Berita BorneoTribun: Lapas Kalsel hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Lapas Kalsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lapas Kalsel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2026

Ditjenpas Kalsel Ajak Masyarakat Dukung Produk Warga Binaan Lewat Bazar

Kanwil Ditjenpas Kalsel menggelar bazar karya warga binaan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, menampilkan produk pertanian dan kerajinan bernilai ekonomis.
Kanwil Ditjenpas Kalsel menggelar bazar karya warga binaan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, menampilkan produk pertanian dan kerajinan bernilai ekonomis.

BANJARMASIN — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan menggelar bazar produk hasil karya warga binaan dari seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di wilayah tersebut.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, yang diperingati setiap tanggal 27 April.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, mengatakan bazar tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

“Bazar ini kami laksanakan dalam rangkaian semarak Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026,” ujar Mulyadi di Banjarmasin, Rabu.

Beragam Produk Kreatif Warga Binaan Dipamerkan

Dalam bazar tersebut, berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan dipamerkan dan dijual kepada masyarakat.

Produk yang tersedia cukup beragam, mulai dari:

  • Hasil pertanian seperti sayur dan buah segar

  • Kerajinan tangan bernilai estetika

  • Produk kreatif dengan nilai ekonomis

  • Barang hasil keterampilan kerja warga binaan

Menurut Mulyadi, produk-produk yang ditampilkan merupakan bukti nyata bahwa warga binaan memiliki potensi dan kemampuan untuk menghasilkan karya berkualitas.

Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa melihat langsung hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di dalam lapas dan rutan.

Dukungan Masyarakat Jadi Motivasi Moral Bagi WBP

Mulyadi menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam membeli produk warga binaan memiliki dampak yang besar terhadap keberlanjutan program pembinaan.

Selain memberikan manfaat ekonomi, dukungan tersebut juga menjadi motivasi moral bagi warga binaan untuk terus berkarya.

“Dengan masyarakat membelinya artinya memberikan suntikan motivasi moral sekaligus ikut serta mendukung keberlanjutan program pembinaan,” jelasnya.

Partisipasi publik dinilai penting dalam membangun rasa percaya diri warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Bekal Keterampilan Untuk Masa Depan Warga Binaan

Program pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama Ditjenpas dalam membentuk warga binaan yang siap kembali ke masyarakat.

Melalui pelatihan dan kegiatan produktif seperti pertanian, kerajinan, dan usaha kecil, warga binaan dibekali keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan setelah bebas nanti.

Mulyadi menambahkan bahwa tujuan utama dari program tersebut adalah mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana.

Dengan memiliki keterampilan usaha, warga binaan diharapkan mampu hidup mandiri dan berkontribusi positif bagi lingkungan sosial.

Makna Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Hari Bakti Pemasyarakatan diperingati setiap tanggal 27 April, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Momentum ini juga menjadi ajang evaluasi dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Selain itu, peringatan HBP bertujuan untuk:

  • Meningkatkan profesionalisme petugas pemasyarakatan

  • Mengevaluasi kinerja pembinaan

  • Memperkuat program pengembangan warga binaan

  • Mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses reintegrasi sosial

Perayaan HBP ke-62 tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat citra pemasyarakatan sebagai sistem yang humanis dan berorientasi pada pembinaan.

Dampak Positif Bazar Bagi Program Pembinaan

Bazar hasil karya warga binaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki dampak nyata terhadap keberlanjutan program pembinaan.

Beberapa manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:

  • Membuka peluang pemasaran produk warga binaan

  • Meningkatkan kepercayaan diri warga binaan

  • Memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat

  • Mendukung ekonomi produktif di lingkungan pemasyarakatan

Dengan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan membeli produk warga binaan, peluang keberhasilan reintegrasi sosial juga semakin besar.

FAQ

Apa itu Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP)?

Hari Bakti Pemasyarakatan adalah peringatan tahunan setiap 27 April untuk mengenang berdirinya sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Apa tujuan bazar produk warga binaan?

Tujuannya untuk memamerkan hasil pembinaan keterampilan, meningkatkan motivasi warga binaan, serta memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Produk apa saja yang dijual dalam bazar?

Produk meliputi hasil pertanian seperti sayur dan buah, serta berbagai kerajinan tangan dan produk kreatif lainnya.

Mengapa masyarakat dianjurkan membeli produk warga binaan?

Karena pembelian produk menjadi dukungan moral dan ekonomi bagi warga binaan serta membantu keberlanjutan program pembinaan.

Apa manfaat pembinaan kemandirian bagi warga binaan?

