Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Dua Gol ke Gawang Austria Antar Messi Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Messi pecahkan rekor top skor Piala Dunia dengan 18 gol saat Argentina kalahkan Austria 2-0 dan memastikan lolos ke fase gugur lebih awal.
Messi pecahkan rekor top skor Piala Dunia dengan 18 gol saat Argentina kalahkan Austria 2-0 dan memastikan lolos ke fase gugur lebih awal.

JAKARTA - Lionel Messi membawa Argentina menang 2-0 atas Austria pada laga Piala Dunia, Senin, sekaligus memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan total 18 gol.

Messi sebelumnya menyamai rekor Miroslav Klose lewat hat-trick di laga pembuka Argentina. Pada pertandingan melawan Austria, ia kembali menjadi penentu dengan mencetak dua gol.

Tambahan dua gol tersebut membuat kapten Argentina itu resmi berdiri sendiri di puncak daftar top skor Piala Dunia dengan 18 gol sepanjang kariernya di turnamen tersebut.

Meski demikian, Messi sempat gagal memanfaatkan peluang setelah mengeksekusi penalti pada menit awal yang tidak berbuah gol. Ia juga mengakui kondisi fisiknya tidak sepenuhnya prima usai laga.

Hasil ini sekaligus memastikan Argentina lolos ke fase gugur dengan satu laga tersisa di fase grup.

Messi mengatakan dirinya memilih menikmati momen bersejarah tersebut bersama tim.

“Saya menikmati momen ini dan melihat sejauh mana kami bisa melangkah bersama,” kata Lionel Messi kepada Telemundo.

Ia juga menyinggung kondisi fisiknya yang menurun usai pertandingan.

“Sejujurnya saya sangat lelah, energi saya menurun, dan sulit untuk berpikir,” ujarnya.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji respons Messi setelah kegagalan penalti.

Sementara itu, pelatih Austria Ralf Rangnick menilai timnya tetap tampil sesuai rencana meski kalah.

Kemenangan ini membuat Argentina memastikan tempat di fase gugur lebih awal dan menjaga peluang melaju lebih jauh di turnamen. Sementara itu, Austria masih harus berjuang di laga terakhir grup untuk menjaga peluang lolos.

Dari Gagal Penalti ke Sejarah Dunia: Lionel Messi Lewati Rekor Klose, Argentina Tundukkan Austria 2-0 di Dallas

Argentina vs Austria 2-0 di Piala Dunia 2026. Lionel Messi pecahkan rekor gol Klose dan bawa Argentina lolos fase gugur di Dallas.
Argentina vs Austria 2-0 di Piala Dunia 2026. Lionel Messi pecahkan rekor gol Klose dan bawa Argentina lolos fase gugur di Dallas.

JAKARTA - Lionel Messi membawa tim nasional Argentina menundukkan Austria 2-0 pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas, Selasa (23/6/2026) waktu setempat, sekaligus mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Messi mencetak dua gol dalam laga tersebut, masing-masing di akhir babak pertama dan masa injury time babak kedua. Gol pertama lahir pada menit ke-38 lewat tembakan kaki kiri terukur setelah memanfaatkan umpan Facundo Medina.

Sebelumnya, Messi sempat gagal membuka keunggulan setelah penalti yang dieksekusinya pada menit awal melenceng dari gawang Austria. Namun tekanan Argentina terus berlanjut sepanjang laga.

Austria sempat mendapat peluang melalui Marcel Sabitzer dan Michael Gregoritsch, tetapi kiper Emiliano Martínez tampil sigap menjaga gawang tetap aman.

Gol kedua Messi memastikan kemenangan Argentina setelah memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang, menyambar bola kiriman Enzo Fernández.

Tidak ada kutipan langsung dalam laporan ini, namun hasil pertandingan mengacu pada laporan resmi laga Argentina vs Austria di Grup J Piala Dunia 2026.

Kemenangan ini memastikan Argentina lolos ke fase gugur dan berada di ambang mengunci posisi puncak Grup J. Messi juga mencatatkan 18 gol dalam 28 pertandingan Piala Dunia, melampaui Miroslav Klose di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa.

Messi kini bersaing dalam perburuan Golden Boot dengan lima gol, sementara Argentina belum terkalahkan dalam delapan laga Piala Dunia terakhir sejak 2022.

Senin, 22 Juni 2026

Lamine Yamal Pecah Telur, Spanyol Langsung Pesta Empat Gol ke Gawang Arab Saudi

Spanyol meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Arab Saudi 4-0 di Atlanta. Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan La Roja.
Spanyol meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Arab Saudi 4-0 di Atlanta. Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan La Roja.

Spanyol Bungkam Arab Saudi 4-0, Pimpin Klasemen Grup H Piala Dunia 2026

JAKARTA -- Timnas Spanyol meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 4-0 pada laga kedua Grup H di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (21/6). Hasil tersebut membawa La Roja untuk sementara memuncaki klasemen dengan koleksi empat poin.

Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat penyelesaian jarak dekat setelah menerima umpan datar Mikel Oyarzabal.

Keunggulan tim asuhan Luis de la Fuente bertambah pada menit ke-21. Berawal dari situasi sepak pojok, Aymeric Laporte menyundul bola yang kemudian jatuh di kaki Oyarzabal. Penyerang Real Sociedad itu sukses menaklukkan Mohammed Al-Owais dan mengubah skor menjadi 2-0.

Hanya tiga menit berselang, Oyarzabal kembali mencetak gol. Kombinasi serangan yang dibangun Marc Cucurella dan Dani Olmo berhasil diselesaikan Oyarzabal di depan gawang untuk membawa Spanyol unggul 3-0 pada menit ke-24.

Dominasi La Roja berlanjut selepas jeda. Baru empat menit babak kedua berjalan, Arab Saudi justru kebobolan akibat gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti pada menit ke-49 yang membuat skor menjadi 4-0.

Meski sudah unggul jauh, Spanyol tetap menguasai permainan. Kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang tambahan dari Pedro Porro dan Ferran Torres.

Sepanjang pertandingan, Arab Saudi kesulitan memberikan ancaman berarti ke lini pertahanan Spanyol. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-0 tetap bertahan untuk kemenangan La Roja.

Hasil ini membuat Spanyol mengoleksi empat poin dan memimpin Grup H. Mereka unggul atas Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde yang sama-sama baru mengumpulkan satu poin.

Kemenangan telak tersebut sekaligus menjaga peluang pasukan Luis de la Fuente untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Belgia vs Iran di Los Angeles Berakhir Imbang 0-0, Persaingan Grup G Piala Dunia 2026 Makin Ketat

Belgia vs Iran di Los Angeles pada Grup G Piala Dunia 2026 berakhir imbang 0-0. Alireza Beiranvand tampil gemilang dan membawa Iran memimpin klasemen sementara.
Belgia vs Iran di Los Angeles pada Grup G Piala Dunia 2026 berakhir imbang 0-0. Alireza Beiranvand tampil gemilang dan membawa Iran memimpin klasemen sementara.

LOS ANGELES, Amerika Serikat — Timnas Belgia ditahan imbang Timnas Iran dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Los Angeles, Senin. Hasil tersebut membuat Iran memimpin klasemen sementara Grup G dengan dua poin, unggul selisih gol atas Belgia yang juga mengoleksi dua angka.

Belgia tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Rudi Garcia langsung mengambil inisiatif serangan dan sempat menguasai bola hingga 77 persen dalam 10 menit pertama. Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor permainan untuk membongkar pertahanan Iran yang tampil disiplin.

Iran sebenarnya sempat membobol gawang Belgia pada menit ke-25 melalui Mehdi Taremi. Penyerang Olympiacos itu berhasil menaklukkan Thibaut Courtois setelah menerima umpan Ehsan Hajsafi. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan Taremi berada dalam posisi offside.

Memasuki babak kedua, Belgia kembali mengendalikan permainan. Rudi Garcia melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dodi Lukebakio dan Hans Vanaken guna meningkatkan daya serang tim.

Situasi berubah pada menit ke-66 ketika Belgia kehilangan Nathan Ngoy akibat kartu merah. Bek muda tersebut melanggar Mehdi Taremi yang berhasil merebut bola dan berpeluang berhadapan langsung dengan Courtois.

Unggul jumlah pemain, Iran mulai meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun Thibaut Courtois tampil solid untuk menjaga gawang Belgia tetap aman hingga pertandingan berakhir.

Di sisi lain, Alireza Beiranvand menjadi sosok penting bagi Iran. Kiper berusia 33 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan sepanjang laga dan menjadi faktor utama keberhasilan timnya membawa pulang satu poin dari Los Angeles.

Belgia yang lebih banyak menguasai bola gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang dimiliki. Sementara Iran mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang solid sekaligus memaksimalkan peluang saat unggul jumlah pemain.

Hasil imbang Belgia vs Iran di Los Angeles membuat persaingan Grup G Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Belum ada tim yang berhasil mengamankan kemenangan hingga pertandingan kedua, sehingga perebutan tiket ke babak berikutnya diperkirakan berlangsung ketat pada laga selanjutnya.

Susunan Pemain

Belgia (4-2-3-1):
Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Nicolas Raskin; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.

Iran (5-4-1):
Alireza Beiranvand; Saleh Hardani, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Ehsan Hajsafi; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Ramin Rezaeian; Mehdi Taremi.

