Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Sekolah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

18 Sekolah Di Hulu Sungai Tengah Ikuti Pembinaan Menuju Adiwiyata Tahun 2026

Pemkab HST membina 18 sekolah calon Adiwiyata 2026 guna memperkuat budaya lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan di sekolah.
Pemkab HST membina 18 sekolah calon Adiwiyata 2026 guna memperkuat budaya lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan di sekolah.

HST, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mulai mengintensifkan pembinaan bagi sekolah yang diproyeksikan mengikuti Program Adiwiyata tahun 2026. Sebanyak 18 sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) kini masuk dalam tahap pendampingan awal.

Program ini tidak hanya berfokus pada pencapaian penghargaan, melainkan diarahkan untuk membentuk kebiasaan dan budaya lingkungan hidup yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Akmad Syafaat, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya menghadirkan ruang hijau secara fisik, tetapi juga perlu menanamkan kesadaran lingkungan dalam perilaku sehari-hari dan kegiatan pembelajaran.

Pendekatan yang dilakukan dalam pembinaan Adiwiyata kini semakin menekankan perubahan perilaku warga sekolah. Hal ini mencakup kepala sekolah, guru, siswa, hingga komite sekolah.

Melalui program tersebut, sekolah didorong untuk memahami secara menyeluruh kriteria penilaian berdasarkan regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 05 Tahun 2025/2026.

Selain pemahaman regulasi, sekolah juga diharapkan mampu menerapkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan, seperti:

  • Pengelolaan sampah berbasis kompos

  • Penghematan penggunaan energi listrik

  • Penggunaan air secara efisien

  • Integrasi edukasi lingkungan dalam proses belajar mengajar

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.

Sejauh ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah memiliki puluhan sekolah yang berhasil meraih status Adiwiyata. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sedikitnya 47 sekolah di wilayah tersebut telah mendapatkan pengakuan sebagai sekolah peduli lingkungan.

Keberhasilan ini menjadi fondasi penting dalam memperluas gerakan sekolah ramah lingkungan ke lebih banyak satuan pendidikan.

Dengan adanya tambahan 18 calon sekolah baru, pemerintah daerah berharap jumlah sekolah Adiwiyata akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

Pembinaan menuju sekolah Adiwiyata dinilai tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur sekolah serta pendampingan berkelanjutan dari tim pembina.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dalam memenuhi seluruh persyaratan, sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Lingkungan sekolah yang bersih dan asri diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendidikan, tetapi juga media pembelajaran yang mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap alam.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah diharapkan mampu menjadi contoh praktik pendidikan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat daerah.

FAQ

Apa itu Program Adiwiyata?

Program Adiwiyata adalah program pemerintah yang bertujuan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan edukasi dan pengelolaan lingkungan sekolah.

Berapa jumlah sekolah calon Adiwiyata di HST tahun 2026?

Sebanyak 18 sekolah dari tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti pembinaan menuju Adiwiyata 2026.

Apa saja kegiatan dalam program Adiwiyata?

Kegiatan meliputi pengelolaan sampah, penghematan energi, penghematan air, serta pembelajaran lingkungan yang terintegrasi dalam kurikulum.

Berapa jumlah sekolah Adiwiyata di HST saat ini?

Saat ini terdapat sekitar 47 sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang telah meraih status Adiwiyata.

Mengapa program Adiwiyata penting bagi sekolah?

Program ini membantu membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.

Sabtu, 04 April 2026

TPS Dekat SD Amkur Bengkayang Dipindah, Ini Alasan Bupati

Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.
Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai mengambil langkah konkret dalam penataan pengelolaan sampah dengan merencanakan relokasi tempat pembuangan sampah (TPS) dari kawasan depan SD Amkur Bengkayang ke lokasi yang lebih representatif.

Langkah ini dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, yang turun ke lapangan untuk meninjau calon lokasi baru TPS. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan lokasi yang dipilih tidak lagi berdampak pada aktivitas pendidikan maupun kesehatan lingkungan sekitar.

“Relokasi ini penting agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” ujar Sebastianus Darwis saat kunjungan di Bengkayang, Jumat.

Keluhan Warga Jadi Pertimbangan Utama

Dalam kunjungannya, Bupati juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga sekitar. Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait keberadaan TPS yang selama ini berada terlalu dekat dengan fasilitas pendidikan.

Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang kerap muncul, serta khawatir terhadap potensi dampak kesehatan, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

Fokus Pada Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

Tak hanya relokasi, Pemkab Bengkayang juga berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah akan dibenahi agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami menciptakan tata kelola persampahan yang berkelanjutan dan mendukung lingkungan yang bersih, sehat, serta layak, khususnya di kawasan pendidikan,” tambahnya.

Target Lokasi Baru Segera Ditentukan

Pemerintah daerah menargetkan penentuan lokasi baru TPS dapat segera rampung setelah melalui kajian teknis yang matang serta mempertimbangkan masukan masyarakat.

Dengan langkah ini, diharapkan keberadaan TPS tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan bertanggung jawab.

FAQ

1. Kenapa TPS di dekat SD Amkur Bengkayang dipindahkan?
Karena lokasinya dinilai mengganggu aktivitas belajar serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat bau dan limbah.

2. Siapa yang menggagas relokasi TPS ini?
Relokasi ini digagas oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, sebagai bagian dari penataan lingkungan.

3. Apakah hanya relokasi TPS saja yang dilakukan?
Tidak. Pemerintah juga memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

4. Kapan relokasi TPS akan dilakukan?
Masih dalam tahap kajian teknis dan penentuan lokasi baru dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

5. Apa manfaat relokasi TPS bagi masyarakat?
Lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan tidak mengganggu aktivitas pendidikan.

(Fran Asok)