Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Luka Modric. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luka Modric. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2026

Davor Suker Sebut Luka Modric Berpeluang Kembali ke Real Madrid Usai Tinggalkan AC Milan

Luka Modric disebut berpeluang kembali ke Real Madrid setelah semusim bersama AC Milan. Davor Suker yakin sang legenda Kroasia akan kembali usai Piala Dunia.
Luka Modric disebut berpeluang kembali ke Real Madrid setelah semusim bersama AC Milan. Davor Suker yakin sang legenda Kroasia akan kembali usai Piala Dunia.

JAKARTA - Legenda Kroasia Davor Suker mengungkapkan keyakinannya bahwa Luka Modric akan kembali ke Real Madrid pada musim panas ini. Pernyataan itu disampaikan Suker setelah Modric menjalani satu musim bersama AC Milan.

Modric meninggalkan Real Madrid pada akhir musim 2024-2025 setelah mengakhiri kebersamaan selama 13 tahun di Santiago Bernabeu. Selama periode tersebut, gelandang berusia 40 tahun itu mempersembahkan 28 trofi utama, termasuk empat gelar LaLiga dan enam trofi Liga Champions.

Secara keseluruhan, Modric mencatatkan 597 penampilan bersama Los Blancos. Ia juga menyumbang 88 assist, hanya kalah dari Toni Kroos dan Karim Benzema dalam daftar pemain dengan assist terbanyak selama periode tersebut.

Setelah hengkang dari Madrid, Modric bergabung dengan AC Milan pada Juli tahun lalu dengan kontrak satu musim serta opsi perpanjangan setahun. Namun, kegagalan Rossoneri lolos ke Liga Champions memicu perombakan besar di klub, termasuk berakhirnya masa kerja pelatih Massimiliano Allegri.

Sejumlah laporan menyebut kapten Kroasia itu berpotensi pensiun setelah Piala Dunia. Meski demikian, Suker meyakini Modric masih akan memiliki hubungan dengan Real Madrid, baik sebagai pemain maupun dalam peran lain.

"Sekarang Anda akan bertanya apakah dia akan tetap di Milan atau kembali ke Madrid. Saya pikir sesuatu akan terjadi dengan Real Madrid," kata Suker kepada Radio Marca, seperti dikutip Football Italia.

"Dia pasti akan kembali, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Mari menunggu hingga Piala Dunia berakhir dan melihat apa yang terjadi."

Suker enggan mengungkap lebih jauh terkait kemungkinan tersebut.

"Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak. Biarkan sedikit menjadi misteri, saya tidak bisa mengungkap semuanya," ujarnya.

Kembalinya Modric ke Real Madrid masih sebatas prediksi dari Suker. Masa depan peraih Ballon d'Or 2018 itu diperkirakan akan menjadi lebih jelas setelah Piala Dunia berakhir.

Rabu, 17 Juni 2026

Inggris vs Kroasia: Delapan Tahun Setelah Semifinal 2018, Kisah Itu Berlanjut

Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Duel dua tim unggulan ini menjadi penentu awal persaingan menuju fase gugur.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Duel dua tim unggulan ini menjadi penentu awal persaingan menuju fase gugur.

Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Ujian Perdana The Three Lions dalam Perburuan Gelar Juara

JAKARTA - Timnas Inggris akan memulai perjalanan mereka di Grup L Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6) pukul 03.00 WIB. 

Pertandingan ini menjadi salah satu laga pembuka yang paling menarik perhatian karena mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah panjang di ajang sepak bola dunia.

Laga Inggris vs Kroasia tidak hanya menjadi perebutan tiga poin pertama di Grup L, tetapi juga menjadi tolok ukur kekuatan kedua tim dalam upaya melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026. 

Dengan format baru yang memberi peluang lebih besar bagi tim untuk lolos, hasil pertandingan pertama tetap memiliki pengaruh besar terhadap posisi klasemen.