Minggu, 21 Juni 2026

Ribuan Warga Ambon Konvoi Usai Belanda Tundukkan Swedia di Grup F

Dubes Belanda Rayakan Kemenangan di Ambon, Ribuan Warga Padati Nonton Bareng
Belanda vs Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026 disambut meriah di Ambon. Dubes Belanda Marc Gerritsen hadir dalam nonton bareng dan konvoi ribuan warga.

Dubes Belanda Rayakan Kemenangan di Ambon, Ribuan Warga Padati Nonton Bareng

JAKARTA - Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menghadiri perayaan kemenangan tim nasional Netherlands national football team atas Sweden national football team dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 yang digelar di Ambon, Minggu (21/6/2026) pagi, usai kegiatan nonton bareng yang diikuti ribuan warga.

Perayaan kemenangan berlangsung meriah sesaat setelah pertandingan berakhir. Ribuan warga yang memadati lokasi nonton bareng langsung bersorak, menyanyikan yel-yel dukungan, serta mengibarkan bendera Belanda.

Euforia kemudian berlanjut dengan konvoi kendaraan di sejumlah ruas utama Kota Ambon. Arus kendaraan roda dua dan roda empat bergerak perlahan mengelilingi pusat kota dengan pengawalan aparat keamanan.

Peserta konvoi berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya warga Kota Ambon, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Maluku Tengah hingga Pulau Saparua.

Di lapangan, Belanda tampil dominan saat mengalahkan Swedia dengan skor 5-1 di laga yang berlangsung di NRG Stadium. Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Crysencio Summerville. Swedia memperkecil kedudukan lewat Anthony Elanga.

Marc Gerritsen menilai antusiasme masyarakat Maluku menjadi fenomena yang unik dan menunjukkan kedekatan historis yang masih terjaga antara kedua wilayah.

“Menurut saya, itu sangat unik. Hubungan antara Maluku dan Belanda memiliki sejarah yang panjang, tetapi hingga saat ini juga tetap sangat kuat. Sepak bola menjadi salah satu alasan yang membuat kita merasa saling terhubung,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kontribusi pemain berdarah Maluku dalam sepak bola Belanda.

“Belanda sangat berterima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan Maluku kepada negara kami. Maluku memiliki arti yang sangat penting bagi kami,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon Richard Luhukay menyebut pemerintah telah mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Yang pertama menjaga keamanan dan ketertiban. Yang kedua, melakukan konvoi dengan damai dan tidak menimbulkan pertikaian. Yang ketiga, semua harus bergembira,” ujarnya.

Kemenangan ini membuat Netherlands national football team memuncaki klasemen sementara Grup F Piala Dunia 2026 dengan empat poin dari dua laga. Swedia berada di posisi kedua dengan tiga poin.

Sabtu, 20 Juni 2026

Piala Dunia 2026: Persaingan Ketat Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, Brasil

Prediksi Juara Piala Dunia 2026 dibahas lengkap dengan analisis Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil sebagai kandidat kuat juara dunia.
Prediksi Juara Piala Dunia 2026 dibahas lengkap dengan analisis Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil sebagai kandidat kuat juara dunia.

Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Siapa yang Paling Berpeluang Mengangkat Trofi?

JAKARTA - Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu turnamen paling besar dalam sejarah sepak bola modern. Untuk pertama kalinya, turnamen ini diikuti oleh 48 tim dan digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Perubahan format ini bukan hanya memperluas jumlah peserta, tetapi juga membuat persaingan menjadi jauh lebih terbuka, tidak terduga, dan penuh kejutan.

Dengan lebih banyak pertandingan, lebih banyak negara peserta, dan jadwal yang lebih padat, Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian besar bagi kedalaman skuad, strategi pelatih, dan mentalitas pemain di level tertinggi.

Format Baru yang Mengubah Peta Persaingan

Penambahan jumlah tim menjadi 48 membuat turnamen ini berbeda jauh dibanding edisi sebelumnya. Kini lebih banyak negara dari berbagai benua memiliki kesempatan tampil, termasuk tim-tim yang sebelumnya jarang lolos ke fase akhir.

Hal ini membuat:

  • Variasi gaya bermain semakin luas

  • Risiko kejutan semakin tinggi

  • Tim besar tidak lagi bisa menganggap enteng lawan

Dalam format seperti ini, tim dengan kedalaman skuad yang kuat akan lebih diuntungkan dibanding tim yang hanya mengandalkan beberapa pemain bintang.

Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026

Beberapa negara selalu muncul sebagai favorit utama berdasarkan analisis performa, kualitas pemain, dan konsistensi di turnamen besar.

Secara umum, Spanyol, Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil berada di jajaran teratas kandidat juara.

Namun, tidak ada dominasi mutlak seperti era sebelumnya. Semua tim besar memiliki kelemahan masing-masing.

Spanyol – Favorit Utama

Spanyol saat ini dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat juara. Generasi baru mereka tampil sangat matang dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman.

Gaya bermain Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola, kontrol tempo, dan kerja sama tim membuat mereka sangat sulit dikalahkan jika sudah menemukan ritme permainan.

Kelebihan Spanyol:

  • Penguasaan bola sangat dominan

  • Generasi muda berkualitas tinggi

  • Sistem permainan rapi dan konsisten

  • Keseimbangan antar lini sangat baik

Kelemahan:

  • Kurang striker tajam yang benar-benar mematikan

  • Terkadang kesulitan menghadapi tim yang bermain sangat defensif

Prancis – Tim Paling Lengkap

Prancis hampir selalu menjadi kandidat juara di setiap turnamen besar. Mereka memiliki kedalaman skuad yang luar biasa di semua posisi.

Dengan pemain-pemain seperti Kylian Mbappé dan generasi muda yang terus bermunculan, Prancis memiliki kombinasi sempurna antara kecepatan, kekuatan, dan teknik.

Kelebihan Prancis:

  • Kedalaman skuad terbaik di dunia

  • Banyak pemain kelas dunia di setiap posisi

  • Sangat berbahaya dalam serangan balik

  • Pengalaman tampil di final-turnamen besar

Kelemahan:

  • Kadang inkonsisten dalam pertandingan tertentu

  • Potensi konflik ego antar pemain bintang

Inggris – Generasi Emas yang Siap Meledak

Inggris memiliki salah satu generasi terbaik dalam sejarah mereka. Banyak pemain muda berbakat yang sudah tampil di level tertinggi klub Eropa.

Nama-nama seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Phil Foden menjadi tulang punggung tim yang sangat menjanjikan.

Kelebihan Inggris:

  • Generasi muda sangat kuat

  • Kedalaman skuad merata

  • Banyak pemain berpengalaman di liga top

Kelemahan:

  • Tekanan publik sangat besar

  • Sering kesulitan di fase semifinal atau final

Argentina – Juara Bertahan yang Masih Berbahaya

Sebagai juara Piala Dunia 2022, Argentina tetap menjadi kekuatan besar. Meski generasi lama mulai berganti, struktur tim mereka masih sangat solid.

Argentina dikenal memiliki mental juara yang kuat, terutama dalam pertandingan knockout.

Kelebihan Argentina:

  • Mental juara sangat kuat

  • Tim bermain dengan disiplin tinggi

  • Pengalaman turnamen besar

Kelemahan:

  • Regenerasi pemain sedang berlangsung

  • Tidak sekuat generasi emas sebelumnya

Brasil – Selalu Kandidat Kuat

Brasil selalu masuk dalam daftar favorit karena kualitas individu pemain mereka yang sangat tinggi.

Generasi baru seperti Vinícius Jr memberikan harapan besar bagi Brasil untuk kembali meraih gelar juara dunia.

Namun konsistensi masih menjadi tantangan utama. Dalam beberapa turnamen terakhir, Brasil sering tampil bagus tetapi gagal menjaga performa hingga akhir.

Kelebihan Brasil:

  • Talenta individu sangat tinggi

  • Kreativitas serangan luar biasa

  • Pengalaman panjang di Piala Dunia

Kelemahan:

  • Kurang konsisten

  • Terkadang rapuh di pertandingan besar

Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan

Selain tim favorit, selalu ada kemungkinan munculnya kejutan besar di Piala Dunia.

Beberapa tim yang berpotensi menjadi kuda hitam antara lain:

  • Belanda dengan sistem permainan yang stabil

  • Portugal dengan generasi pemain berbakat

  • Maroko yang semakin kuat secara taktik

  • Amerika Serikat sebagai tuan rumah

  • Norwegia dengan generasi baru yang menjanjikan

Dalam format 48 tim, peluang kejutan semakin besar karena variasi lawan yang lebih beragam.

Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Ada beberapa faktor utama yang akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara:

1. Kedalaman skuad

Tim harus memiliki banyak pemain berkualitas untuk rotasi sepanjang turnamen.

2. Fleksibilitas taktik

Kemampuan beradaptasi dengan berbagai gaya permainan sangat penting.

3. Mental di fase knockout

Banyak tim kuat gugur bukan karena kualitas, tetapi karena tekanan mental.

4. Efektivitas serangan

Di level Piala Dunia, satu peluang bisa menentukan hasil akhir.

Prediksi Final Piala Dunia 2026

Berdasarkan kekuatan tim saat ini, beberapa kemungkinan final yang paling realistis adalah:

  • Spanyol vs Prancis

  • Inggris vs Argentina

  • Spanyol vs Inggris

Namun yang paling sering muncul dalam analisis kekuatan adalah:

Spanyol vs Prancis

Dua tim dengan keseimbangan terbaik antara taktik, kualitas pemain, dan kedalaman skuad.

Siapa yang Akan Juara?

