Berita BorneoTribun: Pemkab Kubu Raya hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Kubu Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Kubu Raya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2026

Pemkab Kubu Raya Uji Petik Potensi Pajak MBLB

Foto: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kubu Raya, Maria Agustina

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan uji petik lapangan untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Jumat (17/4/2026).

Hasil sementara menunjukkan adanya sejumlah titik aktivitas yang berpotensi menjadi sumber pajak daerah. Namun, data tersebut masih dalam tahap verifikasi dan belum ditetapkan secara final.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kubu Raya Maria Agustina mengatakan, pengecekan langsung ke lapangan penting untuk memperoleh data riil.

“Dengan turun langsung ke lapangan, kita bisa melihat kondisi riil. Data koordinat yang diambil menjadi bahan analisis untuk menentukan potensi pajak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat titik aktivitas yang berada di dalam maupun di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) sehingga perlu kajian lebih lanjut.

“Ini belum final, tapi sudah terlihat ada potensi PAD dari sektor MBLB,” tambahnya. (Jm)

Selasa, 14 April 2026

Bupati Kubu Raya Resmikan Lahan Parkir Taman Dirgantara, Perkuat Ruang Publik dan UMKM

Foto: Bupati Kubu Raya H. Sujiwo meresmikan lahan parkir paving block di kawasan Taman Tugu Pesawat Dirgantara, Selasa (14/4/2026)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya H. Sujiwo meresmikan lahan parkir paving block di kawasan Taman Tugu Pesawat Dirgantara, Selasa (14/4/2026).

Peresmian ini menjadi langkah lanjutan Pemkab Kubu Raya dalam menata dan mengembangkan ruang publik yang representatif bagi masyarakat.

Usai peresmian, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada Lanud Supadio atas inisiatif dan kolaborasi dalam mengembangkan kawasan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka taman itu akan berkembang sepesat saat ini.

“Awalnya kami kira ini hanya taman biasa, tempat masyarakat bersantai. Namun sekarang berkembang menjadi ruang publik yang sangat diminati, bahkan dikenal hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, Taman Dirgantara tidak hanya memberi ruang interaksi bagi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM.

Ia menegaskan, Pemkab Kubu Raya berkomitmen terus melakukan penataan kawasan, termasuk peningkatan infrastruktur jalan, penambahan fasilitas, serta penghijauan lingkungan taman.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Penataan akan terus kami lakukan, termasuk pembangunan jalan di dalam kawasan agar lebih baik dan nyaman,” tegasnya.

Sujiwo menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan tersebut.

“Ini wujud nyata kemitraan yang baik antara pemerintah daerah dan TNI AU. Kita akan terus jaga kolaborasi ini agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono menyampaikan, pembangunan fasilitas seperti lahan parkir paving block merupakan bagian dari upaya menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.

Ia menyebut Taman Dirgantara kini menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan perputaran ekonomi signifikan, mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan dan melibatkan puluhan pelaku UMKM.

Dengan diresmikannya lahan parkir tersebut, Taman Dirgantara diharapkan semakin tertata dan mampu menjadi ruang publik yang nyaman, produktif, serta memberi dampak positif bagi masyarakat Kubu Raya. (Jm)

Senin, 13 April 2026

Pemkab Kubu Raya Gelar Seleksi Paskibraka 2026, DPRD: Junjung Sportivitas

Foto: Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Kuburaya Tahun 2026

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 pada Senin (13/4). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga DPRD, dalam upaya menjaring putra-putri terbaik daerah.

Sebanyak 185 peserta mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan secara bertahap dan ketat. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dipilih dua orang terbaik untuk mewakili Kabupaten Kubu Raya ke tingkat provinsi.

Foto: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Zainal Abidin, SH.I., MH

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Zainal Abidin, SH.I., MH, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program yang telah direncanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, yang pembahasannya telah dilakukan sejak tahun 2025.

Menurutnya, DPRD bersama tim anggaran pemerintah daerah telah menyusun perencanaan secara matang agar seluruh program, termasuk seleksi Paskibraka, dapat berjalan sesuai harapan.

