Berita BorneoTribun: Kontrol Orang Tua hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kontrol Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontrol Orang Tua. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

YouTube Fokus Lindungi Anak Di Dunia Digital Lewat Fitur Canggih Terbaru

YouTube perkuat fitur perlindungan anak dan remaja seiring penerapan PP Tunas 2025, hadirkan kontrol orang tua hingga teknologi verifikasi usia berbasis AI. (Gambar ilustrasi)
YouTube perkuat fitur perlindungan anak dan remaja seiring penerapan PP Tunas 2025, hadirkan kontrol orang tua hingga teknologi verifikasi usia berbasis AI. (Gambar ilustrasi)

Jakarta – Platform video terbesar dunia, YouTube, terus memperkuat komitmennya dalam melindungi anak dan remaja di ruang digital. Langkah ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas.

Dalam keterangan resminya, YouTube Indonesia menegaskan bahwa pendekatan perlindungan anak tidak harus berbasis pelarangan total.

“Pendekatan ini memberikan insentif untuk terciptanya fitur perlindungan terintegrasi serta pengalaman digital yang sesuai usia,” ujar perwakilan YouTube Indonesia.

Orang Tua Jadi Kunci Utama Pengawasan Digital

YouTube kini menghadirkan berbagai fitur yang menempatkan orang tua sebagai pengendali utama aktivitas anak di dunia digital.

Salah satu fitur unggulannya adalah pengaturan durasi tayangan, khususnya pada YouTube Shorts. Orang tua bisa membatasi waktu menonton bahkan hingga nol menit.

Tak hanya itu, melalui aplikasi Google Family Link, orang tua dapat:

  • Mengatur jadwal penggunaan perangkat

  • Mengunci layar dari jarak jauh

  • Memberikan pengingat waktu istirahat dan tidur

  • Memantau aktivitas aplikasi anak

Teknologi AI Untuk Verifikasi Usia

YouTube juga mengembangkan teknologi verifikasi usia berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini mampu mengidentifikasi kelompok usia pengguna untuk memberikan pengalaman yang sesuai.

Teknologi inferensi usia ini bahkan direncanakan hadir sebelum tenggat implementasi PP Tunas pada Maret 2027.

Langkah ini dianggap penting untuk memastikan anak-anak tidak mengakses konten yang tidak sesuai usia mereka.

Fitur Tambahan Demi Kesehatan Digital

Selain kontrol orang tua, YouTube juga menghadirkan sejumlah fitur perlindungan bawaan, seperti:

  • Pengingat untuk beristirahat

  • Pembatasan notifikasi mulai pukul 22.00

  • Penonaktifan autoplay untuk pengguna di bawah 18 tahun

Fitur-fitur ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kesehatan mental remaja.

Larangan Total Dinilai Tidak Efektif

YouTube Indonesia menilai pembatasan total terhadap pengguna di bawah 16 tahun justru bisa berdampak negatif.

Pasalnya, pengguna muda bisa kehilangan akses ke fitur keamanan, pengawasan orang tua, serta perlindungan yang sudah terintegrasi dalam sistem akun yang diawasi.

Dorong Literasi Digital Dan Kolaborasi

Selain teknologi, YouTube juga aktif dalam edukasi digital. Beberapa inisiatif yang sudah berjalan antara lain:

  • Pelatihan bagi 2.500 guru BK bersama Pemprov DKI Jakarta

  • Penyusunan panduan kesejahteraan digital bersama

    • Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia

    • Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

    • Universitas Indonesia

  • Program Youth Champions untuk edukasi peer-to-peer

Ke depan, YouTube mendorong pemerintah untuk terus melibatkan berbagai pihak dalam menyusun kebijakan yang adaptif dan berbasis risiko.

Platform ini juga siap berpartisipasi dalam implementasi PP Tunas melalui mekanisme penilaian mandiri.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu PP Tunas 2025?
PP Tunas adalah regulasi pemerintah Indonesia yang mengatur perlindungan anak dalam sistem elektronik dan ruang digital.