Jika melihat keseluruhan kekuatan saat ini:

  • Spanyol menjadi favorit utama

  • Prancis adalah pesaing paling berbahaya

  • Inggris memiliki potensi besar

  • Argentina tetap punya mental juara

  • Brasil selalu bisa mengejutkan

Namun Piala Dunia selalu sulit diprediksi. Banyak kejutan terjadi justru ketika tim favorit gagal tampil maksimal.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu turnamen paling kompetitif sepanjang sejarah. Dengan format baru dan lebih banyak peserta, persaingan akan semakin ketat dan sulit ditebak.

Spanyol saat ini berada di posisi teratas dalam banyak prediksi, tetapi Prancis, Inggris, Argentina, dan Brasil masih memiliki peluang besar untuk menjadi juara.

Pada akhirnya, juara Piala Dunia bukan hanya ditentukan oleh statistik atau nama besar, tetapi oleh siapa yang paling siap secara mental, taktik, dan konsistensi di setiap pertandingan.

Dan seperti selalu dalam sepak bola: kejutan selalu lebih mungkin terjadi daripada kepastian.

Jumat, 19 Juni 2026

Hugo Broos Bangga Meski Afrika Selatan Ditahan Ceko 1-1, Sesali Kesalahan Awal yang Berbuah Gol

Hugo Broos bangga dengan penampilan Afrika Selatan saat bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Penalti Teboho Mokoena menjaga peluang Bafana Bafana lolos dari Grup A.
Hugo Broos bangga dengan penampilan Afrika Selatan saat bermain imbang 1-1 melawan Ceko. Penalti Teboho Mokoena menjaga peluang Bafana Bafana lolos dari Grup A.

JAKARTA - Afrika Selatan berhasil menghindari kekalahan kedua beruntun di Piala Dunia setelah bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko dalam pertandingan Grup A. Meski hanya meraih satu poin, pelatih Hugo Broos mengaku bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan skuad Bafana Bafana.

Namun, pelatih asal Belgia itu juga menyesali kesalahan di awal pertandingan yang membuat timnya harus tertinggal lebih dulu. Menurutnya, gol cepat yang dicetak Michal Sadilek menjadi momen yang sangat disayangkan karena memaksa Afrika Selatan bekerja ekstra keras sepanjang laga.

Teboho Mokoena Selamatkan Afrika Selatan Lewat Penalti

Republik Ceko sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Michal Sadilek pada awal pertandingan. Gol tersebut membuat Afrika Selatan kembali berada dalam tekanan setelah sebelumnya kalah dari Meksiko.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Ceko, Teboho Mokoena menjadi penyelamat bagi Bafana Bafana. Gelandang andalan tersebut sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti pada menit ke-83 dan memastikan skor berakhir 1-1.

Gol dari titik putih itu menjadi penalti pertama Afrika Selatan di Piala Dunia sejak Quinton Fortune mencetak gol serupa saat menghadapi Paraguay pada edisi 2002.

Statistik Menunjukkan Afrika Selatan Lebih Agresif

Meski sempat tertinggal, Afrika Selatan sebenarnya tampil cukup dominan. Mereka mampu mencatatkan 17 tembakan dibandingkan 14 milik Ceko.

Dari jumlah tersebut, empat percobaan mengarah tepat ke gawang, sedangkan Ceko hanya memiliki tiga tembakan tepat sasaran. Dari sisi expected goals (xG), Afrika Selatan juga unggul dengan catatan 1,4 berbanding 1,0 milik lawannya.

Peluang terbaik untuk mencetak gol kemenangan juga sempat didapatkan Relebohile Mofokeng dan Evidence Makgopa. Namun, kiper Ceko Matej Kovar tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting.

Hugo Broos Bangga dengan Respons Timnya

Usai pertandingan, Hugo Broos mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan para pemain. Menurutnya, respons yang ditunjukkan tim setelah kekalahan dari Meksiko memperlihatkan karakter sesungguhnya dari Bafana Bafana.

Ia menilai timnya bermain dengan baik, agresif, serta mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Meski demikian, Broos mengaku kecewa dengan kesalahan yang terjadi di awal laga. Ia menyoroti lemparan jauh Vladimir Coufal yang menjadi awal terciptanya gol Ceko.

Menurutnya, para pemain sempat terkejut dengan kemampuan bek nomor lima tersebut dalam melakukan lemparan ke dalam yang sangat jauh.

"Ini sangat disayangkan, tetapi saya sangat bangga dengan performa tim saya," ujar Broos.

Ceko Juga Menyesali Kehilangan Kemenangan

Di kubu lawan, pelatih Republik Ceko Miroslav Koubek juga mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut.

Menurutnya, timnya sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih tiga poin. Namun, kesalahan yang berujung penalti membuat kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna.

Penalti yang diberikan wasit bermula dari handball Pavel Sulc. Gelandang Ceko itu dinilai memperlebar posisi tubuhnya ketika berusaha memblok tembakan Thapelo Maseko.

Koubek mengakui kesalahan tersebut sangat merugikan timnya. Meski demikian, ia tetap menilai Ceko bermain lebih baik pada babak kedua.

"Kami kecewa dengan hasil ini karena sebenarnya kami lebih dekat dengan kemenangan. Tetapi kami melakukan kesalahan yang membuat pertandingan berakhir imbang," kata Koubek.

Rekor Unik yang Tercipta

Hasil ini menghadirkan sejumlah catatan menarik.

Afrika Selatan kini untuk ketiga kalinya mampu menghindari kekalahan di Piala Dunia setelah lebih dulu kebobolan. Sebelumnya, mereka pernah melakukannya saat menghadapi Denmark pada 1998 dengan skor 1-1 dan Paraguay pada 2002 dengan hasil imbang 2-2.

Sementara itu, Republik Ceko mencatatkan statistik yang kurang menggembirakan. Mereka gagal memenangkan dua pertandingan pertama Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1982.

Tak hanya itu, Ceko juga menjadi tim pertama sejak Tunisia pada Piala Dunia 2006 yang mampu mencetak gol lebih dulu dalam dua pertandingan awal tetapi gagal meraih kemenangan pada keduanya.

Persaingan Grup A Masih Terbuka

Meski sama-sama baru mengoleksi satu poin, peluang Afrika Selatan dan Republik Ceko untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.

Namun, kedua tim kemungkinan besar wajib meraih kemenangan pada laga terakhir fase grup yang akan berlangsung pada 24 Juni.

Republik Ceko akan menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Sementara itu, Afrika Selatan akan berhadapan dengan Korea Selatan dalam duel yang sangat menentukan nasib mereka di Grup A.

Hasil imbang 1-1 antara Afrika Selatan dan Republik Ceko membuat persaingan Grup A semakin menarik. Bafana Bafana menunjukkan mental kuat dengan bangkit setelah tertinggal dan menyelamatkan satu poin lewat penalti Teboho Mokoena.

Meski Hugo Broos menyesali gol cepat yang bersumber dari kesalahan di awal pertandingan, pelatih veteran tersebut tetap bangga dengan karakter dan semangat juang anak asuhnya. Dengan satu laga tersisa, peluang kedua tim untuk lolos masih terbuka, tetapi kemenangan pada pertandingan terakhir hampir menjadi harga mati.

Czechia 1-1 Afrika Selatan: Penalti Mokoena Menit Akhir Jaga Asa Bafana Bafana

Czechia vs Afrika Selatan berakhir 1-1 di Piala Dunia. Penalti Teboho Mokoena menit akhir menjaga peluang Bafana Bafana untuk lolos ke fase berikutnya.
Czechia vs Afrika Selatan berakhir 1-1 di Piala Dunia. Penalti Teboho Mokoena menit akhir menjaga peluang Bafana Bafana untuk lolos ke fase berikutnya.

JAKARTA -- Afrika Selatan berhasil menahan imbang Czechia dengan skor 1-1 pada laga Piala Dunia, Kamis, setelah gol penalti Teboho Mokoena pada menit-menit akhir menyelamatkan peluang Bafana Bafana untuk melaju ke babak berikutnya. Pertandingan berlangsung ketat dan membuat kedua tim kini sama-sama mengoleksi satu poin dari dua laga di Grup A.

Czechia lebih dulu membuka keunggulan melalui Michal Sadilek pada menit keenam. Gol tersebut tercipta setelah kerja sama apik Adam Hlozek dan Alexandr Sojka yang berujung pada penyelesaian kaki kiri Sadilek ke sudut bawah gawang.

Gol cepat itu menjadi modal penting bagi Czechia yang tampil agresif sejak awal pertandingan. Patrik Schick sempat mendapatkan peluang emas sebelum gol pembuka, tetapi gagal menambah keunggulan timnya.

Afrika Selatan perlahan mulai menemukan ritme permainan. Beberapa peluang datang melalui Oswin Appollis, Iqraam Rayners, dan Thapelo Maseko, namun penyelesaian akhir belum mampu membobol gawang Matej Kovar.

Memasuki babak kedua, Czechia tetap menjadi ancaman lewat serangan balik. Vladimir Darida, Lukas Cerv, dan Schick beberapa kali mencoba memperbesar keunggulan, tetapi pertahanan Afrika Selatan mampu bertahan.

Czechia 1-1 Afrika Selatan: Penalti Mokoena Menit Akhir Jaga Asa Bafana Bafana
Czechia vs Afrika Selatan berakhir 1-1 di Piala Dunia. Penalti Teboho Mokoena menit akhir menjaga peluang Bafana Bafana untuk lolos ke fase berikutnya.

Afrika Selatan akhirnya mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-74 melalui pemain pengganti Evidence Makgopa, yang menjadi tembakan tepat sasaran pertama mereka dalam pertandingan tersebut.

