Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kota Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Pontianak. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2026

Gotong Royong Warga Warnai Aksi Bersih Lingkungan di Pontianak Utara

Warga dan DLH Kota Pontianak bergotong royong membersihkan parit sepanjang 500 meter di Siantan Hulu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sistem drainase.
Warga dan DLH Kota Pontianak bergotong royong membersihkan parit sepanjang 500 meter di Siantan Hulu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sistem drainase.

PONTIANAK - Warga bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Parit Pangeran Dalam, Kompleks Pondok Pangeran I dan II, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (10/5/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan fokus membersihkan parit dan lingkungan sekitar.

Aksi gotong royong itu melibatkan warga RW 27 dan RW 28, unsur kecamatan, RT dan RW, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perangkat daerah, hingga anggota DPRD Kota Pontianak.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Pontianak, M Yamin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan kota, terutama kawasan parit yang memiliki fungsi penting dalam sistem drainase Pontianak.

“Kebersihan itu sebagian dari iman. Ini menjadi titik tolak kita untuk melakukan kegiatan hari ini,” kata Yamin.

Dalam kegiatan tersebut, parit sepanjang sekitar 500 meter menjadi sasaran pembersihan. Warga terlihat bergotong royong mengangkat sampah, lumpur, dan rumput liar yang menutupi aliran air.

Menurut Yamin, persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Kita harus bersama-sama membersihkan lingkungan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan ke depan Kota Pontianak semakin bersih, dan itu membutuhkan partisipasi kita semua,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda rutin semata, tetapi menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Saya berharap ini bukan hanya rutinitas, tetapi masuk ke dalam sanubari kita bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Selain menggelar aksi bersih lingkungan, DLH Kota Pontianak juga terus melakukan pembenahan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Penataan dilakukan mulai dari tempat pembuangan sementara (TPS) hingga tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami dari DLH akan mencoba memanajemen dari hulu sampai hilir, supaya sampah di Kota Pontianak ini semakin tertangani dengan baik. TPA sampai TPS juga akan terus kita benahi,” jelas Yamin.

Pemerintah Kota Pontianak turut mengapresiasi keterlibatan warga, tokoh masyarakat, perangkat wilayah, dan anggota DPRD dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan kota yang sehat, bersih, dan nyaman ditinggali.

Minggu, 10 Mei 2026

Pontianak Resmi Masuk UCLG ASPAC, Perluas Akses Pendanaan dan Kerja Sama Hijau

Pontianak resmi bergabung dengan UCLG ASPAC untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat Asia Pasifik.
Pontianak resmi bergabung dengan UCLG ASPAC untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat Asia Pasifik.

PONTIANAK - Kota Pontianak resmi bergabung dalam jaringan internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC). Pengumuman itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat menghadiri agenda UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026) malam.

Amirullah mengatakan bergabungnya Pontianak ke organisasi pemerintah daerah terbesar di kawasan Asia Pasifik menjadi langkah penting untuk memperluas kerja sama global sekaligus memperkuat posisi kota tersebut di tingkat internasional.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UCLG ASPAC yang telah secara resmi menyambut Kota Pontianak dalam organisasi ini,” ujarnya.

Menurut dia, keanggotaan tersebut bukan hanya pencapaian administratif, tetapi juga tanggung jawab besar untuk ikut berkontribusi menghadapi tantangan global bersama kota-kota lain di Asia Pasifik.

Amirullah menilai persoalan seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, hingga ketimpangan sosial membutuhkan kolaborasi lintas daerah dan negara.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” katanya.

Keanggotaan di UCLG ASPAC membuka peluang bagi Pontianak untuk memperluas jejaring internasional, bertukar pengalaman, hingga mengakses dukungan teknis dan pendanaan hijau untuk pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan.

Perjalanan Pontianak menuju jejaring global dimulai sejak akhir 2021 saat terpilih sebagai salah satu dari empat kota percontohan Indonesia dalam program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM).

Pontianak menjadi satu-satunya kota dari Kalimantan yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui pendampingan UCLG ASPAC sebagai sekretariat regional GCoM, Pontianak kemudian mencatat sejumlah perkembangan dalam pembangunan berkelanjutan. Kota ini juga meraih GCoM Compliance Badge pada Mei 2025 setelah memenuhi standar global dalam penyusunan rencana aksi perubahan iklim.

Selain itu, program pengelolaan sampah terintegrasi dan mitigasi banjir di Pontianak mulai dilirik sebagai contoh praktik baik bagi kota-kota menengah di Asia Tenggara.

Dengan status sebagai anggota aktif UCLG ASPAC, Pontianak kini memiliki akses lebih luas untuk berkolaborasi dengan para ahli internasional dalam memperkuat infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan ancaman lingkungan.

Keanggotaan ini juga menandai langkah Pontianak untuk memperkuat peran sebagai kota percontohan pembangunan berkelanjutan, inklusif, dan rendah emisi di kawasan Asia Pasifik.

Minggu, 26 April 2026

Pelantikan Inkai Kalbar 2025–2029 Tekankan Penguatan Organisasi Atlet

Pengurus baru Inkai Kalbar periode 2025–2029 resmi dilantik dengan fokus pada soliditas organisasi dan peningkatan prestasi atlet menuju kejuaraan nasional dan internasional.
Pengurus baru Inkai Kalbar periode 2025–2029 resmi dilantik dengan fokus pada soliditas organisasi dan peningkatan prestasi atlet menuju kejuaraan nasional dan internasional.

Pontianak — Kepengurusan baru Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) Kalimantan Barat periode 2025–2029 resmi dilantik dengan membawa arah baru dalam penguatan organisasi dan peningkatan prestasi atlet.

Momentum pelantikan tersebut menandai dimulainya langkah strategis untuk memperkuat struktur internal organisasi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Pengurus Pusat Inkai, Benny Riyanto, menekankan pentingnya kekompakan dalam membangun organisasi yang solid dan berdaya saing.

Menurut Benny Riyanto, kekuatan utama sebuah perguruan karate terletak pada kemampuan pengurus dalam menjaga kebersamaan dan kesatuan visi.

“Soliditas menjadi faktor paling mendasar. Kepengurusan baru menunjukkan optimisme serta komitmen untuk memperkuat barisan organisasi,” kata Benny Riyanto usai pelantikan di Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Benny Riyanto juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru mampu membawa perubahan positif serta meninggalkan berbagai persoalan organisasi yang pernah terjadi pada masa sebelumnya.