Inggris Datang dengan Ambisi Besar

Timnas Inggris memasuki turnamen sebagai salah satu kandidat kuat juara. Generasi pemain yang dimiliki saat ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang tampil konsisten di level klub maupun internasional.

Kehadiran Thomas Tuchel sebagai pelatih juga menjadi sorotan tersendiri. Piala Dunia 2026 menjadi pengalaman pertama pelatih asal Jerman tersebut memimpin Inggris di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Tuchel menyebut Piala Dunia sebagai puncak karier kepelatihannya. Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya target yang dibebankan kepada sang pelatih untuk membawa The Three Lions meraih prestasi maksimal.

Dalam laga melawan Kroasia, Inggris diperkirakan tetap mengandalkan sejumlah pemain utama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, hingga John Stones. Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Inggris memiliki kualitas yang merata di setiap lini.

Kroasia Tetap Berbahaya Berkat Pengalaman

Meski tidak terlalu diunggulkan dibanding Inggris, Kroasia tetap menjadi lawan yang tidak bisa diremehkan. 

Dalam beberapa edisi turnamen besar terakhir, Kroasia berkali-kali membuktikan diri sebagai tim yang mampu melangkah jauh dan tampil kompetitif menghadapi negara-negara elite.

Pengalaman masih menjadi kekuatan utama Kroasia. Nama-nama seperti Luka Modric dan Mateo Kovacic diprediksi kembali menjadi pusat permainan tim.

Kemampuan kedua gelandang tersebut dalam mengontrol tempo pertandingan dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi agresivitas permainan Inggris. 

Pengalaman mereka di level internasional juga memberi ketenangan bagi skuad Kroasia saat menghadapi tekanan pertandingan besar.

Bayang-Bayang Semifinal Piala Dunia 2018

Pertemuan Inggris dan Kroasia selalu mengingatkan publik pada semifinal Piala Dunia 2018. Saat itu, Inggris harus mengubur impian tampil di final setelah kalah 1-2 dari Kroasia melalui babak perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi pendukung Inggris. Karena itu, duel di Arlington kali ini memiliki nilai emosional tersendiri meski berlangsung pada fase grup.

Bagi Inggris, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan tim sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi lawan yang pernah menggagalkan langkah menuju final Piala Dunia.

Masalah Cedera Menghantui Inggris

Menjelang laga perdana, Inggris mendapat kabar kurang baik setelah Tino Livramento dipastikan absen dari Piala Dunia 2026 akibat cedera otot betis saat menjalani latihan.

Sebagai langkah antisipasi, Thomas Tuchel memanggil Trevoh Chalobah untuk memperkuat kedalaman skuad. 

Namun, pemain Chelsea tersebut belum dapat dimainkan dalam pertandingan pembuka melawan Kroasia.

Absennya Livramento memang mengurangi opsi di sektor pertahanan, tetapi Inggris masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang siap mengisi lini belakang.

Persaingan Ketat di Grup L

Selain Inggris dan Kroasia, Grup L juga dihuni Ghana dan Panama. Keempat tim masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak berikutnya.

Dengan sistem kompetisi Piala Dunia 2026 yang meloloskan dua tim teratas setiap grup serta delapan peringkat ketiga terbaik, setiap poin menjadi sangat berharga. 

Kemenangan pada laga pertama akan memberikan keuntungan besar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Setelah menghadapi Kroasia, Inggris dijadwalkan bertemu Ghana pada 23 Juni dan Panama pada 27 Juni. Sementara itu, Kroasia akan melawan Panama dan Ghana pada tanggal yang sama.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Di atas kertas, Inggris memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dan kualitas individu yang sangat mumpuni. 

Namun, Kroasia dikenal sebagai tim yang disiplin, sabar, dan mampu tampil efektif dalam pertandingan penting.

