Menurut Jaya Mualimin, DBD selama ini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat dengan pola peningkatan setiap tiga hingga lima tahun. Namun, setelah program vaksinasi diperluas, indikasi penurunan mulai terlihat secara bertahap.

Data dari Dinas Kesehatan juga menunjukkan bahwa ribuan siswa sekolah dasar yang telah menerima vaksin dengue tidak dilaporkan mengalami infeksi DBD. Temuan ini memperkuat indikasi efektivitas vaksin dalam kelompok usia tersebut.

Secara musiman, puncak penyebaran DBD di Kalimantan Timur biasanya terjadi antara November hingga Februari. Oleh karena itu, intervensi seperti vaksinasi dinilai penting untuk menekan risiko lonjakan kasus di periode rawan tersebut.

Selain penurunan kasus, angka kematian akibat infeksi nyamuk Aedes aegypti juga mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator tambahan bahwa strategi penanganan yang diterapkan mulai berjalan efektif.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur terus memperkuat edukasi masyarakat dan memperluas kolaborasi lintas sektor guna memastikan cakupan vaksinasi semakin merata. Upaya ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan perlindungan optimal melalui imunisasi lengkap.

Berdasarkan data terbaru, tercatat 231 kasus kumulatif DBD di Kalimantan Timur, dengan jumlah tertinggi berada di Samarinda sebanyak 46 kasus. Pemerintah daerah menargetkan angka kematian dapat ditekan hingga di bawah 0,4 persen.

Untuk mencapai target tersebut, seluruh fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota telah diminta mempercepat penanganan pasien, terutama bagi kasus yang memasuki fase kritis. Penguatan sistem rujukan medis menjadi bagian dari strategi utama dalam menekan risiko kematian akibat DBD.

FAQ

1. Apakah vaksin dengue efektif mencegah DBD?
Data Dinas Kesehatan Kaltim menunjukkan vaksin dengue efektif menekan kasus, terutama pada kelompok siswa yang telah divaksin.

2. Kapan puncak kasus DBD biasanya terjadi?
Puncak penularan umumnya terjadi pada November hingga Februari.

3. Berapa jumlah kasus DBD terbaru di Kaltim?
Tercatat 231 kasus kumulatif, dengan Samarinda sebagai wilayah tertinggi.

4. Siapa yang menjadi prioritas vaksinasi?
Saat ini program difokuskan pada anak usia sekolah, terutama siswa SD.

5. Apa target pemerintah terkait DBD?
Menekan angka kematian hingga di bawah 0,4 persen melalui vaksinasi dan penguatan layanan kesehatan.

Jumat, 24 April 2026

231 Kasus DBD Tercatat, Pemda Kaltim Intensifkan Program 3M Dan Rujukan Cepat

Dinkes Kaltim menargetkan angka kematian DBD di bawah 0,4 persen saat jumlah kasus mencapai 231. Samarinda dan Kukar menjadi wilayah prioritas pencegahan. (Gambar ilustrasi)
Dinkes Kaltim menargetkan angka kematian DBD di bawah 0,4 persen saat jumlah kasus mencapai 231. Samarinda dan Kukar menjadi wilayah prioritas pencegahan. (Gambar ilustrasi)

Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat langkah penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan target menekan angka kematian di bawah 0,4 persen pada bulan ini. Upaya tersebut dilakukan menyusul tercatatnya 231 kasus DBD di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka kematian sangat bergantung pada kecepatan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan awal kepada pasien yang menunjukkan gejala DBD.

Menurutnya, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting untuk menghindari kondisi pasien memburuk, terutama pada fase kritis penyakit.

Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa masa peralihan musim menuju kemarau berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD. Kondisi lingkungan pada masa tersebut sering memicu berkembangnya nyamuk pembawa virus dengue.

Secara kumulatif, jumlah kasus DBD di Kalimantan Timur kini mencapai 231 kasus. Angka tersebut mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi antarwilayah, khususnya dalam mempercepat sistem rujukan pasien yang mengalami kondisi kritis.

Instruksi percepatan rujukan telah disampaikan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota guna memastikan pasien mendapatkan perawatan lanjutan secara cepat dan tepat.

Kota Samarinda tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 46 kasus infeksi. Kondisi tersebut membuat wilayah tersebut menjadi fokus utama dalam langkah antisipasi.

Selain Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara juga masuk dalam daftar prioritas dengan 39 kasus yang tercatat hingga saat ini. Di wilayah tersebut, intervensi kesehatan lingkungan dilakukan secara intensif untuk mengurangi potensi penyebaran.

Program pencegahan tidak hanya difokuskan pada layanan kesehatan, tetapi juga menyasar kebersihan lingkungan masyarakat.