Drama terjadi menjelang akhir laga ketika Czechia harus menerima hukuman penalti. Pavel Sulc dianggap melakukan handball saat mencoba menghalau tembakan Thapelo Maseko di dalam kotak penalti.

Teboho Mokoena maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangannya mengecoh Matej Kovar dan membuat skor berubah menjadi 1-1 dengan tujuh menit waktu normal tersisa.

Setelah gol penyama kedudukan, Afrika Selatan justru tampil lebih percaya diri. Relebohile Mofokeng dan Makgopa hampir membawa Bafana Bafana berbalik unggul pada menit-menit terakhir.

Hasil imbang ini membuat Czechia gagal mengamankan kemenangan meski sempat memimpin sebagian besar pertandingan. Statistik pertandingan juga menunjukkan duel berjalan seimbang, dengan Czechia mencatat 14 tembakan dan Afrika Selatan 17 tembakan.

Kegagalan Czechia mempertahankan keunggulan kembali menjadi masalah bagi tim asuhan Miroslav Koubek. Mereka kini mendapat tekanan besar sebelum menghadapi laga berikutnya melawan tuan rumah bersama Meksiko pada 24 Juni.

Sementara itu, Afrika Selatan akan menutup fase grup menghadapi Korea Selatan pada tanggal yang sama. Hasil melawan Czechia menjadi modal penting karena kekalahan akan membuat peluang mereka hampir tertutup.

Teboho Mokoena menjadi penentu hasil pertandingan setelah mencetak penalti pada menit akhir yang membuat Afrika Selatan tetap memiliki peluang melanjutkan perjalanan di Piala Dunia.

Czechia dan Afrika Selatan sama-sama mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Persaingan Grup A masih terbuka dan hasil laga terakhir akan menentukan tim yang melaju ke tahap berikutnya.

Kamis, 18 Juni 2026

Cristiano Ronaldo Tak Berhenti Bikin Sejarah, Piala Dunia Keenam Resmi Jadi Miliknya

Cristiano Ronaldo mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain kedua yang tampil dalam enam edisi turnamen, menyamai rekor yang lebih dulu dicapai Lionel Messi.
Cristiano Ronaldo mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain kedua yang tampil dalam enam edisi turnamen, menyamai rekor yang lebih dulu dicapai Lionel Messi.

Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Samai Rekor Lionel Messi dengan Enam Penampilan

JAKARTA - Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten tim nasional Portugal itu resmi menjadi pemain kedua yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia setelah turun pada laga pembuka Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston, Amerika Serikat, Kamis.

Pencapaian bersejarah tersebut membuat Cristiano Ronaldo sejajar dengan Lionel Messi, yang sehari sebelumnya lebih dulu menjadi pemain pertama yang mencatatkan enam penampilan di ajang Piala Dunia.

Menurut data FIFA, Ronaldo memastikan rekor tersebut saat memimpin Portugal pada pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Turnamen kali ini juga diperkirakan menjadi panggung internasional terakhir bagi sang megabintang yang kini telah berusia 41 tahun.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Dominasi Panggung Piala Dunia Selama Dua Dekade

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi memulai perjalanan mereka di Piala Dunia pada edisi 2006 di Jerman. Sejak saat itu, keduanya tidak pernah absen memperkuat negara masing-masing pada Piala Dunia 2010, 2014, 2018, 2022, hingga Piala Dunia 2026.

Konsistensi luar biasa tersebut menjadi bukti dominasi dua pemain terbaik generasi modern yang telah menghiasi sepak bola internasional selama hampir 20 tahun.

Sehari sebelum Ronaldo mencetak rekor, Lionel Messi lebih dahulu mengukir sejarah bersama Argentina. Bintang berusia 39 tahun itu membantu timnya mengalahkan Aljazair dengan skor 3-0.

Tidak hanya mencatat penampilan keenam di Piala Dunia, Messi juga menandai laga bersejarah tersebut dengan torehan hat-trick. Pertandingan itu sekaligus menjadi penampilannya yang ke-200 bersama tim nasional Argentina.

Piala Dunia 2026 Diprediksi Menjadi Turnamen Terakhir Ronaldo

Piala Dunia 2026 diyakini menjadi kesempatan terakhir Cristiano Ronaldo tampil di ajang sepak bola terbesar dunia. Dengan usia yang telah menginjak 41 tahun, sang kapten Portugal masih mampu menjaga performa dan tetap dipercaya memimpin timnya di level tertinggi.

Penampilan Ronaldo di Amerika Serikat semakin mempertegas warisan yang telah dibangunnya selama dua dekade terakhir. Rekor enam kali tampil di Piala Dunia menjadi pencapaian yang sangat langka dan hanya bisa diraih oleh pemain dengan konsistensi serta daya saing luar biasa.

Guillermo Ochoa Masuk Skuad Enam Piala Dunia, tetapi Berbeda dengan Ronaldo dan Messi

Selain Ronaldo dan Messi, nama kiper veteran Meksiko Guillermo Ochoa juga tercatat masuk dalam skuad untuk enam edisi Piala Dunia.

Namun, catatan Ochoa tidak disetarakan dengan kedua megabintang tersebut. Pasalnya, ia tidak mendapatkan menit bermain pada Piala Dunia 2006 dan 2010 sehingga tidak dihitung sebagai pemain yang tampil di enam turnamen berbeda.

Rekor Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Semakin Lengkap

Rekor enam kali tampil di Piala Dunia menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Cristiano Ronaldo. Sejak debutnya pada 2006, mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu selalu hadir membela Portugal di setiap edisi.

Kini, bersama Lionel Messi, Cristiano Ronaldo menjadi simbol era sepak bola modern yang sulit ditandingi. Piala Dunia 2026 pun menjadi saksi lahirnya sejarah baru sekaligus memperpanjang rivalitas dua pemain yang telah mendominasi panggung sepak bola dunia selama hampir dua dekade.

Rangnick Puji Peran Pemain Pengganti Saat Austria Tekuk Yordania 3-1 di Piala Dunia 2026

Ralf Rangnick memuji peran Marko Arnautovic dan para pemain pengganti setelah Austria mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di San Francisco.
Ralf Rangnick memuji peran Marko Arnautovic dan para pemain pengganti setelah Austria mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di San Francisco.

JAKARTA - Austria mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Yordania di San Francisco. Seusai pertandingan, pelatih Ralf Rangnick memuji kontribusi para pemain pengganti, terutama Marko Arnautovic, yang membantu timnya mengamankan tiga poin.

Austria unggul lebih dulu melalui gol Romano Schmid pada babak pertama. Namun, lima menit setelah jeda, Ali Olwan menyamakan kedudukan untuk Yordania dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Austria sempat mencetak gol yang kemudian dianulir. Tim asuhan Ralf Rangnick akhirnya kembali memimpin setelah Yazan Al Arab melakukan gol bunuh diri.

Marko Arnautovic, yang masuk pada awal babak kedua menggantikan Sasa Kalajdzic, memastikan kemenangan Austria lewat gol pada menit ke-102.

Kemenangan tersebut membuat Austria selalu menang dalam pertemuan pertama mereka di Piala Dunia melawan tim dari benua berbeda.

Pada usia 37 tahun 59 hari, Arnautovic juga menjadi pemain Austria tertua yang tampil di Piala Dunia. Ia tercatat sebagai pemain Eropa tertua keempat yang berhasil mencetak gol di turnamen tersebut, hanya berada di belakang Pepe, Cristiano Ronaldo, dan Gunnar Gren.

Yordania memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan. Kedua tim sama-sama melepaskan 11 tembakan dan empat di antaranya mengarah ke gawang. Tim debutan Piala Dunia itu juga sempat membentur mistar gawang, meski hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,5.

"Ini pertandingan yang sangat sulit. Yordania benar-benar membuat hidup kami rumit," kata Rangnick.

"Pergantian pemain sangat membantu kami. Mereka membawa kualitas tambahan dalam permainan. Marko sangat penting dan kehadiran fisiknya memberi pengaruh besar bagi tim."

Rangnick menjelaskan keputusan memasukkan Arnautovic saat turun minum dilakukan setelah Kalajdzic kesulitan menghadapi intensitas pertandingan.

Di kubu lawan, pelatih Yordania Jamal Sellami menilai hasil akhir tidak mencerminkan penampilan timnya.

"Saya rasa hasil pertandingan tidak mencerminkan usaha yang dilakukan tim Yordania. Tetapi saya bangga dengan penampilan mereka," ujar Sellami.

"Tidak banyak yang mengira kami akan bermain seberani itu dan mampu memanfaatkan peluang yang ada."

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Austria dalam persaingan fase grup Piala Dunia 2026. Sementara itu, meski gagal meraih poin pada laga debut mereka di turnamen tersebut, Yordania mendapat banyak hal positif dari penampilan kompetitif yang ditunjukkan melawan wakil Eropa itu.

Portugal Ditahan DR Kongo 1-1, Yoane Wissa Cetak Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026

Portugal ditahan DR Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Yoane Wissa mencetak gol pertama sepanjang sejarah DR Kongo di ajang Piala Dunia.
Portugal ditahan DR Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Yoane Wissa mencetak gol pertama sepanjang sejarah DR Kongo di ajang Piala Dunia.

JAKARTA - Portugal bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Kamis. Joao Neves membawa Portugal unggul lebih dulu sebelum Yoane Wissa mencetak gol bersejarah bagi DR Kongo menjelang turun minum.

