Berita BorneoTribun: Pecco Bagnaia 2025 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pecco Bagnaia 2025. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pecco Bagnaia 2025. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2025

Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience

Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience
Pecco Bagnaia Surprised to Be Marc Marquez’s Teammate at Ducati, But Says It’s Been a Positive Experience.

Double MotoGP world champion Pecco Bagnaia admitted he was surprised that being Marc Marquez’s teammate at the Ducati factory team in 2025 turned out to be a much more positive experience than he expected.

Marc Marquez made headlines in the rider market last year when he publicly rejected an offer to join the Pramac Ducati team for the 2025 season, insisting that he wanted a full factory bike—either with Gresini or the official Ducati team.

Eventually, Ducati gave in to his demands and signed Marquez to the factory squad, forcing the team to reverse its earlier plan to promote 2024 world champion Jorge Martin.

When Marquez joined Ducati, many expected sparks to fly between him and Bagnaia. But the reality has been quite the opposite.

This season, Bagnaia has struggled to match Marquez’s performance. The six-time MotoGP world champion has been dominant and is on track to secure the 2025 title, while Bagnaia has only managed two Grand Prix victories so far—down from 11 wins last season.

In an interview with Gazzetta dello Sport, Bagnaia dismissed claims that having Marquez as a teammate had affected him psychologically.

“At first, I was a little worried,” Bagnaia said. “He used to say that he liked to mess with his teammates, but instead, it’s been the opposite. It’s actually been very positive. My experience working with him has been really enjoyable.”

Bagnaia also shared a fun moment they had together in Japan after Marquez clinched his seventh world title. “We went to a karaoke bar, drank sake, and had a good time. Marc is one of the strongest riders in history. In recent years, he’s been dominant. You can only learn from someone like him,” he added.

Meanwhile, Marquez will miss the upcoming Australian and Malaysian Grands Prix due to a right shoulder injury sustained in a first-lap crash with Marco Bezzecchi during the Indonesian round. Ducati’s test rider Michele Pirro will fill in for Marquez, though for now, only for the Australian Grand Prix.

Bagnaia seemed to make progress in Japan when he performed strongly on a bike fitted with several GP24 parts that helped him regain lost confidence. However, in Mandalika, he struggled again, dropping down the order and recording two DNFs.

“We tried many things, but for some reason, nothing clicked. It’s been a tough season, but I’m still pushing to find a solution,” Bagnaia admitted.

Although this season hasn’t gone as planned, the good relationship between Ducati’s star riders has become one of MotoGP’s most unexpected storylines. Instead of turning into bitter rivals, Bagnaia and Marquez have shown respect and teamwork both on and off the track.

Pecco Bagnaia Akui Kaget Jadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati, Tapi Justru Dapat Banyak Hal Positif

Pecco Bagnaia Akui Kaget Jadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati, Tapi Justru Dapat Banyak Hal Positif
Pecco Bagnaia Akui Kaget Jadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati, Tapi Justru Dapat Banyak Hal Positif.

JAKARTA - Pecco Bagnaia, juara dunia MotoGP dua kali, mengaku terkejut karena pengalaman menjadi rekan setim Marc Marquez di tim pabrikan Ducati pada musim 2025 ternyata jauh lebih positif dari yang ia bayangkan.

Marc Marquez sempat menjadi sorotan besar di bursa pembalap tahun lalu. Ia secara terbuka menolak tawaran bergabung dengan tim Pramac Ducati untuk musim 2025 dan menuntut agar bisa membalap dengan motor pabrikan, baik di tim Gresini atau langsung di tim utama Ducati.

Akhirnya, Ducati mengabulkan keinginan Marquez dan merekrutnya ke tim pabrikan. Keputusan ini membuat Ducati harus mengubah rencana awal mereka yang sebelumnya ingin mempromosikan Jorge Martin, juara dunia 2024, ke tim utama.

Dengan bergabungnya Marquez ke Ducati, banyak yang memprediksi akan terjadi rivalitas panas antara dirinya dan Pecco Bagnaia. Namun kenyataannya justru berbeda.

Musim ini, Bagnaia memang kesulitan menandingi performa Marquez. Sang juara dunia enam kali MotoGP itu tampil dominan dan sudah hampir memastikan gelar juara dunia 2025. Sementara Bagnaia hanya mampu meraih dua kemenangan grand prix sejauh ini, jauh menurun dibanding 11 kemenangan yang ia raih musim lalu.

Dalam wawancaranya bersama Gazzetta dello Sport, Bagnaia membantah isu bahwa kehadiran Marquez membuatnya tertekan secara mental.

“Awalnya, saya sempat khawatir,” kata Bagnaia. “Dia pernah bilang kalau dia suka mengganggu bahkan rekan setimnya sendiri. Tapi ternyata berbeda, dia justru sangat positif. Pengalamanku bersamanya sebagai rekan setim sangat menyenangkan.”

Bagnaia juga menceritakan momen santai mereka di Jepang setelah Marquez meraih gelar juara dunia ketujuhnya. “Kami pergi ke bar karaoke, minum sake, dan bersenang-senang. Marc adalah salah satu pembalap terkuat dalam sejarah. Dalam beberapa tahun terakhir, dia benar-benar mendominasi. Dari dia, kamu hanya bisa belajar banyak,” tambahnya.

Sementara itu, Marc Marquez akan absen di dua seri berikutnya, yaitu Grand Prix Australia dan Malaysia. Ia mengalami cedera bahu kanan setelah terlibat insiden di lap pertama bersama Marco Bezzecchi pada balapan di Indonesia. Ducati menunjuk pembalap tes Michele Pirro untuk menggantikan Marquez, meski sejauh ini hanya untuk seri Australia.

Bagnaia sendiri sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Jepang setelah tampil impresif dengan motor yang sudah menggunakan beberapa komponen dari GP24. Namun di Mandalika, performanya kembali menurun drastis dan gagal finis dua kali. Ia pun mengaku belum tahu apa penyebabnya.

“Kami sudah mencoba banyak hal, tapi entah kenapa semuanya terasa tidak nyambung. Ini musim yang sulit, tapi saya tetap berusaha mencari solusi,” ujar Bagnaia.

Meski musim ini tidak berjalan mulus, hubungan baik antara dua pembalap top Ducati ini menjadi cerita menarik di paddock MotoGP. Bukannya menjadi rival sengit, keduanya justru menunjukkan rasa saling menghormati dan semangat kerja sama yang tinggi.