“Kami berharap para peserta dapat berkompetisi secara sehat dan mampu memberikan yang terbaik, sehingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari orang tua serta lingkungan yang kondusif dalam menunjang keberhasilan generasi muda, di tengah berbagai tantangan seperti pengaruh negatif lingkungan.

Mewakili Bupati Kubu Raya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kubu Raya, Drs. Amin Maros, M.Si, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.

“Seleksi ini tidak hanya melihat kemampuan fisik, tetapi juga kedisiplinan, karakter, serta pemahaman ideologi Pancasila sebagai dasar negara,” tegasnya.

Melalui proses seleksi ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Diketahui, Kabupaten Kubu Raya terakhir kali mengirimkan perwakilan hingga tingkat nasional pada tahun 2017. Untuk itu, tahun 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi daerah.

Seluruh rangkaian kegiatan seleksi hingga pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih nantinya didukung melalui APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2026.

Senin, 06 April 2026

Rumah Bu Eli Nyaris Roboh, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Pastikan Dibangun Rumah Yang Layak Huni

Foto: Bupati Sujiwo Kunjungi Rumah Keluarga Disabilitas di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Tangis haru menyelimuti kediaman Bu Eli, warga Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, saat rumahnya yang nyaris roboh mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Kunjungan Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos menjadi secercah harapan baru bagi keluarga tersebut, Minggu (5/4/2026).

Dalam suasana penuh haru, Bu Eli tak kuasa menahan air mata saat mendengar langsung kepastian bahwa rumahnya akan segera dibangun kembali agar layak huni. 

“Terimakasih Pak Bupati, terimakasih ya Allah, Engkau mendengarkan doa-doa kami,” ucapnya lirih.

Kondisi Bu Eli semakin memprihatinkan. Ia tinggal bersebelahan dengan kedua orang tuanya yang juga hidup dalam keterbatasan. Sang ayah diketahui mengalami kelumpuhan, sementara ibunya menderita cacat netra. 

Potret kondisi rumah milik Bu Eli di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

Tak hanya itu, dua saudaranya juga mengalami gangguan jiwa. Situasi tersebut membuat Bu Eli dan keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki ataupun membangun rumah yang layak huni.

Kehadiran Bupati bersama rombongan merupakan bentuk respons cepat atas laporan kondisi rumah warga yang memprihatinkan. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah dan Moch. Darwis, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Kepala Dinas PUPR Kubu Raya Supratmansyah, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, Kepala Dinas Perikanan Yoga P, Camat Sungai Kakap Junaidi, Kepala Desa Sungai Itik, serta RT dan RW setempat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah dan berdialog dengan Bu Eli untuk mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengambil langkah konkret agar Bu Eli dan keluarganya dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.

Bupati H. Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi warganya yang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk selalu berada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah warga yang mengalami musibah menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakatnya. (Tim Liputan)

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Jumat, 03 April 2026

Pengusaha Nakal, Wabup Sukiryanto dan Inspektorat Akan Tindak Tegas Pelanggaran Retribusi Pasir

Foto: Wakil Bupati Kuburaya, Sukiryanto melakukan monitoring aktivitas penambangan dan distribusi pasir di Pulau Jambu, Jumat (3/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama tim Satgas melakukan monitoring aktivitas penambangan dan distribusi pasir di wilayah Pulau Jambu, Jumat (3/4/2026). Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan dugaan pelanggaran terkait kewajiban retribusi serta dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.

Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, mengungkapkan bahwa dari 46 perusahaan yang memiliki izin, hingga tahun 2025 hanya 11 perusahaan yang masih aktif membayar retribusi.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah PT Pasir Kalimantan yang diduga belum pernah menyetorkan retribusi ke Kabupaten Kubu Raya selama satu tahun beroperasi.

“Ini menjadi temuan kami. Aktivitas pengangkutan pasir sangat besar, bahkan mencapai ratusan ton per bulan, namun kontribusi ke daerah belum ada. Ini tentu merugikan daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan Permendagri Nomor 17 Tahun 2020, batas wilayah sungai berada di tengah aliran sungai, sehingga jika aktivitas penambangan dilakukan di wilayah perbatasan, maka kewajiban retribusi harus dibayarkan ke dua daerah, yakni Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kubu Raya juga berencana membentuk pos cek poin di wilayah Pulau Jambu guna memantau keluar-masuknya angkutan pasir serta memastikan transparansi pembayaran retribusi.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Kubu Raya, H.Y. Hardito, Ak., M.M., menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan audit dan investigasi terhadap perusahaan yang diduga belum memenuhi kewajiban.