Ketua Umum Inkai Kalbar periode 2025–2029, Satarudin, menegaskan bahwa strategi awal kepengurusan difokuskan pada peningkatan pengalaman bertanding atlet melalui partisipasi aktif dalam berbagai kejuaraan.

Menurut Satarudin, banyaknya atlet potensial di Kalimantan Barat harus diimbangi dengan kesempatan bertanding yang memadai agar prestasi dapat diraih secara konsisten.

“Pengiriman atlet ke berbagai pertandingan menjadi langkah penting karena Kalimantan Barat memiliki banyak atlet yang berpotensi meraih prestasi,” ujar Satarudin.

Program prioritas dalam waktu dekat dimulai dengan pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sebagai dasar pembinaan teknis atlet. Setelah itu, pengurus akan melakukan seleksi atlet terbaik untuk dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, serta kesiapan atlet menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Selain peningkatan frekuensi pertandingan, kepengurusan Inkai Kalbar juga berencana menyusun pola latihan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Satarudin menjelaskan bahwa seluruh program pembinaan akan dibahas secara kolektif bersama jajaran pengurus agar menghasilkan keputusan yang matang dan sesuai kebutuhan atlet.

“Satarudin bersama pengurus akan mendiskusikan seluruh rencana sebelum menetapkan program resmi, mengingat kepengurusan baru saja dilantik,” kata Satarudin.

Pendekatan berbasis diskusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan strategi pembinaan yang efektif sekaligus membangun rasa kepemilikan bersama di antara seluruh pengurus.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Inkai Kalimantan Barat diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan karate di Indonesia.

Konsolidasi organisasi yang kuat dipandang menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan atlet yang berkesinambungan serta melahirkan atlet unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Ke depan, Inkai Kalbar menargetkan peningkatan prestasi melalui sinergi antara pengurus, pelatih, serta atlet sebagai satu kesatuan sistem pembinaan yang terintegrasi.

FAQ

Apa fokus utama kepengurusan baru Inkai Kalbar 2025–2029?

Fokus utama adalah memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan prestasi atlet melalui pembinaan berkelanjutan dan partisipasi aktif dalam berbagai kejuaraan.

Siapa Ketua Umum Inkai Kalbar periode 2025–2029?

Ketua Umum Inkai Kalbar periode 2025–2029 dijabat oleh Satarudin.

Program awal apa yang akan dijalankan Inkai Kalbar?

Program awal meliputi pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) serta seleksi atlet untuk mengikuti kejuaraan nasional.

Mengapa keikutsertaan dalam turnamen menjadi prioritas?

Keikutsertaan dalam turnamen bertujuan meningkatkan pengalaman bertanding, mental atlet, serta kemampuan teknis dalam menghadapi lawan.

Apa harapan terhadap kepengurusan baru Inkai Kalbar?

Kepengurusan baru diharapkan mampu menciptakan organisasi yang solid dan melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

Oleh: Slamet

Perguruan Tinggi Di Pontianak Dinilai Jadi Motor IPM Dan Penggerak Ekonomi Kota

Perguruan tinggi di Pontianak dinilai berperan besar meningkatkan IPM dan ekonomi kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah.
Perguruan tinggi di Pontianak dinilai berperan besar meningkatkan IPM dan ekonomi kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah.

Pontianak — Keberadaan perguruan tinggi di Kota Pontianak dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peran tersebut semakin terlihat seiring meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota yang kini masuk kategori sangat tinggi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa sektor pendidikan tinggi memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Edi Rusdi Kamtono, posisi Pontianak sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan pendidikan menjadi fondasi penting dalam mendukung capaian IPM yang saat ini mencapai angka 82,80.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

Edi Rusdi Kamtono menekankan bahwa pembangunan manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, budaya, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kehadiran kampus di berbagai wilayah kota diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pembangunan daerah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Selain berdampak pada sektor pendidikan, aktivitas mahasiswa juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Jumlah mahasiswa di Pontianak yang mencapai puluhan ribu orang, termasuk sekitar 43 ribu mahasiswa dari luar daerah, turut menghidupkan berbagai sektor ekonomi seperti hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.

Perputaran ekonomi dari kebutuhan mahasiswa dinilai membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kampus, sekaligus memperluas peluang usaha baru.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada dinamika ekonomi kota.

Di tengah pertumbuhan kota, Pontianak juga menghadapi berbagai tantangan perkotaan, seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan kepadatan lalu lintas.

Dengan jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa, kebutuhan akan solusi inovatif dinilai semakin mendesak.

Edi Rusdi Kamtono menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab persoalan kota secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah diharapkan menghasilkan penelitian serta teknologi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Ketua Yayasan Widya Dharma, Polycarpus Widjaja Tandra, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya fokus pada aktivitas akademik di dalam kampus.

Menurut Polycarpus Widjaja Tandra, institusi pendidikan tinggi harus aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Pontianak.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pendidikan, tetapi juga pada pengembangan inovasi, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas lingkungan kota.

Dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan sumber daya manusia di Pontianak diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

FAQ

Apa peran perguruan tinggi terhadap IPM Pontianak?

Perguruan tinggi berperan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga mendukung peningkatan nilai IPM Pontianak.

Berapa nilai IPM Kota Pontianak saat ini?

IPM Kota Pontianak tercatat mencapai angka 82,80, yang masuk kategori sangat tinggi.

Bagaimana mahasiswa mempengaruhi ekonomi kota?

Mahasiswa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebutuhan hunian, makanan, transportasi, serta berbagai layanan jasa di sekitar kampus.

Apa tantangan utama Kota Pontianak saat ini?

Tantangan utama meliputi pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan pengaturan lalu lintas di tengah pertumbuhan penduduk.

Mengapa kolaborasi kampus dan pemerintah penting?

Kolaborasi memungkinkan lahirnya inovasi dan solusi berbasis riset untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan secara berkelanjutan.

Oleh: Slamet

Kamis, 23 April 2026

Tahun Kedua Kepemimpinan Ria Norsan, Program PBP Kalbar Kini Jangkau Sekolah Swasta

Tahun Kedua Kepemimpinan Ria Norsan, Program PBP Kalbar Kini Jangkau Sekolah Swasta
Tahun Kedua Kepemimpinan Ria Norsan, Program PBP Kalbar Kini Jangkau Sekolah Swasta.
Pontianak - Memasuki tahun kedua kepemimpinan Gubernur Ria Norsan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperluas cakupan program Pembiayaan Beasiswa Pendidikan (PBP) hingga ke sekolah swasta. Kebijakan ini dilakukan untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh pelajar di Kalbar.

