Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pelajar SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajar SMA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2026

Tragis di Luwu Timur, Gadis 21 Tahun Tewas di Sawah, Pelakunya Ternyata Tetangga Sendiri

Pelajar SMA di Luwu Timur diduga bunuh tetangganya di sawah. Polisi ungkap motif cinta bertepuk sebelah tangan dan amankan pelaku dalam 9 jam. (Foto ilustrasi)
Pelajar SMA di Luwu Timur diduga bunuh tetangganya di sawah. Polisi ungkap motif cinta bertepuk sebelah tangan dan amankan pelaku dalam 9 jam. (Foto ilustrasi)

Pelajar SMA di Luwu Timur Diduga Bunuh Tetangga, Polisi Ungkap Motif Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Seorang pelajar SMA berinisial AD (17) ditangkap polisi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat (12/6/2026), setelah diduga membunuh tetangganya sendiri, Abi Limbong (21), yang bekerja sebagai cleaning service di Puskesmas Kalaena Kiri. Korban sebelumnya ditemukan tewas di area persawahan pada Kamis (11/6/2026) dini hari.

Peristiwa ini langsung menggegerkan warga sekitar karena pelaku dan korban diketahui tinggal berdampingan sebagai tetangga. Hubungan kedekatan lokasi tinggal itu justru berubah menjadi tragedi yang berujung kematian.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu berangkat kerja pada dini hari seperti biasanya. Dalam kondisi jalan desa yang masih gelap dan sepi, korban diduga sudah diikuti oleh pelaku sejak keluar rumah.

Saat berada di jalur persawahan, pelaku kemudian melakukan penyergapan hingga terjadi perlawanan antara keduanya. Korban sempat berusaha melarikan diri dan berteriak meminta pertolongan warga.

Namun, pelaku kembali mengejar korban hingga ke area sawah. Di lokasi tersebut, pelaku mengambil batu dan memukul bagian belakang kepala korban. Benturan keras itu membuat korban jatuh ke kubangan lumpur dan meninggal dunia di tempat.

Setelah kejadian, pelaku kembali ke rumahnya dengan kondisi tubuh dan pakaian penuh lumpur sawah. Jejak tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk penting yang mengarah pada penangkapannya.

Polisi dari Polsek Mangkutana berhasil mengamankan pelaku hanya sekitar sembilan jam setelah jasad korban ditemukan.

Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajri, menyebut motif sementara dari kasus ini berkaitan dengan obsesi pelaku terhadap korban.

“Pelaku sudah lama terobsesi dengan kemolekan tubuh korban hingga kerap mengintip saat korban mandi,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa tindakan pelaku dipicu oleh ketertarikan sepihak yang tidak terkendali hingga berujung tindakan kriminal.

Saat ini pelaku AD telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Karena masih di bawah umur, proses hukum terhadap pelaku akan mengikuti ketentuan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.

Polisi juga masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan kronologi lengkap, termasuk dugaan adanya kekerasan lain yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.

Kasus ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar, terutama karena pelaku dan korban merupakan tetangga dekat. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian disebut sempat terganggu akibat peristiwa tersebut.

Tragedi ini juga kembali menyoroti pentingnya pengawasan sosial di lingkungan perumahan dan desa, terutama terkait perilaku remaja yang dapat berkembang tanpa kontrol yang tepat.

Rabu, 08 April 2026

232 Pelajar Ikut Seleksi Paskibraka 2026, Wali Kota Banjarmasin Soroti Disiplin

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR resmi membuka seleksi Paskibraka 2026 dan menegaskan pentingnya disiplin, integritas, serta seleksi tanpa titipan.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR resmi membuka seleksi Paskibraka 2026 dan menegaskan pentingnya disiplin, integritas, serta seleksi tanpa titipan.

BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan pentingnya sikap disiplin tinggi bagi seluruh pelajar yang mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan resmi seleksi calon Paskibraka tingkat Kota Banjarmasin yang digelar pada Selasa. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026.

Seleksi tersebut dilaksanakan di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai lembaga yang membina nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Paskibraka Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menegaskan bahwa Paskibraka bukan hanya bertugas mengibarkan bendera merah putih saat upacara kemerdekaan.

Lebih dari itu, menurutnya, Paskibraka adalah simbol generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepemimpinan yang kuat.

“Para peserta adalah putra-putri terbaik daerah yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Yamin.

Ia menilai bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan besar yang juga diiringi tanggung jawab tinggi, terutama dalam menjaga nama baik daerah dan bangsa.

232 Pelajar Antusias Ikuti Seleksi

Minat pelajar untuk mengikuti seleksi Paskibraka tahun 2026 terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 232 pelajar tingkat SMA/sederajat mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi tingkat Kota Banjarmasin.

Menurut Yamin, angka tersebut menunjukkan tingginya semangat generasi muda untuk berkontribusi dalam kegiatan nasional yang sarat nilai kebangsaan.

Ia menyebut, kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan peluang emas bagi pelajar untuk mencatatkan prestasi sekaligus membangun karakter diri.

“Ini kesempatan emas bagi para pelajar untuk menorehkan prestasi hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional,” jelasnya.

Seleksi Ketat: Fisik, Wawasan, dan Mental

Wali Kota Yamin menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai kondisi fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan serta kekuatan mental para peserta.

Menurutnya, disiplin tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Ia juga meminta panitia untuk menjalankan seleksi secara profesional dan transparan.

“Saya tidak ingin ada titip-titipan dalam seleksi ini. Yang terpilih harus murni karena kemampuan dan kedisiplinan mereka,” tegas Yamin.

Pesan tersebut disampaikan sebagai komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas dan keadilan selama proses seleksi berlangsung.

Harapan Lahir Generasi Berkarakter

Melalui kegiatan seleksi Paskibraka ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

Nilai-nilai yang ingin ditanamkan meliputi:

  • Semangat cinta tanah air

  • Jiwa kepemimpinan

  • Disiplin tinggi

  • Integritas dan tanggung jawab

  • Persatuan dan kesatuan bangsa

Menurut Yamin, peserta Paskibraka merupakan calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu membawa nama baik Kota Banjarmasin di tingkat nasional.

“Menjadi Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kalian adalah calon pemimpin masa depan,” pesannya kepada peserta.

Komitmen Transparansi dan Sportivitas

Selain menekankan disiplin, Wali Kota Yamin juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan seleksi secara maksimal.

Ia berharap seluruh proses berlangsung secara sportif dan objektif tanpa intervensi pihak mana pun.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa peserta yang lolos benar-benar memiliki kemampuan terbaik.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa itu Paskibraka?

Paskibraka adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang bertugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berapa jumlah peserta seleksi Paskibraka Banjarmasin 2026?

Sebanyak 232 pelajar SMA/sederajat mengikuti seleksi tingkat Kota Banjarmasin tahun 2026.

Apa saja syarat utama menjadi Paskibraka?

Beberapa syarat utama meliputi kondisi fisik sehat, wawasan kebangsaan yang baik, disiplin tinggi, serta mental yang kuat.

Mengapa disiplin penting bagi calon Paskibraka?

Disiplin menjadi faktor utama karena anggota Paskibraka harus menjalankan tugas dengan ketepatan, tanggung jawab, dan profesionalisme tinggi.

Siapa yang mengoordinasikan seleksi Paskibraka?

Seleksi Paskibraka dilakukan di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).