“Informasi sementara menunjukkan adanya aktivitas pertambangan yang diduga belum memberikan kontribusi kepada daerah. Ini akan kami dalami melalui audit dan investigasi. Jika terbukti ada pelanggaran, tentu bisa masuk ranah pidana,” tegas Hardito.

Ia menambahkan, potensi pendapatan daerah yang tidak masuk akibat aktivitas tersebut dapat merugikan keuangan daerah dan membuka kemungkinan adanya oknum yang mengambil keuntungan secara tidak sah.

“Kalau ini dibiarkan, daerah bisa dirugikan. Maka harus ada ketegasan agar potensi daerah benar-benar masuk dan dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat setempat mengeluhkan dampak langsung dari aktivitas penambangan, mulai dari ancaman longsor hingga kebisingan yang terjadi terutama pada malam hari.

Kepala Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu, Supardi, menyampaikan bahwa aktivitas ponton yang beroperasi dekat permukiman warga menimbulkan kekhawatiran.

“Kami khawatir dampaknya ke rumah warga karena lokasi penambangan dekat dengan pemukiman. Selain itu, kebisingan pada malam hari sangat mengganggu. Kami berharap perusahaan lebih memperhatikan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut masih belum menikmati aliran listrik, sehingga berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan akan menindaklanjuti seluruh temuan ini secara serius melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah provinsi dan kabupaten terkait.

“Ini masih dugaan awal yang akan kami analisa dan hitung lebih lanjut. Namun jika terbukti, tentu akan ada sanksi tegas sesuai aturan. Ini demi keadilan bagi masyarakat dan daerah,” tutup Sukiryanto. (JM)

Wabup Kabupaten Kubu Raya Sukiryanto Bertolak Menuju Gunung Tamang

Foto: Wakil Bupati Kuburaya, Sukiryanto beserta rombongan bertolak menuju kawasan Gunung Tamang jalur Speed Boat 

KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, dijadwalkan turut serta dalam rombongan perjalanan menuju Kawasan Gunung Tamang pada Jumat (3/4/2026).

Rombongan akan terlebih dahulu berkumpul di Dermaga Sungai Durian sebagai titik kumpul sebelum bertolak menggunakan speed boat menuju lokasi tujuan.

Keikutsertaan Wakil Bupati Kubu Raya dalam agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kawasan Gunung Tamang yang memiliki potensi untuk dikembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun sektor lainnya.

Perjalanan ini selain sebagai ajang kebersamaan juga dimungkinkan untuk peninjauan langsung kondisi lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait agenda rinci dalam kegiatan tersebut. Namun, diharapkan kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah setempat. 

Kamis, 02 April 2026

Pemkab Kubu Raya Gelar Rakor Monitoring dan Evaluasi Pencegahan Korupsi

Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto.

KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, didampingi Sekretaris Daerah Yusran Anizam, memimpin rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi pencegahan korupsi dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta pejabat terkait.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sukiryanto menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mencegah praktik korupsi. Ia menyebut upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis melalui penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh perangkat daerah. Kita harus memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Sukiryanto juga menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap berbagai indikator pencegahan korupsi, termasuk pengelolaan anggaran, pelayanan publik, serta pengadaan barang dan jasa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yusran Anizam menambahkan bahwa rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Ia mengatakan, melalui pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten, diharapkan potensi penyimpangan dapat diminimalisir sejak dini.

“Dengan tata kelola yang baik, kita tidak hanya mencegah korupsi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas sejumlah langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan internal, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (tim liputan)

Wabup Sukiryanto Serahkan SK PNS dan Lantik 55 ASN di Lingkungan Pemkab Kubu Raya

Wabup Sukiryanto Serahkan SK PNS dan Lantik 55 ASN di Lingkungan Pemkab Kubu Raya
Wabup Sukiryanto Serahkan SK PNS dan Lantik 55 ASN di Lingkungan Pemkab Kubu Raya.

KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus mengukuhkan dan mengambil sumpah/janji jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Yusran Anizam serta jajaran kepala perangkat daerah.

Sebanyak 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diangkat, yang terdiri dari 37 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 dan 18 pejabat fungsional.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sukiryanto menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Menjadi ASN berarti siap mengabdi kepada masyarakat, bekerja secara profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para ASN yang baru diangkat agar terus meningkatkan kompetensi dan kinerja, serta mampu beradaptasi dengan dinamika pelayanan publik yang semakin berkembang.

“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam setiap tugas yang diemban,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yusran Anizam berharap para ASN yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri di lingkungan kerja masing-masing dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Dengan penyerahan SK dan pengambilan sumpah jabatan ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya aparatur guna mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. (tim liputan)

Rabu, 01 April 2026

Pemkab Kubu Raya Dorong Ekonomi Daerah, 2 BUMD Tandatangani Kerja Sama

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memberikan arahan kepada Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antar badan usaha milik daerah (BUMD). Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, serta dihadiri jajaran pejabat daerah, direksi BUMD, dan sejumlah pelaku usaha.

Direktur Perumda Aneka Usaha, Uray Emma Yaniaries Nelaprana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha daerah yang saling menguatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Kubu Raya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ini adalah momentum untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap data pelaku usaha yang tercatat. Dari sekitar 30 ribu data, tidak seluruhnya aktif sehingga diperlukan pemetaan ulang untuk menentukan pelaku usaha yang benar-benar potensial.

“Kami juga menyiapkan program pendampingan, mulai dari penguatan SDM, literasi keuangan, pengemasan produk hingga pemasaran digital. Kolaborasi ini bukan hanya antar lembaga, tetapi menjadi upaya bersama membangun ekosistem usaha yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan usaha daerah melalui kerja sama tersebut.

“Atas nama Perumda Tirta Raya, kami mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan kerja sama ini. Kami siap memberikan dukungan, baik melalui supervisi, konsultasi, maupun fasilitas yang dapat menunjang pengembangan usaha,” kata Harmawan.

Ia menegaskan bahwa sebagai BUMD, Tirta Raya harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan tidak menjadi beban bagi pemerintah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan pendapatan daerah. Ke depan, kami juga membuka peluang dukungan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua BUMD tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Perumda harus hadir sebagai bagian dari solusi, mendukung pelaku usaha dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap kedua BUMD ini dapat menjadi pilar ekonomi daerah ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian BUMD setelah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kita ingin BUMD ini ke depan tidak lagi bergantung pada APBD, tetapi justru mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (JM)

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Senin, 30 Maret 2026

Agus Siswandi Gulirkan 15 Ribu Polybag Cabai, Strategi Bijak Tahan Inflasi dari Rumah Tangga

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi

KUBU RAYA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menggulirkan program distribusi 15.000 polibag bibit cabai kepada masyarakat sebagai langkah strategis dalam menekan laju inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Program tersebut menyasar masyarakat melalui kelompok tani dan warga secara bertahap, dengan harapan setiap keluarga mampu memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun cabai yang produktif.

“Cabai ini salah satu penyumbang inflasi, sehingga kita dorong setiap rumah tangga bisa menanam sendiri, bahkan ke depan bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar Agus saat mendampingi Bupati di Rasau Jaya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, pendistribusian bibit tidak hanya bersifat bantuan sesaat, melainkan disertai pendampingan teknis agar masyarakat mampu mengembangkan tanaman secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali panen.

Selain cabai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga terus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti melon, anggur, sayuran, hingga kacang-kacangan yang dibudidayakan di balai benih dan sejumlah lokasi pengembangan.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap terwujud kemandirian pangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru, sehingga pekarangan rumah tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga sumber kesejahteraan bagi warga Kubu Raya. (JM)

ASN Kubu Raya Diminta Siap Hadapi Tantangan, Fokus Integritas dan Kinerja

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menekankan pentingnya integritas, karakter, dan kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Dalam suasana Syawal yang masih hangat, kegiatan diawali dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan antarpegawai.