Sepanjang 2025, lebih dari 113 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB telah menerima manfaat program tersebut, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, sekitar 106 ribu siswa berasal dari sekolah negeri, 7.372 siswa SMA swasta, dan 586 siswa SLB swasta.

Perluasan penerima PBP menjadi salah satu kebijakan menonjol pada masa kepemimpinan Ria Norsan bersama Krisantus Kurniawan. Jika sebelumnya bantuan hanya difokuskan untuk sekolah negeri, kini sekolah swasta juga ikut menerima manfaatnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan ketika gubernur mulai menjabat pada awal 2025, program pendidikan pada dasarnya sudah berjalan sesuai APBD. Namun, perluasan sasaran penerima bantuan menjadi terobosan baru.

“Secara program tidak banyak berubah karena saat Gubernur mulai menjabat, APBD dan kegiatan sudah berjalan. Namun yang membedakan adalah jangkauan program yang diperluas. Jika sebelumnya hanya menjangkau sekolah negeri, kini diperluas hingga sekolah swasta,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini membawa dampak besar dalam menekan angka putus sekolah sekaligus membantu kebutuhan operasional sekolah.

“Dana BOS sering kali belum mencukupi, terutama bagi sekolah dengan jumlah siswa terbatas. Dengan adanya PBP, sekolah dapat memenuhi kebutuhan penting seperti akses internet untuk asesmen, transportasi kegiatan siswa, hingga mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Perluasan PBP ini menjadi bukti komitmen Pemprov Kalbar dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kamis, 19 Maret 2026

Posko Siaga BPBD Kalbar Aktif Jelang Idul Fitri, Ini Fungsinya

BPBD Kalbar operasikan posko siaga bencana selama Idul Fitri untuk percepat respons darurat, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi risiko hidrometeorologi.
BPBD Kalbar operasikan posko siaga bencana selama Idul Fitri untuk percepat respons darurat, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi risiko hidrometeorologi.

Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mengoperasikan posko kesiapsiagaan sebagai pusat koordinasi penanganan darurat selama periode Idul Fitri.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi bencana yang meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran.

Ketua Satuan Tugas Data dan Informasi Bencana sekaligus Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa posko tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan darurat.

“Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, pemantauan, serta evaluasi penanganan situasi darurat di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ujar Daniel di Pontianak, Rabu.

Menurutnya, pembentukan posko ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat.

Selain itu, posko juga berfungsi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara real time serta menyediakan informasi dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Dalam operasionalnya, posko menerapkan sistem kerja terpadu. Sistem ini mencakup pengumpulan data potensi bencana secara berkala, koordinasi dengan berbagai pihak termasuk instansi terkait dan masyarakat, hingga evaluasi penanganan sebagai dasar peningkatan kesiapsiagaan ke depan.

Daniel menambahkan, keberadaan posko diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana melalui respons yang cepat, akurat, dan terkoordinasi.

Hal ini menjadi sangat penting, terutama saat periode Idul Fitri di mana aktivitas masyarakat meningkat tajam, baik untuk mudik maupun aktivitas lainnya.

BPBD Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Dengan adanya posko kesiapsiagaan ini, diharapkan upaya mitigasi dan penanganan bencana di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal selama momen Lebaran.

Sabtu, 03 Januari 2026

Sabtu, 15 November 2025

Budaya Keterbukaan Informasi Menguat, Sejumlah Badan Publik di Kalbar Raih Peringkat Tertinggi

Budaya Keterbukaan Informasi Menguat, Sejumlah Badan Publik di Kalbar Raih Peringkat Tertinggi
Budaya Keterbukaan Informasi Menguat, Sejumlah Badan Publik di Kalbar Raih Peringkat Tertinggi.
Pontianak — Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang digelar Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalimantan Barat di Aula Pendopo Gubernur, Jumat (14/11/2025), mencatat animo kehadiran tertinggi sejak kegiatan tersebut dilaksanakan. 

Para kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, BUMD, PPID kabupaten/kota, hingga perwakilan lembaga vertikal hadir memenuhi ruangan sebagai bentuk dukungan terhadap budaya transparansi di Kalbar.

Acara ini dibuka dengan Tarian Tidayu oleh siswi SMKN 5 Pontianak, diikuti pemutaran video capaian Monev 2025 serta laporan resmi penyelenggara. Gubernur Kalbar Ria Norsan hadir bersama Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI Donny Yoesgiantoro. 

Sejumlah kepala daerah juga tampak hadir, antara lain Bupati Mempawah, Bupati Landak, Bupati Bengkayang, Bupati Sanggau, Bupati Sintang, Bupati Sekadau, Wakil Wali Kota Singkawang, dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, serta sejumlah Ketua dan Wakil Ketua DPRD, seperti Mempawah, Kota Pontianak, dan Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sambas.

KI Kalbar melakukan monitoring dan evaluasi terhadap 168 badan publik yang terbagi dalam enam kategori yakni OPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, OPD Kabupaten/Kota, BUMD, Lembaga Legislatif, dan Pemerintah Desa.

Pada kategori OPD Provinsi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menduduki peringkat pertama. Disusul Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral.

Untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Kota Singkawang meraih posisi teratas, diikuti Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Di kategori BUMD, PERUMDA Air Minum Tirta Melawi meraih peringkat pertama, disusul PERUMDA Tirta Khatulistiwa dan PERUMDA Tirta Raya. Adapun DPRD Kota Pontianak memimpin kategori lembaga legislatif, sementara Desa Gapura, Kabupaten Sambas, menjadi yang terbaik pada kategori pemerintah desa.

Predikat tertinggi The Best Informative diberikan kepada tiga peraih peringkat pertama, yaitu Pemerintah Kota Singkawang, PERUMDA Air Minum Tirta Melawi, dan Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar.

Peringkat berikutnya antara lain Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan SDM, Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Sintang, PERUMDA Tirta Khatulistiwa, PERUMDA Tirta Raya, serta Pemerintah Kabupaten Sanggau.

KI Kalbar juga memberikan penghargaan khusus kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, 14 kepala daerah, PPID Utama Pemprov Kalbar, PPID Utama Kabupaten Kapuas Hulu, PPID Utama Kota Singkawang dan PPID Utama Kota Pontianak, Bawaslu Kalbar, Bank Kalbar, LPP RRI Pontianak, serta tiga organisasi masyarakat sipil, Jari Indonesia Borneo Barat, Lembaga Gemawan, dan Lembaga Bela Banua Talino.

