Dua Sumur Migas Infill PHKT Dibor Di Kerindingan

Kamis, 12 Maret 2026

Dua Sumur Migas Infill PHKT Dibor Di Kerindingan

PHKT melakukan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan, Selat Makassar, untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan cadangan migas pada 2026. (Gambar ilustrasi)
PHKT melakukan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan, Selat Makassar, untuk meningkatkan produksi dan mengoptimalkan cadangan migas pada 2026. (Gambar ilustrasi)

Samarinda, Kaltim – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengeboran pengembangan dua sumur migas sisipan atau infill di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur. Kegiatan pengeboran ini berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026 sebagai upaya meningkatkan produksi migas dari lapangan yang telah lama beroperasi.

General Manager PHKT, Darmapala, mengatakan sumur migas infill merupakan sumur tambahan yang dibor di antara sumur-sumur yang sudah ada. Pengeboran jenis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersisa di dalam reservoir.

Menurutnya, konsep pengembangan difokuskan untuk memproduksi cadangan di bagian puncak struktur yang sebelumnya belum dapat dimonetisasi melalui sumur yang telah ada. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap potensi migas yang masih tersimpan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program pengeboran sebelumnya di lapangan yang sama. Pengembangan Lapangan Kerindingan sendiri dilakukan secara bertahap seiring evaluasi potensi cadangan migas yang tersedia.

Darmapala menjelaskan hingga pertengahan 2025 tercatat sebanyak 34 sumur migas telah dibor di Lapangan Kerindingan. Dari jumlah tersebut, lapangan ini telah menghasilkan capaian produksi kumulatif yang dinilai signifikan bagi kinerja perusahaan.

Pengeboran sumur migas infill juga menjadi bagian dari upaya memastikan pemanfaatan cadangan migas berjalan optimal. Dalam pelaksanaannya, PHKT menekankan aspek keselamatan kerja serta efisiensi operasional selama proses pengeboran berlangsung.

Lapangan Kerindingan merupakan salah satu lapangan lepas pantai yang berada di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT. Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 14 lapangan migas di wilayah operasinya.

Lapangan ini pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972 dan mulai berproduksi sejak 1976. Sejak saat itu, pengembangan lapangan terus dilakukan secara bertahap untuk menjaga tingkat produksi.

Menurut Darmapala, kegiatan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan juga merupakan strategi perusahaan menjaga keberlanjutan operasi lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus mempertahankan kontribusi lapangan terhadap kinerja PHKT pada 2026.

Kegiatan pengeboran sumur migas infill di Lapangan Kerindingan ini juga menjadi bagian dari upaya PHKT mengoptimalkan pengelolaan cadangan energi nasional di wilayah Kalimantan Timur.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar