Berita BorneoTribun: Pengamanan Lebaran hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pengamanan Lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengamanan Lebaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Amankan Mudik Lebaran, Polres Kutim Dirikan 7 Posko Layanan Strategis

Polres Kutim mengaktifkan 7 posko pelayanan Lebaran 2026 untuk memantau arus mudik, menjaga keamanan warga, serta mengawasi jalur rawan kemacetan di Kutai Timur.
Polres Kutim mengaktifkan 7 posko pelayanan Lebaran 2026 untuk memantau arus mudik, menjaga keamanan warga, serta mengawasi jalur rawan kemacetan di Kutai Timur.

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan tujuh posko pelayanan di sejumlah titik strategis selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, posko tersebut disebar di berbagai lokasi yang dinilai menjadi pusat aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.

“Tujuh posko ini tersebar di sejumlah lokasi, seperti posko terpadu di Simpang 3 Pendidikan Kecamatan Sangatta Utara, kemudian dua posko di Pantai Kenyamukan dan Pantai Teluk Lombok Sangkima di wilayah Sangatta Selatan,” kata Fauzan di Sangatta, Senin.

Selain itu, Polres Kutim juga menyiapkan empat pos pelayanan tambahan di jalur strategis yang sering dilalui pemudik.

Pos tersebut berada di Jalan Poros Sangatta–Bontang, tepatnya di wilayah Teluk Pandan, Simpang 3 Perdau Bengalon, Simpang 3 Jembatan Sangkulirang, serta Bundaran SP4 di Kecamatan Kombeng.

Menurut Fauzan, keberadaan posko tersebut tidak hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga sebagai pusat pengawasan keamanan di sejumlah objek vital selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Pengamanan Malam Takbiran Hingga Salat Id

Polres Kutim juga telah memetakan pengamanan kegiatan keagamaan selama Hari Raya Idul Fitri. Pengamanan dilakukan mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Tercatat ada 155 masjid dan 107 lapangan di seluruh wilayah Kutai Timur yang menjadi lokasi pelaksanaan Salat Id.

Petugas kepolisian akan melakukan pengamanan di berbagai titik tersebut untuk memastikan kegiatan ibadah berlangsung aman dan tertib.

Patroli Pangan Dan Keamanan Permukiman

Selain pengamanan kegiatan keagamaan, Polres Kutim juga meningkatkan patroli rutin di berbagai lokasi.

Salah satunya dengan menurunkan Satgas Pangan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan kebutuhan pokok di gudang-gudang penyimpanan.

“Satgas Pangan melakukan pemantauan dan patroli setiap hari untuk memastikan stok bahan pokok aman serta mencegah potensi penimbunan,” jelas Fauzan.

Patroli juga dilakukan di permukiman warga yang ditinggal mudik guna mencegah tindak kriminal, seperti pencurian rumah kosong.

Tak hanya itu, pengawasan juga difokuskan di sejumlah titik strategis seperti:

  • terminal

  • bandara

  • jalur mudik

  • jalur poros antar kecamatan

  • titik rawan kecelakaan lalu lintas

  • kawasan rawan bencana

Pengawasan Pusat Keramaian

Polres Kutim juga meningkatkan pengamanan di pusat aktivitas masyarakat.

Pengawasan dilakukan di berbagai tempat keramaian, seperti:

  • pusat perbelanjaan

  • pasar tradisional

  • mal dan supermarket

  • minimarket

  • tempat wisata

  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran tetap aman dan kondusif.

Layanan Titip Kendaraan Gratis

Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Polres Kutim juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik.

Masyarakat dapat menitipkan kendaraan mereka di Polres, Polsek, maupun pos polisi terdekat.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni membawa KTP dan STNK asli serta fotokopinya sebagai bukti kepemilikan kendaraan.

Pantauan Lalu Lintas Real Time Dengan CCTV Dan Drone

Untuk memperkuat pengawasan lalu lintas selama masa mudik, Polres Kutim juga menghadirkan mini command center yang ditempatkan di Mapolres Kutim dan Pos Pendidikan.