Pembinaan ini memberikan keterampilan usaha yang dapat digunakan untuk hidup mandiri setelah bebas dan mencegah pengulangan tindak pidana.

Selasa, 24 Maret 2026

Hampir 10 Ribu Kunjungan Lebaran Warnai Lapas Dan Rutan Di Kalsel

Kunjungan Lebaran di Lapas Kalsel tembus 9.875 orang, sebanyak 4.155 warga binaan dikunjungi keluarga. Proses berlangsung tertib dan aman.
Kunjungan Lebaran di Lapas Kalsel tembus 9.875 orang, sebanyak 4.155 warga binaan dikunjungi keluarga. Proses berlangsung tertib dan aman.

BANJARMASIN — Suasana Lebaran di Kalimantan Selatan tahun ini terasa beda. Bukan cuma di rumah atau tempat wisata, tapi juga di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang dipadati kunjungan keluarga warga binaan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan mencatat total kunjungan selama dua hari Lebaran mencapai 9.875 orang. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme keluarga untuk tetap menjaga silaturahmi, meski harus bertemu di balik jeruji.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, menyebutkan bahwa dari total tersebut, sebanyak 4.155 warga binaan menerima kunjungan.

“Total warga binaan yang dikunjungi 4.155 orang,” ujarnya di Banjarmasin, Senin.

Lonjakan Tajam Di Hari Kedua

Kalau dilihat rinciannya, kunjungan di hari pertama Lebaran (Sabtu, 21 Maret) tercatat sebanyak 2.293 orang, yang datang untuk menjenguk 707 warga binaan.

Namun, lonjakan signifikan terjadi di hari kedua (Minggu, 22 Maret). Jumlah pengunjung langsung melejit jadi 7.582 orang, dengan 3.448 warga binaan menerima kunjungan.

Bisa dibilang, hari kedua jadi puncak keramaian kunjungan Lebaran di lapas dan rutan se-Kalsel.

Puluhan Lapas Dan Rutan Buka Layanan

Untuk mendukung momen ini, sejumlah lapas dan rutan membuka layanan kunjungan khusus Lebaran.

Di hari pertama, ada delapan unit yang melayani kunjungan, termasuk Lapas Kotabaru, Lapas Narkotika Karang Intan, hingga Rutan Barabai.

Sementara di hari kedua, jumlahnya meningkat jadi 15 lapas dan rutan, termasuk Lapas Banjarmasin, Lapas Perempuan Martapura, hingga Rutan Pelaihari.

Langkah ini dilakukan supaya semua keluarga tetap punya kesempatan bertemu dengan warga binaan tanpa hambatan berarti.

Situasi Tetap Aman Dan Terkendali

Meski jumlah pengunjung membludak, Mulyadi memastikan seluruh proses kunjungan berjalan lancar.

Nggak ada insiden berarti, dan semua pengunjung juga dinilai cukup kooperatif mengikuti aturan yang berlaku.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada keluarga warga binaan yang sudah tertib selama kunjungan berlangsung.

Pengorbanan Petugas Di Hari Lebaran

Di balik kelancaran ini, ada peran besar petugas lapas yang tetap bekerja saat hari raya.

Mulyadi mengungkapkan, banyak petugas yang rela tidak merayakan Lebaran bersama keluarga demi menjalankan tugas.

“Petugas sendiri rela tidak berlebaran dengan keluarga di rumah demi tugas,” katanya.

Dedikasi ini jadi bukti bahwa pelayanan kepada warga binaan dan keluarganya tetap jadi prioritas, bahkan di momen penting seperti Lebaran.

Makna Lebaran Tetap Terjaga

Meski berlangsung di dalam lapas, suasana haru tetap terasa. Banyak keluarga yang memanfaatkan momen ini untuk melepas rindu, memberi semangat, dan mempererat hubungan.

Lebaran pun tetap punya makna yang sama: kebersamaan, saling memaafkan, dan menjaga ikatan keluarga.

FAQ

1. Berapa jumlah kunjungan Lebaran di Lapas Kalsel?
Total kunjungan mencapai 9.875 orang selama dua hari Lebaran.

2. Berapa warga binaan yang dikunjungi?
Sebanyak 4.155 warga binaan menerima kunjungan dari keluarga.

3. Kapan puncak kunjungan terjadi?
Puncaknya terjadi di hari kedua Lebaran dengan 7.582 pengunjung.

4. Apakah kunjungan berjalan lancar?
Ya, seluruh proses berlangsung tertib, aman, dan terkendali.

5. Apa peran petugas selama Lebaran?
Petugas tetap bekerja dan bahkan rela tidak berlebaran demi memastikan layanan berjalan baik.