Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Malinau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malinau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2026

Berangkat ke Gorontalo, 40 Peserta Malinau Dapat Pesan Khusus dari Bupati Wempi

Penas Petani Nelayan 2026 menjadi momentum bagi petani Malinau untuk belajar inovasi, memperluas jejaring nasional, dan meningkatkan kapasitas sektor pertanian daerah.
Penas Petani Nelayan 2026 menjadi momentum bagi petani Malinau untuk belajar inovasi, memperluas jejaring nasional, dan meningkatkan kapasitas sektor pertanian daerah.

Penas Petani Nelayan 2026 Jadi Momentum Malinau Percepat Inovasi dan Jejaring Pertanian Nasional

MALINAU - Kabupaten Malinau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan pemberdayaan petani melalui partisipasi pada Pekan Nasional (Penas) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo. Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari unsur Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani andalan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku usaha pertanian, serta pendamping resmi diberangkatkan oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa.

Keikutsertaan dalam Penas Petani Nelayan 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau kegiatan rutin tahunan. Bagi Pemerintah Kabupaten Malinau, ajang nasional tersebut merupakan kesempatan strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia.

Penas Petani Nelayan 2026, Ajang Belajar bagi Petani Malinau

Dalam arahannya saat pelepasan peserta, Bupati Wempi W Mawa menegaskan bahwa seluruh peserta harus memanfaatkan kegiatan tersebut untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menyerap berbagai inovasi yang telah berhasil diterapkan di daerah lain.

Penas merupakan forum terbesar yang mempertemukan ribuan petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, hingga pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta memiliki kesempatan untuk melihat langsung praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan usaha pertanian, peternakan, perkebunan, maupun perikanan.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi peserta untuk membawa pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Malinau.

Pentingnya Membangun Jejaring dan Kemitraan

Salah satu pesan utama yang disampaikan Bupati Wempi adalah pentingnya membangun komunikasi dan jejaring selama mengikuti Penas XVII di Gorontalo.

Di era pertanian modern, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi semata. Akses terhadap informasi, teknologi, pasar, hingga peluang kemitraan menjadi faktor yang sangat menentukan daya saing petani dan pelaku usaha pertanian.

Melalui interaksi langsung dengan peserta dari berbagai provinsi, petani Malinau berkesempatan memperluas relasi profesional yang dapat membuka peluang kerja sama di masa mendatang. Jejaring yang terbangun selama kegiatan berpotensi menjadi pintu masuk bagi transfer teknologi, pengembangan produk unggulan, hingga akses pasar yang lebih luas.

Mendorong Adopsi Inovasi Pertanian Modern

Perkembangan sektor pertanian nasional terus bergerak menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi. Karena itu, Penas menjadi wadah penting bagi peserta untuk mengenal berbagai inovasi terbaru yang telah diterapkan di berbagai daerah.

Mulai dari teknik budidaya tanaman yang lebih produktif, pengelolaan pascapanen, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan produk bernilai tambah dapat dipelajari secara langsung melalui diskusi maupun kunjungan ke stan peserta lainnya.

Bagi Kabupaten Malinau yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, adopsi inovasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Peran Peserta sebagai Duta Daerah

Selain belajar, peserta dari Malinau juga diharapkan mampu menjadi representasi daerah yang baik selama kegiatan berlangsung.

Mereka tidak hanya membawa identitas kelompok atau organisasi masing-masing, tetapi juga membawa nama Kabupaten Malinau. Karena itu, pemahaman terhadap potensi daerah, tantangan pembangunan pertanian, hingga berbagai inovasi yang telah dilakukan menjadi hal penting untuk disampaikan kepada peserta dari daerah lain.

Melalui peran tersebut, peserta dapat membantu memperkenalkan potensi pertanian Malinau kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan daerah.

Dukungan Pemkab Malinau untuk Peningkatan Kapasitas Petani

Keikutsertaan dalam Penas XVII Petani Nelayan 2026 merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Investasi pada peningkatan kapasitas petani dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian ke depan, termasuk perubahan iklim, persaingan pasar, serta kebutuhan peningkatan produktivitas.

Melalui kegiatan nasional seperti Penas, para petani dan pelaku usaha pertanian memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di berbagai daerah.

Harapan untuk Kemajuan Pertanian Malinau

Penas XVII Petani Nelayan 2026 yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Gorontalo diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian Kabupaten Malinau.

Dengan bekal pengalaman, wawasan, jaringan, dan inovasi yang diperoleh selama kegiatan, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang dibawa pulang nantinya dapat dibagikan kepada petani lainnya sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi berkembang menjadi kekuatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian pertanian di Bumi Intimung.

Kamis, 11 Juni 2026

Ketua RT Diminta Jadi Garda Terdepan Pengentasan Kemiskinan di Malinau

Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta 381 ketua RT fokus mengentaskan kemiskinan melalui pendataan akurat dan pelayanan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta 381 ketua RT fokus mengentaskan kemiskinan melalui pendataan akurat dan pelayanan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

MALINAU — Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta 381 ketua rukun tetangga (RT) se-Kabupaten Malinau yang baru dilantik untuk memprioritaskan upaya pengentasan kemiskinan. Arahan itu disampaikan saat pembekalan kepada para ketua RT di Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (10/6).

Wempi menegaskan ketua RT memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka diminta memahami secara detail kondisi warga di lingkungan masing-masing, terutama masyarakat yang masuk kategori miskin dan tidak mampu.

Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar berbagai program bantuan pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran. Selain mendata warga miskin, ketua RT juga diminta aktif mengidentifikasi penyebab kemiskinan yang dialami masyarakat.

"Kita harus tahu siapa yang benar-benar miskin dan apa penyebabnya. Apakah karena tidak memiliki pekerjaan, sudah lanjut usia, sakit, atau faktor lainnya. Dari situ baru kita carikan jalan keluarnya," kata Wempi.

Ia menjelaskan, data yang valid akan membantu pemerintah menyalurkan berbagai program, mulai dari bantuan BPJS kesehatan, bantuan bagi lanjut usia, bantuan sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi kepada warga yang berhak menerima.

Wempi bahkan menantang para ketua RT untuk menunjukkan hasil nyata selama masa jabatan mereka. Menurutnya, jumlah warga miskin di setiap lingkungan harus terus berkurang.

"Kalau hari ini ada sepuluh warga miskin di RT bapak dan ibu, maka setelah masa jabatan selesai jumlah itu harus berkurang, bahkan kalau bisa menjadi nol. Itu baru Ketua RT yang berhasil," ujarnya.

Selain menyoroti pengentasan kemiskinan, Wempi berharap para ketua RT hasil pemilihan serentak pada Mei lalu mampu menjalankan tugas sebagai mitra pemerintah sekaligus pelayan masyarakat yang memahami kebutuhan warga hingga tingkat paling bawah.

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan seorang ketua RT dalam kehidupan sosial maupun keagamaan. Menurutnya, pemimpin lingkungan harus mampu menjadi penengah, menjaga kerukunan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.

"Jangan meminta orang lain menjadi teladan kalau kita sendiri belum menjadi teladan. Ketua RT harus menjadi solusi, menjadi penengah, dan mampu menjaga kerukunan di tengah masyarakat," katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Malinau juga mengajak seluruh ketua RT memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan Kabupaten Malinau yang aman, damai, nyaman, dan sejahtera.

Keberhasilan program pembangunan, menurut Wempi, sangat bergantung pada pelayanan dan kerja sama yang terbangun hingga tingkat RT sebagai garda terdepan pemerintahan.