Duel lini tengah diperkirakan menjadi kunci pertandingan. Inggris mengandalkan energi dan kreativitas Jude Bellingham serta Declan Rice, sementara Kroasia bertumpu pada pengalaman Luka Modric dan Mateo Kovacic.

Jika mampu mengendalikan tempo permainan sejak awal, Inggris berpeluang meraih hasil positif. 

Namun, Kroasia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tekanan dan sering kali mampu memanfaatkan kesalahan kecil lawan.

Karena itu, pertandingan Inggris vs Kroasia layak disebut sebagai salah satu laga paling menarik pada fase awal Piala Dunia 2026. 

Hasil pertandingan ini dapat menjadi penentu arah persaingan Grup L sekaligus memberikan gambaran kekuatan kedua tim dalam perburuan tiket menuju babak gugur.

Sabtu, 24 Mei 2025

Luka Modric Ucap Perpisahan Haru dengan Real Madrid: Momen Terakhir di La Liga yang Tak Terlupakan

Luka Modric Ucap Perpisahan Haru dengan Real Madrid: Momen Terakhir di La Liga yang Tak Terlupakan
Luka Modric Ucap Perpisahan Haru dengan Real Madrid: Momen Terakhir di La Liga yang Tak Terlupakan.

JAKARTA - Luka Modric baru saja mengirimkan surat emosional buat para penggemar Real Madrid, mengucapkan selamat tinggal setelah 13 tahun berjuang bersama klub yang sudah dia anggap rumah sendiri.

Meski kabar sebelumnya menyebutkan bahwa pelatih baru Xabi Alonso ingin mempertahankan Modric untuk satu musim lagi, akhirnya Real Madrid memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang gelandang veteran. Klub pun memastikan Modric akan resmi meninggalkan Madrid setelah gelaran Piala Dunia Antarklub FIFA musim ini.

Perpisahan dengan salah satu pemain paling sukses di sejarah klub tentu meninggalkan kesan mendalam. Melalui media sosial, Modric menuliskan pesan terima kasih yang tulus untuk semua yang sudah mendukungnya sejak bergabung pada 2012 lalu.

Luka Modric Ucap Perpisahan Haru dengan Real Madrid: Momen Terakhir di La Liga yang Tak Terlupakan
Luka Modric Ucap Perpisahan Haru dengan Real Madrid: Momen Terakhir di La Liga yang Tak Terlupakan.

“Waktunya sudah tiba,” tulis Modric. “Waktu yang dulu tak pernah aku bayangkan akan datang, tapi begitulah sepak bola dan kehidupan ada awal dan ada akhir. Sabtu ini aku akan menjalani pertandingan terakhirku di Santiago Bernabéu.”

Modric mengingat kembali awal kedatangannya ke Madrid dengan penuh harapan: “Aku datang ke sini dengan impian memakai jersey klub terbaik di dunia dan keinginan besar untuk meraih hal-hal hebat. Tapi apa yang terjadi kemudian jauh melampaui bayanganku. Bermain untuk Real Madrid mengubah hidupku, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi. Aku bangga bisa menjadi bagian dari era paling gemilang dalam sejarah klub ini.”

Dia juga berterima kasih khusus kepada presiden klub Florentino Pérez, rekan-rekan setim, pelatih, dan semua orang yang sudah membantunya selama ini. “Selama bertahun-tahun, aku melewati banyak momen luar biasa kemenangan yang hampir mustahil, final-final seru, perayaan tak terlupakan, dan malam-malam magis di Bernabéu. Kami sudah meraih segalanya, dan aku sangat bahagia. Sangat-sangat bahagia.”

Namun, Modric menegaskan bahwa yang paling berharga bukan hanya gelar atau kemenangan, tapi cinta dan dukungan dari fans Real Madrid. “Aku sulit mengungkapkan betapa istimewanya hubungan yang aku rasakan dengan kalian semua. Aku merasa didukung, dihormati, dan dicintai sepanjang waktu. Aku tak akan pernah lupa setiap tepuk tangan dan tanda kasih sayang yang kalian berikan.”

