Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2026

Brasil vs Jepang: Samurai Biru Hadapi Ujian Terberat di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Brasil menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Samurai Biru mengusung ambisi besar, sementara Tim Samba datang dengan kekuatan penuh di bawah Carlo Ancelotti. (Ilustrasi)
Brasil menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Samurai Biru mengusung ambisi besar, sementara Tim Samba datang dengan kekuatan penuh di bawah Carlo Ancelotti. (Ilustrasi)

Timnas Jepang akan menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Senin (29/6) pukul 24.00 WIB. Laga ini menjadi ujian terbesar bagi Samurai Biru yang datang dengan ambisi besar menembus sejarah, sementara Brasil bertekad mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia.

Jepang melaju ke fase gugur sebagai runner-up Grup F setelah mengoleksi satu kemenangan dan dua hasil imbang. Meski tampil cukup meyakinkan, langkah tim asuhan Hajime Moriyasu langsung dihadapkan pada salah satu favorit juara.

Optimisme tetap menyelimuti kubu Samurai Biru. Gelandang Daichi Kamada menegaskan target timnya bukan sekadar melangkah jauh, tetapi menjuarai Piala Dunia 2026.

"Kami sungguh ingin menjuarai Piala Dunia ini," ujar Kamada usai kemenangan 4-0 atas Tunisia pada laga kedua Grup F.

Ambisi tersebut sejalan dengan visi jangka panjang sepak bola Jepang. Pada 1992, Jepang pernah menargetkan menjadi juara dunia pada 2092 sebelum kemudian mempercepat target itu menjadi 2050 melalui program Visi 100 Tahun.

Namun, perjuangan Jepang kali ini tidak mudah. Tim harus kehilangan beberapa pemain penting, yakni Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Takumi Minamino yang absen akibat cedera.

Di sisi lain, Brasil datang dengan kekuatan penuh serta semangat baru di bawah pelatih Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu dinilai berhasil memadukan filosofi sepak bola adaptif dengan karakter menyerang khas Brasil.

Ancelotti membawa pengalaman panjang sebagai pelatih klub elite Eropa dengan koleksi gelar bersama Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Real Madrid.

Di bawah arahannya, Vinicius Junior menjadi pemain paling menonjol Brasil sepanjang turnamen. Penyerang Real Madrid itu telah mencetak empat gol serta menjadi pemain yang paling banyak menciptakan peluang, menerima umpan, dan aktif melakukan tekanan kepada lawan.

Selain Vinicius, Brasil masih memiliki sederet pemain berbahaya seperti Matheus Cunha, Neymar, dan Raphinha yang membuat lini depan Tim Samba menjadi salah satu yang paling produktif di Piala Dunia 2026.

Secara statistik, Brasil menciptakan 40 peluang dengan 18 tembakan tepat sasaran selama fase grup. Sementara Jepang menghasilkan 27 peluang, dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang.

Kekuatan Brasil juga ditopang lini belakang solid yang dikawal Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo, Douglas Santos, serta kiper Alisson Becker.

Pertandingan diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama mengandalkan permainan menyerang. Jepang tetap mempertahankan formasi 3-4-3 sepanjang turnamen dengan Hiroki Ito sebagai pilar pertahanan, Ayase Ueda di lini depan, serta Daichi Kamada dan Keito Nakamura sebagai motor permainan.

Sementara Brasil tampil lebih fleksibel di bawah Ancelotti, meski tetap konsisten menggunakan empat bek di lini belakang.

Pemenang laga ini akan melangkah ke babak berikutnya dengan peluang menghadapi juara bertahan Argentina di perempat final apabila kedua tim mampu melewati fase gugur selanjutnya.

Sabtu, 27 Juni 2026

Ditahan 0-0 Arab Saudi, Cape Verde Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia

Cape Verde lolos ke babak 32 besar Piala Dunia usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston Stadium dan akan menghadapi Argentina pada fase gugur.
Cape Verde lolos ke babak 32 besar Piala Dunia usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston Stadium dan akan menghadapi Argentina pada fase gugur.

JAKARTA - Cape Verde memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston Stadium. Hasil pertandingan yang berlangsung pada Jumat itu cukup mengantarkan tim debutan asal Afrika tersebut finis sebagai runner-up grup.

Cape Verde menutup fase grup dengan koleksi tiga poin. Raihan itu sudah cukup mengamankan posisi dua besar setelah Uruguay kalah dari juara Eropa, Spanyol, pada pertandingan lainnya.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Cape Verde yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia. Pada babak 32 besar, mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina di Miami Stadium pada 3 Juli.

Pertandingan berlangsung cukup lambat pada awal laga. Peluang pertama baru tercipta pada menit ke-18 ketika tendangan jarak dekat Salem Al Dawsari berhasil diblok Wagner Pina.

Cape Verde merespons lewat peluang Willy Semedo yang memaksa kiper Mohammed Al Owais melakukan penyelamatan penting di tiang dekat. Meski tampil lebih berani menyerang, Cape Verde kesulitan menciptakan peluang bersih hingga turun minum.

Semedo kembali mengancam melalui tembakan yang melebar tipis. Sementara Arab Saudi nyaris unggul menjelang jeda, tetapi sundulan Mohamed Kanno masih dapat diamankan kiper Vozinha.

Memasuki babak kedua, Cape Verde langsung menekan. Jamiro Monteiro menguji Al Owais, sedangkan tendangan jarak jauh Kevin Pina melenceng tipis dari sasaran.

Arab Saudi sempat memperoleh beberapa peluang melalui Mohammed Abu Al Shamat dan Abdullah Al Hamddan. Namun, penampilan gemilang Vozinha di bawah mistar membuat gawang Cape Verde tetap aman hingga peluit panjang berbunyi.

Cape Verde sebenarnya memiliki peluang lebih banyak sepanjang pertandingan. Mereka mencatat 15 percobaan dengan expected goals (xG) sebesar 1,52, sementara Arab Saudi hanya menghasilkan tujuh tembakan dengan xG 0,4.

Hasil imbang ini membuat Cape Verde mencatat sejarah sebagai tim debutan pertama yang lolos dari fase grup Piala Dunia sejak Slovakia pada 2010. Mereka juga menjadi negara Afrika pertama yang melakukannya sejak Ghana pada 2006.

Selain itu, Cape Verde menjadi tim debutan pertama yang tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan fase grup sejak Senegal pada Piala Dunia 2002. Sebaliknya, Arab Saudi kembali gagal lolos dari fase grup dalam enam penampilan terakhir mereka di turnamen tersebut.

Penampilan kiper veteran Vozinha turut menjadi sorotan. Setelah kembali mencatat clean sheet di usia di atas 40 tahun, ia menjadi kiper ketiga yang mampu membukukan lebih dari satu nirbobol di Piala Dunia setelah Peter Shilton dan Dino Zoff.

Cape Verde akan menghadapi tantangan terbesar mereka saat bertemu juara bertahan Argentina pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung 3 Juli di Miami Stadium. Sementara itu, Arab Saudi harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kembali gagal menembus fase gugur Piala Dunia.

Mesir Vs Iran di Seattle Diwarnai Pride Match, FIFA Izinkan Bendera Pelangi di Stadion

Mesir menghadapi Iran dalam Pride Match di Seattle menjelang Pride Weekend. Kedua tim memilih fokus pada pertandingan, sementara FIFA mengizinkan bendera pelangi berada di stadion.
Mesir menghadapi Iran dalam Pride Match di Seattle menjelang Pride Weekend. Kedua tim memilih fokus pada pertandingan, sementara FIFA mengizinkan bendera pelangi berada di stadion.

Seattle – Pertandingan Mesir melawan Iran di Seattle, Amerika Serikat, Sabtu (27/6), berlangsung dalam rangkaian Pride Match yang digelar menjelang Pride Weekend. Meski mendapat keberatan dari kedua negara yang melarang homoseksualitas, pertandingan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Pride Match ditetapkan oleh panitia lokal karena laga berlangsung sehari sebelum perayaan Pride Weekend yang mengusung keberagaman dan inklusi bagi komunitas LGBTQ+. Berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan drag dan acara nonton bareng, telah disiapkan di seluruh kota, sementara bendera pelangi akan dikibarkan di dalam stadion.

Baik Mesir maupun Iran menegaskan fokus mereka hanya pada pertandingan. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menolak membahas isu di luar sepak bola saat konferensi pers jelang laga.

"Kami datang ke sini untuk bermain sepak bola, bukan untuk hal lain. Mengenai sesuatu yang dilarang dalam agama kami dan tidak ada, kami tidak ingin membahasnya. Kami hanya berbicara tentang pertandingan, sepak bola, dan keindahan permainan," kata Ghalenoei.

Panitia penyelenggara di Seattle menegaskan penetapan Pride Match tidak ditujukan untuk memancing kontroversi. Menurut mereka, jadwal pertandingan telah ditetapkan jauh sebelum hasil undian mempertemukan Mesir dan Iran.

Hedda McLendon dari komite penyelenggara Seattle mengatakan Pride Match merupakan bagian dari identitas kota dan tetap akan digelar tanpa memandang siapa tim yang bertanding.

