Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Bulungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Bulungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2026

Resmi Naik Jabatan, Lima Pejabat Pemkab Bulungan Diminta Segera Tancap Gas

Pemkab Bulungan melantik lima pejabat eselon II hasil seleksi terbuka 2026. Pelantikan ini diharapkan memperkuat kinerja OPD dan mempercepat program pembangunan daerah.
Pemkab Bulungan melantik lima pejabat eselon II hasil seleksi terbuka 2026. Pelantikan ini diharapkan memperkuat kinerja OPD dan mempercepat program pembangunan daerah.

Pelantikan Lima Pejabat Eselon II Perkuat Kinerja Pemkab Bulungan, Fokus Percepatan Program Pembangunan

BULUNGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kembali melakukan penguatan struktur birokrasi melalui pelantikan lima pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II hasil seleksi terbuka tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor strategis.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bulungan tersebut menandai dimulainya babak baru bagi lima pejabat yang sebelumnya menduduki posisi eselon III.

Kenaikan jabatan dari eselon III ke eselon II bukan sekadar perubahan posisi struktural. Jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan, mengoordinasikan program kerja, hingga memastikan target pembangunan daerah dapat berjalan sesuai rencana.

Seleksi Terbuka untuk Mendapatkan Pemimpin OPD Berkualitas

Lima pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses seleksi terbuka (selter) calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bulungan Tahun 2026. Mekanisme ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan menghasilkan aparatur sipil negara yang profesional, kompeten, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

Melalui proses seleksi yang kompetitif, pemerintah daerah berupaya menempatkan sumber daya manusia terbaik pada posisi strategis untuk mendukung efektivitas kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa jabatan baru yang diemban para pejabat tersebut membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan posisi sebelumnya.

Menurutnya, seorang pejabat eselon II harus memiliki cara pandang yang lebih luas dalam mengelola organisasi, mengembangkan program kerja, serta memastikan seluruh perangkat di bawah koordinasinya dapat bekerja secara optimal.

Pentingnya Konsolidasi dan Akselerasi Program Daerah

Salah satu pesan utama yang disampaikan Bupati Syarwani dalam pelantikan tersebut adalah pentingnya konsolidasi internal di setiap OPD.

Konsolidasi menjadi langkah awal yang harus segera dilakukan agar seluruh unsur organisasi memiliki visi yang sama dalam menjalankan program kerja. Dengan koordinasi yang baik, berbagai target pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.

Selain itu, percepatan pelaksanaan program pembangunan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Bulungan saat ini terus mendorong peningkatan pelayanan publik, pengembangan ekonomi daerah, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu mengakselerasi berbagai program yang telah direncanakan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik

Pelantikan tersebut menghasilkan sejumlah perubahan penting dalam struktur kepemimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bulungan.

Berikut lima pejabat yang resmi menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama:

1. Dyah Astutik

Dyah Astutik dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan Masyarakat pada Inspektorat Daerah Kabupaten Bulungan.

2. Muhammad Saleh

Muhammad Saleh dipercaya menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bulungan. Sebelum promosi tersebut, ia menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.

3. Leni Ernalina

Leni Ernalina kini memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.

4. Sayid Abdurahman Saleh

Sayid Abdurahman Saleh dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Bidang Prasarana dan Sarana pada Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.

5. M. Fakhruddin

M. Fakhruddin dipercaya memimpin Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulungan setelah sebelumnya menjabat Kepala Bagian Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.

Penguatan Birokrasi untuk Mendukung Pembangunan Bulungan

Pelantikan lima pejabat eselon II ini menunjukkan komitmen Pemkab Bulungan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keberadaan pemimpin baru di sejumlah OPD strategis diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

Dengan pengalaman yang dimiliki masing-masing pejabat, pemerintah daerah optimistis berbagai program prioritas dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Bulungan di masa mendatang.

Minggu, 26 April 2026

Syarwani Minta Transaksi Koperasi Merah Putih Gunakan QRIS

Bupati Bulungan Syarwani mendorong koperasi Merah Putih beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS guna meningkatkan transparansi dan keamanan keuangan.
Bupati Bulungan Syarwani mendorong koperasi Merah Putih beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS guna meningkatkan transparansi dan keamanan keuangan.

Bulungan, Kaltara - Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan komitmen mendukung penguatan tata kelola koperasi desa melalui pemanfaatan sistem transaksi digital. Langkah tersebut dipandang penting untuk menjaga transparansi sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi yang berujung persoalan hukum.

Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan bahwa keberhasilan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sangat berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pengelolaan keuangan. Penggunaan metode pembayaran digital dinilai mampu mempermudah pencatatan transaksi sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

Menurut Syarwani, penggunaan sistem digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memungkinkan transaksi dilakukan secara praktis tanpa bergantung pada uang tunai. Sistem tersebut dinilai mampu menekan risiko selisih perhitungan kecil yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dorongan digitalisasi tersebut telah disampaikan sejak peluncuran program Koperasi Merah Putih yang sebelumnya digelar di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Dalam kegiatan tersebut, Syarwani meminta dukungan sektor perbankan agar seluruh gerai koperasi memprioritaskan sistem pembayaran nontunai.

Pemanfaatan transaksi digital, lanjut Syarwani, bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan keuangan koperasi berjalan secara transparan dan aman. Sistem berbasis digital dinilai mampu membantu pengurus koperasi dalam menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan mudah diaudit.

Syarwani juga menekankan bahwa nominal kecil seperti selisih uang kembalian dapat menjadi persoalan apabila terakumulasi dalam jumlah besar. Karena itu, penggunaan transaksi digital dipandang sebagai langkah preventif untuk melindungi pengurus koperasi dari potensi risiko hukum sekaligus menjaga kepercayaan anggota.

Selain memperkuat tata kelola keuangan, digitalisasi koperasi juga diharapkan mendukung keberlanjutan program nasional di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Bulungan menilai integrasi teknologi dalam operasional koperasi menjadi kunci agar layanan kepada masyarakat berjalan lebih cepat, efisien, dan transparan.

FAQ

Apa tujuan Pemkab Bulungan mendorong transaksi digital di koperasi?
Tujuannya untuk meningkatkan transparansi, mempermudah pencatatan transaksi, serta mengurangi risiko kesalahan administrasi yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Apa itu QRIS dalam transaksi koperasi?
QRIS adalah sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang memudahkan transaksi nontunai menggunakan ponsel.

Mengapa transaksi tunai dianggap berisiko?
Selisih kecil dalam transaksi tunai, seperti uang kembalian, bisa terakumulasi dan menimbulkan persoalan laporan keuangan jika tidak tercatat dengan baik.

Apa manfaat digitalisasi bagi pengurus koperasi?
Digitalisasi membantu pengurus membuat laporan keuangan yang lebih rapi, akurat, dan mudah diaudit.

Apakah program ini bagian dari kebijakan nasional?
Ya, digitalisasi koperasi mendukung pelaksanaan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Minggu, 19 April 2026

Bupati Syarwani Pastikan 30 Produk UMKM Bulungan Tampil Di Sarinah

Pemkab Bulungan membuka gerai UMKM di Mal Sarinah Jakarta pada 30 April. Sebanyak 30 produk lokal siap dipasarkan secara nasional dan diresmikan Menteri UMKM.
Pemkab Bulungan membuka gerai UMKM di Mal Sarinah Jakarta pada 30 April. Sebanyak 30 produk lokal siap dipasarkan secara nasional dan diresmikan Menteri UMKM.

Bulungan, Kaltara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara, bersiap membuka gerai khusus produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Mal Sarinah, Jakarta. Rencananya, gerai tersebut akan diresmikan pada Kamis, 30 April 2026 oleh Menteri UMKM, Maman Abdurahman.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pelaku UMKM di Bulungan untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan optimisme bahwa proses pembukaan gerai berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

“Mudah-mudahan, doakan tidak ada kendala dan tidak ada halangan. Saya sudah komunikasi dengan Pak Menteri UMKM, insya Allah beliau secara resmi nanti tanggal 30 April meresmikan dan me-launching keberadaan produk-produk UMKM Kabupaten Bulungan di Mal Sarinah Jakarta,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Sabtu.

Menurut Syarwani, keberhasilan produk UMKM Bulungan masuk ke pusat perbelanjaan nasional seperti Sarinah bukan proses instan. Dibutuhkan kerja keras, koordinasi lintas instansi, serta pembinaan berkelanjutan kepada pelaku usaha lokal.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa produk unggulan sudah mulai dipasarkan, bahkan mendapat respons positif dari konsumen.

Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah cokelat hasil olahan kelompok tani dari Desa Antutan dan Desa Pejalin. Produk tersebut sudah tersedia di gerai Sarinah sebelum peresmian resmi.

Selain itu, berbagai camilan khas daerah yang diproduksi oleh pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu dari Desa Mangkupadi, juga mulai terpajang dan telah dibeli oleh pengunjung.

“Alhamdulillah memang sudah ada konsumsi yang dilakukan dan bukan hanya dari kita masyarakat di Kabupaten Bulungan. Dengan kehadiran produk-produk UMKM di Mal Sarinah itu juga bisa dikenal luas oleh masyarakat lain yang ada di Indonesia,” jelasnya.

30 Produk UMKM Lolos Kurasi Ketat

Dari total 70 produk UMKM yang diajukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bulungan, sebanyak 30 produk dinyatakan lolos proses kurasi.

Proses kurasi ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk sesuai standar pasar nasional, baik dari sisi kemasan, kualitas bahan, hingga konsistensi produksi.

Syarwani menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan produksi agar pasokan produk tetap stabil.

“Yang pasti sudah disetujui ada 30 produk. Nah tinggal tugas kita hari ini di Kabupaten Bulungan untuk memastikan serta menjamin jangan sampai ada yang putus produk-produk ini. Jadi keberlanjutan produk itu yang penting,” tegasnya.

Pembukaan gerai UMKM di Mal Sarinah diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bulungan.

Selain membuka peluang pasar lebih luas, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Syarwani berharap masyarakat turut mendoakan agar peluncuran gerai berjalan lancar dan membawa manfaat jangka panjang.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal kita mengenalkan produk-produk UMKM Kabupaten Bulungan menasional dan akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bulungan,” harapnya.

FAQ

Kapan gerai UMKM Bulungan di Sarinah diresmikan?
Gerai direncanakan diresmikan pada Kamis, 30 April 2026.

Siapa yang akan meresmikan gerai UMKM Bulungan?
Peresmian dijadwalkan dilakukan oleh Menteri UMKM, Maman Abdurahman.

Berapa jumlah produk UMKM Bulungan yang lolos kurasi?
Sebanyak 30 produk UMKM dinyatakan lolos dari total 70 produk yang diajukan.

Produk apa saja yang dipasarkan di Sarinah?
Beberapa di antaranya cokelat dari Desa Antutan dan Pejalin serta berbagai camilan khas dari Desa Mangkupadi.

Apa tujuan utama pembukaan gerai UMKM di Sarinah?
Untuk memperkenalkan produk lokal Bulungan secara nasional dan meningkatkan perekonomian masyarakat daerah.