Upaya pencegahan DBD dilakukan melalui penguatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk menggunakan metode 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Masyarakat juga didorong untuk kembali mengaktifkan kader juru pemantau jentik di lingkungan Rukun Tetangga (RT). Peran kader dinilai penting dalam memantau potensi keberadaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman.

Selain itu, distribusi bubuk Abate secara gratis terus dilakukan melalui puskesmas. Bahan tersebut digunakan untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air.

Pengasapan atau fogging tetap disiapkan sebagai langkah terakhir apabila terjadi lonjakan penularan dalam skala besar. Metode ini digunakan untuk membunuh nyamuk dewasa di wilayah yang dinilai memiliki tingkat penyebaran tinggi.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa seluruh rumah sakit rujukan memiliki persediaan logistik medis yang mencukupi untuk merawat pasien DBD.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor kunci dalam menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

FAQ

Berapa jumlah kasus DBD di Kalimantan Timur saat ini?

Jumlah kasus DBD di Kalimantan Timur tercatat mencapai 231 kasus berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan.

Wilayah mana yang memiliki kasus DBD tertinggi?

Kota Samarinda menempati posisi tertinggi dengan 46 kasus, diikuti Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 39 kasus.

Apa target pemerintah dalam penanganan DBD?

Pemerintah menargetkan angka kematian akibat DBD dapat ditekan hingga di bawah 0,4 persen.

Apa itu metode 3M Plus?

Metode 3M Plus adalah upaya pencegahan DBD dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, ditambah langkah pencegahan lainnya.

Kapan fogging dilakukan?

Fogging dilakukan sebagai langkah terakhir ketika penyebaran DBD terjadi secara luas di suatu wilayah.

Rumah Sakit Di IKN Wajib Bertaraf Tinggi, Dinkes Kaltim Lakukan Verifikasi Lapangan

Dinkes Kaltim memverifikasi Mayapada Hospital Nusantara di IKN untuk memastikan standar layanan, mutu operasional, dan kelayakan perpanjangan izin operasional rumah sakit.
Dinkes Kaltim memverifikasi Mayapada Hospital Nusantara di IKN untuk memastikan standar layanan, mutu operasional, dan kelayakan perpanjangan izin operasional rumah sakit.

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas dan sistem pelayanan di Mayapada Hospital Nusantara yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi untuk perpanjangan izin operasional rumah sakit tersebut.

Langkah verifikasi dilakukan langsung di lapangan guna memastikan bahwa seluruh standar layanan kesehatan telah terpenuhi, baik dari sisi infrastruktur, tenaga medis, hingga manajemen pelayanan pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa rumah sakit yang beroperasi di kawasan IKN dituntut memiliki layanan yang modern serta dikelola secara profesional.

Menurutnya, fasilitas kesehatan di wilayah ibu kota baru tidak hanya harus lengkap secara fisik, tetapi juga mampu menjalankan sistem pelayanan yang terintegrasi antara tenaga medis, teknologi, serta tata kelola manajemen mutu.

Verifikasi ini turut melibatkan tim dari bidang pelayanan kesehatan rujukan serta unsur dari Otorita IKN untuk menyamakan kelengkapan dokumen administratif dengan kondisi fasilitas medis di lapangan.

Proses evaluasi tidak hanya berfokus pada bangunan fisik rumah sakit, tetapi juga mencakup kelayakan sarana medis dan kompetensi tenaga kesehatan.

Tim melakukan pengecekan terhadap:

  • Ketersediaan peralatan medis modern

  • Standar ruang pelayanan kesehatan

  • Jumlah dan kualitas tenaga medis

  • Sistem manajemen keselamatan pasien

Penilaian ini dianggap penting untuk memastikan setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menilai bahwa pengawasan rutin merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas layanan kesehatan di kawasan IKN.

Dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas pemerintahan di ibu kota baru, kebutuhan layanan kesehatan diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

Karena itu, setiap fasilitas kesehatan di wilayah tersebut diwajibkan untuk terus meningkatkan mutu layanan serta menerapkan standar keselamatan pasien secara konsisten.

Selain aspek fisik dan tenaga medis, pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi perhatian utama dalam proses verifikasi.

Sistem digital berbasis data dinilai sangat penting untuk mendukung integrasi layanan kesehatan, terutama dalam sistem rujukan pasien ke berbagai fasilitas medis lainnya.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan, meningkatkan akurasi data medis, serta mempermudah koordinasi antarinstansi kesehatan di kawasan IKN.

Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di IKN tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi.

Dengan sinergi tersebut, pemerintah berharap fasilitas kesehatan di kawasan ibu kota baru mampu bersaing dengan standar layanan kesehatan bertaraf internasional.

FAQ

1. Mengapa Mayapada Hospital Nusantara diverifikasi oleh Dinkes Kaltim?

Verifikasi dilakukan untuk memastikan rumah sakit memenuhi standar layanan kesehatan sebelum izin operasionalnya diperpanjang.

