Iklan Tutup X

Jumat, 19 Juni 2026

Hugo Broos Bangga Meski Afrika Selatan Ditahan Ceko 1-1, Sesali Kesalahan Awal yang Berbuah Gol

Ikuti kami:
Google
Hugo Broos bangga dengan penampilan Afrika Selatan saat bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Penalti Teboho Mokoena menjaga peluang Bafana Bafana lolos dari Grup A.
Hugo Broos bangga dengan penampilan Afrika Selatan saat bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Penalti Teboho Mokoena menjaga peluang Bafana Bafana lolos dari Grup A.

JAKARTA - Afrika Selatan berhasil menghindari kekalahan kedua beruntun di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko dalam pertandingan Grup A. Meski hanya meraih satu poin, pelatih Hugo Broos mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan skuad Bafana Bafana.

Namun, pelatih asal Belgia itu juga menyesali kesalahan di awal pertandingan yang membuat timnya harus tertinggal lebih dulu. Menurutnya, gol cepat yang dicetak Michal Sadilek menjadi momen yang sangat disayangkan karena memaksa Afrika Selatan bekerja ekstra keras sepanjang laga.

Teboho Mokoena Selamatkan Afrika Selatan Lewat Penalti

Republik Ceko sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Michal Sadilek pada awal pertandingan. Gol tersebut membuat Afrika Selatan kembali berada dalam tekanan setelah sebelumnya kalah dari Meksiko.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Ceko, Teboho Mokoena menjadi penyelamat bagi Bafana Bafana. Gelandang andalan tersebut sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti pada menit ke-83 dan memastikan skor berakhir 1-1.

Gol dari titik putih itu menjadi penalti pertama Afrika Selatan di Piala Dunia sejak Quinton Fortune mencetak gol serupa saat menghadapi Paraguay pada edisi 2002.

Statistik Menunjukkan Afrika Selatan Lebih Agresif

Meski sempat tertinggal, Afrika Selatan sebenarnya tampil cukup dominan. Mereka mampu mencatatkan 17 tembakan dibandingkan 14 milik Ceko.

Dari jumlah tersebut, empat percobaan mengarah tepat ke gawang, sedangkan Ceko hanya memiliki tiga tembakan tepat sasaran. Dari sisi expected goals (xG), Afrika Selatan juga unggul dengan catatan 1,4 berbanding 1,0 milik lawannya.

Peluang terbaik untuk mencetak gol kemenangan juga sempat didapatkan Relebohile Mofokeng dan Evidence Makgopa. Namun, kiper Ceko Matej Kovar tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting.

Hugo Broos Bangga dengan Respons Timnya

Usai pertandingan, Hugo Broos mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan para pemain. Menurutnya, respons yang ditunjukkan tim setelah kekalahan dari Meksiko memperlihatkan karakter sesungguhnya dari Bafana Bafana.

Ia menilai timnya bermain dengan baik, agresif, serta mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Meski demikian, Broos mengaku kecewa dengan kesalahan yang terjadi di awal laga. Ia menyoroti lemparan jauh Vladimir Coufal yang menjadi awal terciptanya gol Ceko.

Menurutnya, para pemain sempat terkejut dengan kemampuan bek nomor lima tersebut dalam melakukan lemparan ke dalam yang sangat jauh.

"Ini sangat disayangkan, tetapi saya sangat bangga dengan performa tim saya," ujar Broos.

Ceko Juga Menyesali Kehilangan Kemenangan

Di kubu lawan, pelatih Republik Ceko Miroslav Koubek juga mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut.

Menurutnya, timnya sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih tiga poin. Namun, kesalahan yang berujung penalti membuat kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna.

Penalti yang diberikan wasit bermula dari handball Pavel Sulc. Gelandang Ceko itu dinilai memperlebar posisi tubuhnya ketika berusaha memblok tembakan Thapelo Maseko.

Koubek mengakui kesalahan tersebut sangat merugikan timnya. Meski demikian, ia tetap menilai Ceko bermain lebih baik pada babak kedua.

"Kami kecewa dengan hasil ini karena sebenarnya kami lebih dekat dengan kemenangan. Tetapi kami melakukan kesalahan yang membuat pertandingan berakhir imbang," kata Koubek.

Rekor Unik yang Tercipta

Hasil ini menghadirkan sejumlah catatan menarik.

Afrika Selatan kini untuk ketiga kalinya mampu menghindari kekalahan di Piala Dunia setelah lebih dulu kebobolan. Sebelumnya, mereka pernah melakukannya saat menghadapi Denmark pada 1998 dengan skor 1-1 dan Paraguay pada 2002 dengan hasil imbang 2-2.

Sementara itu, Republik Ceko mencatatkan statistik yang kurang menggembirakan. Mereka gagal memenangkan dua pertandingan pertama Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1982.

Tak hanya itu, Ceko juga menjadi tim pertama sejak Tunisia pada Piala Dunia 2006 yang mampu mencetak gol lebih dulu dalam dua pertandingan awal tetapi gagal meraih kemenangan pada keduanya.

Persaingan Grup A Masih Terbuka

Meski sama-sama baru mengoleksi satu poin, peluang Afrika Selatan dan Republik Ceko untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.

Namun, kedua tim kemungkinan besar wajib meraih kemenangan pada laga terakhir fase grup yang akan berlangsung pada 24 Juni.

Republik Ceko akan menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Sementara itu, Afrika Selatan akan berhadapan dengan Korea Selatan dalam duel yang sangat menentukan nasib mereka di Grup A.

Hasil imbang 1-1 antara Afrika Selatan dan Republik Ceko membuat persaingan Grup A semakin menarik. Bafana Bafana menunjukkan mental kuat dengan bangkit setelah tertinggal dan menyelamatkan satu poin lewat penalti Teboho Mokoena.

Meski Hugo Broos menyesali gol cepat yang bersumber dari kesalahan di awal pertandingan, pelatih veteran tersebut tetap bangga dengan karakter dan semangat juang anak asuhnya. Dengan satu laga tersisa, peluang kedua tim untuk lolos masih terbuka, tetapi kemenangan pada pertandingan terakhir hampir menjadi harga mati.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Jerry
Jerry
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.