Desa Setawar Siapkan Pilar Ekonomi Baru Lewat Kopi Piansak dan Peternakan Telur
![]() |
| Desa Setawar mengembangkan Kopi Piansak dan peternakan ayam petelur bersama BUMDes serta PT Agro Andalan untuk memperkuat ekonomi desa di tengah efisiensi anggaran. |
SEKADAU – Pemerintah Desa Setawar bersama BUMDes Langkah Maju dan PT Agro Andalan resmi memulai pengembangan komoditas kopi dan peternakan ayam petelur sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru desa. Program tersebut dijalankan di tengah dampak efisiensi anggaran yang menyebabkan penurunan alokasi dana desa.
Direktur BUMDes Langkah Maju Setawar, Agus, mengatakan BUMDes yang baru berdiri sekitar tiga tahun itu mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, BUMDes berhasil mencatat pendapatan sekitar Rp73 juta meski sebelumnya menghadapi keterbatasan pendapatan.
Menurut Agus, capaian tersebut didukung kerja sama dengan PT Agro Andalan yang menyalurkan dana jasa sekitar Rp3 miliar pada tahun lalu. Dana tersebut dikelola bersama masyarakat melalui berbagai pekerjaan perawatan kebun sawit, mulai dari tebas, pruning, perawatan gawangan manual hingga piringan.
“Kami bekerja dengan semangat meski tanpa gaji. Fokus kami adalah bagaimana BUMDes ini berjalan. Kami berterima kasih kepada Kades yang luar biasa mendukung dan mengimbau kelompok tani agar berbelanja ke BUMDes, karena satu rupiah pun yang dibelanjakan adalah pemasukan bagi desa,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, pengembangan usaha ayam petelur sempat terkendala karena defisit anggaran Dana Desa 2025. Dana yang tersedia saat itu hanya cukup untuk pembangunan kandang.
Untuk mendukung operasional peternakan, Pemerintah Desa mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp30 juta pada tahun anggaran 2026, ditambah pinjaman Rp25 juta dari PT Agro Andalan untuk pembelian bibit ayam petelur.
“Target kami tahun 2026, pendapatan bisa mencapai Rp100 juta,” kata Agus.
Kepala Desa Setawar, Nasarius Kem, mengatakan pengembangan kopi yang diberi nama “Kopi Piansak” dilakukan sebagai langkah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap komoditas sawit.
Menurutnya, program tersebut terinspirasi dari hasil pelatihan di Desa Ansok. Pada tahap awal, pemerintah desa telah menyalurkan 2.000 bibit kopi kepada 40 kelompok tani.
“Kami tidak bisa bergantung penuh pada sawit. Jika harga TBS anjlok, kita sudah punya antisipasi. Harapannya, penanaman perdana ini bukan sekadar simbol, tapi benar-benar menuju panen bersama,” ujar Nasarius.
Pimpinan PT Agro Andalan, Imanuel, menegaskan perusahaan akan berperan sebagai fasilitator melalui penyediaan bibit dan pendampingan teknis kepada petani.
“Kami siapkan bibit dan pembimbing. Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan Pak Timo untuk memberikan bimbingan teknis kepada petani binaan,” katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKP3P) Sekadau, Sandai, mengapresiasi komitmen PT Agro Andalan dalam menjaga kelestarian hutan adat di Desa Setawar di tengah perkembangan perkebunan sawit.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat dan perusahaan menjadi langkah positif dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga lingkungan.
“Dunia luar melihat Kalimantan hanya sawit, tapi di Sekadau, berkat pendampingan perusahaan, hutan adat tetap terjaga. Karena 75 persen masyarakat kita penikmat kopi, ini peluang besar,” ujarnya.
Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, mengungkapkan efisiensi anggaran sebesar Rp234 miliar dari APBD berdampak langsung terhadap penurunan anggaran desa. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Desa Setawar yang mencari sumber pertumbuhan ekonomi di luar bantuan pemerintah.
“Saya kagum dengan Desa Setawar yang kreatif mencari alternatif di luar dana pemerintah. Usaha kopi dan ayam petelur adalah bisnis yang tidak ada matinya,” kata Subandrio.
Ia juga menyebut usaha ayam petelur memiliki peluang pasar yang besar melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan telur untuk siswa di Kabupaten Sekadau diperkirakan mencapai 36.000 butir per hari dengan potensi perputaran uang sekitar Rp90 juta setiap hari.
“Untuk usaha ayam petelur ini, saya berjanji di Anggaran Perubahan nanti akan kita bantu. Kita prioritaskan produk lokal untuk menyuplai program MBG. Pemkab Sekadau mendukung penuh program BUMDes Setawar ini,” pungkasnya.
Penulis: Markus Jhoner Hasibuan