"Kami senang. Mungkin ini bukan cara hidup yang berlaku di negara Anda, tetapi inilah yang membuat Seattle unik dan kami ingin para tamu merasakannya," ujar McLendon.

Legenda sepak bola Wales, Jess Fishlock, yang juga menjadi bagian dari panitia lokal, menegaskan pertandingan tersebut merupakan representasi budaya Seattle, bukan ditujukan kepada Mesir maupun Iran.

Sementara itu, FIFA memastikan bendera pelangi tetap diperbolehkan berada di dalam stadion sesuai kode etik penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Namun, FIFA menegaskan pertandingan tersebut bukan merupakan "FIFA Pride Match", melainkan laga Piala Dunia yang kebetulan berlangsung di kota yang sedang merayakan Pride Weekend.

Di kawasan fan zone, sebagian suporter Mesir menilai isu Pride tidak memengaruhi pertandingan. Mereka lebih menaruh perhatian pada peluang kedua tim untuk melaju ke babak berikutnya.

Pemilik gerai makanan khas Mesir di area fan zone, Ayman Almasri dan Amani Abouammo, mengakui situasi tersebut terasa canggung karena adanya perbedaan budaya antara negara asal mereka dan Seattle.

"Di sini itu sudah menjadi budaya. Orang-orang terbiasa dengan itu. Di negara kami tidak demikian. Masing-masing pihak sulit memahami budaya pihak lainnya," kata Abouammo.

Dari sisi olahraga, pertandingan memiliki arti penting bagi kedua tim. Mesir datang dengan kepercayaan diri setelah mengalahkan Selandia Baru dan berpeluang memimpin Grup G. Sementara Iran berusaha bangkit setelah menghadapi berbagai persoalan selama turnamen, termasuk isu politik, pembatasan perjalanan, dan persiapan yang dinilai kurang ideal.

Selain menentukan peluang menuju babak gugur, laga ini juga menjadi gambaran pertemuan dua negara dengan latar budaya berbeda di tengah perayaan nilai-nilai keberagaman yang diusung kota tuan rumah.

Spanyol Menang 1-0 atas Uruguay, Cape Verde Ikut Lolos ke Babak Gugur

Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 untuk memastikan gelar juara Grup H Piala Dunia. Gol Alex Baena membawa La Roja ke babak gugur, sementara Uruguay dipastikan tersingkir.
Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 untuk memastikan gelar juara Grup H Piala Dunia. Gol Alex Baena membawa La Roja ke babak gugur, sementara Uruguay dipastikan tersingkir.

JAKARTA - Spanyol memastikan diri sebagai juara Grup H Piala Dunia setelah mengalahkan Uruguay 1-0 pada laga terakhir fase grup di Estadio Guadalajara. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Uruguay di turnamen, sementara Cape Verde lolos sebagai runner-up grup usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi.

Spanyol sempat memperoleh peluang cepat pada awal pertandingan setelah Rodrigo Bentancur kehilangan bola di area sendiri. Namun, umpan silang Mikel Oyarzabal ke arah Mikel Merino berhasil dipotong lini pertahanan Uruguay.

Setelah itu pertandingan berlangsung ketat. Uruguay mampu meredam pergerakan Lamine Yamal, sementara Darwin Nunez gagal memaksimalkan peluang lewat percobaan tendangan tumit di depan gawang.

Gol yang menentukan kemenangan Spanyol lahir pada menit ke-42. Berawal dari umpan Marcos Llorente, Alex Baena mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Fernando Muslera.

Kesalahan tersebut menjadi pukulan bagi Uruguay. Muslera kemudian digantikan Sergio Rochet pada awal babak kedua, menandai pertama kalinya Uruguay melakukan pergantian penjaga gawang dalam pertandingan Piala Dunia sejak aturan pergantian pemain diberlakukan pada 1970.

Memasuki babak kedua, Spanyol memiliki sejumlah peluang untuk menambah keunggulan. Dani Olmo gagal memanfaatkan umpan Lamine Yamal, sementara Ferran Torres hampir mencetak gol kedua menjelang laga usai, tetapi sepakannya hanya membentur mistar gawang.

Situasi Uruguay semakin sulit pada masa injury time setelah Agustin Canobbio menerima kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Pau Cubarsi.

Pelatih Luis de la Fuente membawa Spanyol menutup fase grup dengan tiga poin penting berkat pertahanan yang solid. Sepanjang pertandingan, La Roja hanya menghadapi sedikit ancaman dan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Di sisi lain, laga tersebut menjadi penampilan yang mengecewakan bagi Fernando Muslera. Kesalahan sang kiper kembali berujung gol lawan, menambah catatan buruknya sepanjang turnamen.

Hasil ini memastikan Spanyol melaju ke babak gugur sebagai juara Grup H dan akan menghadapi runner-up Grup J pada 2 Juli. Sementara itu, Uruguay harus mengakhiri kiprahnya di fase grup setelah gagal mengamankan posisi dua besar.

Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak, Gueye Cetak Dua Gol dari Bangku Cadangan

Senegal mengalahkan Irak 5-0 pada laga terakhir Grup I Piala Dunia di Toronto Stadium. Kemenangan ini menjaga peluang Senegal lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Senegal mengalahkan Irak 5-0 pada laga terakhir Grup I Piala Dunia di Toronto Stadium. Kemenangan ini menjaga peluang Senegal lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Senegal menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia setelah menang telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir Grup I di Toronto Stadium. Kemenangan pada pertandingan tersebut membuat Senegal naik ke posisi kelima klasemen tim peringkat ketiga terbaik dan masih berpeluang melanjutkan langkah ke fase gugur.

Senegal langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Tim asuhan Pape Thiaw membuka keunggulan pada menit keempat melalui Habib Diarra yang memanfaatkan bola liar hasil sundulan Abdoulaye Seck dari situasi sepak pojok.

Situasi semakin menguntungkan Senegal pada menit ke-13 setelah bek Irak, Rebin Sulaka, mendapat kartu merah langsung karena melanggar Sadio Mane saat menjadi pemain terakhir.

Meski unggul jumlah pemain, Senegal baru mampu menambah gol setelah turun minum. Ismaila Sarr menggandakan keunggulan pada menit ke-56 setelah menerima umpan Lamine Camara yang merebut bola dari Zidane Iqbal.

Tiga menit berselang, Pape Gueye yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol spektakuler lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Gueye kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-71 melalui sepakan keras yang gagal dihentikan kiper Jalal Hassan. Iliman Ndiaye kemudian menutup kemenangan Senegal lewat gol indah dari luar kotak penalti pada menit ke-82.

Sepanjang pertandingan, Senegal tampil dominan dengan menciptakan 28 tembakan dan menghasilkan expected goals (xG) sebesar 3,03. Sementara Irak hanya mampu melepaskan enam percobaan dengan xG 0,18.

Kemenangan besar ini menjadi modal penting bagi Senegal setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia. Hasil tersebut membuat peluang finis di dua besar Grup I sudah tertutup, namun kesempatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik masih terbuka.

Pape Gueye tampil sebagai pembeda meski memulai laga dari bangku cadangan. Ia menjadi pemain Senegal pertama yang mencetak sedikitnya dua gol sebagai pemain pengganti di Piala Dunia.

Sementara itu, Ismaila Sarr memperkokoh posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Senegal di Piala Dunia dengan koleksi empat gol. Iliman Ndiaye juga kembali memberi kontribusi penting setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Untuk sementara Senegal berada di peringkat kelima klasemen tim peringkat ketiga terbaik. Jika berhasil lolos ke babak 32 besar, mereka berpotensi menghadapi Inggris pada pertandingan berikutnya di Atlanta pada 1 Juli.

Kemenangan atas Irak juga mencatat sejarah baru. Senegal menjadi tim asal Afrika pertama yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Guy Stephan Puji Penampilan Spesial Prancis Usai Bungkam Norwegia 4-1 di Piala Dunia

Guy Stephan memuji penampilan spesial Prancis setelah menang 4-1 atas Norwegia. Hattrick Ousmane Dembele membawa Les Bleus finis sebagai juara Grup I Piala Dunia.
Guy Stephan memuji penampilan spesial Prancis setelah menang 4-1 atas Norwegia. Hattrick Ousmane Dembele membawa Les Bleus finis sebagai juara Grup I Piala Dunia.

Prancis memastikan finis sebagai juara Grup I Piala Dunia setelah mengalahkan Norwegia 4-1 di Boston Stadium, Sabtu. Meski pelatih Didier Deschamps tidak mendampingi tim karena tengah berduka atas wafatnya sang ibu, Les Bleus tetap tampil dominan lewat hattrick Ousmane Dembele.

Prancis langsung menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Dembele membuka keunggulan pada menit ketujuh sebelum menggandakan skor 13 menit kemudian. Torehan tersebut menjadikannya pemain Prancis pertama yang mencetak dua gol dalam 20 menit pertama pertandingan Piala Dunia.