Portugal langsung membuka keunggulan pada menit keenam. Umpan Pedro Neto dari sisi kiri disambut sundulan Joao Neves yang tak mampu dibendung kiper DR Kongo.

Tim Afrika itu berusaha merespons. Yoane Wissa sempat melepaskan tembakan yang melebar, sementara percobaan Edo Kayembe masih diamankan Diogo Costa.

Meski Portugal lebih banyak menguasai bola, DR Kongo mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama. Berawal dari sepak pojok pendek, Arthur Masuaku mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut sundulan Wissa menjadi gol.

Gol tersebut menjadi yang pertama bagi DR Kongo di sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Negara yang terakhir tampil pada 1974 dengan nama Zaire itu akhirnya memecah kebuntuan setelah menunggu selama 52 tahun.

Portugal sempat kembali mencetak gol pada babak kedua melalui aksi Joao Cancelo. Namun, gol tersebut dianulir karena offside dalam proses serangan.

Di sisi lain, Cedric Bakambu sempat mengancam gawang Portugal, tetapi peluangnya dibatalkan wasit akibat pelanggaran lebih dulu. Cristiano Ronaldo juga memiliki beberapa kesempatan, namun gagal mengonversinya menjadi gol.

Ronaldo sebenarnya berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Meski gagal mencetak gol, kapten Portugal itu tetap mencatat rekor sebagai pemain non-kiper tertua yang menjadi starter di Piala Dunia pada usia 41 tahun 132 hari.

Joao Neves juga mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda ketiga Portugal di Piala Dunia pada usia 21 tahun 263 hari, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos.

Berdasarkan statistik pertandingan, DR Kongo tampil cukup efektif dengan delapan percobaan yang menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,82. Sementara Portugal hanya membukukan tujuh peluang dengan xG 0,64.

Hasil imbang ini menjadi awal yang kurang meyakinkan bagi Portugal yang masuk dalam daftar favorit juara Piala Dunia 2026.

Laporan pertandingan dan statistik resmi laga Grup K Piala Dunia 2026.

Portugal dan DR Kongo sama-sama mengamankan satu poin dari laga pembuka Grup K. Hasil tersebut membuat persaingan di grup masih terbuka menjelang pertandingan berikutnya.

Rabu, 17 Juni 2026

Inggris vs Kroasia: Delapan Tahun Setelah Semifinal 2018, Kisah Itu Berlanjut

Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Duel dua tim unggulan ini menjadi penentu awal persaingan menuju fase gugur.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas. Duel dua tim unggulan ini menjadi penentu awal persaingan menuju fase gugur.

Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Ujian Perdana The Three Lions dalam Perburuan Gelar Juara

JAKARTA - Timnas Inggris akan memulai perjalanan mereka di Grup L Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6) pukul 03.00 WIB. 

Pertandingan ini menjadi salah satu laga pembuka yang paling menarik perhatian karena mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah panjang di ajang sepak bola dunia.

Laga Inggris vs Kroasia tidak hanya menjadi perebutan tiga poin pertama di Grup L, tetapi juga menjadi tolok ukur kekuatan kedua tim dalam upaya melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026. 

Dengan format baru yang memberi peluang lebih besar bagi tim untuk lolos, hasil pertandingan pertama tetap memiliki pengaruh besar terhadap posisi klasemen.

Inggris Datang dengan Ambisi Besar

Timnas Inggris memasuki turnamen sebagai salah satu kandidat kuat juara. Generasi pemain yang dimiliki saat ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang tampil konsisten di level klub maupun internasional.

Kehadiran Thomas Tuchel sebagai pelatih juga menjadi sorotan tersendiri. Piala Dunia 2026 menjadi pengalaman pertama pelatih asal Jerman tersebut memimpin Inggris di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Tuchel menyebut Piala Dunia sebagai puncak karier kepelatihannya. Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya target yang dibebankan kepada sang pelatih untuk membawa The Three Lions meraih prestasi maksimal.

Dalam laga melawan Kroasia, Inggris diperkirakan tetap mengandalkan sejumlah pemain utama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, hingga John Stones. Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Inggris memiliki kualitas yang merata di setiap lini.

Kroasia Tetap Berbahaya Berkat Pengalaman

Meski tidak terlalu diunggulkan dibanding Inggris, Kroasia tetap menjadi lawan yang tidak bisa diremehkan. 

Dalam beberapa edisi turnamen besar terakhir, Kroasia berkali-kali membuktikan diri sebagai tim yang mampu melangkah jauh dan tampil kompetitif menghadapi negara-negara elite.

Pengalaman masih menjadi kekuatan utama Kroasia. Nama-nama seperti Luka Modric dan Mateo Kovacic diprediksi kembali menjadi pusat permainan tim.

Kemampuan kedua gelandang tersebut dalam mengontrol tempo pertandingan dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi agresivitas permainan Inggris. 

Pengalaman mereka di level internasional juga memberi ketenangan bagi skuad Kroasia saat menghadapi tekanan pertandingan besar.

Bayang-Bayang Semifinal Piala Dunia 2018

Pertemuan Inggris dan Kroasia selalu mengingatkan publik pada semifinal Piala Dunia 2018. Saat itu, Inggris harus mengubur impian tampil di final setelah kalah 1-2 dari Kroasia melalui babak perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi pendukung Inggris. Karena itu, duel di Arlington kali ini memiliki nilai emosional tersendiri meski berlangsung pada fase grup.

Bagi Inggris, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan perkembangan tim sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi lawan yang pernah menggagalkan langkah menuju final Piala Dunia.

Masalah Cedera Menghantui Inggris

Menjelang laga perdana, Inggris mendapat kabar kurang baik setelah Tino Livramento dipastikan absen dari Piala Dunia 2026 akibat cedera otot betis saat menjalani latihan.

Sebagai langkah antisipasi, Thomas Tuchel memanggil Trevoh Chalobah untuk memperkuat kedalaman skuad. 

Namun, pemain Chelsea tersebut belum dapat dimainkan dalam pertandingan pembuka melawan Kroasia.

Absennya Livramento memang mengurangi opsi di sektor pertahanan, tetapi Inggris masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang siap mengisi lini belakang.

Persaingan Ketat di Grup L

Selain Inggris dan Kroasia, Grup L juga dihuni Ghana dan Panama. Keempat tim masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak berikutnya.

Dengan sistem kompetisi Piala Dunia 2026 yang meloloskan dua tim teratas setiap grup serta delapan peringkat ketiga terbaik, setiap poin menjadi sangat berharga. 

Kemenangan pada laga pertama akan memberikan keuntungan besar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Setelah menghadapi Kroasia, Inggris dijadwalkan bertemu Ghana pada 23 Juni dan Panama pada 27 Juni. Sementara itu, Kroasia akan melawan Panama dan Ghana pada tanggal yang sama.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Di atas kertas, Inggris memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dan kualitas individu yang sangat mumpuni. 

Namun, Kroasia dikenal sebagai tim yang disiplin, sabar, dan mampu tampil efektif dalam pertandingan penting.

Duel lini tengah diperkirakan menjadi kunci pertandingan. Inggris mengandalkan energi dan kreativitas Jude Bellingham serta Declan Rice, sementara Kroasia bertumpu pada pengalaman Luka Modric dan Mateo Kovacic.

Jika mampu mengendalikan tempo permainan sejak awal, Inggris berpeluang meraih hasil positif. 

Namun, Kroasia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tekanan dan sering kali mampu memanfaatkan kesalahan kecil lawan.

Karena itu, pertandingan Inggris vs Kroasia layak disebut sebagai salah satu laga paling menarik pada fase awal Piala Dunia 2026. 

Hasil pertandingan ini dapat menjadi penentu arah persaingan Grup L sekaligus memberikan gambaran kekuatan kedua tim dalam perburuan tiket menuju babak gugur.

FIFA Jelaskan Alasan Uruguay Boleh Pakai Empat Bintang, Mesir Tidak

FIFA menjelaskan alasan Uruguay boleh mempertahankan empat bintang di jersey, sementara Mesir tidak. Perbedaannya terletak pada status gelar yang diakui sebagai kejuaraan dunia.
FIFA menjelaskan alasan Uruguay boleh mempertahankan empat bintang di jersey, sementara Mesir tidak. Perbedaannya terletak pada status gelar yang diakui sebagai kejuaraan dunia.

JAKARTA - FIFA mengizinkan Timnas Uruguay tetap menampilkan empat bintang di atas lambang federasinya, sementara Mesir tidak mendapat hak yang sama karena dasar pengakuan gelar yang berbeda.

Empat bintang yang digunakan Uruguay berasal dari dua gelar Piala Dunia yang diraih pada 1930 dan 1950, serta dua gelar Olimpiade pada 1924 dan 1928.

FIFA mengakui turnamen sepak bola Olimpiade 1924 dan 1928 sebagai kompetisi tingkat kejuaraan dunia pada era sebelum Piala Dunia digelar. Karena status tersebut, dua gelar Olimpiade Uruguay dianggap setara dengan pencapaian tingkat dunia dan dapat direpresentasikan melalui bintang pada jersey tim nasional.

Sementara itu, bintang yang dimiliki Mesir merujuk pada keberhasilan mereka menjuarai Piala Afrika. Meski merupakan salah satu turnamen kontinental paling bergengsi, kompetisi tersebut tidak berstatus kejuaraan dunia.

Menurut aturan FIFA, hanya gelar Piala Dunia dan turnamen historis yang secara resmi diakui sebagai kejuaraan dunia yang dapat ditampilkan dalam bentuk bintang selama kompetisi internasional.

