Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Moskow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moskow. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2026

Putin Tegaskan Undangan untuk Trump ke Moskow Masih Berlaku

Putin menegaskan undangan kepada Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow masih berlaku. Kremlin juga menyinggung usulan Gerhard Schroeder dalam dialog Rusia-Uni Eropa.
Putin menegaskan undangan kepada Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow masih berlaku. Kremlin juga menyinggung usulan Gerhard Schroeder dalam dialog Rusia-Uni Eropa.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin di Moskow menegaskan undangan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk berkunjung ke Moskow masih tetap berlaku.

Peskov mengatakan Putin akan dengan senang hati menyambut Trump apabila kunjungan tersebut terealisasi. Pernyataan itu disampaikan di tengah perhatian internasional terhadap hubungan Rusia dan Amerika Serikat.

Dalam keterangannya kepada media, Peskov menepis anggapan bahwa undangan tersebut sudah tidak relevan.

“Ya, tentu saja. Saya tidak ragu Presiden Rusia akan senang menyambut mitranya di Moskow,” kata Peskov.

Selain membahas hubungan dengan AS, Kremlin juga menyinggung komunikasi Rusia dengan Uni Eropa terkait usulan penunjukan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder sebagai negosiator utama dalam dialog Rusia-Uni Eropa.

Menurut Peskov, hingga kini Moskow belum menerima tanggapan resmi dari pihak Uni Eropa mengenai usulan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyebut Schroeder sebagai figur yang ia nilai cocok untuk mewakili Uni Eropa dalam pembicaraan dengan Rusia. Namun, Putin juga menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan negara-negara Eropa.

Putin mengatakan Eropa sebaiknya memilih sosok yang dipercaya dan tidak pernah melontarkan pernyataan ofensif terhadap Rusia.

Peskov menyebut komentar Putin soal Schroeder memicu perdebatan besar di Eropa.

“Putin ditanya siapa yang lebih ia sukai, dan ia menjawab Schroeder karena mengenal politisi itu dengan baik, yang kini telah pensiun,” ujar Peskov.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada media Rusia dan dilaporkan Sputnik.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Uni Eropa terkait usulan Rusia mengenai Schroeder maupun kemungkinan perkembangan baru hubungan diplomatik Moskow dengan Washington.

Pernyataan Kremlin ini muncul saat hubungan Rusia dengan negara-negara Barat masih berada dalam fase sensitif akibat berbagai isu geopolitik yang terus berkembang.

Selasa, 10 Maret 2026

Zelensky Tuduh Moskow Manipulasi Konflik Iran Demi Perang Ukraina

Zelensky menuding Moskow mencoba memanfaatkan konflik Iran untuk memperkuat perang melawan Ukraina dan Barat serta memperluas dinamika konflik global.
Zelensky menuding Moskow mencoba memanfaatkan konflik Iran untuk memperkuat perang melawan Ukraina dan Barat serta memperluas dinamika konflik global.

Ukraina, Kyiv -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berupaya memanfaatkan konflik yang melibatkan Iran untuk kepentingannya sendiri. Pernyataan itu disampaikan Zelensky pada Senin melalui unggahan di platform media sosial X.

Menurut Zelensky, Moskow diduga mencoba memanipulasi situasi di kawasan Timur Tengah dan Teluk Persia. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Rusia untuk memperluas dinamika konflik yang saat ini juga berkaitan dengan perang di Ukraina.

Dalam pernyataannya, Zelensky menyebut bahwa Rusia berupaya mengubah serangan yang dilakukan rezim Iran terhadap negara-negara tetangganya dan pangkalan militer Amerika menjadi semacam “front kedua”. Front tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Ia juga menilai langkah tersebut berpotensi memperluas konflik yang tidak hanya melibatkan Ukraina dan Rusia, tetapi juga negara-negara Barat secara lebih luas. Karena itu, Zelensky menekankan pentingnya koordinasi internasional untuk mencegah eskalasi lebih jauh.

“Kita melihat bahwa Rusia sekarang mencoba memanipulasi situasi di Timur Tengah dan kawasan Teluk untuk kepentingan agresi mereka,” tulis Zelensky dalam unggahannya.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa respons dari komunitas internasional. Menurutnya, koordinasi global diperlukan untuk memastikan perlindungan terhadap kehidupan dan stabilitas kawasan.

Zelensky juga menegaskan bahwa tindakan agresif tidak boleh diberi ruang untuk berkembang atau saling mendukung satu sama lain. Ia mendorong negara-negara yang terdampak konflik untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan serta hubungan dengan negara-negara Barat.