“Saat ini aku pergi dengan hati yang penuh, penuh dengan kebanggaan, rasa syukur, dan kenangan tak terlupakan. Meski setelah Piala Dunia Antarklub aku tak akan lagi memakai seragam ini di lapangan, aku akan selalu jadi fans Real Madrid,” tutup Modric dengan penuh haru.

Luka Modric akan memainkan laga terakhirnya di Santiago Bernabéu pada hari Sabtu nanti sebagai penutup kiprahnya di La Liga. Setelah itu, dia akan menandatangani kontrak jangka pendek untuk berlaga di Piala Dunia Antarklub sebelum resmi mengakhiri masa baktinya bersama Real Madrid pada 13 Juli mendatang.

Selasa, 20 Mei 2025

Luka Modric Belum Pasti Bertahan di Real Madrid? Ancelotti Desak Klub Buat Keputusan Sebelum Terlambat!

Luka Modric Belum Pasti Bertahan di Real Madrid? Ancelotti Desak Klub Buat Keputusan Sebelum Terlambat!
Luka Modric Belum Pasti Bertahan di Real Madrid? Ancelotti Desak Klub Buat Keputusan Sebelum Terlambat!.

JAKARTA - Bro, lo udah denger kabar terbaru soal Luka Modric di Real Madrid belum? Wah, ini topik lagi panas banget, apalagi buat lo yang ngaku Madridista sejati. Jadi gini ceritanya, pelatih legendaris Carlo Ancelotti baru aja buka suara dan kayaknya udah mulai “gerah” sama situasi kontrak Luka Modric yang belum juga jelas sampe sekarang.

Jadi, Modric tuh kan kontraknya abis akhir musim ini, dan sampai detik ini belum ada keputusan dari pihak klub Real Madrid masih “galau” nih, bro. Mau diperpanjang apa enggak, belum jelas juga. Padahal, usia Modric udah 39 tahun, tapi dia masih jadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Madrid, lho. Bayangin aja, sejak gabung dari Tottenham tahun 2012, dia udah tampil di 393 pertandingan La Liga dan terlibat langsung dalam 93 gol. Gila nggak tuh?

Nah, kemarin abis Madrid menang 2-0 lawan Sevilla, Ancelotti langsung blak-blakan ke media. Dia bilang Madrid harus cepet-cepet ambil keputusan soal masa depan Modric. Katanya sih, ini bukan cuma soal klub, tapi juga buat kebaikan Modric sendiri dan masa depan tim.

“Semua orang tahu seberapa besar Madrid ingin Modric bertahan,” ujar Ancelotti.

“Mereka masih punya waktu buat ambil keputusan terbaik. Buat klub, buat dia, dan buat masa depan.”

Keren banget kan omongan Ancelotti? Tapi jujur aja, ini kode keras sih dari pelatih yang udah bawa Madrid juara berkali-kali itu. Dia kayak bilang, “Ayo dong, jangan kelamaan mikir. Modric tuh aset berharga!”

Yang bikin makin menarik, Ancelotti sendiri juga bakal cabut dari Madrid minggu depan, abis pertandingan terakhir lawan Real Sociedad. Jadi, ini mungkin pesan pamungkas dia sebelum pergi semacam “warisan” buat manajemen klub. Wah, jadi makin deg-degan nih nunggu keputusannya.

Modric Masih Jagoan? Gak Usah Diragukan!

Lo mungkin mikir, “Lah, Modric udah tua, ngapain dipertahanin?” Bro, justru ini yang bikin semua orang salut. Lawan Sevilla kemarin aja dia main kayak anak muda. Jadi kapten buat starting XI yang katanya salah satu yang paling muda di era Ancelotti, Modric justru jadi motor serangan.