Karena itu, perbedaan perlakuan terhadap Uruguay dan Mesir bukan disebabkan oleh favoritisme, melainkan berdasarkan klasifikasi resmi FIFA terhadap status masing-masing turnamen.

Penjelasan ini menegaskan bahwa penggunaan bintang pada jersey tim nasional tidak semata-mata didasarkan pada jumlah trofi yang dimenangkan, tetapi juga pada status kompetisi yang diakui FIFA sebagai kejuaraan dunia.

Aturan tersebut menjadi dasar mengapa Uruguay tetap mempertahankan empat bintang mereka, sedangkan gelar kontinental seperti Piala Afrika tidak dapat direpresentasikan dengan cara yang sama dalam ajang resmi FIFA.

Selasa, 16 Juni 2026

Mbappe Kejar Rekor Messi! Prediksi Pertandingan Prancis vs Senegal dan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan Kylian Mbappe mengejar dan berpotensi melampaui rekor gol Lionel Messi di ajang Piala Dunia.
Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan Kylian Mbappe mengejar dan berpotensi melampaui rekor gol Lionel Messi di ajang Piala Dunia.

JAKARTA - Prancis akan menghadapi Senegal pada laga Piala Dunia 2026 yang berlangsung Rabu, 17 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. Pertandingan yang disiarkan TVRI itu menjadi sorotan karena penyerang Prancis, Kylian Mbappe, berpeluang mendekati bahkan melampaui catatan gol Lionel Messi di ajang Piala Dunia.

Mbappe memasuki edisi ketiga Piala Dunia dalam kariernya dengan koleksi 12 gol. Rinciannya, empat gol dicetak pada Piala Dunia 2018 dan delapan gol pada edisi 2022.

Saat ini Mbappe sejajar dengan legenda Brasil, Pele, yang juga mengoleksi 12 gol di Piala Dunia. Penyerang Real Madrid tersebut hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang telah mencetak 13 gol dan empat gol dari pemegang rekor sepanjang masa, Miroslav Klose dengan 16 gol.

Jika mampu mencetak satu gol ke gawang Senegal, Mbappe akan melampaui catatan Pele dan menyamai jumlah gol Messi. Sementara dua gol akan membuat kapten Timnas Prancis itu melewati torehan La Pulga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Prancis diperkirakan kembali mengandalkan Mbappe sebagai ujung tombak. Pelatih Didier Deschamps memiliki sejumlah pemain yang dapat menopang lini serang, di antaranya Ousmane Dembele, Michael Olise, Marcus Thuram, Bradley Barcola, Desire Doue, Aurelien Tchouameni, N'Golo Kante, dan Adrien Rabiot.

Di kubu Senegal, perlawanan diperkirakan datang dari pemain-pemain berpengalaman seperti Kalidou Koulibaly, Idrissa Gueye, Pape Sarr, hingga Sadio Mane yang masih menjadi andalan Lions de la Teranga.

Secara performa, Prancis meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir meski sempat kalah 1-2 dari Pantai Gading. Sementara Senegal mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir.

Rekor pertemuan juga menjadi catatan menarik. Pada satu-satunya duel di Piala Dunia, Senegal pernah mengejutkan Prancis dengan kemenangan 1-0 pada 31 Mei 2002.

Data statistik menunjukkan Mbappe telah mengoleksi 12 gol di Piala Dunia dan hanya berjarak satu gol dari Lionel Messi yang mengemas 13 gol. Sementara rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah masih dipegang Miroslav Klose dengan 16 gol.

Daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia saat ini masih dipimpin Klose (16 gol), diikuti Ronaldo (15), Gerd Muller (14), Just Fontaine dan Lionel Messi (13), serta Pele dan Kylian Mbappe (12).

Selain menjadi laga penting bagi langkah Prancis di Piala Dunia 2026, pertandingan melawan Senegal juga dapat menjadi momentum bagi Mbappe untuk terus mendekati rekor para legenda sepak bola dunia.

Berdasarkan performa kedua tim dan kualitas skuad yang dimiliki, Prancis diprediksi mampu meraih kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Senegal.

Belgia Ditahan Mesir 1-1 di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Puji Mental Timnya

Belgia bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026. Rudi Garcia memuji karakter tim setelah bangkit dari ketertinggalan.
Belgia bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026. Rudi Garcia memuji karakter tim setelah bangkit dari ketertinggalan.

Belgia Ditahan Mesir 1-1 di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Puji Mental Timnya

JAKARTA - Belgia harus puas berbagi poin dengan Mesir setelah bermain imbang 1-1 pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Selasa. Meski gagal meraih kemenangan, pelatih Belgia Rudi Garcia mengapresiasi karakter timnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan.

Mesir lebih dulu unggul pada menit ke-20 melalui gol spektakuler Emam Ashour. Gol tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran pertama yang berhasil dimanfaatkan tim berjuluk Pharaohs untuk memimpin pertandingan.

Belgia berusaha meningkatkan tekanan sepanjang laga dan akhirnya menyamakan kedudukan pada pertengahan babak kedua. Gol penyama kedudukan lahir dari gol bunuh diri Mohamed Hany yang berada di bawah tekanan penyerang pengganti Romelu Lukaku.

Hasil ini membuat Belgia belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di ajang Piala Dunia. Catatan tersebut menyamai jumlah laga tanpa kemenangan yang mereka alami dalam 15 pertandingan Piala Dunia sebelumnya.

Meski demikian, Garcia menilai timnya menunjukkan respons yang baik menghadapi lawan yang sulit.

“Pertandingan pembuka di kompetisi seperti Piala Dunia selalu sulit, terutama melawan salah satu tim terbaik Afrika seperti Mesir,” kata Garcia.

Menurutnya, Belgia sempat berada dalam situasi yang tidak menguntungkan setelah kebobolan lebih dulu.

“Mereka mencetak gol dari tembakan tepat sasaran pertama. Melawan tim seperti itu, Anda tidak boleh membiarkan mereka unggul karena itu akan semakin mendukung cara mereka bermain,” ujarnya.

Garcia juga menyoroti pentingnya kontribusi seluruh pemain dalam skuad, termasuk mereka yang masuk dari bangku cadangan.

“Hal yang terpenting adalah kami tetap berada dalam pertandingan. Kami berhasil menyamakan kedudukan berkat pemain yang masuk sebagai pengganti, dan itu menunjukkan betapa pentingnya seluruh skuad,” tambahnya.

Pelatih Belgia itu menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, penampilan gemilang kiper Mesir menggagalkan sejumlah kesempatan yang tercipta.

“Kami punya peluang untuk menang, tetapi penjaga gawang mereka melakukan beberapa penyelamatan luar biasa. Ini pertandingan yang bagus antara dua tim yang sangat baik,” katanya.

Di kubu Mesir, hasil imbang tersebut membuat mereka masih harus menunggu kemenangan pertama sepanjang sejarah partisipasi di putaran final Piala Dunia. Kini, Mesir telah menjalani delapan pertandingan tanpa kemenangan dengan catatan tiga hasil imbang dan lima kekalahan.

Meski belum mampu meraih tiga poin, Mesir mencatat momen bersejarah melalui Hamza Abdelkarim. Pemain berusia 18 tahun 165 hari itu menjadi pemain termuda Mesir yang tampil di Piala Dunia saat masuk menggantikan Mohamed Salah.

Abdelkarim menegaskan seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik mereka sepanjang pertandingan.

“Ini pertandingan yang bagus untuk seluruh tim. Kami menginginkan tiga poin, tetapi pada akhirnya kami mendapatkan satu poin dan kami sudah memberikan segalanya,” ujar Abdelkarim.

Ia juga menilai Belgia sebagai tim berkualitas, namun menegaskan setiap pertandingan bagi Mesir memiliki target yang sama, yakni meraih kemenangan.

“Kami tahu Belgia adalah tim yang bagus dengan pemain-pemain berkualitas. Tetapi bagi kami, setiap pertandingan harus menghasilkan tiga poin,” katanya.

Hasil imbang ini membuat kedua tim mengawali perjalanan mereka di Grup G dengan satu poin. Belgia dan Mesir kini akan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya yang berpotensi menentukan peluang lolos ke fase gugur.

Uruguay Selamat dari Kekalahan, Maxi Araujo Jadi Penyelamat Saat Ditahan Arab Saudi di Piala Dunia 2026

Uruguay bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Maxi Araujo mencetak gol penyelamat setelah Al Amri membawa Arab Saudi unggul.
Uruguay bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Maxi Araujo mencetak gol penyelamat setelah Al Amri membawa Arab Saudi unggul.

Uruguay vs Arab Saudi 1-1: Maxi Araujo Selamatkan La Celeste di Piala Dunia 2026

JAKARTA - Uruguay harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi di Miami Stadium, Amerika Serikat. Gol telat Maxi Araujo menjadi penentu yang menyelamatkan tim asuhan Marcelo Bielsa dari hasil mengecewakan sekaligus menjaga peluang mereka untuk melaju ke babak gugur.

Pertandingan ini menjadi salah satu laga yang menunjukkan ketatnya persaingan di Grup H. Meski lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, Uruguay tidak mampu dengan mudah menembus pertahanan disiplin Arab Saudi yang tampil efektif sepanjang pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Uruguay langsung mengambil inisiatif serangan. Kombinasi permainan cepat dan penguasaan bola membuat tim Amerika Selatan itu mampu mengontrol jalannya laga. Maxi Araujo menjadi salah satu pemain paling aktif dengan beberapa kali mengancam gawang Arab Saudi yang dikawal Mohammed Al Owais.