Sistem ini terintegrasi dengan jaringan CCTV milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur, sehingga petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Tak hanya itu, pengawasan juga akan dibantu dengan patroli udara menggunakan drone.

Drone tersebut akan digunakan untuk memantau sejumlah jalur rawan kemacetan, khususnya di kawasan Sangatta hingga Teluk Pandan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polres Kutim berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.

Sabtu, 14 Maret 2026

Mudik Lebaran Lebih Aman, Kapolda Kalsel Ajak Warga Gunakan Layanan Polisi 110

Kapolda Kalsel mengimbau pemudik memanfaatkan Call Center 110 jika mengalami kendala di perjalanan. Layanan Polri ini aktif 24 jam dan siap membantu laporan kecelakaan maupun gangguan keamanan. (Gambar ilustrasi AI)
Kapolda Kalsel mengimbau pemudik memanfaatkan Call Center 110 jika mengalami kendala di perjalanan. Layanan Polri ini aktif 24 jam dan siap membantu laporan kecelakaan maupun gangguan keamanan. (Gambar ilustrasi AI)

Kapolda Kalsel Ajak Pemudik Gunakan Layanan Call Center 110 Jika Alami Kendala di Jalan

BANJARBARU – Menjelang arus mudik Ramadhan dan Idulfitri, jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan bantuan kepolisian jika mengalami masalah selama perjalanan.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, mengimbau para pemudik untuk menghubungi layanan Call Center Polri 110 apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan di perjalanan.

“Silakan hubungi nomor 110. Kami siap membantu apa pun permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujar Yudha saat menyampaikan imbauan di Banjarbaru, Sabtu.

Menurutnya, Polda Kalimantan Selatan bersama 13 Polres di wilayahnya telah menyiagakan petugas yang siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam penuh.

Layanan tersebut terpusat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang bertugas menerima setiap panggilan masuk dari masyarakat, baik berupa laporan tindak kejahatan, kecelakaan lalu lintas, maupun gangguan keamanan lainnya.

Setiap laporan yang diterima akan langsung diteruskan kepada personel kepolisian yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Dengan sistem ini, diharapkan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Kami berupaya memberikan respons cepat. Informasi yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh anggota di lapangan sesuai lokasi laporan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan layanan Hotline 110 yang dapat diakses secara gratis tanpa biaya pulsa diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.

Dengan adanya akses komunikasi yang mudah ke kepolisian, masyarakat diharapkan tidak merasa sendirian ketika menghadapi situasi darurat di jalan.

Meski demikian, Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa laporan palsu atau iseng dapat mengganggu kinerja petugas yang sedang berupaya menjaga keamanan masyarakat.

“Jangan sampai ada laporan yang tidak benar. Mari kita bersama menjaga situasi kamtibmas selama Ramadhan hingga nanti memasuki Lebaran,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun berharap kerja sama masyarakat dapat membantu menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar bagi semua pengguna jalan.

Kamis, 12 Maret 2026

2.274 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1447 H Dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026

Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan sebanyak 2.274 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Pengamanan tersebut dipimpin oleh Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, yang menyatakan bahwa operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan personel dari Polri serta berbagai instansi terkait guna memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Menurut Pipit, total 2.274 personel yang diterjunkan terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel gabungan dari TNI serta instansi terkait lainnya.

“Sebanyak 2.274 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel dari TNI serta instansi terkait lainnya,” ujar Pipit di Pontianak, Rabu.

Fokus Pengamanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga berdampak besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk meningkatnya pergerakan orang, aktivitas ekonomi, serta kepadatan transportasi di berbagai wilayah.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polda Kalbar akan mendirikan 59 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.

Pos tersebut terdiri dari:

  • 38 Pos Pengamanan

  • 15 Pos Pelayanan

  • 6 Pos Terpadu

Pos-pos ini ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti rumah ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Mobilitas Masyarakat Diprediksi Meningkat

Pipit juga menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat pada Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah momentum hari libur nasional yang berdekatan.