Norwegia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Thelo Aasgaard. Namun, Dembele kembali mencetak gol pada menit ke-32 untuk melengkapi hattrick sekaligus mencatat salah satu trigol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

Memasuki babak kedua, Norwegia memperoleh peluang emas melalui tendangan penalti Jorgen Strand Larsen. Namun, eksekusinya berhasil digagalkan kiper Mike Maignan sehingga Prancis tetap menjaga keunggulan.

Desire Doue kemudian menutup kemenangan Prancis dengan gol di penghujung pertandingan. Hasil ini membuat Prancis mencetak sedikitnya tiga gol dalam empat laga Piala Dunia secara beruntun, menyamai rekor terbaik yang pernah dicatat sebuah tim di turnamen tersebut.

Kemenangan atas Norwegia juga memastikan Prancis mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup I. Berdasarkan klasemen sementara, mereka akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar.

Asisten pelatih Guy Stephan mengatakan kemenangan tersebut dipersembahkan untuk Didier Deschamps yang sedang berduka.

"Semua pikiran kami tertuju kepada Didier. Kami senang karena dia akan segera kembali bersama tim. Besok sore dia sudah akan memimpin latihan," ujar Stephan.

Menurutnya, para pemain menunjukkan semangat luar biasa karena memiliki hubungan yang dekat dengan Deschamps.

"Semua pemain melakukan apa yang harus mereka lakukan. Mereka ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk Didier di lapangan."

Stephan tetap mengingatkan timnya agar tidak cepat puas. Ia menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki mengingat lawan-lawan berikutnya akan semakin kuat.

"Kami bermain dengan intensitas tinggi dan menciptakan banyak peluang. Namun masih ada beberapa momen yang harus kami benahi. Besok kami kembali bekerja bersama Didier."

Desire Doue juga menepis anggapan bahwa kemenangan besar tersebut akan membuat Prancis terlalu percaya diri.

"Kami tahu kualitas yang kami miliki dan mampu menyulitkan siapa pun. Hari ini Ousmane mencetak hattrick, tetapi lain waktu bisa Kylian atau Michael Olise. Kami harus terus mempertahankan performa seperti ini."

Selain membawa Prancis menjadi juara Grup I, laga ini menjadi momen bersejarah bagi Dembele yang untuk pertama kalinya mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan bersama tim nasional Prancis. Sementara itu, Kylian Mbappe kembali menambah kontribusinya di Piala Dunia dengan total keterlibatan dalam 20 gol, mempertegas perannya sebagai salah satu pemain paling produktif di ajang tersebut. Prancis kini bersiap menghadapi babak 32 besar dengan Didier Deschamps dijadwalkan kembali mendampingi tim.

Haaland dan Odegaard Dicadangkan, Solbakken Prioritaskan Peluang Norwegia di Fase Gugur

Solbakken membela keputusan mengistirahatkan Erling Haaland dan Martin Odegaard meski Norwegia kalah 1-4 dari Prancis demi menjaga kebugaran tim menghadapi babak gugur Piala Dunia.
Solbakken membela keputusan mengistirahatkan Erling Haaland dan Martin Odegaard meski Norwegia kalah 1-4 dari Prancis demi menjaga kebugaran tim menghadapi babak gugur Piala Dunia.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, membela keputusannya mengistirahatkan Erling Haaland dan Martin Odegaard saat timnya kalah 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup I Piala Dunia di Boston Stadium.

Meski hasil tersebut membuat Norwegia gagal finis sebagai juara grup, Solbakken menegaskan rotasi besar yang dilakukan merupakan langkah terbaik demi menjaga kondisi tim menghadapi fase gugur.

Norwegia melakukan 10 perubahan dalam susunan pemain dibanding laga sebelumnya saat mengalahkan Senegal 3-2. Haaland dan Odegaard menjadi dua nama paling mencolok yang tidak masuk starting XI.

Prancis langsung tampil dominan. Ousmane Dembele mencetak hattrick hanya dalam waktu 32 menit, menjadi salah satu hattrick tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Thelo Aasgaard sempat memperkecil ketertinggalan sebelum Dembele melengkapi tiga golnya.

Norwegia sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Namun, penalti Jorgen Strand Larsen pada menit ke-50 berhasil digagalkan Mike Maignan. Desire Doue kemudian menutup kemenangan Prancis lewat gol pada masa injury time babak kedua.

Meski kalah telak, Norwegia tetap lolos ke babak gugur dan akan menghadapi Pantai Gading, yang untuk pertama kalinya berhasil menembus fase knockout Piala Dunia.

Solbakken mengakui banyak pihak kecewa karena Haaland dan Odegaard tidak dimainkan. Namun, ia menilai keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan bersama tim medis dan para pemain.

"Keputusan itu sangat jelas. Tim medis dan beberapa pemain juga mengatakan akan sulit jika mereka dipaksakan bermain," ujar Solbakken.

Ia menegaskan target utama Norwegia bukan sekadar memenangi laga fase grup, melainkan melaju sejauh mungkin di turnamen.

"Kami datang ke sini untuk melangkah sejauh mungkin. Sekarang saatnya memulihkan tenaga. Satu-satunya alasan untuk tidak merotasi pemain adalah agar suporter bisa melihat Haaland dan Odegaard bermain, tetapi itu tidak akan membantu kami menjalani turnamen yang panjang," katanya.

Menurut Solbakken, laga melawan Pantai Gading akan menjadi tantangan berat karena lawannya memiliki kekuatan fisik yang sangat baik.

Pelatih berusia 58 tahun itu juga menilai kekalahan dari Prancis dipengaruhi oleh seringnya Norwegia kehilangan bola di area berbahaya. Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Dembele dan Kylian Mbappe melalui serangan balik cepat.

Meski demikian, Solbakken tetap mengapresiasi performa para pemainnya di lini depan.

"Kami menciptakan peluang sepanjang pertandingan, termasuk beberapa peluang besar di babak pertama. Namun, melawan tim seperti Prancis, Anda tidak boleh kehilangan bola di area tertentu karena mereka sangat cepat menghukum kesalahan," tuturnya.

Dengan rotasi yang dilakukan, Norwegia kini berharap dapat tampil lebih segar saat menghadapi Pantai Gading dalam perebutan tiket ke babak berikutnya.

Selasa, 23 Juni 2026

Dua Gol ke Gawang Austria Antar Messi Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Messi pecahkan rekor top skor Piala Dunia dengan 18 gol saat Argentina kalahkan Austria 2-0 dan memastikan lolos ke fase gugur lebih awal.
Messi pecahkan rekor top skor Piala Dunia dengan 18 gol saat Argentina kalahkan Austria 2-0 dan memastikan lolos ke fase gugur lebih awal.

JAKARTA - Lionel Messi membawa Argentina menang 2-0 atas Austria pada laga Piala Dunia, Senin, sekaligus memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan total 18 gol.

Messi sebelumnya menyamai rekor Miroslav Klose lewat hat-trick di laga pembuka Argentina. Pada pertandingan melawan Austria, ia kembali menjadi penentu dengan mencetak dua gol.

Tambahan dua gol tersebut membuat kapten Argentina itu resmi berdiri sendiri di puncak daftar top skor Piala Dunia dengan 18 gol sepanjang kariernya di turnamen tersebut.

Meski demikian, Messi sempat gagal memanfaatkan peluang setelah mengeksekusi penalti pada menit awal yang tidak berbuah gol. Ia juga mengakui kondisi fisiknya tidak sepenuhnya prima usai laga.

Hasil ini sekaligus memastikan Argentina lolos ke fase gugur dengan satu laga tersisa di fase grup.

Messi mengatakan dirinya memilih menikmati momen bersejarah tersebut bersama tim.

“Saya menikmati momen ini dan melihat sejauh mana kami bisa melangkah bersama,” kata Lionel Messi kepada Telemundo.

Ia juga menyinggung kondisi fisiknya yang menurun usai pertandingan.

“Sejujurnya saya sangat lelah, energi saya menurun, dan sulit untuk berpikir,” ujarnya.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji respons Messi setelah kegagalan penalti.

Sementara itu, pelatih Austria Ralf Rangnick menilai timnya tetap tampil sesuai rencana meski kalah.

Kemenangan ini membuat Argentina memastikan tempat di fase gugur lebih awal dan menjaga peluang melaju lebih jauh di turnamen. Sementara itu, Austria masih harus berjuang di laga terakhir grup untuk menjaga peluang lolos.

Dari Gagal Penalti ke Sejarah Dunia: Lionel Messi Lewati Rekor Klose, Argentina Tundukkan Austria 2-0 di Dallas

Argentina vs Austria 2-0 di Piala Dunia 2026. Lionel Messi pecahkan rekor gol Klose dan bawa Argentina lolos fase gugur di Dallas.
Argentina vs Austria 2-0 di Piala Dunia 2026. Lionel Messi pecahkan rekor gol Klose dan bawa Argentina lolos fase gugur di Dallas.

