Berita BorneoTribun: Nelayan Kaltim hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Nelayan Kaltim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nelayan Kaltim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

Pemprov Kaltim Gencarkan Aksi Laut Bersih Untuk Tekan Ancaman Mikroplastik

Pemprov Kaltim memperkuat program konservasi laut dan gerakan pengurangan plastik untuk menekan ancaman mikroplastik yang membahayakan ekosistem laut dan kesehatan manusia.
Pemprov Kaltim memperkuat program konservasi laut dan gerakan pengurangan plastik untuk menekan ancaman mikroplastik yang membahayakan ekosistem laut dan kesehatan manusia.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat berbagai langkah di lapangan guna menekan ancaman mikroplastik yang semakin berdampak pada ekosistem laut dan kesehatan manusia. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kebijakan, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung masyarakat pesisir dan nelayan.

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Yuliana Nidyasari, menjelaskan bahwa limbah plastik merupakan salah satu ancaman serius karena membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.

Menurutnya, plastik dapat bertahan hingga ratusan tahun di lingkungan. Seiring waktu, material tersebut akan pecah menjadi partikel kecil atau mikroplastik yang berpotensi masuk ke rantai makanan laut, termasuk ikan yang dikonsumsi manusia.

Mikroplastik Berpotensi Mengancam Kesehatan Manusia

Paparan mikroplastik menjadi perhatian serius karena berisiko memicu gangguan kesehatan jika masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi hasil laut.

Selain dampak kesehatan, pencemaran plastik juga memperburuk kondisi lingkungan laut. Indonesia sendiri masih termasuk dalam negara dengan kontribusi besar terhadap limbah plastik global, sehingga penanganannya menjadi prioritas nasional.

Dalam merespons tantangan tersebut, pemerintah menerapkan pendekatan ekonomi biru yang menitikberatkan pada pengelolaan laut secara berkelanjutan. Kebijakan ini mencakup penguatan kawasan konservasi serta pengurangan sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.

Kawasan Konservasi Laut Jadi Benteng Ekosistem

Di Kalimantan Timur, pemerintah pusat telah menetapkan sejumlah kawasan konservasi laut sebagai bagian dari strategi menjaga kelestarian ekosistem.

Beberapa wilayah yang masuk dalam kawasan konservasi meliputi Kabupaten Berau, Kota Bontang, serta Kabupaten Kutai Kartanegara. Di kawasan tersebut, pengelolaan wilayah laut dibagi dalam zona inti yang dilindungi penuh serta zona pemanfaatan terbatas.

Pembagian zona ini bertujuan menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan keberlangsungan habitat laut.

Nelayan Diajak Aktif Melalui Program Bulan Cinta Laut

Selain kebijakan konservasi, pemerintah juga menjalankan program yang langsung menyasar aktivitas masyarakat pesisir.

Salah satunya adalah program Bulan Cinta Laut, yang mendorong nelayan untuk mengumpulkan sampah plastik selama melaut. Sampah yang dikumpulkan kemudian dibawa kembali ke daratan untuk diolah atau didaur ulang.

Program ini dinilai efektif karena melibatkan pelaku utama di laut, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan nelayan.

Inovasi Bank Sampah Dorong Partisipasi Warga

Upaya lain dalam mengurangi limbah plastik dilakukan melalui pengembangan bank sampah di wilayah perkotaan seperti Balikpapan.

Melalui program ini, masyarakat dapat menukarkan sampah plastik yang dikumpulkan dengan berbagai kebutuhan pokok atau bahkan logam mulia. Skema tersebut menjadi insentif yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah dan mengelola sampah.

Langkah inovatif seperti bank sampah diharapkan mampu menekan jumlah plastik yang berakhir di laut.

Perubahan Gaya Hidup Jadi Kunci Pengurangan Sampah Plastik

Pemerintah menilai keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu langkah sederhana yang dinilai efektif dalam jangka panjang. Masyarakat didorong untuk mulai menggunakan tas belanja guna ulang serta membawa botol minum pribadi.

Kebiasaan kecil tersebut, jika dilakukan secara konsisten, diyakini mampu mengurangi beban limbah plastik secara signifikan.

FAQ

Apa itu mikroplastik?

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang terbentuk dari pecahan plastik besar dan dapat mencemari air laut serta rantai makanan.

Mengapa mikroplastik berbahaya bagi manusia?

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui konsumsi ikan atau makanan laut dan berpotensi memicu gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Apa saja langkah yang dilakukan pemerintah Kaltim?

Langkah yang dilakukan meliputi pembentukan kawasan konservasi laut, program Bulan Cinta Laut, serta pengembangan bank sampah di wilayah pesisir dan perkotaan.

Bagaimana masyarakat bisa ikut berkontribusi?

Masyarakat dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, serta mendukung program bank sampah di lingkungan sekitar.

Apa manfaat kawasan konservasi laut?

Kawasan konservasi membantu melindungi habitat laut, menjaga keanekaragaman hayati, serta memastikan sumber daya laut tetap berkelanjutan.

Minggu, 19 April 2026

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Andalan Penajam Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Pemkab Penajam Paser Utara membangun koperasi perikanan tangkap terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat harga ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pemkab Penajam Paser Utara membangun koperasi perikanan tangkap terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat harga ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Penajam, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, terus mencari cara konkret untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah pendirian koperasi perikanan tangkap yang diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa koperasi menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi ekonomi nelayan.

“Koperasi perikanan tangkap diintegrasikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Andi saat menjelaskan rencana pengembangan sektor perikanan tangkap di Penajam, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengusulkan sejumlah lokasi yang dinilai potensial untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis perikanan yang lebih modern dan terorganisasi.

Dengan adanya koperasi perikanan, hasil tangkapan nelayan akan dikelola secara kolektif. Sistem ini membuat distribusi ikan menjadi lebih teratur, sekaligus menghindari praktik permainan harga oleh tengkulak yang selama ini sering merugikan nelayan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem perdagangan ikan yang lebih adil dan transparan.

Menurut Andi Trasodiharto, keberadaan koperasi akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga ikan di tingkat nelayan.

Ketika seluruh hasil tangkapan dikelola koperasi, nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual. Selain itu, koperasi juga membuka peluang bagi nelayan untuk mendapatkan berbagai dukungan program dari pemerintah, termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pendekatan berbasis koperasi ini juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi distribusi ikan dari nelayan hingga ke pasar.

Kajian Pembangunan TPI Di Empat Kecamatan

Tak hanya koperasi, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga sedang melakukan kajian pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di empat kecamatan.

Pembangunan TPI dinilai sangat strategis karena menjadi pusat transaksi resmi yang dapat meningkatkan transparansi harga dan memperluas akses pasar bagi nelayan.

Jika terealisasi, keberadaan TPI di beberapa kecamatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan.

Jumlah Nelayan Ribuan, Produksi Ikan Ribuan Ton

Data Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat jumlah nelayan di wilayah tersebut mencapai 4.701 orang.

Sementara itu, total hasil tangkapan ikan yang tercatat setiap tahun berada pada kisaran 6.000 hingga 6.500 ton.

Namun, angka tersebut diyakini belum mencerminkan produksi sebenarnya. Hal ini disebabkan sebagian hasil tangkapan langsung dijual kepada pembeli di tengah laut atau di darat tanpa melalui pasar resmi.

Akibatnya, sebagian produksi ikan tidak tercatat dalam sistem pendataan Dinas Perikanan.

Selain penguatan kelembagaan melalui koperasi, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa peningkatan keahlian nelayan serta bantuan peralatan tangkap.

Program pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola hasil tangkapan secara lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi.

Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perikanan di wilayah Penajam Paser Utara.

FAQ

Apa tujuan pembentukan koperasi perikanan tangkap di Penajam Paser Utara?

Tujuannya untuk memperkuat posisi tawar nelayan, menjaga stabilitas harga ikan, serta meningkatkan kesejahteraan melalui sistem distribusi yang terorganisasi.

Apa itu Kampung Nelayan Merah Putih?

Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan mengembangkan kawasan nelayan terpadu dengan fasilitas ekonomi, sosial, dan infrastruktur perikanan.

Berapa jumlah nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara?

Jumlah nelayan tercatat mencapai sekitar 4.701 orang.

Berapa produksi ikan nelayan di wilayah tersebut?

Produksi ikan tercatat berkisar antara 6.000 hingga 6.500 ton per tahun, meski diperkirakan jumlah sebenarnya lebih besar.

Apa manfaat pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)?

TPI membantu menciptakan sistem jual beli ikan yang transparan, memperluas pasar, serta menjaga harga ikan tetap stabil.