Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Militer Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer Korea. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2026

Korea Utara Uji Kapal Perusak Choe Hyon Dengan Sistem Senjata Baru

Korea Utara menguji kapal perusak baru Choe Hyon dengan berbagai sistem senjata modern dalam langkah memperkuat kekuatan militer lautnya.
Korea Utara menguji kapal perusak baru Choe Hyon dengan berbagai sistem senjata modern dalam langkah memperkuat kekuatan militer lautnya.

BorneoTribun - Korea Utara kembali menjadi perhatian dunia setelah melakukan uji coba terhadap kapal perusak terbarunya yang diberi nama Choe Hyon. Kapal perang tersebut disebut menjalani serangkaian pengujian sistem senjata modern untuk memperkuat kemampuan tempur angkatan laut negara itu, Jumat, (8/5/2026).

Dalam laporan media pemerintah Korea Utara, pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai sistem tempur yang dipasang di kapal tersebut. Beberapa senjata yang diuji mencakup sistem rudal, pertahanan udara, hingga kemampuan serangan laut jarak jauh.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan turut memantau langsung proses pengujian tersebut. Ia menilai pengembangan kekuatan laut menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pertahanan nasional di tengah situasi keamanan kawasan yang masih memanas.

Kapal perusak Choe Hyon disebut sebagai salah satu proyek militer terbaru Korea Utara yang dirancang untuk membawa kemampuan tempur lebih modern dibanding armada sebelumnya. Kehadiran kapal ini juga dianggap sebagai sinyal bahwa Pyongyang terus fokus memperkuat teknologi persenjataan mereka.

Pengamat menilai langkah Korea Utara ini dapat memicu perhatian negara-negara di kawasan Asia Timur. Pasalnya, pengembangan kapal perang dengan sistem senjata canggih dinilai bisa mengubah keseimbangan kekuatan maritim di wilayah tersebut.

Selain itu, uji coba kapal perang ini dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan. Korea Utara beberapa kali menegaskan bahwa penguatan pertahanan dilakukan sebagai respons terhadap latihan militer dan tekanan dari negara-negara lawan.

Meski begitu, sejumlah pihak internasional kembali menyerukan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi. Mereka berharap ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dengan pengujian Choe Hyon ini, Korea Utara memperlihatkan ambisi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan militer laut sekaligus memperkuat posisi strategis di kawasan Asia Timur.

Senin, 27 April 2026

Kim Jong Un Awasi Latihan Mortir Besar Saat Peringatan Militer Ke-94

Kim Jong Un awasi latihan mortir besar saat peringatan militer ke-94, menegaskan pentingnya kesiapan tempur dan disiplin pasukan di tengah sorotan dunia.
Kim Jong Un awasi latihan mortir besar saat peringatan militer ke-94, menegaskan pentingnya kesiapan tempur dan disiplin pasukan di tengah sorotan dunia.

Korea Utara - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, terlihat langsung memantau latihan tembak mortir yang digelar untuk memperingati hari penting dalam sejarah militer negara tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangka merayakan ulang tahun ke-94 berdirinya kekuatan militer Korea Utara, yang dianggap sebagai tonggak penting bagi pertahanan nasional negara itu, Minggu (26/4/2026).

Latihan militer tersebut berlangsung di wilayah barat Korea Utara dan melibatkan sejumlah unit infanteri ringan yang tergabung dalam satuan besar militer. Dalam kegiatan ini, para prajurit melakukan simulasi tembak mortir dengan target yang sudah ditentukan, sebagai bagian dari uji kemampuan tempur dan ketepatan sasaran.

Kim Jong Un tampak memberikan perhatian serius terhadap jalannya latihan. Ia juga menyempatkan diri menyapa para prajurit serta memberikan semangat kepada mereka agar terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman di masa depan.

Selain menyaksikan latihan tembak, pemimpin Korea Utara itu juga melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas militer. Ia terlihat memberikan penghormatan pada simbol sejarah militer negara tersebut serta mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Dalam arahannya kepada jajaran militer, Kim Jong Un menekankan bahwa kekuatan militer tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan senjata, tetapi juga oleh disiplin serta loyalitas para prajurit. Ia menilai bahwa kesiapan mental dan ideologi menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan militer yang tangguh.

Latihan mortir yang digelar ini juga menjadi ajang kompetisi antarunit militer. Setiap tim dituntut mampu bergerak cepat, menempatkan posisi tembak secara tepat, serta menyelesaikan misi dalam waktu yang telah ditentukan. Sistem penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan strategi serta koordinasi antar anggota unit.

Menurut pengamatan sejumlah pihak, latihan seperti ini memang rutin digelar setiap tahun, terutama saat momen peringatan militer penting. Selain menjadi simbol kekuatan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kemampuan tempur prajurit tetap berada pada level optimal.

Momentum peringatan hari jadi militer ke-94 tersebut dianggap sangat penting dalam sejarah Korea Utara. Perayaan ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan militer, mulai dari latihan tempur hingga kunjungan pemimpin negara ke unit-unit militer aktif.

Di sisi lain, latihan ini juga menjadi sinyal bahwa Korea Utara terus berupaya menjaga kesiapan militernya di tengah dinamika keamanan global yang terus berubah. Dengan latihan yang intensif dan berkelanjutan, negara tersebut ingin memastikan bahwa pasukannya selalu siap menghadapi situasi apa pun.

Kehadiran langsung Kim Jong Un di lokasi latihan menunjukkan betapa seriusnya perhatian pemerintah terhadap kesiapan pasukan. Hal ini juga menjadi pesan simbolis bagi internal militer bahwa kepemimpinan negara terus memantau perkembangan kekuatan pertahanan secara langsung.

Latihan mortir tersebut berakhir dengan evaluasi hasil tembakan serta diskusi internal terkait strategi tempur. Dari hasil evaluasi awal, kemampuan para prajurit dinilai memuaskan dan menunjukkan peningkatan dibanding latihan sebelumnya.