Momentum Idulfitri tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dalam arahannya, Sujiwo menyampaikan bahwa kinerja pemerintah daerah merupakan akumulasi dari kinerja seluruh ASN. Oleh karena itu, ia menekankan agar setiap ASN benar-benar menjalankan peran sebagai abdi negara secara maksimal.

“Kinerja kami, baik bupati, wakil bupati, maupun sekda, sejatinya adalah penjumlahan dari kerja dan kinerja ASN. Maka agar hasilnya baik, ASN harus benar-benar bekerja sesuai harapan masyarakat, pemerintah, dan negara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi global, nasional, hingga lokal saat ini penuh ketidakpastian. Namun demikian, ASN dituntut untuk tetap siap dan mampu bertahan dalam situasi apa pun.

"Dalam kondisi apa pun kita harus siap. Tantangan ke depan sudah mulai terlihat, dan itu harus kita jawab bersama," tegasnya.

Sujiwo mengakui, dalam memimpin dirinya bersama Wakil Bupati kerap bersikap tegas bahkan terkesan cerewet. Namun hal itu, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian layaknya orang tua kepada anak.

“Kalau kami cerewet, itu karena sayang. Seperti orang tua kepada anaknya, itu bentuk perhatian agar menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia menyebut masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati yang tersisa sekitar empat tahun sebagai waktu penting untuk meninggalkan legacy, terutama dalam membentuk ASN yang bermental kuat, berkarakter, dan berintegritas.

“Salah satu kebahagiaan kami saat purna tugas nanti adalah jika mampu membentuk ASN yang memiliki mental, karakter, dan integritas yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menegaskan peran penting Sekretaris Daerah dalam mengoordinasikan dan meng orkestrasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta agar fungsi koordinasi dan penggerakan terus diperkuat hingga ke tingkat paling bawah.

Kepada para kepala OPD, ia berpesan agar mampu menjadi pemimpin yang memberi teladan, membangun semangat, serta memotivasi jajaran. Ia mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, sebagai pedoman kepemimpinan.

Sukiryanto juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar perangkat daerah agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Dengan kebersamaan, koordinasi, dan komunikasi yang baik, saya yakin setiap tantangan bisa kita hadapi dan selesaikan bersama,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga ASN dapat bekerja secara optimal dan profesional.

“Kami ingin suasana kerja yang nyaman, tetapi tetap dalam koridor aturan. Profesionalitas harus tetap dijaga,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian ucapan Idulfitri dari Bupati dan Wakil Bupati kepada seluruh ASN.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami mengucapkan Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Jika dalam memimpin kami tegas, itu semata-mata untuk kebaikan bersama,” pungkas keduanya. (Red/JM

Minggu, 29 Maret 2026

Bupati Kubu Raya Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat' 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Lebaran Ketupat atau yang dikenal dengan “Bodo Kupat” di kalangan masyarakat Jawa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan budaya pada Sabtu (28/3).

Menurut Bupati, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilaksanakan setelah umat Muslim menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal, usai Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“Lebaran ketupat ini dilaksanakan setelah puasa enam hari di bulan Syawal. Ini adalah bagian dari budaya masyarakat Jawa yang dulu sangat meriah, meskipun saat ini hanya dilaksanakan di beberapa titik saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga serta merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga oleh setiap etnis.

Mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bupati menegaskan pentingnya budaya dalam kehidupan berbangsa. 

"Bung Karno menegaskan bahwa kita harus berkepribadian dalam bidang budaya. Karena itu, setiap etnis wajib menjaga dan melestarikan budaya masing-masing,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara konsisten mempertahankan tradisi Lebaran Ketupat setiap tahun. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus istiqomah menjaga tradisi ini. Selain sebagai bentuk silaturahmi, kegiatan ini juga masih dalam suasana Syawal, saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal agar tetap terjaga dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. (Jm

Sabtu, 28 Maret 2026

Gebyar Idul Fitri 1447 H Meriahkan Bundaran Gaforaya

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo disela-sela kemeriahan Gebyar Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran Gaforaya 

KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati Bundaran Gaforaya pada malam perayaan Gebyar IdulFitri & Pesta Kembang Api dalam rangka Gema Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Sejak matahari terbenam, warga dari berbagai penjuru berdatangan dengan mengajak keluarga dan kerabat untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Suasana semakin semarak saat tabuhan bedug menggema, menjadi simbol kemenangan umat Islam yang disambut antusias masyarakat.

