Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Monumen Pers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monumen Pers. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2026

Di Balik Aklamasi Sri Hartanto, Ada Satu Pesan Kuat dari Anas yang Mengubah Arah PWI Surakarta

Sri Hartanto resmi menjadi Ketua PWI Surakarta periode 2026–2031 dalam konferensi di Monumen Pers Nasional, menandai berakhirnya kepemimpinan Anas Syahirul Alim dan estafet organisasi.
Sri Hartanto resmi menjadi Ketua PWI Surakarta periode 2026–2031 dalam konferensi di Monumen Pers Nasional, menandai berakhirnya kepemimpinan Anas Syahirul Alim dan estafet organisasi.

SURAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta resmi menetapkan Sri Hartanto sebagai Ketua PWI Surakarta periode 2026–2031 secara aklamasi dalam Konferensi PWI Surakarta yang digelar di Monumen Pers Nasional, Sabtu (20/6/2026). Penetapan ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Anas Syahirul Alim di PWI Surakarta periode sebelumnya.

Konferensi tersebut dipimpin oleh Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, dengan didampingi Budi Santoso yang juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta serta jurnalis senior Bambang Sugeng. Proses pemilihan berlangsung dalam rapat pleno dan berjalan lancar tanpa voting, karena seluruh peserta menyepakati Sri Hartanto sebagai ketua terpilih.

Pergantian kepemimpinan ini dilakukan lebih awal menyusul amanah baru yang diterima Anas Syahirul Alim di kepengurusan PWI Pusat. Sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, pengurus yang menjabat di tingkat pusat tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai ketua PWI daerah, sehingga mekanisme regenerasi organisasi harus segera dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Anas menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi serta marwah profesi wartawan. Ia juga meminta agar program-program yang telah berjalan tetap dilanjutkan oleh kepengurusan baru. “Kita semua yang berorganisasi ini pertama untuk menjaga marwah profesi kita. Kemudian menjadi jembatan dengan siapa pun, baik pemerintah maupun seluruh mitra organisasi,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga legacy organisasi, mulai dari pendidikan, kemitraan, hingga kegiatan seni dan budaya.

Selain itu, Anas menegaskan bahwa PWI Surakarta harus tetap memperkuat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai program prioritas peningkatan kualitas jurnalis. Ia menyebutkan adanya komunikasi PWI Pusat dengan Polri terkait rencana pelaksanaan UKW bagi 1.000 wartawan yang akan diakses melalui PWI daerah di masing-masing Polda.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, menegaskan bahwa percepatan konferensi merupakan konsekuensi dari penugasan baru yang diterima Anas di tingkat pusat. Ia berharap kepemimpinan baru di bawah Sri Hartanto mampu memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas kemitraan strategis, serta menjaga independensi pers di Kota Surakarta.