2. Apa saja yang diperiksa dalam proses verifikasi rumah sakit?

Beberapa aspek yang diperiksa meliputi fasilitas bangunan, peralatan medis, kompetensi tenaga kesehatan, sistem manajemen mutu, dan keselamatan pasien.

3. Siapa saja yang terlibat dalam proses verifikasi ini?

Tim verifikasi terdiri dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, tenaga teknis pelayanan kesehatan rujukan, serta perwakilan dari Otorita IKN.

4. Mengapa teknologi informasi penting dalam layanan kesehatan di IKN?

Teknologi membantu integrasi data pasien, mempercepat proses rujukan, serta meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan.

5. Apa tujuan utama pengawasan berkelanjutan terhadap rumah sakit di IKN?

Tujuannya adalah menjaga kualitas layanan tetap sesuai standar pemerintah serta memastikan keselamatan pasien tetap terjamin.

Kamis, 23 April 2026

Pencegahan Stunting sebagai Gerakan Sosial, Bukan Sekadar Program Kesehatan

Kotim perkuat gerakan cegah stunting melalui 1000 HPK dengan edukasi dan intervensi gizi untuk menurunkan angka stunting hingga 17 persen pada 2026.
Kotim perkuat gerakan cegah stunting melalui 1000 HPK dengan edukasi dan intervensi gizi untuk menurunkan angka stunting hingga 17 persen pada 2026.

Kotim, Kalteng - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat strategi penanganan stunting dengan pendekatan berbasis masyarakat yang menitikberatkan pada masa awal kehidupan anak, yakni 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya ini tidak hanya dipandang sebagai program kesehatan, tetapi juga sebagai gerakan kolektif yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah di tingkat paling bawah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi sejak dini, terutama sejak masa kehamilan.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Mereka harus mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang agar tumbuh optimal,” ujar Umar saat kegiatan Gerakan Cegah Stunting Kotim 2026 di Puskesmas Baamang I, Kecamatan Baamang, Sampit, Rabu.

Program percepatan penurunan stunting di Kotim dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi dan pelibatan lintas sektor. Dinas Kesehatan setempat menggandeng camat, lurah, kepala desa, PKK, hingga kader posyandu untuk memastikan edukasi 1.000 HPK benar-benar dipahami masyarakat.

Menurut Umar, stunting tidak hanya terjadi setelah anak lahir, tetapi sudah dapat dimulai sejak masa kehamilan akibat kurangnya asupan gizi ibu.

“Karena itu intervensi harus dimulai dari keluarga. Edukasi menjadi kunci utama,” tegasnya.

Stunting masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan sumber daya manusia di Kotim. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif, produktivitas, hingga daya saing daerah di masa depan.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat prevalensi stunting di Kotim berada di angka 21,6 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan signifikan hingga sekitar 17 persen pada tahun 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Kotim mengombinasikan berbagai intervensi, termasuk pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, serta penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Penanganannya harus menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan,” kata Umar yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kotim.

FAQ

1. Apa itu program 1.000 HPK?
1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Berapa angka stunting di Kotawaringin Timur saat ini?
Berdasarkan SSGI, angka stunting di Kotim mencapai 21,6 persen.

3. Apa target pemerintah daerah?
Pemkab Kotim menargetkan penurunan stunting hingga sekitar 17 persen pada 2026.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Mulai dari tenaga kesehatan, camat, lurah, kepala desa, PKK, hingga kader posyandu.

5. Apa langkah utama yang dilakukan pemerintah?
Edukasi masyarakat, intervensi gizi, makanan tambahan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selasa, 21 April 2026

Target 62 Ribu Warga, Gunung Mas Gencarkan Cek Kesehatan Gratis Pekerja

Dinkes Gunung Mas memperluas Program Cek Kesehatan Gratis ke perusahaan dengan metode jemput bola guna meningkatkan deteksi dini penyakit dan produktivitas pekerja.
Dinkes Gunung Mas memperluas Program Cek Kesehatan Gratis ke perusahaan dengan metode jemput bola guna meningkatkan deteksi dini penyakit dan produktivitas pekerja.

Gunung Mas, Kalteng - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat pekerja melalui pendekatan jemput bola ke lingkungan perusahaan. Strategi ini dilakukan agar pemeriksaan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau langsung tenaga kerja di berbagai sektor.

Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini mulai diarahkan secara khusus ke kalangan pekerja di perusahaan milik negara, daerah, maupun swasta. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus menjaga produktivitas tenaga kerja.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas, Rina Sari, menjelaskan bahwa perluasan layanan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, program tersebut telah mulai diterapkan pada sejumlah instansi dan perusahaan di wilayah Kuala Kurun. Pegawai perusahaan milik negara di sektor kelistrikan menjadi salah satu kelompok pertama yang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Selain itu, pekerja di perusahaan milik daerah, khususnya perusahaan air minum daerah, juga telah menerima layanan serupa. Pelaksanaan ini diharapkan menjadi model awal sebelum program diperluas ke perusahaan besar swasta yang beroperasi di wilayah Gunung Mas.

Ke depan, jajaran puskesmas di wilayah Gunung Mas akan terus mengembangkan pola jemput bola dengan mendatangi lokasi kerja secara langsung. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong pemeriksaan rutin.

Rina Sari menegaskan bahwa peningkatan kesadaran kesehatan pekerja memiliki dampak langsung terhadap kualitas kerja dan produktivitas. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, risiko penyakit dapat ditekan sejak tahap awal.

Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Gunung Mas menargetkan sebanyak 62.727 warga mengikuti Program CKG sepanjang tahun 2026. Target ini mencakup masyarakat umum serta tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Pelaksanaan Program CKG di tingkat lapangan salah satunya dijalankan oleh Puskesmas Kurun. Wilayah kerja fasilitas kesehatan ini mencakup Kelurahan Kuala Kurun serta beberapa desa di Kecamatan Kurun, yaitu Tumbang Tambirah, Penda Pilang, dan Tumbang Manyangan.

Kepala Puskesmas Kurun, Vera Crista, menyampaikan bahwa pekerja di wilayah tersebut menjadi sasaran utama program, termasuk tenaga kerja dari perusahaan milik negara, daerah, hingga perusahaan swasta.

Hingga saat ini, layanan pemeriksaan kesehatan bagi pegawai perusahaan milik negara baru dilaksanakan pada sektor kelistrikan. Sementara itu, perusahaan negara di sektor perbankan direncanakan menjadi target berikutnya.

Untuk perusahaan milik daerah, pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap pekerja perusahaan air minum daerah. Adapun tenaga kerja di perusahaan besar swasta juga dijadwalkan menerima layanan serupa dalam waktu mendatang.

Program CKG mendapatkan dukungan dari pihak perusahaan, termasuk dari manajemen perusahaan air minum daerah setempat. Direktur perusahaan tersebut, Hendra Toendan, menilai program ini memberikan manfaat langsung bagi pekerja.

Menurutnya, kesehatan pekerja menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, kinerja pegawai diharapkan semakin optimal.

Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis membantu perusahaan memastikan kondisi kesehatan pegawai tetap stabil, sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan dengan baik.

Program jemput bola ini menjadi bagian dari strategi preventif pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat pekerja. Dengan mendatangi langsung lokasi kerja, layanan kesehatan diharapkan lebih merata dan tidak terbatas oleh jarak maupun waktu kerja.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan individu, langkah ini juga diproyeksikan memberi dampak jangka panjang terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja dan efisiensi pelayanan publik di wilayah Gunung Mas.

FAQ

Apa itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program CKG merupakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya yang disediakan pemerintah daerah untuk mendeteksi dini penyakit pada masyarakat.

Siapa saja yang menjadi sasaran Program CKG di Gunung Mas?

Sasaran program meliputi masyarakat umum serta pekerja di perusahaan milik negara, daerah, dan swasta.

Mengapa program dilakukan dengan metode jemput bola?

Metode jemput bola dilakukan agar pekerja yang memiliki keterbatasan waktu tetap dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas.

Berapa target peserta Program CKG di Gunung Mas pada 2026?

Target program mencapai 62.727 warga yang diharapkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang tahun 2026.

Apa manfaat pemeriksaan kesehatan bagi pekerja?

Pemeriksaan kesehatan membantu mendeteksi penyakit lebih awal, menjaga kondisi fisik pekerja, serta meningkatkan produktivitas kerja.

Minggu, 19 April 2026

Hari Jadi Ke-27 Banjarbaru, Warga Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis

Dinkes Banjarbaru membuka layanan cek kesehatan gratis di Ekspo Hari Jadi ke-27. Warga antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar untuk deteksi dini penyakit.
Dinkes Banjarbaru membuka layanan cek kesehatan gratis di Ekspo Hari Jadi ke-27. Warga antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar untuk deteksi dini penyakit.

BANJARBARU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian Ekspo Banjarbaru sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan, sekaligus memperkuat layanan preventif yang selaras dengan isu kesehatan nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Trianti, menyampaikan bahwa layanan kesehatan gratis ini sengaja dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit.

“Besar harapan kami CKG gratis ini bisa diakses sebanyak-banyaknya oleh masyarakat dengan tujuan deteksi dini setiap kondisi kesehatannya,” ujar Juhai Trianti di Banjarbaru, Sabtu.

