Berita BorneoTribun: OIKN hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label OIKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OIKN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2026

OIKN Perkuat Budaya Lokal Lewat Pelatihan Rotan dan Ukir Kayu Di IKN

OIKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi warga IKN pada 13–17 April 2026 untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.
OIKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi warga IKN pada 13–17 April 2026 untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.

IKN, Kaltim - Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru terus dilakukan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Salah satunya melalui pelatihan menganyam rotan dan mengukir kayu yang digelar bagi warga di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, bertempat di Tower D Rusun ASN 1 Nusantara. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas masyarakat berbasis budaya lokal.

"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal," ujar Muhsin di Nusantara, Senin.

Materi Lengkap Dari Teori Hingga Praktik Langsung

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah yang telah berpengalaman dalam pengembangan industri kerajinan berbasis bahan alam.

Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari:

  • Pengolahan bahan baku rotan dan kayu

  • Teknik produksi kerajinan

  • Pengembangan desain produk

  • Strategi meningkatkan nilai jual produk

Pendekatan praktik langsung ini diharapkan mampu membuat peserta lebih siap menghasilkan produk secara mandiri yang layak dipasarkan.

Muhsin menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang produktif dan kreatif.

"Melalui pelatihan ini, IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal, menuju ekosistem yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan," katanya.

Transfer Ilmu Ke Generasi Muda Jadi Harapan Peserta

Antusiasme peserta terlihat dari harapan besar mereka terhadap manfaat pelatihan ini. Salah satu peserta, Daniel, yang juga guru di SMPN 02 Kabupaten Penajam Paser Utara, menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana penting untuk transfer ilmu kepada generasi muda.

Menurut Daniel, keterampilan yang didapat selama pelatihan akan sangat berguna untuk diajarkan kembali kepada siswa di sekolah.

"Saya berharap ilmu dari pelatihan yang saya ikuti saat ini, ke depan bisa saya ajarkan kembali kepada para siswa. Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan generasi berikutnya," ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi rotan di wilayah sekitar IKN yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan lebih terdorong untuk mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Peluang Pengembangan Usaha Lokal Semakin Terbuka

Hal serupa disampaikan oleh Dina, pelaku usaha perabotan dari Kecamatan Sepaku. Ia menilai pelatihan ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

"Saya berharap pelatihan ini bisa membantu saya meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran. Saya yakin dalam pelatihan selama lima hari ini akan banyak keterampilan dan pengetahuan yang saya peroleh," katanya.

Dengan dukungan pelatihan semacam ini, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Strategi OIKN Bangun Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Pelatihan kerajinan rotan dan ukir kayu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang OIKN dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di wilayah IKN.

Pendekatan berbasis budaya lokal dinilai memiliki potensi besar karena:

  • Memanfaatkan sumber daya lokal seperti rotan

  • Menjaga keberlanjutan tradisi kerajinan

  • Membuka peluang usaha baru

  • Mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif

Langkah ini juga dinilai selaras dengan visi pembangunan IKN yang menekankan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga pelaku aktif dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

FAQ

Apa tujuan pelatihan rotan dan ukir kayu oleh OIKN?
Tujuannya untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu membuka usaha baru di sektor kerajinan.

Kapan pelatihan ini dilaksanakan?
Pelatihan berlangsung pada 13–17 April 2026.

Siapa saja peserta pelatihan?
Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Siapa narasumber pelatihan ini?
Narasumber berasal dari Kementerian Perindustrian, yaitu Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah.

Apa manfaat pelatihan bagi masyarakat?
Masyarakat mendapatkan keterampilan produksi kerajinan, pengembangan desain, hingga peluang membuka usaha baru berbasis rotan dan kayu.

Senin, 13 April 2026

Pemkab Kukar Gandeng OIKN Ubah Sampah Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (gambar ilustrasi)
Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (gambar ilustrasi)

Kukar, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan sampah dengan pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah mengubah pengelolaan sampah menjadi energi listrik melalui kerja sama lintas daerah bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa transformasi sampah menjadi energi listrik bukan hanya sekadar solusi teknis, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang lebih terintegrasi dan sirkular.

“Transformasi sampah menjadi energi listrik ini sebagai upaya pemerintah daerah bersama OIKN dan pihak terkait guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara sirkular,” ujar Aulia di Tenggarong, Minggu.

Kerja Sama Resmi PSEL Ditandatangani Di Jakarta

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan kerja sama Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kesepakatan ini melibatkan sejumlah pihak penting, termasuk Pemerintah Kabupaten Kukar, Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta Pemerintah Kota Balikpapan.

Penandatanganan dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) di Jakarta pada Jumat, 10 April.

Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sampah Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Baru

Selain berdampak pada lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan prinsip 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).

Menurut Bupati, penerapan prinsip tersebut diyakini mampu meminimalkan jumlah limbah sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor daur ulang. Bahkan, potensi penciptaan lapangan kerja juga dinilai cukup besar, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

Pemkab Kukar juga terus mendorong kesadaran masyarakat agar mulai memilah sampah secara mandiri dari rumah. Edukasi ini dilakukan melalui penguatan komunitas bank sampah yang kini semakin berkembang di berbagai wilayah.

Langkah ini diharapkan mampu membangun budaya tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan oleh setiap individu.

PLTSa Akan Dibangun Di Samarinda Dan Balikpapan

Dalam perjanjian kerja sama yang telah disepakati, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik direncanakan berlokasi di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Kabupaten Kukar, yang berada di wilayah perbatasan dengan dua kota tersebut, memiliki peran penting sebagai daerah pendukung dalam penyediaan bahan baku sampah yang akan diolah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Sedangkan Kabupaten Kukar yang merupakan daerah di perbatasan dengan dua wilayah tersebut sebagai pendukung untuk mencukupi bahan baku sampah yang akan diolah menjadi energi listrik melalui PLTSa,” jelas Aulia.

Produksi Sampah Tinggi Jadi Alasan Penentuan Lokasi

Penentuan Samarinda dan Balikpapan sebagai lokasi utama proyek PSEL bukan tanpa alasan. Kedua kota tersebut memiliki tingkat produksi sampah yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.

Data produksi sampah menunjukkan bahwa pada tahun 2025, volume sampah di Kota Samarinda mencapai kisaran 600 hingga 660 ton per hari. Sementara itu, Kota Balikpapan menghasilkan sekitar 550 ton sampah per hari.

Adapun Kabupaten Kutai Kartanegara menghasilkan sekitar 354 ton sampah per hari. Meski lebih kecil dibandingkan dua kota tersebut, jumlah tersebut tetap memiliki peran penting dalam mendukung operasional PLTSa secara berkelanjutan.

Dorong Transisi Energi Terbarukan Di Kalimantan Timur

Program pengolahan sampah menjadi energi listrik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya proyek PSEL, diharapkan pengurangan timbunan sampah dapat berjalan seiring dengan peningkatan pasokan energi alternatif. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menekan dampak pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.

Kolaborasi lintas wilayah seperti ini dinilai menjadi contoh penting dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan wilayah Kalimantan Timur yang semakin berkembang, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara.

FAQ

Apa itu PSEL?
PSEL adalah Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik, yaitu proses mengolah sampah menjadi sumber energi listrik melalui teknologi khusus seperti PLTSa.

Di mana lokasi pembangunan PLTSa dalam proyek ini?
Fasilitas PLTSa direncanakan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Apa peran Kabupaten Kutai Kartanegara dalam proyek ini?
Kukar berperan sebagai daerah pendukung yang menyuplai bahan baku sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Mengapa pengelolaan sampah menjadi energi penting?
Karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi timbunan sampah, serta menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Apakah masyarakat dilibatkan dalam program ini?
Ya, masyarakat didorong untuk memilah sampah secara mandiri melalui program bank sampah di desa dan kelurahan.

Proyek PSEL Kukar Dukung Transisi Energi dan Kurangi Timbunan Sampah

Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (Gambar ilustrasi)
Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (Gambar ilustrasi)

Kukar, Kaltim -- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen serius dalam mengubah pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Upaya ini dilakukan bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai bagian dari langkah nyata mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung transisi energi terbarukan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa transformasi sampah menjadi energi listrik bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Transformasi sampah menjadi energi listrik ini sebagai upaya pemerintah daerah bersama OIKN dan pihak terkait guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara sirkular,” ujar Aulia di Tenggarong, Minggu.

Kerja Sama Resmi PSEL Ditandatangani di Jakarta

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang melibatkan Bupati Kukar, Kepala OIKN, Gubernur Kalimantan Timur, serta Pemerintah Kota Balikpapan.

Penandatanganan berlangsung di Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH di Jakarta pada Jumat (10/4). Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah modern berbasis energi.

Dalam kesepakatan tersebut, lokasi utama pengelolaan sampah menjadi energi listrik akan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Kukar Jadi Daerah Pendukung Pasokan Sampah

Meski pembangunan fasilitas utama berada di Samarinda dan Balikpapan, Kabupaten Kukar memegang peran penting sebagai daerah pendukung yang akan memasok bahan baku sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Pasokan ini akan dimanfaatkan melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang mampu mengubah limbah menjadi energi ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai strategis karena posisi Kukar berbatasan langsung dengan dua kota tersebut, sehingga distribusi bahan baku sampah bisa berjalan lebih efisien.