Ketua KI Kalbar, M. Darusalam, melaporkan bahwa 87,5 persen atau 147 badan publik yang menjadi sasaran Monev berpartisipasi melalui aplikasi e-MONEV. Sebanyak 77 badan publik atau 52,38 persen telah mencapai predikat Informatif, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa komitmen badan publik terhadap transparansi semakin kuat,” ujarnya.

Ketua Komisi Informasi Pusat RI Donny Yoesgiantoro juga menilai capaian Kalbar tahun ini sangat baik. Ia menyoroti besarnya kehadiran kepala daerah sebagai indikator keseriusan seluruh pihak dalam mendorong keterbukaan informasi. 

“Informasi adalah hak publik. Kita semua di sini hanyalah agen yang bertugas memastikan hak itu terpenuhi,” katanya.

Koordinator Monev 2025, Marhasak Reinardo Sinaga, menyampaikan beberapa rekomendasi strategis, seperti peningkatan kualitas layanan informasi, penguatan kompetensi SDM PPID. 

“Optimalisasi dukungan anggaran kabupaten/kota, percepatan pembentukan PPID Desa dan Kelurahan, serta inisiatif legislasi berupa pembentukan Perda Keterbukaan Informasi Publik harus dilaksanakan segera,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan, keterbukaan informasi adalah fondasi pemerintahan yang akuntabel. 

“Semakin banyak badan publik yang meraih predikat Informatif, semakin kuat budaya transparansi di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Penyelenggaraan Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi 2025 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Kominfo. PT Bank Kalbar, PT Dharma Inti Bersama, dan Aming Coffee berperan sebagai mitra pendukung. RRI Pontianak berkontribusi sebagai media partner dengan menyiarkan jalannya acara secara langsung melalui YouTube dan siaran terestrial. 

Selain itu, Malam Penganugerahan yang diselenggarakan Komisi Informasi Kalimantan Barat juga didukung oleh sejumlah organisasi media dan organisasi jurnalis, seperti AMSI Kalbar, JMSI Kalbar, AJI Pontianak, IJTI Kalbar serta PWI Kalimantan Barat. (*)

Rabu, 29 Oktober 2025

Promotor Combat Sport Kalbar, Alex Kristian, Raih Gelar Magister di Universitas Tanjungpura

Promotor Combat Sport Kalbar, Alex Kristian, Raih Gelar Magister di Universitas Tanjungpura
Promotor Combat Sport Kalbar, Alex Kristian, Raih Gelar Magister di Universitas Tanjungpura.
Pontianak, 29 Oktober 2025 – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Kalimantan Barat. Alex Kristian, promotor combat sport asal Kalbar yang dikenal aktif mengembangkan ajang bela diri di daerahnya, sukses menyelesaikan studi Magister (S2) di Universitas Tanjungpura Pontianak.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan) pada Rabu (29/10/2025). Dalam acara tersebut, Alex tampak hadir bersama ribuan wisudawan lainnya yang merayakan pencapaian akademik mereka.

Alex mengaku bersyukur atas dukungan keluarga, rekan, serta komunitas olahraga yang telah menemaninya selama proses studi.

“Saya ingin membuktikan bahwa insan olahraga juga bisa berprestasi di bidang akademik. Semoga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar tanpa meninggalkan kecintaan mereka terhadap olahraga,” ujar Alex usai wisuda.

Selain dikenal sebagai promotor, Alex Kristian juga aktif mendorong lahirnya atlet-atlet muda Kalimantan Barat melalui berbagai event dan pelatihan bela diri. Dengan gelar magister yang kini disandangnya, Alex berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pengembangan olahraga, terutama dalam aspek manajemen dan profesionalisme event.

Prestasi akademik ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan kerja keras dapat berjalan beriringan, baik di dunia olahraga maupun pendidikan.

(Ysf)

Selasa, 28 Oktober 2025

Nasabah BNI Tuntut Keadilan, Diduga Dirugikan Rp430 Miliar dalam Kasus Kredit

Foto: Yusnelly, Nasabah BNI Tuntut Keadilan Terkait Dana Kredit Modal Kerja 

PONTIANAK - Seorang nasabah Bank Nasional Indonesia (BNI), Yusnelly, mengaku mengalami kerugian besar akibat dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan kredit modal kerja yang ia ambil sejak tahun 2014. Kasus ini disebut telah berlangsung selama hampir satu dekade lebih tanpa penyelesaian yang jelas.

Dalam wawancara bersama media, Selasa (28/10) Yusnelly menjelaskan bahwa pada awalnya ia ditawari pinjaman dengan bunga 9 persen per tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata bunga bank lain yang mencapai 14 persen. Namun, menurutnya, bunga yang diterapkan ternyata mencapai 12 persen, atau sekitar 1 persen per bulan, sehingga tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Lebih lanjut, Yusnelly mengungkapkan bahwa dari total pinjaman sebesar Rp1 miliar, dana yang benar-benar diterimanya hanya sekitar 20 persen, sementara sisanya tidak dapat diakses. 

“Dana yang seharusnya masuk ke rekening justru ditahan. Di rekening koran, hanya terlihat saldo seolah-olah uang itu ada, padahal tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Ia juga menduga adanya praktik manipulasi data saldo dan limit kredit. Dari catatan yang dimilikinya, sejumlah dana dilaporkan berputar di rekening koran, namun tidak pernah diterima secara tunai. Bahkan setelah berpindah dari Bank Panin ke BNI Cabang Pontianak dulu nya, pola yang sama tetap terjadi.

Berdasarkan perhitungan pribadi dan pendampingan kuasa hukum, Yusnelly memperkirakan total kerugian mencapai lebih dari Rp430 miliar, setelah memperhitungkan bunga dan nilai pengendapan dana yang tidak pernah bisa dicairkan.

Kasus ini sudah pernah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2022. OJK disebut telah menemukan bahwa plafon kredit yang tercatat atas nama Yusnelly mencapai sekitar Rp12 miliar, namun realisasi dana yang diterima tidak sesuai dengan catatan tersebut.