Namun dominasi Uruguay belum cukup untuk menghasilkan gol. Arab Saudi justru berhasil mencuri keunggulan menjelang turun minum melalui Abdulelah Al Amri. Bek berusia 28 tahun itu dengan sigap memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Mohamed Kanno yang gagal diamankan sempurna oleh Fernando Muslera.

Gol tersebut membuat Arab Saudi menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Situasi itu sekaligus memberikan tekanan kepada Uruguay yang datang ke turnamen sebagai salah satu tim unggulan di Grup H.

Memasuki babak kedua, Uruguay meningkatkan intensitas serangan. Marcelo Bielsa meminta anak asuhnya bermain lebih agresif dan menekan pertahanan lawan dari berbagai sisi. Hasilnya, peluang demi peluang mulai tercipta.

Salah satu kesempatan terbaik datang dari Manuel Ugarte yang melepaskan tembakan jarak jauh. Bola sempat mengarah ke sudut gawang, tetapi Mohammed Al Owais menunjukkan refleks luar biasa dengan menepisnya hingga membentur tiang.

Penampilan Al Owais menjadi salah satu faktor utama yang membuat Arab Saudi mampu mempertahankan keunggulan dalam waktu cukup lama. Kiper berpengalaman tersebut beberapa kali menggagalkan peluang emas Uruguay dan menjadi tembok kokoh di bawah mistar.

Meski demikian, tekanan tanpa henti Uruguay akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Maxi Araujo muncul sebagai pahlawan ketika sukses mencetak gol penyama kedudukan dari sudut sempit. Gol tersebut lahir setelah sundulan Federico Vinas berhasil ditepis Al Owais, namun bola liar mampu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Araujo.

Gol itu bukan hanya menyelamatkan Uruguay dari kekalahan, tetapi juga memiliki nilai historis bagi sang pemain. Maxi Araujo menjadi pemain Uruguay pertama yang mencetak gol pada debut Piala Dunia sejak Diego Forlan melakukannya pada edisi 2002.

Secara statistik, Uruguay memang tampil lebih dominan. Mereka melepaskan 28 tembakan sepanjang pertandingan dengan catatan expected goals (xG) mencapai 1,59. Sementara Arab Saudi hanya menghasilkan tujuh percobaan dengan xG sebesar 0,99.

Data tersebut menunjukkan bahwa Uruguay lebih banyak menciptakan peluang berbahaya. Namun efektivitas penyelesaian akhir dan performa gemilang Mohammed Al Owais membuat Arab Saudi mampu mengamankan hasil imbang yang sangat berharga.

Bagi Arab Saudi, satu poin dari pertandingan melawan Uruguay bisa menjadi modal penting dalam perburuan tiket ke babak 16 besar. Tim berjuluk Green Falcons itu menunjukkan kemampuan bertahan yang solid sekaligus efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

Di sisi lain, Uruguay mendapat pelajaran penting bahwa dominasi permainan tidak selalu berujung kemenangan. Marcelo Bielsa masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan efektivitas lini depan agar timnya tidak kehilangan poin berharga pada pertandingan berikutnya.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Dengan seluruh tim di grup mengawali turnamen dengan hasil seri, setiap pertandingan selanjutnya akan memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan siapa yang berhak melangkah ke fase gugur.

Uruguay mungkin gagal meraih kemenangan, tetapi gol Maxi Araujo memastikan mereka tetap membawa pulang satu poin yang bisa menjadi sangat berharga saat fase grup memasuki pertandingan-penting berikutnya.

Cape Verde Kejutkan Spanyol di Piala Dunia 2026, Kisah Heroik Vozinha Jadi Sorotan Dunia

Cape Verde membuat kejutan besar dengan menahan imbang Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026. Penampilan gemilang kiper Vozinha menjadi kunci hasil bersejarah tersebut.
Cape Verde membuat kejutan besar dengan menahan imbang Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026. Penampilan gemilang kiper Vozinha menjadi kunci hasil bersejarah tersebut.

Cape Verde Tahan Imbang Spanyol 0-0, Kisah Heroik Vozinha Jadi Sorotan Piala Dunia 2026

JAKARTA - Cape Verde menjadi salah satu cerita terbesar pada pekan pertama Piala Dunia 2026 setelah sukses menahan imbang Spanyol 0-0 dalam laga pembuka Grup H di Atlanta, Amerika Serikat. Hasil tersebut langsung mencuri perhatian publik sepak bola dunia karena mempertemukan salah satu favorit juara dengan tim debutan yang tidak banyak dijagokan.

Sebelum pertandingan dimulai, hampir seluruh prediksi mengarah pada kemenangan Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente datang ke turnamen dengan status juara Eropa dan menempati peringkat kedua dunia. Sebaliknya, Cape Verde hanya berada di posisi ke-67 ranking FIFA dan baru pertama kali tampil di panggung Piala Dunia.

Namun sepak bola kembali membuktikan bahwa statistik tidak selalu menentukan hasil akhir.

Vozinha, Tembok Kokoh yang Menggagalkan Spanyol

Tokoh utama di balik keberhasilan Cape Verde mencuri satu poin adalah penjaga gawang veteran Vozinha. Pada usia 40 tahun, ia tampil luar biasa dengan mencatat tujuh penyelamatan penting untuk menjaga gawang timnya tetap aman dari gempuran Spanyol.

Sepanjang pertandingan, Spanyol terus menekan dan menciptakan peluang dari berbagai sisi. Bahkan, La Roja melepaskan 27 tembakan, salah satu catatan terbanyak mereka dalam sejarah Piala Dunia tanpa menghasilkan gol.

Meski mendapat tekanan tanpa henti, Vozinha tampil tenang dan konsisten. Refleks cepat, penempatan posisi yang tepat, serta keberaniannya dalam menghalau bola membuat para pemain Spanyol frustrasi sepanjang laga.

Penampilan tersebut membuatnya terpilih sebagai Player of the Match dan menjadi simbol perjuangan Cape Verde pada debut mereka di Piala Dunia.

Mimpi yang Akhirnya Menjadi Kenyataan

Usai pertandingan, Vozinha tidak mampu menyembunyikan emosinya. Ia mengaku hasil imbang melawan Spanyol merupakan pencapaian yang telah diimpikannya sepanjang hidup.

Menurutnya, banyak generasi pesepak bola Cape Verde sebelumnya bermimpi membawa negaranya tampil dan bersaing di Piala Dunia. Kini, mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan.

Lebih dari sekadar hasil pertandingan, pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah bagi negara kepulauan kecil di Afrika Barat yang selama ini jarang mendapat sorotan dalam sepak bola internasional.

Tangis haru Vozinha setelah laga juga dipengaruhi oleh kenangan terhadap keluarga yang telah mendukung perjalanan kariernya. Ia mengenang kakek dan neneknya yang telah meninggal dunia serta ibunya yang tidak dapat hadir di stadion karena kendala visa.

Kisah pribadi tersebut membuat sosok Vozinha semakin mendapat simpati dari para penggemar sepak bola di berbagai negara.

Persatuan Jadi Senjata Utama Cape Verde

Di balik kejutan yang mereka ciptakan, Cape Verde memiliki filosofi yang sederhana namun kuat: persatuan.

Vozinha menegaskan bahwa kekompakan dan rasa kekeluargaan di dalam skuad menjadi modal utama timnya menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas dan pengalaman berada di atas mereka.

Semangat kolektif itu terlihat jelas di lapangan. Seluruh pemain bekerja keras dalam bertahan, saling menutup ruang, dan tidak membiarkan Spanyol mendapatkan peluang mudah.

Strategi tersebut terbukti efektif. Meski kalah dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, Cape Verde mampu mempertahankan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Awal Mengejutkan bagi Spanyol

Di sisi lain, hasil ini menjadi awal yang tidak ideal bagi Spanyol. Sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026, mereka diharapkan mampu meraih kemenangan pada pertandingan pembuka.

Kembalinya Lamine Yamal dari cedera pada babak kedua juga belum cukup untuk membongkar pertahanan rapat Cape Verde.

Meski demikian, pelatih Luis de la Fuente memilih tetap tenang. Ia menilai timnya masih memiliki kualitas dan pengalaman untuk bangkit pada pertandingan berikutnya.

Spanyol memang masih memiliki peluang besar untuk lolos dari fase grup. Namun hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia.

Persaingan Grup H Semakin Terbuka

Hasil imbang tersebut membuat persaingan di Grup H semakin menarik. Seluruh tim kini mengoleksi satu poin sehingga peluang lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.

Spanyol akan menghadapi Arab Saudi pada pertandingan selanjutnya, sementara Cape Verde akan menjalani ujian berat melawan Uruguay.

Bagi Cape Verde, satu poin melawan Spanyol bukan hanya hasil positif, tetapi juga bukti bahwa mereka datang ke Piala Dunia bukan sekadar menjadi pelengkap peserta.

Dengan semangat juang tinggi, pertahanan solid, dan inspirasi dari sosok Vozinha, Cape Verde telah mengirim pesan kepada dunia bahwa mereka siap bersaing dengan siapa pun di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Elijah Just Cetak Sejarah, Iran Gagalkan Kemenangan Perdana Selandia Baru di Piala Dunia

Iran dan Selandia Baru bermain imbang 2-2 dalam laga Grup G Piala Dunia di Los Angeles. Elijah Just mencetak dua gol, sementara Ramin Rezaeian tampil gemilang untuk Iran.
Iran dan Selandia Baru bermain imbang 2-2 dalam laga Grup G Piala Dunia di Los Angeles. Elijah Just mencetak dua gol, sementara Ramin Rezaeian tampil gemilang untuk Iran.