Produksi Sampah Tinggi Jadi Dasar Proyek Strategis

Penunjukan Samarinda dan Balikpapan sebagai wilayah utama proyek bukan tanpa alasan. Kedua kota memiliki tingkat produksi sampah yang cukup tinggi.

Data produksi sampah tahun 2025 menunjukkan:

  • Kota Samarinda: sekitar 600–660 ton per hari

  • Kota Balikpapan: sekitar 550 ton per hari

  • Kabupaten Kukar: sekitar 354 ton per hari

Volume sampah yang besar ini menjadi salah satu faktor utama dalam pengembangan proyek strategis PSEL sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.

Potensi Ekonomi Dari Daur Ulang Sampah

Selain berdampak pada lingkungan, pengelolaan sampah modern juga membuka peluang ekonomi baru. Bupati Kukar menyebut bahwa prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.

Melalui proses daur ulang, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Tak hanya itu, sektor pengelolaan sampah juga diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja baru, terutama di bidang pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan limbah.

Peran Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi dan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat.

Pemkab Kukar terus mendorong kesadaran warga untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri dari rumah. Salah satu langkah nyata adalah memperkuat peran komunitas bank sampah di desa dan kelurahan.

Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap individu.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah berbasis energi diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Dukung Transisi Energi Terbarukan Nasional

Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kukar dan sekitarnya menjadi bagian dari upaya mendukung agenda nasional dalam transisi menuju energi terbarukan.

Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dinilai sebagai solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mengatasi masalah limbah perkotaan.

Kolaborasi lintas daerah ini juga menjadi contoh bagaimana sinergi pemerintah daerah dan otorita nasional dapat menghasilkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

FAQ

1. Apa itu PSEL?
PSEL adalah Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik, yaitu teknologi yang mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proses pembakaran atau pengolahan modern.

2. Di mana lokasi pembangunan fasilitas PSEL?
Fasilitas utama direncanakan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

3. Apa peran Kabupaten Kukar dalam proyek ini?
Kukar berperan sebagai daerah pendukung yang memasok bahan baku sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

4. Apa manfaat proyek PSEL bagi masyarakat?
Manfaatnya meliputi pengurangan pencemaran lingkungan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja baru.

5. Mengapa masyarakat perlu memilah sampah?
Pemilahan sampah membantu proses daur ulang menjadi lebih efektif dan mendukung keberhasilan pengelolaan sampah berbasis energi.

Selasa, 07 April 2026

Basuki Ungkap 50 Staf Wapres Mulai Ngantor Di IKN, Persiapan Pemerintahan Digeber

Basuki Hadimuljono menyebut 50 staf Wapres sudah mulai berkantor di IKN. Persiapan Istana Wapres dan pembangunan kawasan pemerintahan terus dipercepat.
Basuki Hadimuljono menyebut 50 staf Wapres sudah mulai berkantor di IKN. Persiapan Istana Wapres dan pembangunan kawasan pemerintahan terus dipercepat.

NUSANTARA - Persiapan operasional pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) makin terasa nyata. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan sekitar 50 staf Wakil Presiden Republik Indonesia sudah mulai bertugas di IKN.

Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa fasilitas pemerintahan tingkat tinggi di kawasan tersebut semakin siap digunakan.

"Sudah dipersiapkan, bahkan sekitar 50 staf beliau juga sudah ditugaskan ke sini untuk mempersiapkan perkantoran Istana Wapres," ujar Basuki saat bersilaturahmi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Senin.

Fasilitas Kantor Dipastikan Siap Digunakan

Basuki memastikan bahwa fasilitas perkantoran untuk pimpinan negara di IKN sudah dalam kondisi siap. Artinya, ketika dibutuhkan sewaktu-waktu, aktivitas pemerintahan bisa langsung berjalan tanpa kendala berarti.

Kesiapan ini menjadi bagian penting dari tahap awal pemindahan aktivitas pemerintahan ke ibu kota baru, yang dirancang untuk mendukung tata kelola pemerintahan modern dan terintegrasi.

Silaturahmi Sekaligus Bahas Progres Pembangunan

Kunjungan Basuki bersama istrinya ke Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak hanya sekadar agenda resmi. Momen tersebut juga diisi dengan silaturahmi halal bihalal yang berlangsung dalam suasana santai.

Dalam kesempatan itu, Basuki sempat melontarkan candaan kepada awak media terkait penampilannya yang mengenakan batik.

"Halal bihalal. Makanya dengan istri saya. Anda pernah lihat saya pakai batik? Tidak pernah kan. Jadi saya menyempatkan silaturahim sebagai warganya Pak Gubernur Rudy Mas'ud," ujarnya sambil tersenyum.

Di balik suasana santai tersebut, pembahasan serius tetap berlangsung, terutama terkait perkembangan terbaru pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Pembangunan DPR Dan Lembaga Peradilan Terus Berjalan

OIKN menegaskan bahwa fokus pembangunan di IKN tidak hanya pada kawasan eksekutif saja. Saat ini, pembangunan juga sudah merambah ke kompleks legislatif dan yudikatif.

Basuki menjelaskan bahwa pekerjaan fisik untuk gedung DPR dan lembaga peradilan sudah berjalan sesuai peta jalan yang dimulai sejak 2022.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan fungsi pemerintahan di IKN, sehingga nantinya seluruh unsur pemerintahan dapat beroperasi dalam satu kawasan terpadu.

Hunian ASN Jadi Prioritas Berikutnya

Selain kantor pemerintahan, penyediaan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi perhatian utama.

OIKN saat ini tengah mengejar penyelesaian blok hunian bagi ASN yang akan dipindahkan ke IKN. Namun, proses tersebut masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Hunian ini dirancang agar mendukung kenyamanan ASN sekaligus memastikan kelancaran operasional pemerintahan di ibu kota baru.

Target Lengkapi Fungsi Kota Pemerintahan

Seluruh fasilitas di kawasan legislatif dan yudikatif ditargetkan rampung sesuai rencana, guna melengkapi fungsi tata kota pemerintahan di IKN.

Dengan semakin banyaknya staf pemerintah yang mulai bertugas di IKN, proses transisi menuju ibu kota baru terlihat semakin matang.

Langkah-langkah ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga kesiapan operasional pemerintahan secara menyeluruh.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa jumlah staf Wapres yang sudah bertugas di IKN?
Sekitar 50 staf Wakil Presiden telah mulai berkantor di IKN untuk mempersiapkan operasional Istana Wapres.

2. Apa saja yang sedang dibangun di IKN saat ini?
Selain kawasan eksekutif, pembangunan juga mencakup kompleks legislatif seperti DPR dan lembaga yudikatif.

3. Apakah kantor pimpinan negara di IKN sudah siap?
Ya, OIKN memastikan fasilitas perkantoran pimpinan negara sudah siap digunakan saat diperlukan.

4. Apakah hunian ASN sudah tersedia di IKN?
Sebagian hunian sedang dalam proses penyelesaian dan masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.

5. Apa tujuan utama percepatan pembangunan di IKN?
Untuk memastikan seluruh fungsi pemerintahan—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—dapat berjalan terintegrasi di ibu kota baru.

Kamis, 12 Maret 2026

OIKN Buka Beasiswa S1 Gratis Bagi Warga Sekitar IKN

OIKN membuka program beasiswa S1 gratis bagi warga sekitar IKN untuk meningkatkan kualitas SDM lokal dan mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara.
OIKN membuka program beasiswa S1 gratis bagi warga sekitar IKN untuk meningkatkan kualitas SDM lokal dan mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara.

Samarinda, Kaltim – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Upaya tersebut dilakukan melalui program beasiswa S1 bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar IKN di Provinsi Kalimantan Timur.

Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, mengatakan warga yang tinggal di kawasan sekitar IKN mendapat kesempatan kuliah gratis melalui program tersebut. 

Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat lokal agar mampu berperan dalam pembangunan kawasan ibu kota baru.

Program bantuan biaya pendidikan tersebut juga bertujuan memperluas akses masyarakat sekitar IKN terhadap pendidikan tinggi. Dengan adanya kesempatan ini, generasi muda di wilayah tersebut diharapkan memiliki bekal pendidikan yang memadai untuk menghadapi perkembangan ekonomi di kawasan ibu kota baru.

Menurut Troy Pantouw, peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu fokus pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah memastikan masyarakat di sekitar kawasan IKN tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan melalui peningkatan kapasitas pendidikan.

Program beasiswa S1 tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Brawijaya. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan melengkapi sejumlah dokumen yang dipersyaratkan oleh pihak penyelenggara.

Dalam program ini, bantuan biaya belajar diberikan secara penuh. Pembiayaan mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester serta Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Beasiswa tersebut menyediakan berbagai pilihan bidang studi, antara lain Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Psikologi, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Agribisnis, Agroteknologi, serta Studi Kehutanan.

Program ini ditujukan untuk menyiapkan SDM lokal yang mampu mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi di kawasan IKN. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat sekitar, diharapkan pembangunan ekonomi di wilayah ibu kota baru dapat berjalan lebih inklusif.

Masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Loa Kulu, dan Loa Janan di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat mengikuti program kuliah gratis tersebut.