“Saya berharap pihak bank dan regulator segera menelusuri hal ini. Jangan sampai masyarakat kecil terus dirugikan oleh sistem yang tidak transparan,” tutur Yusnelly. (Tim)

Senin, 29 September 2025

Polresta Pontianak Gelar Upacara Purna Bakti Kasat Tahti Kompol Budi Utomo

Polresta Pontianak Gelar Upacara Purna Bakti Kasat Tahti Kompol Budi Utomo
Polresta Pontianak Gelar Upacara Purna Bakti Kasat Tahti Kompol Budi Utomo.
Pontianak, Kalbar – Polresta Pontianak menggelar upacara pelepasan dan purna bakti untuk Kasat Tahti Polresta Pontianak, Kompol Budi Utomo, pada Senin (29/9/2025) di Lapangan Polresta Pontianak.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan.
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., serta dihadiri oleh Wakapolresta Pontianak, para Pejabat Utama (PJU), dan seluruh personel Polresta Pontianak.

Dalam sambutannya, Kapolresta Pontianak menegaskan bahwa momen purna bakti bukan sekadar acara seremonial semata, tetapi wujud penghargaan tulus dari keluarga besar Polresta Pontianak kepada seorang perwira yang telah menorehkan jejak panjang pengabdian.

“Momen purna bakti ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan penghormatan yang tulus dari keluarga besar Polresta Pontianak kepada seorang perwira yang menorehkan jejak panjang pengabdian,” ujar Kapolresta.

Selain itu, Kapolresta juga menekankan bahwa Kompol Budi Utomo dikenal sebagai sosok yang menjadi teladan dalam memimpin, membimbing anggota, serta menjaga wibawa institusi selama berdinas. Dedikasi dan keteladanan tersebut menjadi inspirasi bagi personel Polresta Pontianak yang masih aktif bertugas.

Acara purna bakti ditutup dengan ucapan selamat, pemberian cinderamata, serta doa dari seluruh peserta upacara sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih atas pengabdian Kompol Budi Utomo.

Sumber: Humas Polresta Pontianak

Jumat, 22 Desember 2023

Walkot Pontianak Edi Rusdi Kamtono Pamitan, Minta ASN Tingkatkan Layanan Publik

Walkot Pontianak Edi Rusdi Kamtono Pamitan, Minta ASN Tingkatkan Layanan Publik
Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan berpamitan dengan seluruh ASN di akhir masa jabatannya yang jatuh pada tanggal 23 Desember 2023. ANTARA/HO-Prokopim Pontianak
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak periode 2018-2023, Edi Rusdi Kamtono, dalam acara pamitan menjelang berakhirnya masa jabatannya, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

"Kami memberikan pesan kepada seluruh ASN di Kota Pontianak untuk terus mengembangkan keterampilan dan profesionalisme mereka dalam memajukan Kota Pontianak. Prioritas utama kami adalah memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya di Pontianak pada hari Jumat (22/12/2024).

Edi juga memberikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah bekerja sama dengannya dalam upaya membangun dan meningkatkan Kota Khatulistiwa.

"Kami menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada semua ASN di Pemerintahan Kota Pontianak, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, serta kepada semua yang telah membantu membangun Kota Pontianak," tambahnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Pontianak atas partisipasi dan dukungan mereka selama masa pemerintahannya.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari warga Pontianak dalam pembangunan kota ini," jelasnya.

Edi juga menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak.

"Jika terdapat kesalahan dalam tindakan atau perilaku kami, kami meminta maaf dan berharap agar dapat dimaklumi, sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan. Kami berharap untuk melupakan segala kesalahan dan melanjutkan contoh yang baik," paparnya.

Dalam beberapa hari terakhir menjelang berakhirnya masa jabatannya bersama Wali Kota Pontianak, Bahasan, pada tanggal 23 Desember 2023, Kota Pontianak akan dikelola oleh Penjabat (Pj) Wali Kota yang ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Nama yang ditunjuk adalah Ani Sofian, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat.

Keputusan penetapan Ani Sofian sebagai Pj Wali Kota Pontianak telah diresmikan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 100.2.1.3-6610 Tahun 2023 yang ditandatangani oleh Mendagri Tito Karnavian pada tanggal 19 Desember 2023 lalu.

Pemkot Pontianak Luncurkan Mal Pelayanan Publik

Pemkot Pontianak Luncurkan Mal Pelayanan Publik
Peresmian Mal Pelayanan Publik Pontianak (ANTARA/Prokopim PTk)
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Edi Rusdi Kamtono meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terintegrasi guna memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah daerah (pemda).

"Di MPP bukan hanya urusan administrasi, tapi juga tersedia ruang investasi untuk business matching dan kafetaria," ujarnya setelah peluncuran MPP Kota Pontianak yang ditandai penandatangan prasasti di Gedung MPP Jalan Kapten Marsan, Jumat.

Selain menyediakan 21 jenis pelayanan publik, MPP itu juga menandai dimulainya penataan waterfront dengan lebih lengkap. Artinya, kata dia, penyempurnaan wajah baru Kota Pontianak terus berjalan.

Tepat sehari sebelum masa jabatannya berakhir sebagai Wali Kota, Edi menaruh impian besar terhadap fungsi MPP maupun keberlanjutan penataan waterfront.

"Keberadaan MPP ini akan memberikan nuansa baru di kawasan waterfront sehingga aktivitas perekonomian di sini kembali menggeliat," katanya.

Didampingi Forkopimda Kota Pontianak beserta Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Edi menyusuri satu persatu ruangan di MPP.  Ia mengatakan MPP berada di bawah tanggung jawab Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pontianak.

"Gedung DPMPTSP juga akan pindah di sini, menyatu dengan MPP,” paparnya.

Kepala DPMPTSP Hidayati menambahkan MPP direncanakan beroperasi pada 24 Januari 2024 sekaligus menjalani masa uji coba dalam kurun waktu enam bulan. Pada bulan Juni, MPP akan diresmikan oleh pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“MPP adalah amanat Peraturan Menteri PANRB agar pelayanan publik lebih terintegrasi,” imbuhnya.

Kawasan di MPP yang berada di Pasar Kapuas Indah adalah pasar moderen pertama di Kalbar yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1975. Pasar itu kemudian bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan.

Transformasi itu terus berlanjut hingga kini dimanfaatkan Pemkot Pontianak untu MPP di lantai tiga. MPP juga dapat mengembalikan kejayaan tepian Sungai Kapuas yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat.