Statistiknya gokil banget:

  • 6 peluang diciptakan,

  • 112 sentuhan,

  • dan 93 dari 102 passing sukses.
    Terus, dia juga yang ngasih assist buat gol pembuka Kylian Mbappe. Lo liat sendiri kan, pemain lain yang lebih muda malah sering ga keliatan kalau dia udah di tengah.

Kelasnya masih jauh di atas rata-rata. Modric tuh bukan cuma pemain, tapi juga mentor buat pemain muda. Pengalamannya di lapangan, ketenangannya, dan visinya luar biasa. Jadi kalau dia masih mau main, kenapa enggak?

Xabi Alonso Mau Modric Bertahan?

Nah, ini makin seru lagi. Katanya nih, pelatih yang digadang-gadang bakal gantiin Ancelotti musim depan, Xabi Alonso, juga pengen banget Modric bertahan. Alonso sendiri kan juga eks pemain Madrid, jadi dia tahu betul betapa pentingnya punya sosok senior kayak Modric di ruang ganti.

Dan kabarnya sih, Alonso bakal bawa banyak perubahan, tapi dia tetep mau ada “pembimbing” buat pemain muda. Nah, Modric itu udah kayak guru spiritualnya Madrid sekarang. Jadi, masuk akal dong kalau dia diminta stay?

Tapi, Gak Cuma Modric Doang yang Disorot

Btw, bukan cuma Modric yang disorot Ancelotti. Dia juga ngomongin soal pemain muda yang mulai naik daun, yaitu Jacobo Ramon. Baru tiga kali tampil di La Liga, tapi udah bikin pelatih senior kayak Ancelotti jatuh hati.

“Dia punya kualitas buat jadi pemain Real Madrid. Dia masih malu-malu, tapi potensinya gede banget,” kata Ancelotti.

Menurutnya, Jacobo tuh pemain tinggi, kuat, tapi juga jago ngontrol bola. Sayangnya dia sempat cedera cukup lama, tapi sejak Januari udah makin oke. Ini bukti kalau Madrid pelan-pelan lagi bangun generasi baru yang siap nerusin tongkat estafet dari pemain-pemain senior kayak Modric.

Jadi, Madrid Harus Gimana Nih?

Sekarang balik lagi ke pertanyaan utama: Haruskah Real Madrid mempertahankan Luka Modric?
Jawabannya sih relatif. Tapi kalau dari performa, pengalaman, dan kontribusi buat tim, harusnya sih gak usah mikir dua kali. Emang, regenerasi itu penting, tapi bukan berarti harus “buang” pemain legendaris begitu aja.

Ancelotti udah kasih sinyal. Xabi Alonso katanya setuju. Bahkan fans juga masih cinta sama Modric. Sekarang tinggal manajemen nih yang harus cepat ambil keputusan. Jangan sampe nyesel di kemudian hari, bro!

Drama Modric, Ancelotti, dan Masa Depan Madrid

Kalau kita rangkum, nih ya:

  • Luka Modric kontraknya abis musim ini.

  • Belum ada keputusan dari Real Madrid buat perpanjang atau enggak.

  • Ancelotti udah desak klub ambil keputusan segera.

  • Modric masih tampil luar biasa meski usia 39 tahun.

  • Xabi Alonso (calon pelatih baru) juga pengen Modric bertahan.

  • Generasi muda Madrid mulai muncul, kayak Jacobo Ramon, tapi tetap butuh mentor.

Buat lo yang cinta Real Madrid, momen kayak gini tuh krusial banget. Gak cuma soal pemain, tapi juga identitas klub. Modric bukan sekadar gelandang, dia simbol era kejayaan yang masih relevan sampai sekarang. Kalau sampe dia pergi tanpa perpisahan yang layak, wah bisa rame tuh media sosial Madrid.