Iran dan Selandia Baru Berbagi Poin Usai Bermain Imbang 2-2 di Piala Dunia

JAKARTA - Iran dan Selandia Baru harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 2-2 pada pertandingan Grup G Piala Dunia yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, Senin waktu setempat.

Hasil tersebut membuat seluruh tim di Grup G sama-sama mengoleksi satu poin setelah sebelumnya Belgia dan Mesir juga bermain imbang 1-1. Persaingan menuju puncak klasemen grup pun semakin terbuka.

Selandia Baru dua kali memimpin pertandingan melalui penyerang Elijah Just. Kedua gol pemain Motherwell itu lahir berkat assist kapten tim Chris Wood yang tampil menonjol sepanjang laga.

Tim asuhan Ardeshir Ghalenoei sebenarnya tampil agresif sejak menit awal. Arya Yousefi sempat mengancam gawang Selandia Baru yang dikawal Max Crocombe, namun justru lawannya yang lebih dulu mencetak gol pada menit ketujuh.

Berawal dari umpan panjang kiper, Chris Wood berhasil mengontrol bola dengan baik sebelum memberikan umpan kepada Elijah Just yang menuntaskannya dengan tendangan keras ke atap gawang.

Iran hampir menyamakan kedudukan melalui Mehdi Taremi, tetapi tendangannya hanya membentur tiang. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32 saat Ramin Rezaeian mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Gol Ali Nemati pada masa injury time babak pertama sempat dianulir karena offside, sehingga skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Elijah Just kembali menjadi pembeda. Pada menit ke-54, ia menyelesaikan kombinasi satu-dua dengan Chris Wood sebelum melepaskan tembakan akurat yang membawa Selandia Baru kembali unggul.

Namun keunggulan tersebut hanya bertahan 10 menit. Iran kembali menyamakan skor melalui sundulan Mohammad Mohebbi yang memanfaatkan umpan silang akurat Rezaeian dari sisi kanan. Bola sempat memantul tiang sebelum masuk ke gawang.

Rezaeian dan Just Jadi Bintang Lapangan

Setelah skor kembali imbang, Iran lebih dominan dalam menciptakan peluang. Meski demikian, pertahanan Selandia Baru mampu bertahan hingga akhir pertandingan.

Pemain pengganti Ryan Thomas bahkan melakukan sapuan penting pada menit-menit akhir yang menggagalkan peluang Iran untuk membalikkan keadaan.

Elijah Just menjadi pemain pertama Selandia Baru yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Sementara Chris Wood mencatatkan sejarah sebagai pemain Selandia Baru pertama yang membukukan dua assist dalam satu laga Piala Dunia.

Di kubu Iran, Ramin Rezaeian tampil tak kalah impresif. Bek kanan tersebut mencetak satu gol dan satu assist, sekaligus menjadi pemain pertama Iran yang mampu mencatatkan kontribusi gol dan assist dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Persaingan Grup G Semakin Ketat

Hasil imbang ini membuat Iran dan Selandia Baru mengawali perjalanan mereka di Grup G dengan satu poin. Situasi serupa juga dialami Belgia dan Mesir, sehingga seluruh peserta grup berada dalam posisi yang sama setelah pertandingan pertama.

Dengan dua pertandingan tersisa, peluang ke babak berikutnya masih terbuka lebar bagi keempat tim yang akan bersaing memperebutkan dua tiket lolos dari Grup G.

Sabtu, 06 Desember 2025

Scaloni Angkat Bicara Usai Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Siap Tempur di Grup “Penuh Kejutan”!

Scaloni Angkat Bicara Usai Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Siap Tempur di Grup “Penuh Kejutan”!
Scaloni Angkat Bicara Usai Drawing Piala Dunia 2026.

JAKARTA - Drawing Piala Dunia 2026 akhirnya resmi digelar dan hasilnya langsung menjadi sorotan, terutama untuk sang juara bertahan, Timnas Argentina. Pada undian yang berlangsung di Washington pada Sabtu dini hari WIB (6/12/2025), Argentina ditempatkan di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.

Sebagai kampiun Piala Dunia 2022, banyak yang menilai Argentina bakal melenggang mudah. Namun, Pelatih Lionel Scaloni memilih tetap rendah hati dan tidak ingin memandang sebelah mata calon lawannya.

Scaloni mengaku cukup mengenal kekuatan Aljazair. “Saya tahu betul kualitas pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic. Dia pernah melatih saya saat di Lazio dan dia sosok yang hebat. Tim Aljazair kuat, punya banyak pemain berkualitas, dan bisa menjadi ancaman,” ujar Scaloni seperti dikutip dari TyC Sports.

Selain itu, Austria juga dianggap berbahaya. “Austria tampil sangat baik di babak kualifikasi. Mereka bukan lawan yang bisa dianggap enteng,” tambahnya.

Sementara itu, Yordania menjadi tim yang paling sedikit diketahui Argentina. Meski begitu, Scaloni menegaskan bahwa tidak ada lawan yang boleh diremehkan. “Kalau mereka bisa lolos ke Piala Dunia, pasti mereka punya kualitas. Jadi kami harus tetap waspada.”

Scaloni mengingatkan bahwa setiap laga harus dijalani dengan penuh konsentrasi. “Semua pertandingan harus dimainkan dengan serius. Secara teori, ini grup yang menuntut kami tampil maksimal untuk bisa lolos ke fase berikutnya.”

Jika berhasil melewati fase grup, Argentina berpotensi menghadapi salah satu tim dari Grup H yang berisi Spanyol, Uruguay, Cape Verde, dan Arab Saudi. Scaloni lagi-lagi tidak ingin terlalu jauh berpikir.

“Jika bertemu salah satu dari Spanyol atau Uruguay, itu tentu akan sangat berat. Tapi kami harus memastikan lolos terlebih dulu. Apa pun hasil drawing, itulah yang harus kami hadapi,” ungkapnya.

Sebagai pengingat, Lionel Scaloni sebelumnya berhasil membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis lewat adu penalti, usai bermain imbang 3-3 selama 120 menit.

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli tahun depan. Kini yang jadi pertanyaan: mampukah Argentina mempertahankan gelarnya dan kembali mengukir sejarah?

Kamis, 05 Juni 2025

Waspada, Fans Piala Dunia 2026! JD Vance Ingatkan Jangan Lama-lama Tinggal di Amerika

Waspada, Fans Piala Dunia 2026! JD Vance Ingatkan Jangan Lama-lama Tinggal di Amerika
Waspada, Fans Piala Dunia 2026! JD Vance Ingatkan Jangan Lama-lama Tinggal di Amerika.

JAKARTA -- Piala Dunia FIFA 2026 sudah semakin dekat, dan pastinya jadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia. 

Apalagi kali ini, turnamen terbesar di dunia sepak bola akan digelar di Amerika Serikat, bersama dengan Kanada dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama.

Nah, ada kabar penting nih buat kalian yang berencana datang langsung ke Amerika untuk nonton Piala Dunia. 

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, memberi peringatan santai tapi tegas kepada para fans internasional yang datang supaya jangan sampai ‘terlalu betah’ alias overstay alias tinggal melebihi batas visa mereka selama acara berlangsung.

Buat kamu yang belum tahu, Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan 48 tim peserta. Dari total 104 pertandingan, 60 di antaranya bakal diadakan di Amerika, termasuk semua pertandingan mulai dari babak perempat final sampai final. 

Jadi nggak heran kalau jutaan pengunjung dari seluruh dunia bakal datang ke sana untuk merasakan sensasi turnamen spektakuler ini.

JD Vance bilang, “Tentu saja, semua orang dipersilakan datang dan menikmati pesta sepak bola ini. Kami ingin mereka datang, merayakan, dan menonton pertandingan dengan seru. Tapi, setelah acaranya selesai, kami harap mereka kembali ke negara asalnya. Kalau enggak, mungkin mereka harus ngobrol sama Sekretaris Noem,” candanya, merujuk pada Kristi Noem, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS.

Bukan cuma Vance yang memberi peringatan, Menteri Transportasi Sean Duffy juga mengingatkan para wisatawan supaya jangan sampai melewati masa berlaku visa mereka. 

Dengan banyaknya kota tuan rumah seperti Los Angeles, Miami, dan New York yang siap menyambut fans, pariwisata diprediksi bakal naik drastis tahun depan.

Piala Dunia 2026 sendiri bakal mulai bergulir pada tanggal 11 Juni 2026 di Kota Meksiko, sebelum pertandingan dilanjutkan di Amerika Serikat. 

Sementara itu, beberapa tim yang sudah memastikan tempat mereka antara lain Jepang, Selandia Baru, Iran, Argentina, dan tentu saja tim tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Fans Amerika tentu berharap tim kesayangan, USMNT, bisa tampil lebih baik dibanding turnamen sebelumnya seperti Copa América 2024 dan Concacaf Nations League. 

Banyak tekanan ada di pundak pelatih Mauricio Pochettino dan kapten Christian Pulisic untuk mengangkat performa tim dan memberikan penampilan yang membanggakan di depan pendukung sendiri.

Jadi, buat kamu yang mau nonton langsung di Piala Dunia 2026, jangan lupa jaga masa tinggalmu ya! Nikmati momen besar ini dengan penuh semangat, tapi tetap patuhi aturan supaya semuanya lancar dan menyenangkan.