Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Menyuke Landak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyuke Landak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2026

Umat Katolik Stasi Kayuara Paroki Santo Agustinus dan Mattias Darit Letakan Batu Pertama Bangunan Gereja Baru

Pastor Paroki Santo Agustinus dan Mattias Darit Saat Memberkati Peletakan Batu Pertama Gereja Santo Martinus.

LANDAK - Umat Gereja Katolik Santo Martinus Stasi Kayuara, Paroki Santo Agustinus dan Mattias Darit, Desa Kayuara, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gereja baru Santo Martinus yang berlokasi di wilayah setempat. Minggu, 3 Mei 2026.

Acara Peletakan batu pertama tersebut di pimpin oleh Pastor Paroki yakni Pastor Hendrik, MSC, turut hadir juga DPP Santo Agustinus dan Mattias Darit, Panitia Pembangunan Gereja Santo Martinus, Camat Menyuke, Pemerintah Desa Kayuara, Tokoh Masyarakat dan Adat, tamu undangan dan seluruh umat katolik stasi kayuara.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Santo Martinus, Fransikus Damian mengatakan, Pembangunan gereja tersebut merupakan wujud nyata kerinduan umat untuk memiliki tempat ibadah yang lebih layak dan memadai. Mengingat gereja yang di gunakan saat ini sudah banyak mengalami kerusakan di beberapa bagian.

"Kami menyadari bahwa perjalanan ini tidaklah mudah, namun berkat kerjasama, doa, dan dukungan semua umat di stasi Kayu Ara kita bisa melakukan langkah kecil tersebut, yaitu Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja pada hari minggu kemarin." kata Damian saat di konfirmasi. Selasa, 5 Mei 2026.

Ia juga berharap agar umat katolik stasi Kayuara dapat bergotong royong dan bahu membahu untuk membangun gereja tersebut, agar terciptanya keselarasan yang dapat membawa hasil yang saat ini di nanti oleh seluruh umat katolik Santo Martinus Kayuara.

"Tentunya kami juga menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun, agar apa yang kita impikan bersama dapat menjadi kenyataan di kemudian hari. Saya juga berharap setelah selesai nanti, gereja ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi tempat bertumbuhnya iman, kasih, dan persaudaraan di antara umat dan masyarakat sekitar," ujar Damian.

Selanjutanya, Damian juga berterima kasih kepada seluruh umat dan Donatur yang telah membantu terlaksana tahapan awal dari pembangunan gereja tersebut.

"Saya berterima kasih kepada Umat yang telah antusias dalam pembangunan gereja baru ini, sekaligus kepada donatur donatur yang berpartisipasi serta berkontribusi. kita juga nantinya akan mengalang dana melalui Proposal untuk pembangunan Gereja ini, siapa tau ada yang tergerak hatinya mau membantu silahkan," tutup Damian. 

Setelah Misa dan peletakan batu pertama selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama-sama semua undangan dan seluruh umat katolik Santo Martinus Stasi Kayuara.


(RED)

Sabtu, 02 Mei 2026

Gegana Brimob Kalbar Ledakkan Granat Tua Di Landak

Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.
Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.

NGABANG - Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat melakukan pemusnahan granat tangan di area kebun sawit milik warga bernama Eko, yang berada di Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Proses disposal berlangsung dengan pengamanan ketat guna menghindari risiko bagi masyarakat sekitar.

Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga pada 15 Januari 2026 di Dusun Jatak, Desa Bagak. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kegiatan pemusnahan dipimpin oleh AKP Sri Rubianto bersama dua personel Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar. Proses tersebut turut disaksikan Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika beserta jajaran kepolisian setempat.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika menjelaskan bahwa granat tangan tersebut diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Sebelum pelaksanaan disposal, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat dusun setempat. Langkah pengamanan area juga dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan warga selama proses berlangsung.

Iptu I Nyoman Astika juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Peran aktif warga dinilai penting untuk mencegah potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Proses pemusnahan granat berjalan lancar tanpa kendala. Situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif hingga kegiatan selesai.

FAQ

Apa itu disposal granat?
Disposal granat adalah proses pemusnahan bahan peledak oleh tim khusus agar tidak membahayakan masyarakat.

Dari mana asal granat tersebut?
Granat diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif hingga ditemukan warga.

Apakah lokasi kejadian aman?
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan proses disposal berjalan aman tanpa insiden.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda mencurigakan?
Masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian terdekat dan tidak menyentuh benda tersebut.

Siapa yang menangani pemusnahan granat?
Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat dipimpin AKP Sri Rubianto.