JAKARTA - Lionel Messi membawa tim nasional Argentina menundukkan Austria 2-0 pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas, Selasa (23/6/2026) waktu setempat, sekaligus mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Messi mencetak dua gol dalam laga tersebut, masing-masing di akhir babak pertama dan masa injury time babak kedua. Gol pertama lahir pada menit ke-38 lewat tembakan kaki kiri terukur setelah memanfaatkan umpan Facundo Medina.

Sebelumnya, Messi sempat gagal membuka keunggulan setelah penalti yang dieksekusinya pada menit awal melenceng dari gawang Austria. Namun tekanan Argentina terus berlanjut sepanjang laga.

Austria sempat mendapat peluang melalui Marcel Sabitzer dan Michael Gregoritsch, tetapi kiper Emiliano Martínez tampil sigap menjaga gawang tetap aman.

Gol kedua Messi memastikan kemenangan Argentina setelah memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang, menyambar bola kiriman Enzo Fernández.

Tidak ada kutipan langsung dalam laporan ini, namun hasil pertandingan mengacu pada laporan resmi laga Argentina vs Austria di Grup J Piala Dunia 2026.

Kemenangan ini memastikan Argentina lolos ke fase gugur dan berada di ambang mengunci posisi puncak Grup J. Messi juga mencatatkan 18 gol dalam 28 pertandingan Piala Dunia, melampaui Miroslav Klose di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa.

Messi kini bersaing dalam perburuan Golden Boot dengan lima gol, sementara Argentina belum terkalahkan dalam delapan laga Piala Dunia terakhir sejak 2022.

Senin, 22 Juni 2026

Lamine Yamal Pecah Telur, Spanyol Langsung Pesta Empat Gol ke Gawang Arab Saudi

Spanyol meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Arab Saudi 4-0 di Atlanta. Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan La Roja.
Spanyol meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Arab Saudi 4-0 di Atlanta. Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan La Roja.

Spanyol Bungkam Arab Saudi 4-0, Pimpin Klasemen Grup H Piala Dunia 2026

JAKARTA -- Timnas Spanyol meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 4-0 pada laga kedua Grup H di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (21/6). Hasil tersebut membawa La Roja untuk sementara memuncaki klasemen dengan koleksi empat poin.

Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat penyelesaian jarak dekat setelah menerima umpan datar Mikel Oyarzabal.

Keunggulan tim asuhan Luis de la Fuente bertambah pada menit ke-21. Berawal dari situasi sepak pojok, Aymeric Laporte menyundul bola yang kemudian jatuh di kaki Oyarzabal. Penyerang Real Sociedad itu sukses menaklukkan Mohammed Al-Owais dan mengubah skor menjadi 2-0.

Hanya tiga menit berselang, Oyarzabal kembali mencetak gol. Kombinasi serangan yang dibangun Marc Cucurella dan Dani Olmo berhasil diselesaikan Oyarzabal di depan gawang untuk membawa Spanyol unggul 3-0 pada menit ke-24.

Dominasi La Roja berlanjut selepas jeda. Baru empat menit babak kedua berjalan, Arab Saudi justru kebobolan akibat gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti pada menit ke-49 yang membuat skor menjadi 4-0.

Meski sudah unggul jauh, Spanyol tetap menguasai permainan. Kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang tambahan dari Pedro Porro dan Ferran Torres.

Sepanjang pertandingan, Arab Saudi kesulitan memberikan ancaman berarti ke lini pertahanan Spanyol. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-0 tetap bertahan untuk kemenangan La Roja.

Hasil ini membuat Spanyol mengoleksi empat poin dan memimpin Grup H. Mereka unggul atas Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde yang sama-sama baru mengumpulkan satu poin.

Kemenangan telak tersebut sekaligus menjaga peluang pasukan Luis de la Fuente untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Belgia vs Iran di Los Angeles Berakhir Imbang 0-0, Persaingan Grup G Piala Dunia 2026 Makin Ketat

Belgia vs Iran di Los Angeles pada Grup G Piala Dunia 2026 berakhir imbang 0-0. Alireza Beiranvand tampil gemilang dan membawa Iran memimpin klasemen sementara.
Belgia vs Iran di Los Angeles pada Grup G Piala Dunia 2026 berakhir imbang 0-0. Alireza Beiranvand tampil gemilang dan membawa Iran memimpin klasemen sementara.

LOS ANGELES, Amerika Serikat — Timnas Belgia ditahan imbang Timnas Iran dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Senin. Hasil tersebut membuat Iran memimpin klasemen sementara Grup G dengan dua poin, unggul selisih gol atas Belgia yang juga mengoleksi dua angka.

Belgia tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Rudi Garcia langsung mengambil inisiatif serangan dan sempat menguasai bola hingga 77 persen dalam 10 menit pertama. Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor permainan untuk membongkar pertahanan Iran yang tampil disiplin.

Iran sebenarnya sempat membobol gawang Belgia pada menit ke-25 melalui Mehdi Taremi. Penyerang Olympiacos itu berhasil menaklukkan Thibaut Courtois setelah menerima umpan Ehsan Hajsafi. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan Taremi berada dalam posisi offside.

Memasuki babak kedua, Belgia kembali mengendalikan permainan. Rudi Garcia melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dodi Lukebakio dan Hans Vanaken guna meningkatkan daya serang tim.

Situasi berubah pada menit ke-66 ketika Belgia kehilangan Nathan Ngoy akibat kartu merah. Bek muda tersebut melanggar Mehdi Taremi yang berhasil merebut bola dan berpeluang berhadapan langsung dengan Courtois.

Unggul jumlah pemain, Iran mulai meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun Thibaut Courtois tampil solid untuk menjaga gawang Belgia tetap aman hingga pertandingan berakhir.

Di sisi lain, Alireza Beiranvand menjadi sosok penting bagi Iran. Kiper berusia 33 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan sepanjang laga dan menjadi faktor utama keberhasilan timnya membawa pulang satu poin dari Los Angeles.

Belgia yang lebih banyak menguasai bola gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang dimiliki. Sementara Iran mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang solid sekaligus memaksimalkan peluang saat unggul jumlah pemain.

Hasil imbang Belgia vs Iran di Los Angeles membuat persaingan Grup G Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Belum ada tim yang berhasil mengamankan kemenangan hingga pertandingan kedua, sehingga perebutan tiket ke babak berikutnya diperkirakan berlangsung ketat pada laga selanjutnya.

Susunan Pemain

Belgia (4-2-3-1):
Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Nicolas Raskin; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.

Iran (5-4-1):
Alireza Beiranvand; Saleh Hardani, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Ehsan Hajsafi; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Ramin Rezaeian; Mehdi Taremi.

Minggu, 21 Juni 2026

Ribuan Warga Ambon Konvoi Usai Belanda Tundukkan Swedia di Grup F

Dubes Belanda Rayakan Kemenangan di Ambon, Ribuan Warga Padati Nonton Bareng
Belanda vs Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026 disambut meriah di Ambon. Dubes Belanda Marc Gerritsen hadir dalam nonton bareng dan konvoi ribuan warga.

Dubes Belanda Rayakan Kemenangan di Ambon, Ribuan Warga Padati Nonton Bareng

JAKARTA - Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menghadiri perayaan kemenangan tim nasional Netherlands national football team atas Sweden national football team dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 yang digelar di Ambon, Minggu (21/6/2026) pagi, usai kegiatan nonton bareng yang diikuti ribuan warga.

Perayaan kemenangan berlangsung meriah sesaat setelah pertandingan berakhir. Ribuan warga yang memadati lokasi nonton bareng langsung bersorak, menyanyikan yel-yel dukungan, serta mengibarkan bendera Belanda.

Euforia kemudian berlanjut dengan konvoi kendaraan di sejumlah ruas utama Kota Ambon. Arus kendaraan roda dua dan roda empat bergerak perlahan mengelilingi pusat kota dengan pengawalan aparat keamanan.

Peserta konvoi berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya warga Kota Ambon, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Maluku Tengah hingga Pulau Saparua.

Di lapangan, Belanda tampil dominan saat mengalahkan Swedia dengan skor 5-1 di laga yang berlangsung di NRG Stadium. Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Crysencio Summerville. Swedia memperkecil kedudukan lewat Anthony Elanga.

Marc Gerritsen menilai antusiasme masyarakat Maluku menjadi fenomena yang unik dan menunjukkan kedekatan historis yang masih terjaga antara kedua wilayah.

“Menurut saya, itu sangat unik. Hubungan antara Maluku dan Belanda memiliki sejarah yang panjang, tetapi hingga saat ini juga tetap sangat kuat. Sepak bola menjadi salah satu alasan yang membuat kita merasa saling terhubung,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kontribusi pemain berdarah Maluku dalam sepak bola Belanda.

“Belanda sangat berterima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan Maluku kepada negara kami. Maluku memiliki arti yang sangat penting bagi kami,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon Richard Luhukay menyebut pemerintah telah mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Yang pertama menjaga keamanan dan ketertiban. Yang kedua, melakukan konvoi dengan damai dan tidak menimbulkan pertikaian. Yang ketiga, semua harus bergembira,” ujarnya.