Selain arus mudik Lebaran, peningkatan aktivitas masyarakat juga dipicu oleh rangkaian perayaan keagamaan sebelumnya seperti Imlek dan Cap Go Meh, serta libur panjang nasional yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Kondisi tersebut diprediksi akan memicu lonjakan pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Komitmen Pengamanan Lebaran

Melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama Tentara Nasional Indonesia, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai mitra kamtibmas berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kalimantan Barat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

Selasa, 10 Maret 2026

Jelang Idul Fitri 1447 H, Polres Landak Matangkan Pengamanan Lewat Rakor Sektoral

Polres Landak menggelar rakor lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mudik.
Polres Landak menggelar rakor lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 guna menjaga keamanan dan kelancaran mudik.

Kapolres Landak Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Landak Siap Sambut Idul Fitri 1447 H

Ngabang, Kalbar – Suasana serius namun penuh semangat terlihat di Aula BKPM Polres Landak pada Senin (9/3/2026). Berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga stakeholder berkumpul dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Landak.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, SH, S.I.K bersama pejabat utama dan para Kapolsek jajaran Polres Landak. Turut hadir perwakilan pemerintah daerah yang diwakili Staf Ahli Bupati Landak Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Alessius Asnanda serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Landak Ezra Geovani.

Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan TNI, instansi terkait, serta stakeholder penting seperti PT Jasa Raharja, PLN, dan pengelola SPBU di wilayah Kabupaten Landak. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 H.

Dalam arahannya, Kapolres Landak menegaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini menjadi bagian dari strategi Polres Landak untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik dan libur Lebaran.

AKBP Devi Ariantari juga menyoroti sejumlah potensi kerawanan yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur jalan yang masih ditemukan berlubang di beberapa titik, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Para Kapolsek diminta segera melakukan pendataan lokasi rawan kecelakaan. Langkah antisipasi seperti pemasangan tanda atau lingkaran pada jalan berlubang akan dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan selama arus mudik.

Selain itu, Kapolres juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025 terjadi peningkatan angka kriminalitas, terutama dengan sasaran rumah kosong saat musim mudik. Peningkatan kecelakaan lalu lintas juga tercatat akibat kondisi jalan dan padatnya arus kendaraan pengangkut CPO menuju Pelabuhan Kijing.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polres Landak akan mendirikan Pos Pengamanan di dua wilayah strategis, yaitu wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu dan Polsek Mandor. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk menjadi polisi bagi diri sendiri. Dengan kewaspadaan bersama, kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi juga menyampaikan kesiapan masing-masing. Dinas Perhubungan Kabupaten Landak memastikan akan menempatkan personel di beberapa pos pelayanan terpadu selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kodim 1210/Landak juga menyatakan kesiapan membantu pengamanan dengan menurunkan personel di sejumlah titik strategis. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pengamanan wilayah selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak pada 5 Maret 2026 menunjukkan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman. Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan menggelar operasi pasar serta menyalurkan tambahan 500 tabung LPG 3 kilogram untuk masyarakat.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Landak menegaskan kesiapan tenaga medis yang akan ditempatkan di pos pelayanan kesehatan. Seluruh fasilitas UGD dan IGD di puskesmas juga akan siaga selama 24 jam sepanjang periode Idul Fitri.

Dinas PUPR Kabupaten Landak juga mulai melakukan penanganan jalan rusak di sejumlah ruas penting seperti jalur Ngabang–Serimbu dan Pinyuh–Sebadu. Selain itu, pemasangan rambu serta pagar pengaman dilakukan pada titik jalan berlubang guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak turut menyatakan kesiapsiagaan dengan menyiagakan petugas selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi kebakaran, banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung.

Dari sektor energi, PLN Ngabang memastikan pasokan listrik tetap stabil selama periode Lebaran. Dukungan gardu berjalan, dua unit genset, serta layanan pengaduan melalui call center PLN 123 disiapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan.

Sementara itu, pengelola SPBU di Kabupaten Landak memastikan pasokan bahan bakar minyak dalam kondisi aman. Distribusi BBM dipastikan tetap lancar karena pasokan berasal dari berbagai wilayah, termasuk kawasan Timur Tengah, Singapura, dan Afrika.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap pelaksanaan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Landak dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Lebaran yang nyaman bagi warga maupun para pemudik. (Tino)