Berita BorneoTribun: Migas Kaltim hari ini

CSS

Kode Recentpost Grid


Tampilkan postingan dengan label Migas Kaltim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Migas Kaltim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2026

Temuan Migas Ganal Jadi Peluang Baru Pendapatan Daerah Kalimantan Timur

Pemprov Kaltim mengejar hak kelola migas Blok Ganal setelah temuan cadangan gas dan minyak raksasa yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan produksi energi nasional. (Gambar ilustrasi)
Pemprov Kaltim mengejar hak kelola migas Blok Ganal setelah temuan cadangan gas dan minyak raksasa yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan produksi energi nasional. (Gambar ilustrasi)

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memperkuat langkah untuk memperoleh bagian pengelolaan dalam proyek migas raksasa di wilayah lepas pantai Blok Ganal. Upaya tersebut dilakukan melalui skema participating interest (PI) yang dinilai penting untuk mendorong kontribusi sektor energi terhadap pendapatan daerah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menyampaikan bahwa permohonan tersebut didasarkan pada posisi strategis infrastruktur pendukung migas yang berada di wilayah provinsi.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung di kawasan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah untuk ikut terlibat dalam pengelolaan proyek tersebut.

Temuan Migas Berpotensi Sangat Besar

Eksplorasi di Sumur Geliga dan Sumur Gula yang berada di wilayah kerja Ganal mengungkap potensi cadangan migas dalam jumlah sangat signifikan.

Cadangan yang teridentifikasi diperkirakan meliputi:

  • Lebih dari 7 triliun kaki kubik gas

  • Sekitar 375 juta barel minyak

Volume tersebut menjadikan Blok Ganal sebagai salah satu temuan energi paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.

Meski secara administratif lokasi temuan berada di luar batas kewenangan daerah—yakni lebih dari 12 mil laut—Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap berupaya memperoleh peran dalam pengelolaan proyek tersebut.

Upaya pemerintah daerah untuk terlibat dalam pengelolaan proyek migas ini disebut telah mendapatkan sinyal positif.

Tawaran untuk memberikan bagian pengelolaan kepada perusahaan daerah dinilai sebagai peluang penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor energi yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi wilayah.

Keterlibatan daerah melalui skema PI juga dinilai mampu memberikan efek berganda terhadap ekonomi lokal, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga penguatan sektor pendukung industri energi.

Peran Perusahaan Internasional

Blok Ganal saat ini dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, ENI, yang memegang kepemilikan mayoritas sebesar 82 persen di wilayah kerja tersebut.

Eksplorasi yang dilakukan perusahaan ini menjadi kunci utama dalam mengungkap potensi cadangan migas besar di kawasan tersebut.

Keterlibatan perusahaan global menunjukkan bahwa kawasan perairan Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, masih memiliki potensi energi yang besar untuk dikembangkan dalam jangka panjang.

Pemerintah pusat melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menilai temuan ini sebagai momentum penting bagi ketahanan energi nasional.

Produksi gas dari Blok Ganal diproyeksikan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Target produksi yang direncanakan meliputi:

  • 700 MMSCFD pada tahap awal

  • 2.000 MMSCFD pada tahun 2028

  • 3.000 MMSCFD pada tahun 2030

Kapasitas tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Fasilitas Produksi Baru Disiapkan

Untuk mendukung target produksi, proyek ini akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dengan kapasitas mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari.

Selain itu, sejumlah infrastruktur yang telah tersedia sebelumnya juga akan digunakan untuk mempercepat proses produksi dan distribusi.

Salah satu fasilitas penting yang akan dimanfaatkan adalah Kilang LNG Bontang, yang selama ini menjadi pusat pengolahan gas alam cair di Kalimantan Timur.

Pemanfaatan fasilitas yang telah ada dinilai mampu mempercepat proses monetisasi cadangan gas sehingga memberikan dampak ekonomi lebih cepat.

Potensi Dampak Ekonomi Bagi Daerah

Jika pemerintah daerah berhasil memperoleh porsi pengelolaan, sektor energi berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi Kalimantan Timur.