Stan layanan kesehatan yang mulai beroperasi pukul 14.00 WITA langsung disambut antusias oleh pengunjung ekspo. Area layanan terlihat dipadati warga yang ingin memanfaatkan kesempatan pemeriksaan gratis tersebut.

Dalam layanan ini, Dinkes Banjarbaru menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan dasar, antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah

  • Pemeriksaan gula darah

  • Pemeriksaan kolesterol

  • Pemeriksaan asam urat (sesuai indikasi)

Pada sesi pertama pelaksanaan, tercatat hampir 50 pengunjung telah memanfaatkan layanan tersebut hingga pukul 18.00 WITA.

Antusiasme masyarakat ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara rutin, terutama melalui pemeriksaan dasar yang sederhana namun berdampak besar.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut meninjau langsung stan layanan kesehatan di sela kunjungannya ke area ekspo. Kehadirannya disambut tenaga medis yang bertugas di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Erna Lisa Halaby juga menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sebagai contoh nyata kepada masyarakat.

“Pemeriksaan kesehatan seperti ini penting sebagai langkah awal menjaga kualitas hidup masyarakat,” ujar Erna Lisa Halaby setelah mengikuti pemeriksaan.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi serius yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

“Dengan deteksi lebih awal, diharapkan masyarakat tidak jatuh pada kondisi sakit serius yang membutuhkan penanganan lebih besar,” tambahnya.

Program cek kesehatan gratis ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan (preventif).

Pendekatan preventif dinilai lebih efektif dalam menekan angka penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, yang sering kali berkembang tanpa gejala awal.

Dengan adanya layanan kesehatan di lokasi publik seperti ekspo, masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan formal.

Langkah ini juga mendukung program nasional yang mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Selain memberikan layanan pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.

Tenaga medis yang bertugas memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, sekaligus menyarankan langkah-langkah lanjutan yang perlu dilakukan warga jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, terutama dalam hal rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, diharapkan kualitas kesehatan warga Kota Banjarbaru dapat terus meningkat di masa mendatang.

FAQ

1. Apa itu layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG)?
CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya yang disediakan oleh Dinas Kesehatan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

2. Pemeriksaan apa saja yang tersedia di layanan CKG?
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat sesuai kebutuhan.

3. Siapa saja yang bisa mengikuti layanan ini?
Seluruh masyarakat yang datang ke area Ekspo Banjarbaru dapat memanfaatkan layanan tersebut.

4. Mengapa deteksi dini kesehatan penting?
Deteksi dini membantu mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi serius sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

5. Apakah layanan CKG akan diadakan kembali di masa depan?
Kemungkinan besar akan kembali dilaksanakan, terutama pada kegiatan publik yang melibatkan masyarakat luas.

Pemkot Banjarbaru Gelar Khitanan Massal Gratis Sambut Hari Jadi Ke-27 Kota

Pemkot Banjarbaru melalui RSD Idaman menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru sebagai bentuk layanan sosial inklusif bagi masyarakat.
Pemkot Banjarbaru melalui RSD Idaman menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru sebagai bentuk layanan sosial inklusif bagi masyarakat.

BANJARBARU — Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman menggelar kegiatan khitanan massal sebagai bentuk penguatan layanan sosial yang inklusif bagi masyarakat, Sabtu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarbaru, Sri Lailana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif RSD Idaman dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, kegiatan khitanan massal bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan anak.

“Program sunatan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial pemerintah untuk membantu dan meringankan beban masyarakat,” ujar Sri Lailana di Banjarbaru.

Program ini juga dinilai selaras dengan tema Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, yakni “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama fasilitas layanan kesehatan berupaya mengambil peran strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis berkualitas.

Khitanan massal juga menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan preventif yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, Sri Lailana turut menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka dalam proses khitan.

Menurutnya, khitan merupakan salah satu kewajiban penting dalam proses menuju kedewasaan anak, baik dari sisi kesehatan maupun sosial budaya.

“Para orang tua telah menuntaskan salah satu kewajiban dan hak penting bagi anak, ini menjadi bagian dari proses menuju kedewasaan,” katanya.

Sri Lailana juga menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional saat ini.

Ia berharap kegiatan sosial seperti khitanan massal dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan sunatan massal ini bermanfaat langsung bagi masyarakat, sehingga semarak Hari Jadi Kota Banjarbaru dirasakan oleh semua,” tutup Sri Lailana.

FAQ

1. Apa tujuan diadakannya khitanan massal di Banjarbaru?

Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan layanan khitan secara gratis serta mendukung pemerataan akses kesehatan bagi anak-anak.

2. Siapa penyelenggara kegiatan khitanan massal ini?

Kegiatan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman.

3. Kegiatan ini bagian dari peringatan apa?

Khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

4. Di mana lokasi pelaksanaan khitanan massal?

Kegiatan berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman Banjarbaru.