Kemenangan ini membuat Netherlands national football team memuncaki klasemen sementara Grup F Piala Dunia 2026 dengan empat poin dari dua laga. Swedia berada di posisi kedua dengan tiga poin.

Sabtu, 20 Juni 2026

Piala Dunia 2026: Persaingan Ketat Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, Brasil

Prediksi Juara Piala Dunia 2026 dibahas lengkap dengan analisis Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil sebagai kandidat kuat juara dunia.
Prediksi Juara Piala Dunia 2026 dibahas lengkap dengan analisis Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil sebagai kandidat kuat juara dunia.

Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang Mengangkat Trofi?

JAKARTA - Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu turnamen paling besar dalam sejarah sepak bola modern. Untuk pertama kalinya, turnamen ini diikuti oleh 48 tim dan digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Perubahan format ini bukan hanya memperluas jumlah peserta, tetapi juga membuat persaingan menjadi jauh lebih terbuka, tidak terduga, dan penuh kejutan.

Dengan lebih banyak pertandingan, lebih banyak negara peserta, dan jadwal yang lebih padat, Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian besar bagi kedalaman skuad, strategi pelatih, dan mentalitas pemain di level tertinggi.

Format Baru yang Mengubah Peta Persaingan

Penambahan jumlah tim menjadi 48 membuat turnamen ini berbeda jauh dibanding edisi sebelumnya. Kini lebih banyak negara dari berbagai benua memiliki kesempatan tampil, termasuk tim-tim yang sebelumnya jarang lolos ke fase akhir.

Hal ini membuat:

  • Variasi gaya bermain semakin luas

  • Risiko kejutan semakin tinggi

  • Tim besar tidak lagi bisa menganggap enteng lawan

Dalam format seperti ini, tim dengan kedalaman skuad yang kuat akan lebih diuntungkan dibanding tim yang hanya mengandalkan beberapa pemain bintang.

Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026

Beberapa negara selalu muncul sebagai favorit utama berdasarkan analisis performa, kualitas pemain, dan konsistensi di turnamen besar.

Secara umum, Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil berada di jajaran teratas kandidat juara.

Namun, tidak ada dominasi mutlak seperti era sebelumnya. Semua tim besar memiliki kelemahan masing-masing.

Spanyol – Favorit Utama

Spanyol saat ini dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat juara. Generasi baru mereka tampil sangat matang dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman.

Gaya bermain Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola, kontrol tempo, dan kerja sama tim membuat mereka sangat sulit dikalahkan jika sudah menemukan ritme permainan.

Kelebihan Spanyol:

  • Penguasaan bola sangat dominan

  • Generasi muda berkualitas tinggi

  • Sistem permainan rapi dan konsisten

  • Keseimbangan antar lini sangat baik

Kelemahan:

  • Kurang striker tajam yang benar-benar mematikan

  • Terkadang kesulitan menghadapi tim yang bermain sangat defensif

Prancis – Tim Paling Lengkap

Prancis hampir selalu menjadi kandidat juara di setiap turnamen besar. Mereka memiliki kedalaman skuad yang luar biasa di semua posisi.

Dengan pemain-pemain seperti Kylian Mbappé dan generasi muda yang terus bermunculan, Prancis memiliki kombinasi sempurna antara kecepatan, kekuatan, dan teknik.

Kelebihan Prancis:

  • Kedalaman skuad terbaik di dunia

  • Banyak pemain kelas dunia di setiap posisi

  • Sangat berbahaya dalam serangan balik

  • Pengalaman tampil di final-turnamen besar

Kelemahan:

  • Kadang inkonsisten dalam pertandingan tertentu

  • Potensi konflik ego antar pemain bintang

Inggris – Generasi Emas yang Siap Meledak

Inggris memiliki salah satu generasi terbaik dalam sejarah mereka. Banyak pemain muda berbakat yang sudah tampil di level tertinggi klub Eropa.

Nama-nama seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Phil Foden menjadi tulang punggung tim yang sangat menjanjikan.

Kelebihan Inggris:

  • Generasi muda sangat kuat

  • Kedalaman skuad merata

  • Banyak pemain berpengalaman di liga top

Kelemahan:

  • Tekanan publik sangat besar

  • Sering kesulitan di fase semifinal atau final

Argentina – Juara Bertahan yang Masih Berbahaya

Sebagai juara Piala Dunia 2022, Argentina tetap menjadi kekuatan besar. Meski generasi lama mulai berganti, struktur tim mereka masih sangat solid.

Argentina dikenal memiliki mental juara yang kuat, terutama dalam pertandingan knockout.

Kelebihan Argentina:

  • Mental juara sangat kuat

  • Tim bermain dengan disiplin tinggi

  • Pengalaman turnamen besar

Kelemahan:

  • Regenerasi pemain sedang berlangsung

  • Tidak sekuat generasi emas sebelumnya

Brasil – Selalu Kandidat Kuat

Brasil selalu masuk dalam daftar favorit karena kualitas individu pemain mereka yang sangat tinggi.

Generasi baru seperti Vinícius Jr memberikan harapan besar bagi Brasil untuk kembali meraih gelar juara dunia.

Namun konsistensi masih menjadi tantangan utama. Dalam beberapa turnamen terakhir, Brasil sering tampil bagus tetapi gagal menjaga performa hingga akhir.

Kelebihan Brasil:

  • Talenta individu sangat tinggi

  • Kreativitas serangan luar biasa

  • Pengalaman panjang di Piala Dunia

Kelemahan:

  • Kurang konsisten

  • Terkadang rapuh di pertandingan besar

Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan

Selain tim favorit, selalu ada kemungkinan munculnya kejutan besar di Piala Dunia.

Beberapa tim yang berpotensi menjadi kuda hitam antara lain:

  • Belanda dengan sistem permainan yang stabil

  • Portugal dengan generasi pemain berbakat

  • Maroko yang semakin kuat secara taktik

  • Amerika Serikat sebagai tuan rumah

  • Norwegia dengan generasi baru yang menjanjikan

Dalam format 48 tim, peluang kejutan semakin besar karena variasi lawan yang lebih beragam.

Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Ada beberapa faktor utama yang akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara:

1. Kedalaman skuad

Tim harus memiliki banyak pemain berkualitas untuk rotasi sepanjang turnamen.

2. Fleksibilitas taktik

Kemampuan beradaptasi dengan berbagai gaya permainan sangat penting.

3. Mental di fase knockout

Banyak tim kuat gugur bukan karena kualitas, tetapi karena tekanan mental.

4. Efektivitas serangan

Di level Piala Dunia, satu peluang bisa menentukan hasil akhir.

Prediksi Final Piala Dunia 2026

Berdasarkan kekuatan tim saat ini, beberapa kemungkinan final yang paling realistis adalah:

  • Spanyol vs Prancis

  • Inggris vs Argentina

  • Spanyol vs Inggris

Namun yang paling sering muncul dalam analisis kekuatan adalah:

Spanyol vs Prancis

Dua tim dengan keseimbangan terbaik antara taktik, kualitas pemain, dan kedalaman skuad.

Siapa yang Akan Juara?

Jika melihat keseluruhan kekuatan saat ini:

  • Spanyol menjadi favorit utama

  • Prancis adalah pesaing paling berbahaya

  • Inggris memiliki potensi besar

  • Argentina tetap punya mental juara

  • Brasil selalu bisa mengejutkan

Namun Piala Dunia selalu sulit diprediksi. Banyak kejutan terjadi justru ketika tim favorit gagal tampil maksimal.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu turnamen paling kompetitif sepanjang sejarah. Dengan format baru dan lebih banyak peserta, persaingan akan semakin ketat dan sulit ditebak.

Spanyol saat ini berada di posisi teratas dalam banyak prediksi, tetapi Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil masih memiliki peluang besar untuk menjadi juara.

Pada akhirnya, juara Piala Dunia bukan hanya ditentukan oleh statistik atau nama besar, tetapi oleh siapa yang paling siap secara mental, taktik, dan konsistensi di setiap pertandingan.

Dan seperti selalu dalam sepak bola: kejutan selalu lebih mungkin terjadi daripada kepastian.

Jumat, 19 Juni 2026

Hugo Broos Bangga Meski Afrika Selatan Ditahan Ceko 1-1, Sesali Kesalahan Awal yang Berbuah Gol

Hugo Broos bangga dengan penampilan Afrika Selatan saat bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Penalti Teboho Mokoena menjaga peluang Bafana Bafana lolos dari Grup A.
Hugo Broos bangga dengan penampilan Afrika Selatan saat bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Penalti Teboho Mokoena menjaga peluang Bafana Bafana lolos dari Grup A.

JAKARTA - Afrika Selatan berhasil menghindari kekalahan kedua beruntun di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko dalam pertandingan Grup A. Meski hanya meraih satu poin, pelatih Hugo Broos mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan skuad Bafana Bafana.

Namun, pelatih asal Belgia itu juga menyesali kesalahan di awal pertandingan yang membuat timnya harus tertinggal lebih dulu. Menurutnya, gol cepat yang dicetak Michal Sadilek menjadi momen yang sangat disayangkan karena memaksa Afrika Selatan bekerja ekstra keras sepanjang laga.

