Berita BorneoTribun: Pasokan Gas hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pasokan Gas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasokan Gas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

Stok LPG 3 Kg Kalbar Aman, Pertamina Tambah Ratusan Ribu Tabung

Pertamina tambah 497 ribu LPG 3 kg di Kalbar jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H untuk antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. (Gambar ilustrasi)
Pertamina tambah 497 ribu LPG 3 kg di Kalbar jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H untuk antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. (Gambar ilustrasi)

Pontianak — Menjelang momen Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, kebutuhan energi rumah tangga diprediksi meningkat signifikan. Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengambil langkah cepat dengan menambah pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Kalimantan Barat.

Tambahan pasokan ini tidak main-main. Totalnya mencapai lebih dari 497.000 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan melalui alokasi fakultatif ke berbagai daerah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara merata ke sejumlah kabupaten dan kota.

Wilayah yang mendapatkan tambahan pasokan antara lain Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, serta Kota Pontianak dan Singkawang.

Menurut Edi, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi, terutama pada periode dengan lonjakan konsumsi.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mengamankan pasokan energi bagi masyarakat, termasuk LPG 3 kilogram yang banyak digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha mikro,” ujarnya di Pontianak, Rabu.

Ia menegaskan, penambahan alokasi ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga perayaan Idul Fitri.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Pertamina mengingatkan agar LPG 3 kilogram dibeli sesuai kebutuhan dan tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam upaya menjaga distribusi tetap lancar dan tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum.

Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan LPG subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak, seperti rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

“Bagi masyarakat yang mampu, kami imbau untuk menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menyelewengkan distribusi LPG subsidi.

Sebagai bentuk transparansi layanan, masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan kendala distribusi dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau melalui media sosial resmi @pertamina135.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi selama Ramadhan hingga Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa khawatir kekurangan LPG.

Minggu, 15 Maret 2026

Cadangan Gas Eropa Anjlok Ke Level Terendah, Alarm Krisis Energi Kembali Muncul

Cadangan gas Eropa turun ke 29 persen, level terendah musim ini. Penurunan stok energi memicu kekhawatiran krisis pasokan dan lonjakan harga gas di kawasan tersebut.
Cadangan gas Eropa turun ke 29 persen, level terendah musim ini. Penurunan stok energi memicu kekhawatiran krisis pasokan dan lonjakan harga gas di kawasan tersebut.

Cadangan Gas Eropa Turun Ke Titik Terendah Musiman, Alarm Energi Kembali Berbunyi

JAKARTA -- Cadangan gas alam di fasilitas penyimpanan bawah tanah Eropa kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa stok energi penting tersebut turun ke titik terendah musim ini, memicu kekhawatiran baru tentang stabilitas pasokan energi di kawasan tersebut.

Perusahaan energi raksasa Rusia, Gazprom, melaporkan bahwa tingkat cadangan gas di fasilitas penyimpanan bawah tanah Eropa kini hanya sekitar 29,1% dari total kapasitas. Angka ini menandai salah satu level terendah yang tercatat selama musim pemakaian energi tahun ini.

Penurunan cadangan gas sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan. Setiap tahun, negara-negara Eropa memang menarik gas dari penyimpanan selama musim dingin untuk memenuhi kebutuhan pemanas rumah tangga, industri, hingga pembangkit listrik.

Namun, kondisi tahun ini dinilai lebih menantang dibanding sebelumnya.

Stok Musim Dingin Sudah Hampir Habis

Menurut data industri energi Eropa, sebagian besar gas yang disimpan untuk menghadapi musim dingin telah digunakan lebih awal dari perkiraan. Bahkan sebagian negara kini mulai menggunakan cadangan lama dari tahun sebelumnya.

Fenomena ini terjadi karena tingkat penarikan gas dari fasilitas penyimpanan meningkat cukup tajam sepanjang musim dingin. Dalam beberapa kasus, laju pengambilan gas bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata dalam satu dekade terakhir.

Negara-negara dengan ekonomi besar seperti Jerman, Prancis, dan Belanda menjadi salah satu yang paling banyak menguras cadangan energi mereka.

Akibatnya, tingkat penyimpanan gas di beberapa negara tersebut turun jauh di bawah rata-rata Eropa.

Tantangan Baru Menjelang Musim Dingin Berikutnya

Menurunnya cadangan gas tidak hanya menjadi isu jangka pendek. Para analis energi memperingatkan bahwa mengisi kembali fasilitas penyimpanan sebelum musim dingin berikutnya bisa menjadi tantangan besar.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya:

  • Berkurangnya pasokan gas dari beberapa sumber tradisional

  • Ketidakpastian geopolitik global

  • Harga energi yang masih fluktuatif

  • Persaingan pembelian gas di pasar internasional

Jika proses pengisian kembali berjalan lambat, Eropa berpotensi menghadapi tekanan energi yang lebih besar pada musim dingin berikutnya.

Dampak Bagi Ekonomi Dan Konsumen

Kondisi cadangan gas yang menipis juga berpotensi memengaruhi harga energi. Ketika pasokan lebih terbatas sementara permintaan tetap tinggi, harga gas di pasar internasional biasanya ikut meningkat.

Situasi ini bisa berdampak langsung pada biaya listrik, pemanas rumah, hingga biaya produksi industri di banyak negara Eropa.

Dalam beberapa tahun terakhir, krisis energi telah menjadi salah satu isu ekonomi paling sensitif di kawasan tersebut. Oleh karena itu, perkembangan cadangan gas kini terus dipantau oleh pemerintah, pelaku industri, hingga investor energi global.

Eropa Berpacu Mengisi Ulang Stok Energi

Dengan musim pemakaian gas yang masih berlangsung hingga awal musim semi, negara-negara Eropa kini mulai bersiap menghadapi fase berikutnya: mengisi ulang cadangan gas untuk musim dingin selanjutnya.

Upaya ini biasanya dimulai pada musim panas ketika permintaan energi menurun.

Namun jika pasokan global tetap ketat, proses pengisian kembali bisa berlangsung lebih mahal dan lebih lambat dari biasanya.

Bagi Eropa, menjaga cadangan energi tetap aman bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal stabilitas energi jangka panjang.