Berbagai rangkaian kegiatan religius dan hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan seni, tausiah, hingga puncaknya pesta kembang api yang menghiasi langit malam Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan besar dari masyarakat dan pihak swasta, dengan penggunaan anggaran daerah yang sangat minim.

“Kegiatan ini tidak membebani APBD, karena sebagian besar merupakan kontribusi masyarakat dan para pengusaha,” ujarnya.

Sujiwo juga menambahkan bahwa Gema Idulfitri akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya, bersama kegiatan keagamaan lainnya seperti pawai obor, sholawat akbar, dan peringatan tahun baru Islam.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari berbagai tokoh, di antaranya Habibi yang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah mengadakan Gema IdulFitri ini,” kata Habibi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Thoha bin Husein Al Jufri. Ia menilai Gema IdulFitri merupakan kegiatan positif yang mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini sangat baik sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.

Habib Thoha turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pesta kembang api yang memukau, disambut sorak gembira ribuan masyarakat yang memadati Bundaran Gaforaya. (JM)

Jumat, 27 Maret 2026

Kubu Raya Gelar Rakor Penanganan Karhutla, Fokus Pencegahan dan Sinergi

Foto: Rakor Penanganan Karhutla di Kantor Camat Sungai Ambawang, Jumat (27/3/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Camat Sungai Ambawang, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, camat, dan kepala desa di wilayah rawan karhutla.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, tekankan pemerintah daerah harus jadi garda terdepan. 

"Pemerintah daerah harus menjadi pemain utama. Semua harus turun langsung dan bergerak bersama di lapangan," katanya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, siap dukung upaya penanganan karhutla melalui pencegahan dan penegakan hukum. Letnan Kolonel (Letkol) Inf Robbi Firdaus dari TNI juga siap bantu penanganan karhutla.

Pemerintah daerah soroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana, terutama bagi Masyarakat Peduli Api (MPA). Beberapa peralatan sudah tersedia, namun pemerintah akan segera penuhi kekurangan. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri diharapkan bisa minimalisir dampak karhutla. (Red)

Minggu, 08 Maret 2026

Perkuat Kebersamaan, Pemkab Kubu Raya Gelar Buka Puasa Bersama Peringati Satu Tahun JIKIR

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo bersama Wakil Bupati Kuburaya Sukiryanto usai Buka Puasa Bersama pada Sabtu (7/3/2026) malam

KUBU RAYA - Momentum satu tahun kepemimpinan Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto yang dikenal dengan pasangan JIKIR (Jiwo–Sukir) diperingati dengan kegiatan buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an. 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan bersama masyarakat serta jajaran pemerintah daerah di kediaman Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, S.Ag Di Komplek Al-Farizd Jalan Sepakat Pontianak pada hari Sabtu (7/3/2026).

Acara yang digelar pada bulan suci Ramadan itu dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robi Firdaus, Kepala BNN Kalbar, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala OPD, serta undangan lainnya. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan Jiwo–Sukir dalam memimpin Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang telah diberikan selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak.

“Momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan kami. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kubu Raya yang terus mendukung dan bersama-sama membangun daerah ini,” ujar Sujiwo.

Sujiwo juga menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Sukiryanto tetap berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pasangan JIKIR akan terus konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pasangan JIKIR akan tetap konsisten melayani dan mengabdi kepada masyarakat. Kami bekerja bukan untuk kepentingan golongan tertentu, apalagi kepentingan pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Kubu Raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan rencana kegiatan kebersamaan bersama tim dan relawan JIKIR yang selama ini turut berjuang dalam perjalanan kepemimpinan mereka.