Teboho Mokoena Selamatkan Afrika Selatan Lewat Penalti

Republik Ceko sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Michal Sadilek pada awal pertandingan. Gol tersebut membuat Afrika Selatan kembali berada dalam tekanan setelah sebelumnya kalah dari Meksiko.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Ceko, Teboho Mokoena menjadi penyelamat bagi Bafana Bafana. Gelandang andalan tersebut sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti pada menit ke-83 dan memastikan skor berakhir 1-1.

Gol dari titik putih itu menjadi penalti pertama Afrika Selatan di Piala Dunia sejak Quinton Fortune mencetak gol serupa saat menghadapi Paraguay pada edisi 2002.

Statistik Menunjukkan Afrika Selatan Lebih Agresif

Meski sempat tertinggal, Afrika Selatan sebenarnya tampil cukup dominan. Mereka mampu mencatatkan 17 tembakan dibandingkan 14 milik Ceko.

Dari jumlah tersebut, empat percobaan mengarah tepat ke gawang, sedangkan Ceko hanya memiliki tiga tembakan tepat sasaran. Dari sisi expected goals (xG), Afrika Selatan juga unggul dengan catatan 1,4 berbanding 1,0 milik lawannya.

Peluang terbaik untuk mencetak gol kemenangan juga sempat didapatkan Relebohile Mofokeng dan Evidence Makgopa. Namun, kiper Ceko Matej Kovar tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting.

Hugo Broos Bangga dengan Respons Timnya

Usai pertandingan, Hugo Broos mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan para pemain. Menurutnya, respons yang ditunjukkan tim setelah kekalahan dari Meksiko memperlihatkan karakter sesungguhnya dari Bafana Bafana.

Ia menilai timnya bermain dengan baik, agresif, serta mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Meski demikian, Broos mengaku kecewa dengan kesalahan yang terjadi di awal laga. Ia menyoroti lemparan jauh Vladimir Coufal yang menjadi awal terciptanya gol Ceko.

Menurutnya, para pemain sempat terkejut dengan kemampuan bek nomor lima tersebut dalam melakukan lemparan ke dalam yang sangat jauh.

"Ini sangat disayangkan, tetapi saya sangat bangga dengan performa tim saya," ujar Broos.

Ceko Juga Menyesali Kehilangan Kemenangan

Di kubu lawan, pelatih Republik Ceko Miroslav Koubek juga mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut.

Menurutnya, timnya sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih tiga poin. Namun, kesalahan yang berujung penalti membuat kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna.

Penalti yang diberikan wasit bermula dari handball Pavel Sulc. Gelandang Ceko itu dinilai memperlebar posisi tubuhnya ketika berusaha memblok tembakan Thapelo Maseko.

Koubek mengakui kesalahan tersebut sangat merugikan timnya. Meski demikian, ia tetap menilai Ceko bermain lebih baik pada babak kedua.

"Kami kecewa dengan hasil ini karena sebenarnya kami lebih dekat dengan kemenangan. Tetapi kami melakukan kesalahan yang membuat pertandingan berakhir imbang," kata Koubek.

Rekor Unik yang Tercipta

Hasil ini menghadirkan sejumlah catatan menarik.

Afrika Selatan kini untuk ketiga kalinya mampu menghindari kekalahan di Piala Dunia setelah lebih dulu kebobolan. Sebelumnya, mereka pernah melakukannya saat menghadapi Denmark pada 1998 dengan skor 1-1 dan Paraguay pada 2002 dengan hasil imbang 2-2.

Sementara itu, Republik Ceko mencatatkan statistik yang kurang menggembirakan. Mereka gagal memenangkan dua pertandingan pertama Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1982.

Tak hanya itu, Ceko juga menjadi tim pertama sejak Tunisia pada Piala Dunia 2006 yang mampu mencetak gol lebih dulu dalam dua pertandingan awal tetapi gagal meraih kemenangan pada keduanya.

Persaingan Grup A Masih Terbuka

Meski sama-sama baru mengoleksi satu poin, peluang Afrika Selatan dan Republik Ceko untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.

Namun, kedua tim kemungkinan besar wajib meraih kemenangan pada laga terakhir fase grup yang akan berlangsung pada 24 Juni.

Republik Ceko akan menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Sementara itu, Afrika Selatan akan berhadapan dengan Korea Selatan dalam duel yang sangat menentukan nasib mereka di Grup A.

Hasil imbang 1-1 antara Afrika Selatan dan Republik Ceko membuat persaingan Grup A semakin menarik. Bafana Bafana menunjukkan mental kuat dengan bangkit setelah tertinggal dan menyelamatkan satu poin lewat penalti Teboho Mokoena.

Meski Hugo Broos menyesali gol cepat yang bersumber dari kesalahan di awal pertandingan, pelatih veteran tersebut tetap bangga dengan karakter dan semangat juang anak asuhnya. Dengan satu laga tersisa, peluang kedua tim untuk lolos masih terbuka, tetapi kemenangan pada pertandingan terakhir hampir menjadi harga mati.

Czechia 1-1 Afrika Selatan: Penalti Mokoena Menit Akhir Jaga Asa Bafana Bafana

Czechia vs Afrika Selatan berakhir 1-1 di Piala Dunia. Penalti Teboho Mokoena menit akhir menjaga peluang Bafana Bafana untuk lolos ke fase berikutnya.
Czechia vs Afrika Selatan berakhir 1-1 di Piala Dunia. Penalti Teboho Mokoena menit akhir menjaga peluang Bafana Bafana untuk lolos ke fase berikutnya.

JAKARTA -- Afrika Selatan berhasil menahan imbang Czechia dengan skor 1-1 pada laga Piala Dunia, Kamis, setelah gol penalti Teboho Mokoena pada menit-menit akhir menyelamatkan peluang Bafana Bafana untuk melaju ke babak berikutnya. Pertandingan berlangsung ketat dan membuat kedua tim kini sama-sama mengoleksi satu poin dari dua laga di Grup A.

Czechia lebih dulu membuka keunggulan melalui Michal Sadilek pada menit keenam. Gol tersebut tercipta setelah kerja sama apik Adam Hlozek dan Alexandr Sojka yang berujung pada penyelesaian kaki kiri Sadilek ke sudut bawah gawang.

Gol cepat itu menjadi modal penting bagi Czechia yang tampil agresif sejak awal pertandingan. Patrik Schick sempat mendapatkan peluang emas sebelum gol pembuka, tetapi gagal menambah keunggulan timnya.

Afrika Selatan perlahan mulai menemukan ritme permainan. Beberapa peluang datang melalui Oswin Appollis, Iqraam Rayners, dan Thapelo Maseko, namun penyelesaian akhir belum mampu membobol gawang Matej Kovar.

Memasuki babak kedua, Czechia tetap menjadi ancaman lewat serangan balik. Vladimir Darida, Lukas Cerv, dan Schick beberapa kali mencoba memperbesar keunggulan, tetapi pertahanan Afrika Selatan mampu bertahan.

Czechia 1-1 Afrika Selatan: Penalti Mokoena Menit Akhir Jaga Asa Bafana Bafana
Czechia vs Afrika Selatan berakhir 1-1 di Piala Dunia. Penalti Teboho Mokoena menit akhir menjaga peluang Bafana Bafana untuk lolos ke fase berikutnya.

Afrika Selatan akhirnya mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-74 melalui pemain pengganti Evidence Makgopa, yang menjadi tembakan tepat sasaran pertama mereka dalam pertandingan tersebut.

Drama terjadi menjelang akhir laga ketika Czechia harus menerima hukuman penalti. Pavel Sulc dianggap melakukan handball saat mencoba menghalau tembakan Thapelo Maseko di dalam kotak penalti.

Teboho Mokoena maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangannya mengecoh Matej Kovar dan membuat skor berubah menjadi 1-1 dengan tujuh menit waktu normal tersisa.

Setelah gol penyama kedudukan, Afrika Selatan justru tampil lebih percaya diri. Relebohile Mofokeng dan Makgopa hampir membawa Bafana Bafana berbalik unggul pada menit-menit terakhir.

Hasil imbang ini membuat Czechia gagal mengamankan kemenangan meski sempat memimpin sebagian besar pertandingan. Statistik pertandingan juga menunjukkan duel berjalan seimbang, dengan Czechia mencatat 14 tembakan dan Afrika Selatan 17 tembakan.

Kegagalan Czechia mempertahankan keunggulan kembali menjadi masalah bagi tim asuhan Miroslav Koubek. Mereka kini mendapat tekanan besar sebelum menghadapi laga berikutnya melawan tuan rumah bersama Meksiko pada 24 Juni.

Sementara itu, Afrika Selatan akan menutup fase grup menghadapi Korea Selatan pada tanggal yang sama. Hasil melawan Czechia menjadi modal penting karena kekalahan akan membuat peluang mereka hampir tertutup.

Teboho Mokoena menjadi penentu hasil pertandingan setelah mencetak penalti pada menit akhir yang membuat Afrika Selatan tetap memiliki peluang melanjutkan perjalanan di Piala Dunia.