Jadi, buat yang lagi cari berita soal masa depan Luka Modric di Real Madrid, keputusan Ancelotti soal Modric, dan siapa calon pelatih Madrid musim depan, lo udah ada di tempat yang tepat. Stay tuned terus, bro. Bisa jadi minggu depan udah ada jawabannya!

Kamis, 24 April 2025

Luka Modric dan 3 Pemain Lain yang Terancam Tinggalkan Real Madrid Musim Panas Ini

Luka Modric dan 3 Pemain Lain yang Terancam Tinggalkan Real Madrid Musim Panas Ini
Luka Modric dan 3 Pemain Lain yang Terancam Tinggalkan Real Madrid Musim Panas Ini.

JAKARTA - Real Madrid tampaknya akan memasuki babak baru dalam sejarah panjang mereka yang penuh prestasi. Setelah musim yang cukup mengecewakan, terutama karena gagal bersinar di Liga Champions dan terancam kehilangan gelar La Liga ke Barcelona, klub raksasa Spanyol ini diprediksi akan melakukan perombakan skuad besar-besaran pada musim panas 2025.

Salah satu kabar yang bikin banyak fans Madrid kaget adalah kemungkinan kepergian Luka Modric. 

Gelandang veteran asal Kroasia ini tidak sendirian setidaknya ada tiga nama lain yang disebut-sebut masuk daftar pemain yang mungkin hengkang dari Santiago Bernabéu. 

Siapa saja mereka, dan apa alasannya? Yuk, kita bahas!

Nama Luka Modric sudah melekat erat dengan Real Madrid selama hampir 13 tahun terakhir. 

Dengan sederet gelar bergengsi, termasuk 5 trofi Liga Champions dan 3 gelar La Liga, Modric jelas jadi salah satu ikon klub paling dicintai. Namun, usia memang tak bisa dilawan.

Modric akan berusia 40 tahun pada September mendatang. Meski dia masih menunjukkan kualitas luar biasa di beberapa laga penting, performanya secara keseluruhan mulai menurun. 

Kontraknya akan habis pada akhir musim ini, dan meskipun ada opsi perpanjangan jangka pendek demi tampil di Piala Dunia Antarklub, belum ada jaminan dia akan bertahan untuk musim 2025/2026.

Apalagi, Carlo Ancelotti sosok pelatih yang sangat mendukung keberadaan Modric dipastikan bakal hengkang untuk melatih Timnas Brasil. Tanpa Ancelotti, pengaruh Modric dalam rencana klub ke depan bisa jadi akan menurun drastis.

Selain Modric, Lucas Vazquez juga masuk dalam daftar pemain yang masa depannya sedang digantung. Pemain serba bisa yang sempat bersinar sebagai winger dan bek kanan ini kemungkinan besar akan dilepas.

Kontraknya juga akan segera habis, dan Real Madrid kabarnya sudah bersiap mendatangkan Trent Alexander-Arnold dari Liverpool. 

Kehadiran bintang Inggris itu, ditambah pulihnya Dani Carvajal dari cedera ACL, membuat Vazquez diprediksi akan kehilangan tempat di skuad utama.

David Alaba awalnya datang ke Madrid sebagai solusi jangka panjang di lini belakang. Tapi setelah mengalami cedera ACL pada tahun 2023, performa bek Austria ini menurun cukup drastis.

Masalah lainnya adalah soal gaji. Alaba disebut menerima bayaran €12 juta per tahun setelah pajak jumlah yang cukup besar, bahkan lebih tinggi dari perkiraan gaji bersih Alexander-Arnold jika benar-benar bergabung. 

Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya kembali ke level terbaik, Madrid bisa saja memutuskan untuk menjualnya demi menyeimbangkan neraca keuangan.

Fran Garcia adalah bek muda yang diboyong kembali ke Madrid dari Rayo Vallecano lewat klausul pembelian ulang pada tahun 2023. 

Harapannya saat itu cukup tinggi Garcia dinilai punya potensi untuk jadi andalan di sisi kiri pertahanan.