5. Apa manfaat khitan bagi anak-anak?

Khitan bermanfaat untuk menjaga kebersihan organ reproduksi, mencegah infeksi, serta mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.

Sabtu, 18 April 2026

Batola Dorong Imunisasi Anak, Lima Puskesmas Catat Capaian Tertinggi Tahun 2026

Lima puskesmas di Batola meraih penghargaan imunisasi terbaik 2026. Kepala Dinas Kesehatan Sugimin tekankan pentingnya imunisasi bagi perlindungan anak dari penyakit berbahaya.
Lima puskesmas di Batola meraih penghargaan imunisasi terbaik 2026. Kepala Dinas Kesehatan Sugimin tekankan pentingnya imunisasi bagi perlindungan anak dari penyakit berbahaya.

BANJARMASIN — Lima puskesmas di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, berhasil mencatat capaian terbaik dalam program imunisasi dasar lengkap dan mendapat penghargaan dari Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Batola, Sugimin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja tenaga kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah masing-masing.

“Lima puskesmas yang menerima penghargaan yaitu Tabunganen dengan capaian 95 persen, Berangas 83 persen, Tabukan 80 persen, Barambai 79 persen dan Anjir Pasar 69 persen,” ujar Sugimin di Banjarmasin, Jumat.

Imunisasi Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Hak Dasar Anak

Sugimin menegaskan bahwa imunisasi bukan hanya kewajiban bagi orang tua, tetapi merupakan hak dasar anak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit berbahaya.

Penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi atau dikenal sebagai PD3I (Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) antara lain campak, polio, difteri, hingga penyakit infeksi lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan anak.

Menurutnya, anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit dan berpotensi menjadi sumber penularan bagi anak lain di sekitarnya.

“Ketika anak tidak imunisasi maka anak akan mudah sakit, dan menjadi sumber penularan untuk anak-anak yang lainnya,” jelasnya.

Rakor Imunisasi Digelar Dalam Rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026

Dinas Kesehatan Batola juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Peningkatan Capaian Imunisasi sebagai bagian dari rangkaian Pekan Imunisasi Dunia (PID) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Batola sebagai langkah memperkuat koordinasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi di daerah.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

PKK Batola Ajak Masyarakat Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Batola, Noor Hayati Bahrul Ilmi, turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif melengkapi imunisasi sepanjang usia.

Ajakan ini sejalan dengan tema global imunisasi yang menekankan pentingnya perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.

“Lengkapi imunisasi sepanjang usia, dengan imunisasi kita lindungi anak, lindungi keluarga, dan lindungi masyarakat,” katanya.

Komitmen Batola Tingkatkan Perlindungan Anak

Keberhasilan lima puskesmas ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap imunisasi mulai meningkat.

Dinas Kesehatan Batola menargetkan capaian imunisasi yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang, sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak.

Upaya kolaboratif antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.

FAQ

Apa itu imunisasi dasar lengkap?

Imunisasi dasar lengkap adalah serangkaian vaksin yang wajib diberikan kepada anak sesuai usia untuk melindungi dari penyakit berbahaya seperti campak, polio, dan difteri.

Mengapa imunisasi penting bagi anak?

Imunisasi membantu membentuk kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit dan mencegah penularan ke anak lainnya.

Apa itu PD3I?

PD3I adalah singkatan dari Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi, seperti campak, polio, difteri, dan beberapa penyakit menular lainnya.

Apa tujuan Pekan Imunisasi Dunia?

Pekan Imunisasi Dunia bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk perlindungan kesehatan sepanjang usia.

Mengapa puskesmas diberikan penghargaan imunisasi?

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang berhasil mencapai target imunisasi tinggi di wilayah kerjanya.

Rabu, 15 April 2026

Stunting Tidak Selalu Karena Zat Besi, Tapi Risiko Tetap Harus Diwaspadai

Dokter anak dr Lucky Yogasatria menyebut kekurangan zat besi dapat berkontribusi pada stunting anak. Simak penyebab, risiko, dan cara pencegahannya. (Ilustrasi)
Dokter anak dr Lucky Yogasatria menyebut kekurangan zat besi dapat berkontribusi pada stunting anak. Simak penyebab, risiko, dan cara pencegahannya. (Ilustrasi)

Jakarta — Kekurangan zat besi disebut menjadi salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting pada anak. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis anak dan konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS), dr Lucky Yogasatria Sp.A, saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Menurut dr Lucky, tidak semua anak yang mengalami stunting pasti mengalami kekurangan zat besi. Namun, kondisi kekurangan zat besi tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

“Banyaknya begitu, tapi bukan berarti semuanya anak stunting pasti kekurangan zat besi,” ujar dr Lucky.