Selain meningkatkan PAD, proyek ini juga diperkirakan akan mendorong:

  • Investasi baru di sektor energi

  • Penyerapan tenaga kerja lokal

  • Pengembangan kawasan industri pendukung

  • Peningkatan aktivitas ekonomi regional

Dengan potensi cadangan yang besar dan dukungan infrastruktur yang memadai, Blok Ganal dipandang sebagai salah satu proyek strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam sektor energi global.

FAQ

Apa Itu Participating Interest (PI)?

Participating Interest adalah skema yang memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah atau perusahaan daerah untuk memiliki bagian dalam pengelolaan proyek migas di wilayahnya.

Di Mana Lokasi Blok Ganal?

Blok Ganal berada di wilayah lepas pantai Kalimantan Timur dan menjadi salah satu wilayah kerja migas strategis di Indonesia.

Berapa Besar Cadangan Migas di Blok Ganal?

Cadangan yang ditemukan diperkirakan mencapai lebih dari 7 triliun kaki kubik gas dan sekitar 375 juta barel minyak.

Siapa Operator Blok Ganal Saat Ini?

Operator utama Blok Ganal adalah perusahaan energi asal Italia, ENI, yang memegang kepemilikan mayoritas.

Apa Dampak Temuan Ini Bagi Kalimantan Timur?

Jika daerah memperoleh porsi pengelolaan, temuan ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal.

Kamis, 12 Maret 2026

Dua Sumur Migas Infill PHKT Dibor Di Kerindingan

PHKT melakukan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan, Selat Makassar, untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan cadangan migas pada 2026. (Gambar ilustrasi)
PHKT melakukan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan, Selat Makassar, untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan cadangan migas pada 2026. (Gambar ilustrasi)

Samarinda, Kaltim – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengeboran pengembangan dua sumur migas sisipan atau infill di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur. Kegiatan pengeboran ini berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026 sebagai upaya meningkatkan produksi migas dari lapangan yang telah lama beroperasi.

General Manager PHKT, Darmapala, mengatakan sumur migas infill merupakan sumur tambahan yang dibor di antara sumur-sumur yang sudah ada. Pengeboran jenis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersisa di dalam reservoir.

Menurutnya, konsep pengembangan difokuskan untuk memproduksi cadangan di bagian puncak struktur yang sebelumnya belum dapat dimonetisasi melalui sumur yang telah ada. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap potensi migas yang masih tersimpan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program pengeboran sebelumnya di lapangan yang sama. Pengembangan Lapangan Kerindingan sendiri dilakukan secara bertahap seiring evaluasi potensi cadangan migas yang tersedia.

Darmapala menjelaskan hingga pertengahan 2025 tercatat sebanyak 34 sumur migas telah dibor di Lapangan Kerindingan. Dari jumlah tersebut, lapangan ini telah menghasilkan capaian produksi kumulatif yang dinilai signifikan bagi kinerja perusahaan.

Pengeboran sumur migas infill juga menjadi bagian dari upaya memastikan pemanfaatan cadangan migas berjalan optimal. Dalam pelaksanaannya, PHKT menekankan aspek keselamatan kerja serta efisiensi operasional selama proses pengeboran berlangsung.

Lapangan Kerindingan merupakan salah satu lapangan lepas pantai yang berada di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT. Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 14 lapangan migas di wilayah operasinya.

Lapangan ini pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972 dan mulai berproduksi sejak 1976. Sejak saat itu, pengembangan lapangan terus dilakukan secara bertahap untuk menjaga tingkat produksi.

Menurut Darmapala, kegiatan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan juga merupakan strategi perusahaan menjaga keberlanjutan operasi lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus mempertahankan kontribusi lapangan terhadap kinerja PHKT pada 2026.

Kegiatan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan ini juga menjadi bagian dari upaya PHKT mengoptimalkan pengelolaan cadangan energi nasional di wilayah Kalimantan Timur.