“Nantinya kami juga akan menggelar buka puasa bersama dengan tim dan para relawan sebagai bentuk kebersamaan dalam perjuangan. Sekaligus akan dilaksanakan Reuni Akbar JIKIR yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026,” ungkap Sujiwo.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukiryanto mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, kita diingatkan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat,” ungkap Sukiryanto.

Sukiryanto juga menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati Sujiwo selalu bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan serta membangun Kabupaten Kubu Raya.

“Dalam menjalankan pemerintahan, kami selalu bekerja sama dengan baik, saling berbagi tugas dan wewenang dalam melayani masyarakat. Tujuannya satu, yaitu agar pembangunan di Kubu Raya terus berjalan dan daerah ini semakin maju,” ujarnya.

Kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh KH Zein Muchsin, Lc yang mengangkat makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia, dilanjutkan dengan doa bersama serta buka puasa bersama.

Suasana kebersamaan terlihat hangat saat para tamu undangan, pejabat daerah, dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Kubu Raya yang lebih baik ke depan. (Tim)

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Poros Ekonomi Kuala Dua Mekar Sari Kubu Raya Dikebut Tuntas Sebelum Lebaran Warga Sungai Raya Sambut Harapan Baru

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar
Pemkab Kubu Raya memastikan proyek peningkatan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari selesai sebelum Lebaran. Pengaspalan dimulai dan penataan kawasan Pasar Senggol ikut dilakukan.

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar

KUBU RAYA -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memastikan peningkatan kualitas jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Sungai Raya akan rampung sebelum Lebaran tahun ini. Proyek strategis tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir pengaspalan setelah proses pengerjaan lapisan fondasi agregat (LPA) selesai dilakukan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan dirinya telah turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dari hasil pemantauan tersebut, ia memastikan bahwa struktur dasar jalan sudah padat dan siap memasuki tahap pengaspalan.

Menurutnya, pekerjaan pengaspalan dijadwalkan dimulai pada malam hari agar proses pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Lapisan fondasi agregat sudah selesai dan kondisinya sudah cukup padat. Pengaspalan dijadwalkan mulai malam ini dan kami menargetkan seluruh pekerjaan bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu,” ujarnya saat berada di Sungai Raya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pemerintah daerah menargetkan ruas jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari sudah dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat pada hari ke-20 bulan Ramadhan. Dengan kondisi jalan yang lebih mulus dan lebar, mobilitas warga diharapkan menjadi jauh lebih lancar menjelang arus mudik Lebaran.

Dorong Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Perbaikan jalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Sungai Raya. Jalan Kuala Dua–Mekar Sari dikenal sebagai jalur penting yang mendukung distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menargetkan percepatan penyelesaian proyek agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi logistik, hasil pertanian, hingga kegiatan perdagangan lokal diperkirakan akan meningkat.

Selain memperbaiki badan jalan, pemerintah daerah juga melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Fokus utama penataan berada di area Pasar Senggol dan simpang WBA yang selama ini dikenal padat dan sering menjadi titik kemacetan.

Penataan Kawasan Pasar Senggol

Dalam upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman, pemerintah daerah akan membagikan banner khusus untuk resplang kios para pedagang di sepanjang Pasar Senggol hingga simpang WBA. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tampilan kawasan sehingga terlihat lebih rapi dan terorganisir.

Menurut Sujiwo, perubahan signifikan juga terlihat pada kondisi tikungan di kawasan Pasar Senggol yang sebelumnya sempit dan sering menghambat arus kendaraan.

“Dulu tikungan ini lebarnya sekitar tiga meter saja. Sekarang setelah dilakukan penataan, lebarnya sudah mencapai delapan hingga sembilan meter. Ini perubahan yang sangat besar bagi kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Ajak Pedagang Ikut Menjaga Ketertiban

Meski pembangunan dan penataan kawasan terus dilakukan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga ketertiban lingkungan. Para pedagang diminta merapikan kios yang masih menjorok ke badan jalan agar tidak mengganggu arus kendaraan.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Sujiwo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keteraturan kawasan juga semakin meningkat.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk membantu mempercantik kawasan pasar dengan menanggung biaya pengecatan kios para pedagang agar tampil lebih seragam dan menarik.