Stunting Terjadi Karena Kekurangan Gizi Kronis

dr Lucky menjelaskan bahwa stunting pada anak umumnya terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau infeksi yang terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut membuat asupan kalori dan energi yang masuk ke dalam tubuh anak tidak mencukupi kebutuhan tumbuh kembangnya.

Dampak awal yang sering terlihat adalah berat badan anak yang sulit naik. Selain itu, tinggi badan anak juga cenderung berada di bawah standar kurva pertumbuhan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa masa dua tahun pertama kehidupan merupakan periode penting untuk memperbaiki kondisi stunting.

“Itulah mengapa di dua tahun pertama, ketika dia stunting, itu harus segera diperbaiki. Ketika anaknya stunting, sudah pasti otaknya juga kekurangan nutrisi,” jelasnya.

Perlu Memantau Kekurangan Mikro dan Makronutrisi

Lebih lanjut, dr Lucky mengingatkan pentingnya memantau kondisi gizi anak secara menyeluruh. Kekurangan nutrisi tidak hanya berkaitan dengan makronutrisi seperti karbohidrat dan protein, tetapi juga mikronutrisi seperti zat besi dan zinc.

Menurutnya, tanda kekurangan mikronutrisi sering kali tidak terlihat jelas dibandingkan kekurangan protein.

“Kalau anak yang kekurangan protein sudah pasti pertumbuhannya tidak oke, anaknya kurus. Tapi anak yang kekurangan mikronutrisi kadang-kadang tidak terlalu kelihatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kadar zat besi dalam tubuh anak, terutama pada anak yang diduga mengalami stunting.

Risiko Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Kekurangan zat besi dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Anemia pada anak

  • Gangguan pertumbuhan otak

  • Penurunan kemampuan kognitif

  • Penurunan IQ

  • Tumbuh kembang tidak optimal

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan terapi zat besi atau suplemen tambahan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan zat besi.

Selain zat besi, dokter juga dapat memeriksa kadar zinc dan vitamin D yang turut berperan penting dalam pertumbuhan anak.

Sumber Makanan Kaya Zat Besi Untuk Anak

Untuk mencegah kekurangan zat besi, dr Lucky menyarankan orang tua memberikan makanan bergizi yang kaya zat besi dalam menu harian anak.

Beberapa contoh makanan yang mengandung zat besi antara lain:

  • Hati ayam

  • Daging ayam

  • Daging sapi

  • Sayuran hijau tertentu

  • Makanan sumber protein hewani

Pemenuhan nutrisi tersebut penting agar pertumbuhan anak tetap optimal dan risiko stunting dapat ditekan.

Pentingnya Asupan Zat Besi Sejak Masa Kehamilan

Selain pada anak, kebutuhan zat besi juga sangat penting bagi ibu hamil. Kekurangan zat besi pada ibu dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan kondisi anemia.

dr Lucky menekankan bahwa ibu hamil sebaiknya rutin mengonsumsi makanan bergizi serta suplemen zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Langkah pencegahan sejak masa kehamilan dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah stunting pada anak di masa depan.

Dalam dunia medis, penanganan stunting memerlukan pendekatan berbasis data dan pemeriksaan klinis. Dokter spesialis anak memiliki peran penting dalam melakukan:

  • Pemantauan tumbuh kembang anak

  • Pemeriksaan laboratorium nutrisi

  • Diagnosis penyebab stunting

  • Penentuan terapi yang tepat

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa penanganan dilakukan secara tepat dan berbasis keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

FAQ

Apakah semua anak stunting pasti kekurangan zat besi?

Tidak. Tidak semua anak stunting mengalami kekurangan zat besi, namun kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diperiksa.

Apa tanda anak kekurangan zat besi?

Beberapa tanda umum meliputi anak tampak lemas, pucat, mudah lelah, serta pertumbuhan yang tidak optimal.

Apa makanan terbaik untuk mencegah kekurangan zat besi?

Makanan seperti hati ayam, daging sapi, dan daging ayam merupakan sumber zat besi yang baik untuk anak.

Kapan waktu terbaik mencegah stunting?

Pencegahan stunting paling efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama kehidupan anak.

Apakah anak stunting bisa pulih?

Ya, terutama jika ditangani sejak dini dengan pemenuhan nutrisi yang tepat dan pemantauan medis rutin.

Presdir AstraZeneca Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kanker Di Indonesia

Esra Erkomay menilai penanganan kanker di Indonesia butuh strategi progresif, deteksi dini, dan akses terapi inovatif guna menekan lonjakan kasus hingga 2050.
Esra Erkomay menilai penanganan kanker di Indonesia butuh strategi progresif, deteksi dini, dan akses terapi inovatif guna menekan lonjakan kasus hingga 2050.