2. Apa fungsi fitur Family Link?
Fitur ini membantu orang tua mengontrol penggunaan perangkat anak, termasuk waktu layar dan aktivitas aplikasi.

3. Apakah YouTube aman untuk anak?
Dengan fitur pengawasan orang tua dan AI verifikasi usia, YouTube kini lebih aman, asalkan tetap diawasi.

4. Kenapa tidak langsung melarang anak di bawah 16 tahun?
Karena larangan total justru bisa menghilangkan fitur perlindungan dan kontrol yang tersedia.

5. Kapan fitur AI verifikasi usia diterapkan?
Direncanakan sebelum Maret 2027, sesuai tenggat implementasi PP Tunas.

Kamis, 12 Maret 2026

WhatsApp Hadirkan Fitur Kontrol Orang Tua

WhatsApp merilis fitur Akun Yang Dikelola Orang Tua untuk meningkatkan keamanan anak di bawah 13 tahun. Orang tua dapat mengontrol kontak, grup, dan privasi akun anak. (Gambar ilustrasi)
WhatsApp merilis fitur Akun Yang Dikelola Orang Tua untuk meningkatkan keamanan anak di bawah 13 tahun. Orang tua dapat mengontrol kontak, grup, dan privasi akun anak. (Gambar ilustrasi)

Fitur Akun Anak Di WhatsApp Kini Bisa Diawasi Orang Tua

Jakarta – Aplikasi pesan instan WhatsApp resmi merilis fitur baru bernama Akun yang dikelola orang tua untuk meningkatkan keamanan anak-anak di ruang digital. Fitur ini dirancang khusus bagi pengguna berusia di bawah 13 tahun agar aktivitas komunikasi mereka dapat dipantau dan dikendalikan oleh orang tua atau wali.

Melalui fitur tersebut, pengalaman anak dalam menggunakan WhatsApp akan dibatasi pada aktivitas dasar seperti berkirim pesan dan melakukan panggilan. Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan ruang komunikasi yang lebih aman sekaligus tetap menjaga privasi pengguna muda.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu, WhatsApp menyebut bahwa fitur ini dikembangkan setelah menerima banyak masukan dari para orang tua. Mereka menginginkan cara yang lebih praktis, privat, dan terkontrol untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang masih berusia muda.

Untuk menggunakan fitur Akun yang dikelola orang tua, orang tua perlu memiliki perangkat milik sendiri serta perangkat yang digunakan anak. Kedua perangkat tersebut kemudian ditautkan sehingga pengaturan akun dapat dikelola langsung oleh orang tua atau wali.

Setelah akun berhasil disiapkan, orang tua dapat menentukan siapa saja yang diperbolehkan menghubungi akun anak. Mereka juga dapat mengatur grup mana saja yang bisa diikuti oleh anak melalui aplikasi WhatsApp.

Selain itu, orang tua memiliki akses untuk meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal. Pengaturan privasi juga dapat disesuaikan untuk memastikan interaksi anak tetap berada dalam lingkungan yang aman.

Pengawasan ini dilindungi dengan sistem keamanan berupa PIN khusus orang tua pada perangkat yang dikelola. Dengan demikian, hanya orang tua atau wali yang dapat mengakses dan mengubah pengaturan privasi akun anak.

Meskipun ada sistem pengawasan, WhatsApp menegaskan bahwa seluruh percakapan tetap dilindungi dengan teknologi enkripsi end-to-end. Artinya, tidak ada pihak lain, termasuk WhatsApp, yang dapat membaca atau mendengarkan isi percakapan tersebut.

Perusahaan juga menyatakan akan menghadirkan lebih banyak fitur serta wawasan bagi orang tua, terutama terkait pengelolaan grup dalam aplikasi.

Fitur Akun yang dikelola orang tua dijadwalkan hadir secara global dalam beberapa bulan ke depan. Peluncurannya akan dilakukan secara bertahap dengan tujuan memberikan perlindungan lebih luas bagi pengguna dari berbagai kelompok usia.

Kata kunci terkait: WhatsApp, Akun Yang Dikelola Orang Tua, Keamanan Anak