Berita BorneoTribun: Pangan Murah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pangan Murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangan Murah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2026

Diserbu Warga! Gerakan Pangan Murah Polres Landak Ringankan Beban Masyarakat Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Ngabang, Landak — Suasana halaman depan Polsek Ngabang di Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak tampak berbeda pada Jumat (13/3/2026). Sejak pagi hari, puluhan warga mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polres Landak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan itu disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga terlihat tersenyum sambil mengantre untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, SH, SIK, didampingi Wakapolres Landak Kompol Syaiful Bahri, para Pejabat Utama Polres Landak, Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, personel Polsek Ngabang, serta masyarakat penerima manfaat program.

Upaya Stabilkan Harga Pangan Jelang Idul Fitri

Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Gerakan Pangan Murah Polres Landak diserbu warga di Ngabang menjelang Lebaran. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Gerakan Pangan Murah digelar sebagai langkah nyata membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan serta membantu menekan potensi inflasi daerah.

Sekitar 90 warga tercatat memadati lokasi kegiatan. Mereka dengan tertib mengantre untuk mendapatkan sejumlah komoditas penting yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Beberapa komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain:

  • Beras SPHP 5 kg dijual seharga Rp60.000, dari harga normal sekitar Rp82.000–Rp88.000

  • Minyak Goreng Tawon 900 ml dijual Rp17.000, dari harga normal Rp19.000

  • Gula Pasir 1 kg dijual Rp17.000, dari harga normal Rp19.000

Harga yang lebih terjangkau ini membuat program tersebut langsung diserbu warga yang ingin mempersiapkan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres: Bentuk Kepedulian Polri Kepada Masyarakat

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian Polres Landak terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Menurutnya, program ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban warga dan membawa keberkahan menjelang Idul Fitri,” tambahnya.

Warga Merasa Sangat Terbantu

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya program Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Polres Landak.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Harga bahan pokok di sini lebih murah dibandingkan di pasar, jadi sangat membantu kami untuk persiapan kebutuhan menjelang Lebaran,” ujarnya.

Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Sumber: Humas Polres Landak | Penulis: Tino

Kamis, 12 Maret 2026

Gerakan Pangan Murah Tekan Harga Jelang Lebaran di Kaltim

Gerakan Pangan Murah digencarkan Pemprov Kaltim untuk menstabilkan harga pangan dan menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (Gambar ilustrasi AI)
Gerakan Pangan Murah digencarkan Pemprov Kaltim untuk menstabilkan harga pangan dan menjaga ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (Gambar ilustrasi AI)

Samarinda – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan program Gerakan Pangan Murah guna menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan nasional. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok strategis dengan harga yang stabil.

Menurut Fahmi, Gerakan Pangan Murah juga menjadi ruang pertemuan langsung antara produsen pangan lokal dan konsumen. Dengan demikian, transaksi jual beli diharapkan tetap berada di bawah ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Program ini merupakan implementasi dari Satuan Tugas Sapu Bersih Pengendalian Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan yang dibentuk pada Januari 2026 atas amanah Badan Pangan Nasional. Satgas tersebut bertugas memastikan stabilitas harga serta kualitas pangan di pasaran.

Tim satgas beroperasi secara terstruktur di bawah arahan langsung Gubernur Kalimantan Timur sebagai ketua pengarah. Sementara itu, Kepala Dinas Pangan bertindak sebagai sekretaris pelaksana harian dalam menjalankan berbagai kegiatan pengawasan pangan.

Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Lebaran, tim Satgas Sapu Bersih juga aktif melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar, distributor, hingga jaringan ritel. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penjualan bahan pokok di atas harga acuan.

Fahmi menegaskan pihaknya tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang melanggar aturan harga. Sanksi dapat berupa teguran keras hingga pencabutan izin usaha bagi agen, pengecer, maupun distributor yang terbukti menjual barang melampaui ketentuan.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru di lapangan, komoditas cabai segar tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan beberapa bahan dapur lainnya. Kenaikan ini dinilai sebagai fenomena yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Ia menjelaskan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas di luar kelolaan pemerintah biasanya terjadi secara alami. Hal tersebut disebabkan para kelompok tani berharap memperoleh tambahan keuntungan ekonomi saat permintaan pasar meningkat.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap aman. Begitu pula dengan pasokan minyak goreng yang dinilai masih terkendali berkat distribusi yang lancar dan pengawasan dari Perum Bulog.

Pada hari yang sama, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya berlangsung di tingkat provinsi. Kegiatan ini juga digelar secara serentak di enam daerah di Kalimantan Timur, yakni Kota Samarinda, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Bontang, dan Kutai Barat.

Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.

Senin, 09 Maret 2026

Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara, Koramil Ngabang Dukung Sosialisasi Koperasi Desa

Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

Ngabang – Penjualan beras SPHP digelar di Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari sosialisasi Koperasi Desa kepada warga setempat.

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 10.20 WIB di halaman Koperasi Merah Putih Desa Amboyo Utara yang berlokasi di Jalan SMP 3, Dusun Plasma 2. Penjualan beras murah ini merupakan bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di masyarakat.

Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

Program tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan keberadaan Koperasi KDKMP Desa Amboyo Utara kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga semakin mengenal dan memanfaatkan koperasi sebagai wadah ekonomi bersama.

Dalam kegiatan tersebut hadir Danramil 1210-06/Ngabang Kapten Arm Djaka Supriyadi, Ketua Koperasi Primer Kodim 1210/Landak Pelda Ibnu, Babinsa Desa Amboyo Utara Serma Amri, Ketua Koperasi KDKMP Amboyo Utara Sainturi, anggota Kodim 1210/Landak serta masyarakat setempat.

Danramil 1210-06/Ngabang Kapten Arm Djaka Supriyadi mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan koperasi desa kepada masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan warga.

Menurutnya, keberadaan koperasi diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan keberadaan Koperasi KDKMP Desa Amboyo Utara kepada masyarakat. Harapannya koperasi ini dapat berkembang dan dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut disediakan sebanyak 1.000 kilogram beras SPHP yang dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan. Harga ini lebih terjangkau dibandingkan harga beras di pasaran sehingga menarik minat masyarakat untuk membeli.

Selain membantu kebutuhan pangan, kegiatan ini juga menjadi upaya mengaktifkan bangunan koperasi agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi warga.

Masyarakat Desa Amboyo Utara menyambut baik kegiatan tersebut. Selain memperoleh beras dengan harga lebih murah, warga juga mendapatkan pemahaman mengenai peran koperasi sebagai lembaga ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Penjualan Beras SPHP Di Amboyo Utara Digelar Untuk Membantu Warga Mendapatkan Beras Murah Sekaligus Sosialisasi Koperasi Desa Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan tertib, lancar, dan aman. Penjualan beras SPHP sekaligus sosialisasi Koperasi Desa ini berakhir sekitar pukul 11.40 WIB.

Penulis: Tino

Selasa, 25 Maret 2025

Gerakan Pangan Murah di Pontianak: Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga

Gerakan Pangan Murah di Pontianak Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga
Gerakan Pangan Murah di Pontianak: Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Harga.

Pontianak – Dalam upaya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Jalan Adisucipto, Pontianak, pada Selasa (25/03). 

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polda Kalimantan Barat yang turut hadir dalam pembukaan acara.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ny. Dr. (Cand) Hj. Erlina Ria Norsan, S.H., M.H., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Ir. Herti Herawati, MMA., serta jajaran Satgas Pangan Polda Kalbar. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua TP PKK Kota Pontianak, Ketua TP PKK Kabupaten Kubu Raya, serta perwakilan PKK dari berbagai kecamatan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Menyediakan Bahan Pangan dengan Harga Terjangkau

Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Ini merupakan langkah intervensi pemerintah dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang terjadi belakangan ini. Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ekonomis. Berikut beberapa produk yang tersedia dalam GPM ini:

1. PT. Top Indo Niaga Nusantara

  • Beras cap Gajah 5 kg – Rp60.000,00 per karung

  • Gula merek Gulavit 1 kg – Rp14.000,00 per pcs

  • Minyak goreng merek Rose Brand 1 liter – Rp16.000,00 per pcs

  • Garam merek Papa Koki 500 gr – Rp5.000,00 per pcs

  • Margarin merek Palmia 200 gr – Rp6.000,00 per pcs

  • Sirup merek Marjan 460 ml – Rp19.500,00 per botol

2. Kios Pangan Mandiri Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar

  • Paket SPHP (Beras SPHP 5 kg, Gula Rose Brand 1 kg, Minyak Goreng Rose Brand 1 liter) – Rp96.000,00 per paket

  • Paket Lokal (Beras Lokal 5 kg, Gula Rose Brand 1 kg, Minyak Goreng Rose Brand 1 liter) – Rp89.000,00 per paket

3. PT. Charoen Pokphand

  • Ayam Beku – Rp32.000,00 s.d. Rp49.000,00 per bungkus

  • Bebek Beku – Rp54.500,00 s.d. Rp59.500,00 per bungkus

  • Beras merek Bahien 5 kg – Rp77.000,00 per karung

  • Minyak Goreng merek Rose Brand 1 liter – Rp20.000,00 per pcs

  • Minyak Goreng merek Rose Brand 2 liter – Rp40.000,00 per pcs

4. Rajawali Nusindo

  • Minyak Goreng merek Minyakita 1 liter – Rp15.700,00 per pcs

Dukungan Polda Kalbar dalam Pengawasan Harga

Dalam kegiatan ini, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polda Kalbar turut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah untuk memastikan kelancaran distribusi serta mencegah adanya spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami mendukung penuh program ini sebagai langkah nyata dalam mengendalikan inflasi dan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan dengan harga terjangkau. Kami juga akan terus mengawasi distribusi bahan pangan agar tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi,” ujar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno.

Manfaat Gerakan Pangan Murah bagi Masyarakat

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah, dapat lebih mudah memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan aparat keamanan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dengan komitmen bersama, kestabilan harga pangan dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat Kalbar.**

Minggu, 28 Januari 2024

Pemerintah Provinsi Kalbar Ajak Daerah Lain Serta Dalam Gerakan Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-67 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-67 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
PONTIANAK - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., bersama dengan Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat, Ny. D. Efy Masfiaty., mengawali rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan melaksanakan kegiatan jalan sehat dan senam bersama. 

Acara yang dilangsungkan di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (27/1/2024) tersebut juga menandai dimulainya kegiatan Pangan Murah serta pembagian doorprize utama.

Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-67 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-67 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (Adpim Pemprov Kalbar/Borneotribun)
Turut serta dalam acara tersebut adalah Dirut Bank Kalbar, Rokidi, dan beberapa Kepala Perangkat Daerah lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. 

Mohammad Bari menjelaskan bahwa gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-67 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bertujuan untuk meringankan beban masyarakat. 

Ia menyatakan, "Hari ini kita lebih banyak melaksanakan kegiatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat, termasuk pada hari ini ada beberapa kegiatan jalan santai, senam sehat, dan gerakan pangan murah."

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan serta beberapa UMKM dalam penyelenggaraan kegiatan Pangan Murah tersebut. 

Mohammad Bari berharap kegiatan ini dapat mendukung Pemerintah Pusat dalam menjaga inflasi, sementara Kalimantan Barat masih berada pada peringkat 4 terendah se-Indonesia dalam hal tersebut.

Dia juga mengajak seluruh daerah di Kalimantan Barat untuk turut serta dalam upaya pemerataan melalui kegiatan pasar murah. 

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat selalu melakukan upaya-upaya ke seluruh daerah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat untuk menghimbau agar Kabupaten/Kota juga mendukung gerakan pangan murah untuk tetap menjadikan Kalimantan Barat berada pada inflasi yang terkendali," ungkapnya.