“Nanti biaya catnya saya tanggung. Semua kios akan dicat supaya kawasan ini terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Dampak bagi Perekonomian Daerah

Pembangunan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari diharapkan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Raya dan wilayah sekitarnya.

Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, konektivitas antarwilayah akan meningkat sehingga mempercepat arus distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru serta meningkatkan aktivitas perdagangan lokal.

Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

FAQ

1. Kapan jalan Kuala Dua–Mekar Sari selesai diperbaiki?
Pemerintah menargetkan pengerjaan pengaspalan selesai dalam sekitar satu minggu dan jalan sudah bisa digunakan dengan baik pada hari ke-20 Ramadhan.

2. Apa saja yang diperbaiki dalam proyek ini?
Perbaikan meliputi penguatan lapisan fondasi agregat, pengaspalan jalan, pelebaran tikungan, serta penataan kawasan Pasar Senggol dan simpang WBA.

3. Mengapa jalan ini penting bagi masyarakat?
Jalan ini merupakan jalur poros ekonomi yang mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan di Kecamatan Sungai Raya.

4. Apakah ada penataan untuk pedagang di sekitar jalan?
Ya, pemerintah akan menata kios pedagang, memberikan banner resplang, serta membantu pengecatan agar kawasan pasar terlihat lebih rapi.

Sabtu, 28 Februari 2026

Pemkab Kubu Raya Benahi Kantor Kecamatan Demi Pelayanan Publik Lebih Nyaman

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional
Pemkab Kubu Raya membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan publik yang nyaman, tertib, dan profesional. Program ditargetkan rampung tahun depan.

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional

KUBU RAYA -- Pemerintah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh di wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sujiwo di Sungai Raya, Sabtu, dengan fokus menciptakan lingkungan kantor yang bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Menurut Sujiwo, kantor camat adalah wajah pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, kondisi fisik kantor harus mencerminkan wibawa, marwah, serta profesionalisme aparatur. Lingkungan kerja yang tertata rapi diyakini mampu mendorong kinerja pegawai sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga yang datang mengurus administrasi.

Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, baik di bagian dalam maupun luar kantor. Penataan interior diarahkan untuk mendukung efektivitas pelayanan, sementara area luar dipercantik agar terlihat lebih tertib dan enak dipandang. Pemerintah daerah bahkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk pembangunan pagar serta Rp100 juta untuk penataan taman di Kantor Camat Sungai Raya.

Tidak hanya itu, program ini juga mencakup normalisasi parit guna mencegah genangan air, penebaran benih ikan di saluran air, hingga pemasangan lampu hias untuk memperindah kawasan kantor. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih asri dan ramah bagi masyarakat.

Pembenahan kantor kecamatan tidak hanya terpusat di Sungai Raya. Sejumlah kecamatan seperti Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, hingga Kuala Mandor B juga telah memulai proses penataan. Targetnya, seluruh kantor kecamatan di sembilan wilayah rampung pada tahun depan.

Bupati Sujiwo turut mendorong para camat agar berinovasi dan berkreasi dalam menata lingkungan kantor melalui semangat gotong royong bersama unsur forkopimcam dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sehingga peningkatan kualitas pelayanan publik tidak semata bergantung pada anggaran pemerintah.

Sementara itu, Camat Sungai Raya M Ikhsan Sukendra menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia optimistis pembenahan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan profesional.

Melalui program ini, Pemkab Kubu Raya berharap kantor kecamatan benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang modern, nyaman, dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Dengan lingkungan yang tertata baik, pelayanan pun diharapkan semakin optimal dan humanis.

FAQ

1. Apa tujuan pembenahan kantor kecamatan di Kubu Raya?
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih nyaman, tertib, dan profesional bagi masyarakat.

2. Berapa anggaran yang dialokasikan?
Untuk Kantor Camat Sungai Raya, Rp200 juta untuk pembangunan pagar dan Rp100 juta untuk penataan taman.

3. Kecamatan mana saja yang ikut dibenahi?
Selain Sungai Raya, penataan dilakukan di Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, dan Kuala Mandor B.

4. Kapan target penyelesaian program ini?
Seluruh pembenahan ditargetkan rampung pada tahun depan.

Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora