![]() |
| Korea Utara menguji kapal perusak baru Choe Hyon dengan berbagai sistem senjata modern dalam langkah memperkuat kekuatan militer lautnya. |
BorneoTribun - Korea Utara kembali menjadi perhatian dunia setelah melakukan uji coba terhadap kapal perusak terbarunya yang diberi nama Choe Hyon. Kapal perang tersebut disebut menjalani serangkaian pengujian sistem senjata modern untuk memperkuat kemampuan tempur angkatan laut negara itu, Jumat, (8/5/2026).
Dalam laporan media pemerintah Korea Utara, pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai sistem tempur yang dipasang di kapal tersebut. Beberapa senjata yang diuji mencakup sistem rudal, pertahanan udara, hingga kemampuan serangan laut jarak jauh.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan turut memantau langsung proses pengujian tersebut. Ia menilai pengembangan kekuatan laut menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pertahanan nasional di tengah situasi keamanan kawasan yang masih memanas.
Kapal perusak Choe Hyon disebut sebagai salah satu proyek militer terbaru Korea Utara yang dirancang untuk membawa kemampuan tempur lebih modern dibanding armada sebelumnya. Kehadiran kapal ini juga dianggap sebagai sinyal bahwa Pyongyang terus fokus memperkuat teknologi persenjataan mereka.
Pengamat menilai langkah Korea Utara ini dapat memicu perhatian negara-negara di kawasan Asia Timur. Pasalnya, pengembangan kapal perang dengan sistem senjata canggih dinilai bisa mengubah keseimbangan kekuatan maritim di wilayah tersebut.
Selain itu, uji coba kapal perang ini dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan. Korea Utara beberapa kali menegaskan bahwa penguatan pertahanan dilakukan sebagai respons terhadap latihan militer dan tekanan dari negara-negara lawan.
Meski begitu, sejumlah pihak internasional kembali menyerukan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi. Mereka berharap ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dengan pengujian Choe Hyon ini, Korea Utara memperlihatkan ambisi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan militer laut sekaligus memperkuat posisi strategis di kawasan Asia Timur.
- Memuat artikel...

