Berita BorneoTribun: Ming-Chi Kuo hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ming-Chi Kuo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ming-Chi Kuo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2025

Xiaomi 17 Predicted to Struggle Against iPhone 17 in China

Xiaomi 17 series unveiled in China in September 2025
Xiaomi 17 series unveiled in China in September 2025.

Xiaomi officially launched its flagship Xiaomi 17 series in China on September 25, 2025. However, things might not go as smoothly as planned. 

Renowned analyst Ming-Chi Kuo predicts that sales of the new lineup could fall short compared to last year’s Xiaomi 15 series. 

He estimates shipments will reach only around 8 million units—about 20% lower than the original 10 million target. 

The main reasons behind this decline are weak demand for the standard model and growing competition from Apple’s iPhone 17.

Kuo explained that Xiaomi initially expected the standard model to contribute around 50–55% of sales. In reality, it only accounts for 15–20%. 

Even though the Xiaomi 17 Pro and 17 Pro Max versions are receiving extra orders, they aren’t enough to offset the drop. 

“The biggest problem lies in the standard model’s much lower-than-expected sales. This could drag the overall performance of the 17 series below its predecessor,” Kuo noted in his analysis.

The situation is further complicated by Apple’s aggressive push with the iPhone 17, which now comes with a 120Hz display on the base model. 

This feature makes it far more appealing to consumers, especially younger buyers who value smoother visuals. As a result, many shoppers are choosing Apple over Xiaomi. 

“The iPhone 17 is putting significant pressure on Xiaomi in the premium market. With Xiaomi’s market share at only about 15% in this segment, competition is heating up,” Kuo added.

If sales fail to pick up during China’s Golden Week holiday (October 1–7), which is typically a shopping peak, Xiaomi may have no choice but to slash prices to stimulate demand. 

While discounts could help clear inventory, they also risk cutting into profit margins and impacting the company’s financial performance in the next quarter.

For now, Kuo’s forecast mainly concerns the Chinese market, but the ripple effect could spread globally. 

If Xiaomi loses its footing in its home market, its position in the international premium smartphone space could also weaken. 

For consumers, this might translate to big discounts on the Xiaomi 17 series. 

But for Xiaomi, it’s a wake-up call to rethink its strategy and push harder in a highly competitive market.

Xiaomi 17 Terancam Gagal Bersaing dengan iPhone 17 di Pasar China

Tampilan Xiaomi 17 series yang dirilis di China pada September 2025
Tampilan Xiaomi 17 series yang dirilis di China pada September 2025.

JAKARTA - Xiaomi resmi merilis seri smartphone flagship terbarunya, Xiaomi 17, di Tiongkok pada 25 September 2025. 

Namun, kabar kurang menyenangkan datang dari analis ternama Ming-Chi Kuo yang memprediksi penjualan seri ini bisa lebih rendah dibanding pendahulunya, Xiaomi 15. 

Menurut catatannya, pengapalan Xiaomi 17 kemungkinan hanya akan mencapai sekitar 8 juta unit, atau 20% lebih sedikit dari target awal yang dipatok 10 juta unit. 

Penyebab utama diperkirakan adalah rendahnya minat konsumen terhadap model standar dan meningkatnya dominasi iPhone 17 di pasar.

Kuo menjelaskan, awalnya Xiaomi berharap model standar bisa menyumbang 50–55% penjualan. Namun kenyataannya, kontribusinya hanya 15–20%. 

Kondisi ini sulit ditutupi meski varian Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max mendapat tambahan permintaan. 

“Masalah terbesar adalah penjualan model standar yang jauh di bawah ekspektasi. Hal ini membuat keseluruhan kinerja seri 17 berpotensi lebih buruk dari seri sebelumnya,” ujar Kuo dalam analisanya.

Situasi Xiaomi makin rumit dengan kehadiran iPhone 17, yang di tahun ini hadir dengan layar 120Hz pada model dasarnya.

Fitur itu membuat iPhone lebih menarik di mata konsumen, terutama kalangan muda yang mengutamakan pengalaman visual. Tak heran jika banyak calon pembeli akhirnya beralih ke produk Apple. 

“iPhone 17 berhasil memukul posisi Xiaomi di segmen premium. Dengan pangsa pasar Xiaomi yang hanya sekitar 15% di kategori ini, persaingan semakin ketat,” tambah Kuo.

Jika tren penjualan tak membaik, terutama di masa Golden Week (1–7 Oktober) yang biasanya menjadi puncak belanja masyarakat Tiongkok, Xiaomi kemungkinan besar harus memangkas harga untuk menarik minat pasar. Strategi diskon dianggap sebagai langkah cepat agar stok tak menumpuk. 

Namun, pemangkasan harga berpotensi memangkas margin keuntungan, yang bisa memengaruhi laporan keuangan perusahaan pada kuartal berikutnya.

Meski prediksi ini masih terbatas pada pasar domestik Tiongkok, dampaknya bisa meluas. Jika Xiaomi gagal menjaga momentum di pasar terbesar mereka, posisi global perusahaan di segmen premium juga bisa ikut goyah. 

Bagi konsumen, potensi diskon besar-besaran pada seri Xiaomi 17 mungkin jadi kabar baik, tapi bagi Xiaomi, ini sinyal alarm keras yang harus segera direspons dengan strategi lebih agresif.