JAKARTA — Presiden Direktur Esra Erkomay menegaskan bahwa penanganan kanker di Indonesia membutuhkan strategi yang progresif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, Esra menyampaikan bahwa isu kesehatan masyarakat kini tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan nasional. Ia menilai kanker menjadi salah satu ancaman serius yang berdampak luas, tidak hanya pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga terhadap produktivitas ekonomi nasional.

“Kesehatan masyarakat tidak lagi dapat dipisahkan dari agenda pembangunan nasional. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, kanker muncul sebagai salah satu ancaman paling nyata,” ujar Esra.

Kasus Kanker Di Indonesia Terus Meningkat

Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus baru kanker setiap tahun, dengan lebih dari 242.000 kematian akibat penyakit tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkirakan bahwa tanpa intervensi yang lebih kuat, jumlah kasus kanker di Indonesia dapat meningkat hingga lebih dari 70 persen pada tahun 2050.

Tren peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan konvensional dalam penanganan kanker dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dampak Nyata Bagi Pasien Dan Ekonomi

Esra menekankan bahwa lonjakan kasus kanker bukan sekadar angka statistik. Dampaknya dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga.

Banyak pasien kanker mengalami penurunan kualitas hidup, kehilangan kemampuan bekerja, hingga menghadapi tekanan finansial yang besar akibat biaya pengobatan jangka panjang.

Tidak sedikit keluarga yang harus menguras tabungan bahkan menjual aset demi membiayai terapi. Dalam skala yang lebih luas, kondisi ini berdampak pada produktivitas nasional serta memperbesar beban ekonomi negara.

Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah intervensi yang progresif, kanker berpotensi menjadi hambatan tersembunyi bagi target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Deteksi Dini Jadi Kunci Penanganan

Menurut Esra, pemerintah perlu memperkuat program deteksi dini sebagai langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.

Skrining kesehatan dinilai harus menjadi bagian dari budaya masyarakat. Dengan diagnosis yang dilakukan sejak dini, peluang keberhasilan terapi menjadi lebih besar, sekaligus mengurangi kompleksitas serta biaya pengobatan.

Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan dan jaminan pembiayaan juga harus diperluas agar manfaat deteksi dini benar-benar dirasakan masyarakat secara merata.

Terapi Inovatif Perlu Lebih Mudah Diakses

Dari sisi pengobatan, Esra menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan telah menghasilkan berbagai terobosan baru dalam terapi kanker.

Sejumlah studi klinis menunjukkan bahwa pada kanker paru dengan mutasi tertentu, terapi target mampu memperlambat perkembangan penyakit secara signifikan. Hal ini memungkinkan pasien hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Namun, ia menekankan bahwa kemajuan medis tersebut hanya akan berdampak nyata apabila dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan.

“Akses terhadap terapi dan obat inovatif harus dipandang sebagai bagian dari pemenuhan hak pasien untuk mendapatkan pengobatan terbaik,” katanya.

Perlu Dukungan Kebijakan Yang Adaptif

Agar inovasi medis dapat diadopsi secara optimal, Esra menilai diperlukan dukungan kebijakan yang memungkinkan teknologi kesehatan terbaru diterapkan secara lebih cepat dan merata.

Langkah ini mencakup penyederhanaan regulasi, peningkatan investasi kesehatan, serta kolaborasi antara pemerintah, industri farmasi, dan tenaga kesehatan.

Dengan pendekatan terintegrasi, sistem kesehatan Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan kanker secara berkelanjutan dan efektif.

Menguatkan Strategi Nasional Penanganan Kanker

Para ahli menilai bahwa penguatan strategi nasional menjadi langkah penting untuk menghadapi peningkatan kasus kanker di masa depan.

Pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi masyarakat, skrining rutin, serta akses pengobatan modern diyakini mampu menekan angka kematian akibat kanker sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan kanker sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

FAQ

1. Mengapa kasus kanker di Indonesia terus meningkat?

Kasus kanker meningkat karena faktor gaya hidup, penuaan populasi, serta keterbatasan deteksi dini dan akses pengobatan di beberapa wilayah.

2. Apa pentingnya deteksi dini kanker?

Deteksi dini memungkinkan kanker ditemukan pada tahap awal sehingga peluang kesembuhan lebih tinggi dan biaya pengobatan lebih rendah.

3. Apa yang dimaksud terapi inovatif kanker?

Terapi inovatif adalah metode pengobatan terbaru, seperti terapi target atau imunoterapi, yang dirancang menyesuaikan karakteristik kanker pasien.

4. Bagaimana dampak kanker terhadap ekonomi nasional?

Kanker dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan beban biaya kesehatan negara.

5. Apa yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah kanker?

Masyarakat disarankan menerapkan gaya hidup sehat, melakukan skrining rutin, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan.