Berita BorneoTribun: Pangkalan AS hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pangkalan AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangkalan AS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

Perang Iran vs Israel-AS Memanas, 150 Tentara AS Terluka Tel Aviv Porak-Poranda

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Iran Menggila, 150 Tentara AS Terluka, Tel Aviv Hancur Lebur dalam Perang Hari Ke-11

JAKARTA – Konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memasuki hari ke-11 pada Selasa, 11 Maret 2026. Eskalasi perang di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah serangkaian serangan balasan Iran menghantam berbagai pangkalan militer Amerika Serikat dan wilayah Israel.

Pentagon akhirnya mengakui sekitar 150 tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak konflik dimulai. Mayoritas korban mengalami cedera ringan, namun delapan personel dilaporkan mengalami luka serius.

Meski demikian, laporan militer menyebut sekitar 108 personel telah kembali bertugas, menandakan bahwa mesin militer Amerika tetap berjalan di tengah situasi konflik yang semakin kompleks.

Serangan balasan Iran dilaporkan menggunakan roket dan drone yang menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Selain korban luka, sedikitnya tujuh tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di Kuwait dan Arab Saudi.

Awal Konflik: Operasi Epic Fury

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Konflik ini bermula ketika Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan serangan besar terhadap fasilitas nuklir serta infrastruktur militer Iran dalam operasi militer yang dikenal sebagai Operation Epic Fury.

Serangan tersebut tidak hanya menargetkan instalasi militer, tetapi juga kepemimpinan strategis Iran. Dalam gelombang awal serangan itu, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas.

Serangan ini kemudian memicu respons keras dari Iran. Negara tersebut melancarkan serangan balasan luas ke berbagai target militer Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan menyebut Iran telah menyerang puluhan pangkalan militer Amerika Serikat menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tempur.

Tel Aviv Porak-Poranda

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Dampak konflik kini terasa tidak hanya di pangkalan militer, tetapi juga di kota-kota besar Israel.

Di Israel, sirene peringatan serangan udara kini hampir terus-menerus terdengar. Kota Tel Aviv yang selama ini dikenal sebagai pusat teknologi dan ekonomi Israel kini berubah menjadi kawasan penuh kerusakan.

Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai dalam konferensi pers darurat pada 11 Maret 2026 menggambarkan situasi kota itu sebagai kerusakan terparah sejak berdirinya Israel.

Serangan rudal dan drone yang berhasil menembus sistem pertahanan udara menghantam distrik bisnis utama di sepanjang Jalan Ayalon, yang dikenal sebagai jantung ekonomi kota.

Gedung-gedung tinggi yang biasanya dipenuhi perusahaan teknologi kini berubah menjadi reruntuhan beton, kaca pecah, dan asap kebakaran.

Krisis Infrastruktur Kota

Selain kerusakan bangunan, Tel Aviv juga menghadapi krisis infrastruktur serius.

Pemerintah kota melaporkan sekitar 40 persen wilayah Tel Aviv mengalami pemadaman listrik. Sementara itu, pasokan air bersih di sejumlah kawasan selatan kota turut terganggu.

Sirene peringatan serangan udara masih berbunyi setiap beberapa jam, membuat upaya evakuasi dan pemulihan berjalan lambat.

Pemerintah kota akhirnya memutuskan melakukan evakuasi massal terhadap sekitar 200.000 warga. Mereka diminta meninggalkan kawasan utara kota, termasuk distrik Ramat Aviv, menuju wilayah yang dianggap lebih aman.

Kehancuran di Berbagai Titik Kota

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Di beberapa titik kota, kerusakan yang terjadi digambarkan menyerupai adegan film apokaliptik.

Sebuah gedung apartemen setinggi 20 lantai di Hayarkon Street dilaporkan runtuh setelah terkena serangan langsung. Sementara itu, kawasan bisnis Sarona Market dilanda kebakaran besar karena tim pemadam mengalami kesulitan menjangkau lokasi.

Data otoritas Israel mencatat lebih dari 9.100 klaim kerusakan bangunan akibat serangan rudal yang menghantam berbagai wilayah negara tersebut selama konflik berlangsung.

Korban Sipil di Iran

Di sisi lain, dampak perang juga sangat besar di wilayah Iran.

Sejumlah laporan menyebut lebih dari 1.200 warga sipil Iran tewas akibat serangan udara yang menghantam berbagai kota. Selain itu, sekitar 12.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Serangan tersebut menghantam berbagai wilayah perkotaan dan infrastruktur penting, sehingga memperburuk situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Potensi Krisis Energi Global

Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang ini kemungkinan dapat segera berakhir. Namun hingga hari ke-11 konflik berlangsung, belum ada tanda-tanda eskalasi akan mereda.

Para analis geopolitik memperingatkan perang ini berpotensi memicu krisis energi global, terutama jika ketegangan meningkat di Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dunia.

Sejarah perang sering memperlihatkan ironi yang sama. Setiap pihak mengklaim kemenangan, sementara kota-kota di bawah langit yang sama justru merasakan kehancuran.

Di tengah dentuman rudal dan propaganda dari berbagai pihak, satu hal menjadi jelas. Konflik ini telah berkembang jauh melampaui pertarungan militer. Ia menjadi ujian besar bagi stabilitas geopolitik dunia serta harga kemanusiaan yang harus dibayar ketika perang tak lagi dapat dihindari.

Sumber Narasi: Rosadi Jamani

Jumat, 06 Maret 2026

Drone Hantam Pangkalan AS Di Erbil, Serangan Udara Dilaporkan Terjadi Di Iran

Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.
Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.

Serangan militer dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Timur Tengah pada Jumat (6/3), termasuk di Irak dan Iran. Dua drone disebut menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di dekat Bandara Erbil, sementara laporan lain menyebut korban jiwa akibat serangan udara di beberapa kota di Iran.

Informasi mengenai serangan tersebut dilaporkan oleh Reuters yang mengutip sumber-sumber keamanan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari militer Amerika Serikat mengenai dampak serangan drone tersebut.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan adanya korban tewas dan luka-luka akibat serangan udara yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel di sejumlah wilayah negara itu.

Dua Drone Menyerang Pangkalan AS Di Erbil

Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.
Dua drone menyerang pangkalan militer AS di dekat Bandara Erbil Irak. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di beberapa kota Iran dan menewaskan petugas penyelamat.

Menurut laporan Reuters, dua drone menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di dekat Bandara Internasional Erbil di wilayah Kurdistan, Irak.

Sumber keamanan menyebutkan serangan tersebut terjadi pada Jumat waktu setempat. Namun, belum ada informasi rinci mengenai kerusakan fasilitas atau kemungkinan korban akibat insiden tersebut.

Pangkalan militer di sekitar bandara Erbil diketahui menjadi salah satu lokasi yang digunakan oleh pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat dalam operasi di Irak.

Korban Tewas Dalam Serangan Di Shiraz

Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan dua petugas penyelamat tewas akibat serangan yang disebut sebagai operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel di kota Shiraz, Iran selatan.

Korban dilaporkan merupakan petugas yang terlibat dalam upaya penyelamatan ketika serangan terjadi. Informasi tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak internasional.

Serangan Juga Dilaporkan Di Beberapa Kota Iran

Kantor berita Fars melaporkan serangan udara juga menghantam gedung Palang Merah Iran di kota Mahabad, wilayah barat laut negara itu.

Seorang pekerja penyelamat dilaporkan mengalami luka akibat serangan rudal tersebut.

Selain itu, kantor berita Tasnim melaporkan sejumlah warga sipil terluka dalam serangan di provinsi Isfahan di Iran tengah. Serangan disebut terjadi di beberapa wilayah, termasuk Borkhar, Najafabad, dan Lenjan.

Bangunan tempat tinggal di distrik Zarrinshahr juga dilaporkan terkena dampak serangan tersebut.

Situasi Keamanan Regional Memanas

Serangkaian laporan serangan di Irak dan Iran menunjukkan meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan serangan tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari laporan media dan sumber keamanan setempat.

Perkembangan situasi di wilayah tersebut masih terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena berpotensi memperluas eskalasi konflik di kawasan.

Presiden Iran Sebut Sejumlah Negara Mulai Mediasi Konflik Iran AS Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan sejumlah negara telah memulai upaya mediasi di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung setelah serangkaian serangan militer yang saling dibalas.

Melalui pernyataan di media sosial X pada Jumat, Pezeshkian menegaskan Iran tetap berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. Namun, ia juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu mempertahankan martabat serta kedaulatan nasional.

Konflik terbaru ini memicu perhatian berbagai negara yang berusaha meredakan ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan.

Upaya Mediasi Di Tengah Ketegangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengatakan beberapa negara telah mengambil langkah diplomatik untuk menjadi penengah antara pihak-pihak yang terlibat.

Ia menekankan bahwa Iran terbuka terhadap proses mediasi yang bertujuan menghentikan eskalasi konflik. Namun, menurutnya, upaya tersebut juga harus mempertimbangkan pihak yang dianggap memicu ketegangan.

Pezeshkian menyebut bahwa mediasi seharusnya ditujukan kepada pihak yang dinilai meremehkan rakyat Iran serta memicu konflik yang terjadi saat ini.

Latar Belakang Serangan Militer

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran. Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran dilaporkan berada di wilayah ibu kota, Teheran.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang menyasar beberapa lokasi strategis di negara itu.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang ini memperburuk situasi keamanan regional dan meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.

Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi perhatian serius bagi banyak negara karena berpotensi memengaruhi stabilitas Timur Tengah secara luas.

Upaya mediasi yang mulai dilakukan oleh sejumlah negara dipandang sebagai langkah penting untuk menekan risiko konflik terbuka yang lebih luas.

Sejauh ini belum ada informasi rinci mengenai negara mana saja yang terlibat dalam proses mediasi tersebut. Namun, berbagai pihak berharap jalur diplomasi dapat membantu meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog antara pihak yang berseteru.

Iran Mengaku Luncurkan Serangan Drone Ke Pangkalan Militer AS Di Kuwait

Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Jumat. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas dan diklaim akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Pernyataan itu disampaikan militer Iran melalui media resmi mereka. Informasi tersebut kemudian dikutip oleh kantor berita Fars yang melaporkan bahwa sejumlah pangkalan AS di wilayah Kuwait menjadi target serangan drone dalam beberapa waktu terakhir.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai operasi besar yang melibatkan berbagai jenis pesawat nirawak milik pasukan darat mereka.

Iran Klaim Serangan Drone ke Pangkalan AS

Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Dalam pernyataannya, militer Iran mengatakan serangan dilakukan secara intensif menggunakan sejumlah drone yang diluncurkan ke arah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.

“Dalam beberapa jam terakhir, pangkalan-pangkalan AS di Kuwait telah menjadi sasaran serangan besar-besaran menggunakan berbagai jenis pesawat nirawak pasukan darat,” demikian bunyi pernyataan militer Iran.

Militer Iran juga menyebut operasi tersebut masih berlangsung dan kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa jam mendatang.

Ketegangan Regional Kembali Meningkat

Klaim serangan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara di wilayah tersebut tengah berada dalam kondisi siaga menyusul berbagai operasi militer yang melibatkan beberapa kekuatan besar.

Pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait diketahui menjadi salah satu titik strategis bagi operasi militer Washington di kawasan Teluk.

Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Kuwait terkait klaim serangan drone yang disampaikan oleh militer Iran.

Dampak Potensial Terhadap Stabilitas Kawasan

Jika klaim tersebut terkonfirmasi, serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait berpotensi memperluas ketegangan regional dan meningkatkan risiko konflik yang lebih besar di Timur Tengah.

Para pengamat menilai setiap eskalasi yang melibatkan fasilitas militer Amerika di kawasan Teluk dapat memicu respons militer yang lebih luas.

Situasi ini pun terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan geopolitik di kawasan tersebut.