Sayangnya, kenyataan tidak seindah harapan. Garcia tidak tampil di laga-laga krusial, termasuk saat Madrid menghadapi Arsenal di perempat final Liga Champions. 

Hal ini jadi sinyal bahwa pelatih tak cukup percaya kepadanya untuk laga besar. 

Dengan Madrid yang selalu menargetkan gelar setiap musim, posisi Garcia di skuad utama bisa jadi akan digeser atau bahkan dilepas musim panas ini.

Dengan kemungkinan datangnya pelatih baru Xabi Alonso disebut sebagai kandidat terkuat dan rencana pembaruan skuad, Real Madrid memang sedang bersiap untuk era baru. 

Pemain-pemain muda seperti Jude Bellingham, Vinicius Jr., Eduardo Camavinga, hingga Arda Güler diprediksi akan jadi tulang punggung tim ke depan.

Langkah-langkah besar seperti perombakan skuad adalah hal yang wajar bagi klub sekelas Madrid, yang selalu haus prestasi. 

Tapi tentu saja, berpisah dengan nama-nama besar seperti Modric tetap akan meninggalkan kesedihan tersendiri di hati para fans.

Real Madrid memang sedang dalam fase transisi. Perubahan skuad bukan cuma soal strategi di lapangan, tapi juga bagian dari upaya klub untuk tetap bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Luka Modric, Lucas Vazquez, David Alaba, dan Fran Garcia adalah empat nama yang kemungkinan besar akan dilepas atau setidaknya dipertimbangkan untuk keluar. 

Masing-masing memiliki cerita dan kontribusi tersendiri. Dan meskipun sulit, terkadang perpisahan memang diperlukan untuk membuka jalan baru yang lebih cerah.

Rabu, 09 April 2025

Luka Modric Jadi Incaran Mengejutkan Klub Qatar: Akankah Tinggalkan Real Madrid?

Luka Modric Jadi Incaran Mengejutkan Klub Qatar: Akankah Tinggalkan Real Madrid?
Luka Modric Jadi Incaran Mengejutkan Klub Qatar: Akankah Tinggalkan Real Madrid?

JAKARTA – Luka Modric, gelandang legendaris Real Madrid, tengah menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa ia menjadi target transfer mengejutkan dari klub Qatar. 

Pemain berusia 39 tahun ini dikabarkan masuk dalam daftar incaran untuk memperkuat Qatar Stars League pada bursa transfer musim panas mendatang.

Modric baru saja memperpanjang kontraknya bersama Real Madrid selama satu tahun pada akhir musim lalu. Meski usianya tak lagi muda, performanya tetap impresif dan ia menjadi sosok penting di lini tengah Los Blancos musim 2024/25. 

Bahkan, Modric kini tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak kesembilan sepanjang sejarah Real Madrid, serta menjadi pemain tertua yang mencetak gol bagi klub tersebut.

Musim ini, pelatih Carlo Ancelotti semakin mengandalkan Modric di tengah absennya pemain baru yang bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Toni Kroos. 

Modric kerap dipasangkan dengan pemain-pemain muda seperti Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, Dani Ceballos, hingga Jude Bellingham. 

Pengalaman dan ketenangannya di lapangan membuatnya tetap relevan dalam skuat bertabur bintang itu.

Meski begitu, hingga kini belum ada pembicaraan resmi antara Modric dan manajemen Real Madrid terkait perpanjangan kontrak. 

Hal serupa sebenarnya juga terjadi musim lalu, sebelum akhirnya Modric menandatangani perpanjangan kontrak di menit-menit akhir. Namun, laporan dari media Spanyol MARCA menyebut bahwa beberapa klub kini mulai mendekati sang veteran, salah satunya berasal dari Qatar.

Qatar, yang melihat kesuksesan Liga Arab Saudi dalam menarik pemain-pemain top Eropa, kini juga berambisi meningkatkan daya tarik kompetisi domestik mereka. 

