Berita BorneoTribun: Perikanan Tangkap hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan Tangkap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan Tangkap. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

Garis Pantai 272 Km Jadi Modal PPU Dukung Pasokan Ikan Untuk IKN

Produksi ikan tangkap PPU meningkat dan diproyeksikan menjadi penopang kebutuhan ikan masyarakat serta kawasan IKN dengan dukungan ribuan nelayan dan program pemerintah.
Produksi ikan tangkap PPU meningkat dan diproyeksikan menjadi penopang kebutuhan ikan masyarakat serta kawasan IKN dengan dukungan ribuan nelayan dan program pemerintah.

PPU, Kaltim - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai memperkuat perannya sebagai wilayah penopang kebutuhan pangan laut, khususnya ikan, bagi masyarakat setempat dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah daerah menilai sektor perikanan tangkap di wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan yang terus meningkat seiring perkembangan IKN.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, menyebutkan bahwa potensi sumber daya laut di wilayahnya cukup besar dan masih dapat terus dikembangkan.

“Potensi ikan tangkap di daerah ini cukup besar dan diharapkan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta kawasan IKN,” ujarnya.

Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa sektor perikanan tangkap di PPU didukung oleh ribuan nelayan aktif.

Tercatat sebanyak 2.902 nelayan tergabung dalam 367 kelompok nelayan yang beroperasi di wilayah pesisir. Selain itu, terdapat 2.505 unit kapal nelayan dengan berbagai ukuran yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan.

Wilayah pesisir PPU juga memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menunjang aktivitas penangkapan ikan sekaligus memperluas peluang produksi hasil laut.

Sebagai langkah memperkuat sektor perikanan tangkap, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan sejumlah kawasan pesisir untuk dijadikan lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, pemerintah daerah juga secara rutin mengalokasikan anggaran untuk membantu nelayan, terutama dalam penyediaan mesin kapal serta alat tangkap ikan.

Dukungan tersebut dinilai penting agar hasil tangkapan nelayan terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga kawasan IKN.

Kinerja sektor perikanan tangkap di PPU menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Produksi ikan tangkap pada 2025 tercatat mencapai 6.672 ton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6.606 ton.

Pemerintah daerah menargetkan produksi ikan tangkap kembali meningkat pada 2026 hingga mencapai 6.740 ton.

Kenaikan produksi ini dinilai menjadi indikator bahwa sektor perikanan tangkap di PPU memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan wilayah sekitar IKN.

FAQ

1. Berapa jumlah nelayan di Penajam Paser Utara?

Jumlah nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat sekitar 2.902 orang yang tergabung dalam 367 kelompok nelayan.

2. Berapa panjang garis pantai di PPU?

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer yang mendukung aktivitas perikanan tangkap.

3. Berapa produksi ikan tangkap PPU pada 2025?

Produksi ikan tangkap pada 2025 mencapai 6.672 ton, meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 6.606 ton.

4. Apa target produksi ikan PPU pada 2026?

Pemerintah menargetkan produksi ikan tangkap pada 2026 mencapai 6.740 ton.

5. Apa tujuan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih?

Program tersebut bertujuan meningkatkan hasil tangkapan ikan serta memperbaiki kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.

Minggu, 19 April 2026

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Andalan Penajam Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Pemkab Penajam Paser Utara membangun koperasi perikanan tangkap terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat harga ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pemkab Penajam Paser Utara membangun koperasi perikanan tangkap terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat harga ikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Penajam, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, terus mencari cara konkret untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah pendirian koperasi perikanan tangkap yang diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa koperasi menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi ekonomi nelayan.

“Koperasi perikanan tangkap diintegrasikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Andi saat menjelaskan rencana pengembangan sektor perikanan tangkap di Penajam, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah mengusulkan sejumlah lokasi yang dinilai potensial untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis perikanan yang lebih modern dan terorganisasi.

Dengan adanya koperasi perikanan, hasil tangkapan nelayan akan dikelola secara kolektif. Sistem ini membuat distribusi ikan menjadi lebih teratur, sekaligus menghindari praktik permainan harga oleh tengkulak yang selama ini sering merugikan nelayan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem perdagangan ikan yang lebih adil dan transparan.

Menurut Andi Trasodiharto, keberadaan koperasi akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga ikan di tingkat nelayan.

Ketika seluruh hasil tangkapan dikelola koperasi, nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual. Selain itu, koperasi juga membuka peluang bagi nelayan untuk mendapatkan berbagai dukungan program dari pemerintah, termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pendekatan berbasis koperasi ini juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi distribusi ikan dari nelayan hingga ke pasar.

Kajian Pembangunan TPI Di Empat Kecamatan

Tak hanya koperasi, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga sedang melakukan kajian pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di empat kecamatan.

Pembangunan TPI dinilai sangat strategis karena menjadi pusat transaksi resmi yang dapat meningkatkan transparansi harga dan memperluas akses pasar bagi nelayan.

Jika terealisasi, keberadaan TPI di beberapa kecamatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan.

Jumlah Nelayan Ribuan, Produksi Ikan Ribuan Ton

Data Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat jumlah nelayan di wilayah tersebut mencapai 4.701 orang.

Sementara itu, total hasil tangkapan ikan yang tercatat setiap tahun berada pada kisaran 6.000 hingga 6.500 ton.

Namun, angka tersebut diyakini belum mencerminkan produksi sebenarnya. Hal ini disebabkan sebagian hasil tangkapan langsung dijual kepada pembeli di tengah laut atau di darat tanpa melalui pasar resmi.

Akibatnya, sebagian produksi ikan tidak tercatat dalam sistem pendataan Dinas Perikanan.

Selain penguatan kelembagaan melalui koperasi, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa peningkatan keahlian nelayan serta bantuan peralatan tangkap.

Program pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola hasil tangkapan secara lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi.

Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perikanan di wilayah Penajam Paser Utara.

FAQ

Apa tujuan pembentukan koperasi perikanan tangkap di Penajam Paser Utara?

Tujuannya untuk memperkuat posisi tawar nelayan, menjaga stabilitas harga ikan, serta meningkatkan kesejahteraan melalui sistem distribusi yang terorganisasi.

Apa itu Kampung Nelayan Merah Putih?

Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan mengembangkan kawasan nelayan terpadu dengan fasilitas ekonomi, sosial, dan infrastruktur perikanan.

Berapa jumlah nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara?

Jumlah nelayan tercatat mencapai sekitar 4.701 orang.

Berapa produksi ikan nelayan di wilayah tersebut?

Produksi ikan tercatat berkisar antara 6.000 hingga 6.500 ton per tahun, meski diperkirakan jumlah sebenarnya lebih besar.

Apa manfaat pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)?

TPI membantu menciptakan sistem jual beli ikan yang transparan, memperluas pasar, serta menjaga harga ikan tetap stabil.