Source : Antara/Dedi

Rabu, 20 Desember 2023

Pemberian Penghargaan Wali Kota Pontianak untuk Insan Pendidikan dan Kebudayaan

Pemberian Penghargaan Wali Kota Pontianak untuk Insan Pendidikan dan Kebudayaan
Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan piagam penghargaan kepada instansi atas dukungannya pada dunia pendidikan dan kebudayaan. (ANTARA/Prokopim PTk)
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menghargai kontribusi insan pendidikan dan kebudayaan dengan memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam memajukan sektor tersebut di Kota Khatulistiwa. Pemberian penghargaan ini dilakukan pada hari Rabu di Pontianak.

Edi menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap para insan pendidikan dan kebudayaan yang telah berkomitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak. 

Harapannya, penghargaan ini dapat menjadi sumber motivasi bagi mereka untuk terus berupaya dalam mengembangkan dunia pendidikan di kota tersebut.

Wali Kota menganggap bahwa faktor pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di Kota Pontianak. Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama secara nasional.

Selama lima tahun terakhir, Kota Pontianak telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam sarana dan prasarana pendidikan. 

Pembangunan sekolah yang masif dan peningkatan kualitas guru menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.

Edi Rusdi Kamtono juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan upaya merekrut lebih dari 800 guru honorer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 
Menurutnya, dengan peningkatan kualitas SDM warga Kota Pontianak, proses pembangunan akan menjadi lebih cepat dan merata.

Lebih lanjut, Edi menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkualitas, yang tidak hanya memberikan pengetahuan tertulis, tetapi juga merangsang kreativitas dan kecerdasan peserta didik. 

Melalui implementasi Kurikulum Merdeka, Edi berharap Kepala Sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik dengan memanfaatkan potensi lokal.

Wali Kota juga menyoroti peran guru di era modern, khususnya ketika menghadapi Generasi Z dan Generasi Alpha. Edi mengajak para pendidik untuk mahir menggunakan teknologi, terutama dalam konteks era metaverse.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengumumkan bahwa pada tahun 2023, pihaknya menerima 15 penghargaan atas pencapaian program kegiatan strategis nasional Pendidikan Dasar Menengah (PDM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Penghargaan tersebut juga diberikan kepada kepala sekolah dan guru yang telah menunjukkan upaya di luar ekspektasi.

Sri Sujiarti menegaskan bahwa pemberian penghargaan kepada insan pendidikan di lingkungan Disdikbud Kota Pontianak merupakan inisiatif pertama kali. 

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja luar biasa para guru.

Sumber: Antara/Dedi

Minggu, 03 Desember 2023

Walkot Pontianak Puji Aksi 50 Barber Potong Rambut Untuk Palestina

Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ikut memangkas rambut Branch Manager Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra Nanda pada aksi sosial 'Potong Rambut Bayar Seiklasnya, Aksi Peduli Palestina' yang digelar Rumah Zakat di Bundaran Digulis Untan, Minggu (3/12/2023) (ANTARA/Prokopimda PTK).
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memuji aksi 50 barber melalui koordinasi Rumah Zakat Kalbar yang melakukan aksi potong rambut dengan bayar seikhlasnya dan kemudian hasilnya disumbangkan untuk Palestina.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka yang mana para barber ini mengajarkan kepada kita semua betapa pentingnya saling berbagi dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan seperti untuk Palestina tanpa memandang perbedaan atau batasan apapun,” ujarnya di Pontianak, Minggu.

Ia menambahkan melalui aksi itu para barber telah membuktikan bahwa setiap orang dalam kapasitasnya masing-masing dapat berkontribusi untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

"Saya sangat mengapresiasi aksi yang diinisiasi Rumah Zakat dengan melibatkan para barber atau pemangkas rambut sebagai bentuk dukungan dan bantuan nyata demi kemanusiaan," ucapnya.

Ia menilai aksi ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang lainnya untuk melakukan sesuatu yang nyata dan bermakna dalam menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia. Dalam setiap potongan rambut, mereka mengingatkan kita semua akan kekuatan solidaritas dan kepedulian yang dapat merangkul dan mengubah kehidupan seseorang.

“'Potong Rambut Bayar Seikhlasnya' sebagai bentuk kepedulian para barber terhadap penderitaan rakyat Palestina ini telah memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan, kebaikan dan kerja sama dalam merangkul dunia yang lebih adil dan berempati,” tuturnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra mengatakan di tengah konflik yang sedang terjadi di Palestina, di mana masyarakat Palestina sedang menghadapi penderitaan dan kesulitan yang tak terbayangkan, ada kelompok individu yang berusaha memberikan dukungan dan bantuan nyata untuk mereka, seperti aksi yang dilakukan oleh para barber.

“Para barber ini menggunakan keahlian mereka dalam seni memangkas rambut untuk menggalang dana dan memberikan sumbangan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, aksi ini berawal dari ide dan tekad kuat sekelompok barber yang merasa tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mencukur rambut pelanggan mereka. Mereka ingin berkontribusi dalam menyebarkan kesadaran tentang konflik yang sedang berlangsung dan membantu meringankan beban yang ditanggung oleh rakyat Palestina.

“Tidak ada harga yang ditetapkan untuk potongan rambut, hanya semangat saling membantu yang menjadi fokus utama,” ucapnya.

Warga yang melintas di Bundaran Digulis Untan, secara spontan berdatangan untuk dipangkas rambutnya. Mereka begitu antusias melihat aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan membantu rakyat Palestina. Satu di antaranya Muis. Ia datang ke lokasi ini untuk dipangkas rambutnya sekaligus ingin memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kebetulan rambut saya sudah mulai panjang dan saya juga melihat aksi ini ditujukan untuk membantu bangsa Palestina yang tengah tertimpa musibah, makanya saya datang ke sini,” sebut mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ini.

Dalam aksi tersebut Asrul Putra menjadi orang pertama yang dipangkas rambutnya oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dengan menggunakan alat cukur, Edi dengan perlahan mencukur bagian demi bagian rambut Asrul. Meski tak tuntas, pekerjaan memangkas itu dilanjutkan satu di antara 50 barber yang ikut berpartisipasi.

Walkot Pontianak Mendorong Kolaborasi Komunitas dan Relawan untuk Pembangunan

Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengalungkan kain selempang kepada anggota komunitas. (ANTARA/Prokopimda PTK).
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya peran komunitas dan relawan dalam mendukung pembangunan di Kota Khatulistiwa. Dalam acara pembukaan Jambore Relawan Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon), ia menyoroti kebutuhan kolaborasi untuk menyelesaikan beragam masalah di kota tersebut.

Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah bekerja sama dengan berbagai komunitas di Kota Pontianak untuk menangani masalah-masalah yang ada. Ia mencontohkan keterlibatan Rumpon dalam berbagai kegiatan pembangunan, seperti membersihkan lingkungan pada berbagai kesempatan.

Menurutnya, kehadiran komunitas di lapangan sangat berarti bagi masyarakat, bukan hanya sebagai formalitas belaka. Oleh karena itu, ia mendorong pembinaan dan keterlibatan aktif komunitas dalam kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Sementara itu, Ketua Rumpon, Ario Sabrang, menjelaskan bahwa Jambore Relawan diikuti oleh 30 komunitas dengan berbagai agenda seperti diskusi, rapat divisi, hingga menonton film dokumenter yang mengangkat profil pembangunan Kota Pontianak.

Acara juga melibatkan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang untuk memperkenalkan masalah sampah di Kota Pontianak dan ajakan kepada komunitas untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah organik.

Selanjutnya, peserta juga diajak ke Tugu Khatulistiwa dan Mal Pelayanan Publik di Kapuas Indah, di mana mereka diberikan informasi terkait rencana pembangunan dan juga melakukan aksi sosial dengan Puskesmas Batu Layang.

Sumber: Dedi/Zita Meirina/ANTARA

Rabu, 01 November 2023

Kota Pontianak Raih Prestasi Cemerlang dalam Penilaian Inspektorat

Kota Pontianak Raih Prestasi Cemerlang dalam Penilaian Inspektorat.
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak patut berbangga karena berhasil meraih prestasi cemerlang dalam penilaian Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam penilaian yang melibatkan tiga aspek utama, yaitu kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih skor fantastis sebesar 91,10 persen.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, terutama di tengah kondisi pandemi yang melanda sebelumnya. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dengan bangga menyatakan, "Ini adalah hasil kerja keras dari seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Tantangan yang dihadapi selama pandemi tidak pernah mengurangi semangat kami untuk melayani masyarakat."

Dalam penjelasannya, Wali Kota Edi menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam pencapaian kinerja yang luar biasa ini, yakni kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum. 

Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengumpulan dan analisis data terkait dengan potensi dan kemampuan Pemerintah Kota Pontianak, terutama dalam hal anggaran dan sumber daya manusia.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kurang dari dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan telah menghadapi berbagai perubahan dalam administrasi dan pelaksanaan kinerja akibat pandemi. Namun, mereka telah berhasil menggunakan situasi tersebut sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan di kota ini.

Edi yakin bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Dia menyebut bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan telah mencapai hasil yang memuaskan, bahkan beberapa di antaranya melebihi target yang telah ditetapkan. 

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan perbaikan, mengikuti pedoman yang diberikan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Pihaknya juga terus memfokuskan upaya pada efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja. Dengan kerja keras dan dedikasi, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih predikat "Sangat Baik" dalam penilaian kinerja. 
Wali Kota Edi menyadari bahwa setiap tahun, indikator penilaian dari Pemerintah Pusat semakin berat, namun hal ini menjadi catatan penting yang harus diperhatikan.

Kesuksesan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan kesejahteraan warga serta daya saing daerah terus meningkat. 

Dengan kerja keras dan semangat juang yang tak pernah surut, Pontianak semakin bersinar di tengah tantangan global yang terus berubah. (**)

Selasa, 24 Oktober 2023

Hari Jadi Pontianak ke-252: Ribuan Peserta Meriahkan Acara Tari Melayu Jepin Massal

Hari Jadi Pontianak ke-252: Ribuan Peserta Meriahkan Acara Tari Melayu Jepin Massal
Hari Jadi Pontianak ke-252: Ribuan Peserta Meriahkan Acara Tari Melayu Jepin Massal.
PONTIANAK - Dalam sebuah acara yang meriahkan hari jadi ke-252 Kota Pontianak, sebanyak 12 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pejabat provinsi, kota, pemuda, perguruan tinggi, sektor swasta, serta berbagai komunitas lainnya, turut serta dalam Tari Melayu Jepin massal yang digelar di Kawasan Taman Alun-Alun Kapuas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa seluruh warga dan para tamu undangan, yang hadir untuk merayakan hari jadi Kota Pontianak, turut berpartisipasi dalam Tari Melayu Jepin massal dengan mengenakan pakaian tradisional seperti baju kurung dan teluk belanga sesuai dengan kelompok masing-masing.

Tari Jepin massal dianggap melambangkan kekompakan seluruh masyarakat dalam membangun Pontianak, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, yaitu "Pontianak Bersinar Harmonis dan Tangguh." Wali Kota Pontianak menekankan komitmen Pemkot Pontianak untuk menjadikan kota ini nyaman bagi penduduknya. Ia juga menggarisbawahi harmoni yang ada di antara berbagai etnis yang mendiami kota ini, yang merupakan kekuatan besar dalam pembangunan yang saling bersinergi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Salah satu peserta tari Jepin, Nani, dari kelompok Rumah Sakit Yarsi Pontianak, menyatakan kegembiraannya bisa turut serta dalam memeriahkan hari jadi Kota Pontianak dengan Tari Melayu Jepin massal. Menurutnya, keikutsertaan dalam tari ini adalah wujud cinta terhadap budaya Melayu.

Meskipun cuaca panas dan terik, semangat para peserta tari Jepin tidak luntur, dan mereka dengan penuh semangat mengikuti Tari Melayu Jepin bersama ribuan peserta lainnya.

Tari Jepin, yang berasal dari Kota Pontianak dan merupakan warisan budaya nenek moyang, telah mencatatkan rekor sebagai tari massal teramai di Museum Rekor Dunia Indonesia pada tahun 2019.

Jumat, 25 Agustus 2023

Dinas PUPR Kota Pontianak Luncurkan "K-Pe Bang Selfi" untuk Pelayanan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik Fungsi

Dinas PUPR Kota Pontianak Luncurkan "K-Pe Bang Selfi" untuk Pelayanan Bangunan Gedung dan Sertifikat Laik Fungsi.
PONTIANAK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak telah mengambil langkah inovatif dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan Klinik Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yang dikenal sebagai "K-Pe Bang Selfi". Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses pengajuan PBG dan SLF serta memberikan konsultasi teknis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kabid Cipta Karya dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Pontianak, Edwin Raditya, K-Pe Bang Selfi akan memberikan solusi bagi masyarakat yang seringkali merasa bingung dalam proses pengajuan PBG dan SLF di Kota Pontianak. "Dengan K-Pe Bang Selfi di sana, masyarakat yang merasa bingung saat proses pengajuan PBG maupun SLF di Kota Pontianak dapat berkonsultasi dengan tenaga teknis terkait," ujarnya.

Edwin menjelaskan bahwa melalui K-Pe Bang Selfi, proses pelayanan PBG dan SLF akan menjadi lebih cepat dan mudah. Dalam upaya ini, Dinas PUPR Kota Pontianak telah menyediakan berbagai loket pelayanan, termasuk loket konsultasi, pendaftaran, verifikasi, serta pengambilan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD).

"Pihak kami akan membantu memandu pemohon yang mengalami kesulitan, sehingga mereka dapat mengoperasikan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG)," tambahnya.

Edwin menegaskan bahwa layanan PBG dan SLF telah dimulai sejak tanggal 1 Maret 2022. Namun, pada awal peluncurannya, fasilitas pelayanan terbatas. Pada tahun ini, setelah melalui evaluasi, Dinas PUPR Kota Pontianak memutuskan untuk meningkatkan layanan ini, mengingat adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Setiap harinya, terdapat 15-20 pemohon yang datang untuk mengajukan permohonan.

Pendaftaran PBG memiliki mekanisme yang berbeda dengan SLF. Pemohon PBG dimulai dengan melengkapi dokumen administratif seperti fotokopi sertifikat tanah yang dilegalisir, fotokopi KTP atau kuasa, fotokopi PBB yang masih berlaku, serta Surat Keterangan Retribusi Kota (SKRK) yang diperoleh dari aplikasi SIMTARU.

Untuk bangunan yang memiliki risiko tinggi atau bangunan publik, diperlukan rekomendasi dari Tim Profesi Ahli (TPA). PBG sendiri tidak memiliki masa berlaku, berbeda dengan SLF. Sementara itu, SLF memiliki masa berlaku hingga 20 tahun untuk rumah tinggal dan lima tahun untuk bangunan usaha.

Edwin menjelaskan, "SKRK berisi informasi tentang rencana kota, seperti kepemilikan jalan, ketinggian bangunan, hingga pemetaan zona. Setelah dokumen lengkap, SKRK akan diperiksa oleh petugas kami untuk verifikasi administratif dan teknis sebelum diunggah."

Dengan diluncurkannya K-Pe Bang Selfi, Dinas PUPR Kota Pontianak telah mengambil langkah positif dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. Inovasi ini diharapkan akan membawa manfaat yang signifikan bagi pemohon PBG dan SLF serta secara keseluruhan meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan di bidang perizinan bangunan.

(Tim Red)

Rabu, 16 Agustus 2023

Prestasi Hebat! SMPN 3 Kota Pontianak Masuk 10 Besar FL2SN

Prestasi Hebat! SMPN 3 Kota Pontianak Masuk 10 Besar FL2SN.
PONTIANAK - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, telah mencapai pencapaian luar biasa dengan meraih posisi dalam 10 besar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.

Dalam sorotan ini, Spanta Percussion, kelompok musik tradisional yang diperwakili oleh pelajar SMPN 3 Kota Pontianak, berhasil melangkah ke babak 10 besar dalam kategori musik tradisional. Kepala SMPN 3 Kota Pontianak, Subhan, menyatakan kegembiraannya atas prestasi ini. Dia mengungkapkan kebanggaannya bahwa Spanta Percussion mampu mengungguli sekolah-sekolah lain dari seluruh penjuru Indonesia dan bahkan peserta dari luar negeri dalam ajang FL2SN yang bergengsi ini.

Proses menuju tingkat nasional ini tidaklah mudah. Subhan mengungkapkan bahwa Spanta Percussion telah melewati berbagai tahapan, mulai dari kompetisi di tingkat Kota Pontianak, kemudian berhasil meraih peringkat pertama di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dengan semangat juang yang tinggi, kelompok ini kemudian berkompetisi di level nasional, akhirnya meraih prestasi istimewa masuk dalam 10 besar.

"Dengan keyakinan yang kuat, kami berharap anggota tim kami akan membawa pulang medali emas. FL2SN adalah kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek," kata Subhan dengan antusiasme.

Prestasi ini bukanlah pencapaian pertama bagi SMPN 3 Kota Pontianak dalam ajang serupa. Pada tahun sebelumnya, sekolah ini juga berhasil memperoleh medali emas dalam kategori tari tradisional. Subhan berpendapat bahwa berbagai prestasi gemilang ini adalah hasil dari program-program yang telah dijalankan oleh SMPN 3 Kota Pontianak.

Salah satu faktor yang tak dapat diabaikan dalam pencapaian ini adalah sinergi yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua siswa. Subhan menekankan pentingnya dukungan penuh dari orang tua siswa dalam mencapai prestasi-prestasi tersebut.

"Peran serta orang tua sangat luar biasa dalam mendukung kesuksesan anak-anak kita," ujar Subhan.

Subhan menjelaskan bahwa persiapan untuk mencapai prestasi tingkat nasional dimulai sejak siswa masuk ke kelas tujuh. Bakat dan kemampuan siswa dipantau dan dievaluasi secara berkala sejak awal bersekolah di SMPN 3 Kota Pontianak.

Di samping itu, sekolah ini juga memberikan perhatian khusus pada ekstrakurikuler, dengan fokus pada cabang lomba yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah bakat siswa diidentifikasi sejak awal, langkah selanjutnya adalah memetakan mereka sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

"Kami melibatkan guru-guru yang berkualitas dan juga melibatkan orang tua dalam mendukung anak-anak dalam meraih prestasi," jelas Subhan.

Pencapaian prestasi di tingkat nasional ini tidak hanya berkat usaha sekolah semata, melainkan juga didukung oleh sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua siswa. Orang tua siswa tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga secara finansial. Subhan menyatakan bahwa dukungan finansial dari orang tua siswa merupakan faktor penting dalam meraih prestasi dalam bidang seni, yang seringkali memerlukan biaya yang cukup besar.

"Kontribusi sekolah penting, tetapi dukungan dan keterlibatan orang tua tak ternilai harganya. Hanya sedikit yang dapat diberikan oleh sekolah, sementara sisanya adalah dukungan dari orang tua. Tanpa dukungan orang tua, sulit untuk meraih kemenangan, karena prosesnya kompleks dan mahal, terutama dalam bidang seni," tambah Subhan dengan tulus.

(Tim Liputan)