Kehadiran nama besar seperti Modric dipercaya akan menaikkan prestise Qatar Stars League di mata dunia.

Beberapa pemain ternama sudah lebih dulu merumput di Qatar, seperti Javi Martinez, Julian Draxler, Hakim Ziyech, hingga Joselu yang merupakan mantan rekan Modric di Madrid. 

Jika Modric bergabung, ia bisa menjadi daya tarik utama liga dan magnet bagi pemain lain untuk mengikuti jejaknya.

Namun, Modric sendiri pernah menyatakan bahwa ia ingin bertahan satu musim lagi di Madrid sebelum gantung sepatu, kemungkinan setelah Piala Dunia 2026. 

Pelatih Ancelotti juga menegaskan bahwa Modric berhak menentukan sendiri kapan waktunya meninggalkan klub setelah 13 tahun pengabdian yang luar biasa.

Kini, semua mata tertuju pada keputusan Modric. Akankah ia tetap setia bersama Real Madrid hingga akhir karier, ataukah petualangan baru di Qatar menjadi penutup cerita indahnya di dunia sepak bola?

Minggu, 23 Maret 2025

Luka Modric Pastikan Bertahan di Real Madrid, Belum Pikirkan Pensiun

Luka Modric Pastikan Bertahan di Real Madrid, Belum Pikirkan Pensiun
Luka Modric Pastikan Bertahan di Real Madrid, Belum Pikirkan Pensiun.

JAKARTA - Luka Modric akhirnya buka suara mengenai masa depannya di Real Madrid. Gelandang asal Kroasia ini menegaskan bahwa dirinya belum berencana untuk pensiun dalam waktu dekat dan masih ingin mengakhiri kariernya bersama Los Blancos.

Meski kini berusia 39 tahun, Modric tetap menjadi salah satu pemain elite di lini tengah Madrid. 

Namun, dalam beberapa musim terakhir, perannya lebih sering sebagai pemain cadangan karena Carlo Ancelotti mulai membangun tim dengan generasi muda seperti Jude Bellingham, Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga.

Modric Ingin Tetap di Madrid

Kontrak Modric bersama Real Madrid sering diperpanjang dengan durasi satu tahun. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, pemain Kroasia itu masih mengincar perpanjangan kontrak satu musim lagi di Santiago Bernabeu.

Dalam wawancara dengan Telefoot, Modric mengungkapkan bahwa pensiun bukanlah sesuatu yang ada dalam pikirannya saat ini.

"Saat ini, saya tidak memikirkan pensiun," kata Modric. "Tapi seperti yang selalu saya katakan, saya ingin pensiun di Real Madrid. Itu akan menjadi mimpi bagi saya. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi."

"Masih ada banyak pertandingan yang harus dimainkan musim ini, jadi saya ingin fokus menyelesaikan musim dengan baik. Saya tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan."

Masih Berperan Penting di Skuad Ancelotti

Meskipun lebih sering tampil sebagai pemain pengganti, Modric tetap menjadi bagian penting dalam skuad Ancelotti. 

Musim ini, ia sudah bermain dalam 44 pertandingan di semua kompetisi, termasuk 11 kali menjadi starter di La Liga dan enam kali di Liga Champions. 

Tak jarang, ia juga dipercaya mengenakan ban kapten di lapangan.

Banyak laporan menyebutkan bahwa masa depan Modric di Madrid akan sangat bergantung pada kesediaannya untuk tetap menjalani peran sebagai pemain rotasi. 

Namun, sang veteran tampaknya tidak mempermasalahkan hal itu selama masih bisa memberikan kontribusi bagi tim.

Dengan semangat dan dedikasi yang masih tinggi, penggemar Real Madrid tampaknya bisa berharap melihat Modric tetap beraksi di Santiago Bernabeu setidaknya untuk satu musim lagi.