Czechia dan Afrika Selatan sama-sama mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Persaingan Grup A masih terbuka dan hasil laga terakhir akan menentukan tim yang melaju ke tahap berikutnya.

Kamis, 18 Juni 2026

Cristiano Ronaldo Tak Berhenti Bikin Sejarah, Piala Dunia Keenam Resmi Jadi Miliknya

Cristiano Ronaldo mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain kedua yang tampil dalam enam edisi turnamen, menyamai rekor yang lebih dulu dicapai Lionel Messi.
Cristiano Ronaldo mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain kedua yang tampil dalam enam edisi turnamen, menyamai rekor yang lebih dulu dicapai Lionel Messi.

Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Samai Rekor Lionel Messi dengan Enam Penampilan

JAKARTA - Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten tim nasional Portugal itu resmi menjadi pemain kedua yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia setelah turun pada laga pembuka Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston, Amerika Serikat, Kamis.

Pencapaian bersejarah tersebut membuat Cristiano Ronaldo sejajar dengan Lionel Messi, yang sehari sebelumnya lebih dulu menjadi pemain pertama yang mencatatkan enam penampilan di ajang Piala Dunia.

Menurut data FIFA, Ronaldo memastikan rekor tersebut saat memimpin Portugal pada pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Turnamen kali ini juga diperkirakan menjadi panggung internasional terakhir bagi sang megabintang yang kini telah berusia 41 tahun.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Dominasi Panggung Piala Dunia Selama Dua Dekade

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi memulai perjalanan mereka di Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman. Sejak saat itu, keduanya tidak pernah absen memperkuat negara masing-masing pada Piala Dunia 2010, 2014, 2018, 2022, hingga Piala Dunia 2026.

Konsistensi luar biasa tersebut menjadi bukti dominasi dua pemain terbaik generasi modern yang telah menghiasi sepak bola internasional selama hampir 20 tahun.

Sehari sebelum Ronaldo mencetak rekor, Lionel Messi lebih dahulu mengukir sejarah bersama Argentina. Bintang berusia 39 tahun itu membantu timnya mengalahkan Aljazair dengan skor 3-0.

Tidak hanya mencatat penampilan keenam di Piala Dunia, Messi juga menandai laga bersejarah tersebut dengan torehan hat-trick. Pertandingan itu sekaligus menjadi penampilannya yang ke-200 bersama tim nasional Argentina.

Piala Dunia 2026 Diprediksi Menjadi Turnamen Terakhir Ronaldo

Piala Dunia 2026 diyakini menjadi kesempatan terakhir Cristiano Ronaldo tampil di ajang sepak bola terbesar dunia. Dengan usia yang telah menginjak 41 tahun, sang kapten Portugal masih mampu menjaga performa dan tetap dipercaya memimpin timnya di level tertinggi.

Penampilan Ronaldo di Amerika Serikat semakin mempertegas warisan yang telah dibangunnya selama dua dekade terakhir. Rekor enam kali tampil di Piala Dunia menjadi pencapaian yang sangat langka dan hanya bisa diraih oleh pemain dengan konsistensi serta daya saing luar biasa.

Guillermo Ochoa Masuk Skuad Enam Piala Dunia, tetapi Berbeda dengan Ronaldo dan Messi

Selain Ronaldo dan Messi, nama kiper veteran Meksiko Guillermo Ochoa juga tercatat masuk dalam skuad untuk enam edisi Piala Dunia.

Namun, catatan Ochoa tidak disetarakan dengan kedua megabintang tersebut. Pasalnya, ia tidak mendapatkan menit bermain pada Piala Dunia 2006 dan 2010 sehingga tidak dihitung sebagai pemain yang tampil di enam turnamen berbeda.

Rekor Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Semakin Lengkap

Rekor enam kali tampil di Piala Dunia menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Cristiano Ronaldo. Sejak debutnya pada 2006, mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu selalu hadir membela Portugal di setiap edisi.

Kini, bersama Lionel Messi, Cristiano Ronaldo menjadi simbol era sepak bola modern yang sulit ditandingi. Piala Dunia 2026 pun menjadi saksi lahirnya sejarah baru sekaligus memperpanjang rivalitas dua pemain yang telah mendominasi panggung sepak bola dunia selama hampir dua dekade.

Rangnick Puji Peran Pemain Pengganti Saat Austria Tekuk Yordania 3-1 di Piala Dunia 2026

Ralf Rangnick memuji peran Marko Arnautovic dan para pemain pengganti setelah Austria mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di San Francisco.
Ralf Rangnick memuji peran Marko Arnautovic dan para pemain pengganti setelah Austria mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di San Francisco.

JAKARTA - Austria mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Yordania di San Francisco. Seusai pertandingan, pelatih Ralf Rangnick memuji kontribusi para pemain pengganti, terutama Marko Arnautovic, yang membantu timnya mengamankan tiga poin.

Austria unggul lebih dulu melalui gol Romano Schmid pada babak pertama. Namun, lima menit setelah jeda, Ali Olwan menyamakan kedudukan untuk Yordania dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Austria sempat mencetak gol yang kemudian dianulir. Tim asuhan Ralf Rangnick akhirnya kembali memimpin setelah Yazan Al Arab melakukan gol bunuh diri.

Marko Arnautovic, yang masuk pada awal babak kedua menggantikan Sasa Kalajdzic, memastikan kemenangan Austria lewat gol pada menit ke-102.

Kemenangan tersebut membuat Austria selalu menang dalam pertemuan pertama mereka di Piala Dunia melawan tim dari benua berbeda.

Pada usia 37 tahun 59 hari, Arnautovic juga menjadi pemain Austria tertua yang tampil di Piala Dunia. Ia tercatat sebagai pemain Eropa tertua keempat yang berhasil mencetak gol di turnamen tersebut, hanya berada di belakang Pepe, Cristiano Ronaldo, dan Gunnar Gren.

Yordania memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan. Kedua tim sama-sama melepaskan 11 tembakan dan empat di antaranya mengarah ke gawang. Tim debutan Piala Dunia itu juga sempat membentur mistar gawang, meski hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,5.

"Ini pertandingan yang sangat sulit. Yordania benar-benar membuat hidup kami rumit," kata Rangnick.

"Pergantian pemain sangat membantu kami. Mereka membawa kualitas tambahan dalam permainan. Marko sangat penting dan kehadiran fisiknya memberi pengaruh besar bagi tim."

Rangnick menjelaskan keputusan memasukkan Arnautovic saat turun minum dilakukan setelah Kalajdzic kesulitan menghadapi intensitas pertandingan.

Di kubu lawan, pelatih Yordania Jamal Sellami menilai hasil akhir tidak mencerminkan penampilan timnya.

"Saya rasa hasil pertandingan tidak mencerminkan usaha yang dilakukan tim Yordania. Tetapi saya bangga dengan penampilan mereka," ujar Sellami.

"Tidak banyak yang mengira kami akan bermain seberani itu dan mampu memanfaatkan peluang yang ada."

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Austria dalam persaingan fase grup Piala Dunia 2026. Sementara itu, meski gagal meraih poin pada laga debut mereka di turnamen tersebut, Yordania mendapat banyak hal positif dari penampilan kompetitif yang ditunjukkan melawan wakil Eropa itu.

Portugal Ditahan DR Kongo 1-1, Yoane Wissa Cetak Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026

Portugal ditahan DR Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Yoane Wissa mencetak gol pertama sepanjang sejarah DR Kongo di ajang Piala Dunia.
Portugal ditahan DR Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Yoane Wissa mencetak gol pertama sepanjang sejarah DR Kongo di ajang Piala Dunia.

JAKARTA - Portugal bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Kamis. Joao Neves membawa Portugal unggul lebih dulu sebelum Yoane Wissa mencetak gol bersejarah bagi DR Kongo menjelang turun minum.

Portugal langsung membuka keunggulan pada menit keenam. Umpan Pedro Neto dari sisi kiri disambut sundulan Joao Neves yang tak mampu dibendung kiper DR Kongo.

Tim Afrika itu berusaha merespons. Yoane Wissa sempat melepaskan tembakan yang melebar, sementara percobaan Edo Kayembe masih diamankan Diogo Costa.

Meski Portugal lebih banyak menguasai bola, DR Kongo mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama. Berawal dari sepak pojok pendek, Arthur Masuaku mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut sundulan Wissa menjadi gol.

Gol tersebut menjadi yang pertama bagi DR Kongo di sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Negara yang terakhir tampil pada 1974 dengan nama Zaire itu akhirnya memecah kebuntuan setelah menunggu selama 52 tahun.

Portugal sempat kembali mencetak gol pada babak kedua melalui aksi Joao Cancelo. Namun, gol tersebut dianulir karena offside dalam proses serangan.

Di sisi lain, Cedric Bakambu sempat mengancam gawang Portugal, tetapi peluangnya dibatalkan wasit akibat pelanggaran lebih dulu. Cristiano Ronaldo juga memiliki beberapa kesempatan, namun gagal mengonversinya menjadi gol.

Ronaldo sebenarnya berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Meski gagal mencetak gol, kapten Portugal itu tetap mencatat rekor sebagai pemain non-kiper tertua yang menjadi starter di Piala Dunia pada usia 41 tahun 132 hari.

Joao Neves juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda ketiga Portugal di Piala Dunia pada usia 21 tahun 263 hari, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos.

Berdasarkan statistik pertandingan, DR Kongo tampil cukup efektif dengan delapan percobaan yang menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,82. Sementara Portugal hanya membukukan tujuh peluang dengan xG 0,64.

Hasil imbang ini menjadi awal yang kurang meyakinkan bagi Portugal yang masuk dalam daftar favorit juara Piala Dunia 2026.

Laporan pertandingan dan statistik resmi laga Grup K Piala Dunia 2026.

Portugal dan DR Kongo sama-sama mengamankan satu poin dari laga pembuka Grup K. Hasil tersebut membuat persaingan di grup masih terbuka menjelang pertandingan berikutnya.

Rabu, 17 Juni 2026

Inggris vs Kroasia: Delapan Tahun Setelah Semifinal 2018, Kisah Itu Berlanjut

Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Duel dua tim unggulan ini menjadi penentu awal persaingan menuju fase gugur.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Duel dua tim unggulan ini menjadi penentu awal persaingan menuju fase gugur.

Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Ujian Perdana The Three Lions dalam Perburuan Gelar Juara

JAKARTA - Timnas Inggris akan memulai perjalanan mereka di Grup L Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6) pukul 03.00 WIB. 

Pertandingan ini menjadi salah satu laga pembuka yang paling menarik perhatian karena mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah panjang di ajang sepak bola dunia.

Laga Inggris vs Kroasia tidak hanya menjadi perebutan tiga poin pertama di Grup L, tetapi juga menjadi tolok ukur kekuatan kedua tim dalam upaya melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026. 

Dengan format baru yang memberi peluang lebih besar bagi tim untuk lolos, hasil pertandingan pertama tetap memiliki pengaruh besar terhadap posisi klasemen.

Inggris Datang dengan Ambisi Besar

Timnas Inggris memasuki turnamen sebagai salah satu kandidat kuat juara. Generasi pemain yang dimiliki saat ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang tampil konsisten di level klub maupun internasional.

Kehadiran Thomas Tuchel sebagai pelatih juga menjadi sorotan tersendiri. Piala Dunia 2026 menjadi pengalaman pertama pelatih asal Jerman tersebut memimpin Inggris di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Tuchel menyebut Piala Dunia sebagai puncak karier kepelatihannya. Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya target yang dibebankan kepada sang pelatih untuk membawa The Three Lions meraih prestasi maksimal.

Dalam laga melawan Kroasia, Inggris diperkirakan tetap mengandalkan sejumlah pemain utama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, hingga John Stones. Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Inggris memiliki kualitas yang merata di setiap lini.

Kroasia Tetap Berbahaya Berkat Pengalaman

Meski tidak terlalu diunggulkan dibanding Inggris, Kroasia tetap menjadi lawan yang tidak bisa diremehkan. 

Dalam beberapa edisi turnamen besar terakhir, Kroasia berkali-kali membuktikan diri sebagai tim yang mampu melangkah jauh dan tampil kompetitif menghadapi negara-negara elite.

Pengalaman masih menjadi kekuatan utama Kroasia. Nama-nama seperti Luka Modric dan Mateo Kovacic diprediksi kembali menjadi pusat permainan tim.

Kemampuan kedua gelandang tersebut dalam mengontrol tempo pertandingan dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi agresivitas permainan Inggris. 

Pengalaman mereka di level internasional juga memberi ketenangan bagi skuad Kroasia saat menghadapi tekanan pertandingan besar.

Bayang-Bayang Semifinal Piala Dunia 2018

Pertemuan Inggris dan Kroasia selalu mengingatkan publik pada semifinal Piala Dunia 2018. Saat itu, Inggris harus mengubur impian tampil di final setelah kalah 1-2 dari Kroasia melalui babak perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi pendukung Inggris. Karena itu, duel di Arlington kali ini memiliki nilai emosional tersendiri meski berlangsung pada fase grup.

Bagi Inggris, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan tim sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi lawan yang pernah menggagalkan langkah menuju final Piala Dunia.

Masalah Cedera Menghantui Inggris

Menjelang laga perdana, Inggris mendapat kabar kurang baik setelah Tino Livramento dipastikan absen dari Piala Dunia 2026 akibat cedera otot betis saat menjalani latihan.

Sebagai langkah antisipasi, Thomas Tuchel memanggil Trevoh Chalobah untuk memperkuat kedalaman skuad. 

Namun, pemain Chelsea tersebut belum dapat dimainkan dalam pertandingan pembuka melawan Kroasia.

Absennya Livramento memang mengurangi opsi di sektor pertahanan, tetapi Inggris masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang siap mengisi lini belakang.

Persaingan Ketat di Grup L

Selain Inggris dan Kroasia, Grup L juga dihuni Ghana dan Panama. Keempat tim masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak berikutnya.

Dengan sistem kompetisi Piala Dunia 2026 yang meloloskan dua tim teratas setiap grup serta delapan peringkat ketiga terbaik, setiap poin menjadi sangat berharga. 

Kemenangan pada laga pertama akan memberikan keuntungan besar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Setelah menghadapi Kroasia, Inggris dijadwalkan bertemu Ghana pada 23 Juni dan Panama pada 27 Juni. Sementara itu, Kroasia akan melawan Panama dan Ghana pada tanggal yang sama.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Di atas kertas, Inggris memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dan kualitas individu yang sangat mumpuni. 

Namun, Kroasia dikenal sebagai tim yang disiplin, sabar, dan mampu tampil efektif dalam pertandingan penting.

Duel lini tengah diperkirakan menjadi kunci pertandingan. Inggris mengandalkan energi dan kreativitas Jude Bellingham serta Declan Rice, sementara Kroasia bertumpu pada pengalaman Luka Modric dan Mateo Kovacic.

Jika mampu mengendalikan tempo permainan sejak awal, Inggris berpeluang meraih hasil positif. 

Namun, Kroasia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tekanan dan sering kali mampu memanfaatkan kesalahan kecil lawan.

Karena itu, pertandingan Inggris vs Kroasia layak disebut sebagai salah satu laga paling menarik pada fase awal Piala Dunia 2026. 

Hasil pertandingan ini dapat menjadi penentu arah persaingan Grup L sekaligus memberikan gambaran kekuatan kedua tim dalam perburuan tiket menuju babak gugur.

FIFA Jelaskan Alasan Uruguay Boleh Pakai Empat Bintang, Mesir Tidak

FIFA menjelaskan alasan Uruguay boleh mempertahankan empat bintang di jersey, sementara Mesir tidak. Perbedaannya terletak pada status gelar yang diakui sebagai kejuaraan dunia.
FIFA menjelaskan alasan Uruguay boleh mempertahankan empat bintang di jersey, sementara Mesir tidak. Perbedaannya terletak pada status gelar yang diakui sebagai kejuaraan dunia.

JAKARTA - FIFA mengizinkan Timnas Uruguay tetap menampilkan empat bintang di atas lambang federasinya, sementara Mesir tidak mendapat hak yang sama karena dasar pengakuan gelar yang berbeda.

Empat bintang yang digunakan Uruguay berasal dari dua gelar Piala Dunia yang diraih pada 1930 dan 1950, serta dua gelar Olimpiade pada 1924 dan 1928.

FIFA mengakui turnamen sepak bola Olimpiade 1924 dan 1928 sebagai kompetisi tingkat kejuaraan dunia pada era sebelum Piala Dunia digelar. Karena status tersebut, dua gelar Olimpiade Uruguay dianggap setara dengan pencapaian tingkat dunia dan dapat direpresentasikan melalui bintang pada jersey tim nasional.

Sementara itu, bintang yang dimiliki Mesir merujuk pada keberhasilan mereka menjuarai Piala Afrika. Meski merupakan salah satu turnamen kontinental paling bergengsi, kompetisi tersebut tidak berstatus kejuaraan dunia.

Menurut aturan FIFA, hanya gelar Piala Dunia dan turnamen historis yang secara resmi diakui sebagai kejuaraan dunia yang dapat ditampilkan dalam bentuk bintang selama kompetisi internasional.

Karena itu, perbedaan perlakuan terhadap Uruguay dan Mesir bukan disebabkan oleh favoritisme, melainkan berdasarkan klasifikasi resmi FIFA terhadap status masing-masing turnamen.

Penjelasan ini menegaskan bahwa penggunaan bintang pada jersey tim nasional tidak semata-mata didasarkan pada jumlah trofi yang dimenangkan, tetapi juga pada status kompetisi yang diakui FIFA sebagai kejuaraan dunia.

Aturan tersebut menjadi dasar mengapa Uruguay tetap mempertahankan empat bintang mereka, sedangkan gelar kontinental seperti Piala Afrika tidak dapat direpresentasikan dengan cara yang sama dalam ajang resmi FIFA.