Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Program CKG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program CKG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

Target 62 Ribu Warga, Gunung Mas Gencarkan Cek Kesehatan Gratis Pekerja

Dinkes Gunung Mas memperluas Program Cek Kesehatan Gratis ke perusahaan dengan metode jemput bola guna meningkatkan deteksi dini penyakit dan produktivitas pekerja.
Dinkes Gunung Mas memperluas Program Cek Kesehatan Gratis ke perusahaan dengan metode jemput bola guna meningkatkan deteksi dini penyakit dan produktivitas pekerja.

Gunung Mas, Kalteng - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat pekerja melalui pendekatan jemput bola ke lingkungan perusahaan. Strategi ini dilakukan agar pemeriksaan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau langsung tenaga kerja di berbagai sektor.

Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini mulai diarahkan secara khusus ke kalangan pekerja di perusahaan milik negara, daerah, maupun swasta. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus menjaga produktivitas tenaga kerja.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas, Rina Sari, menjelaskan bahwa perluasan layanan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, program tersebut telah mulai diterapkan pada sejumlah instansi dan perusahaan di wilayah Kuala Kurun. Pegawai perusahaan milik negara di sektor kelistrikan menjadi salah satu kelompok pertama yang mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Selain itu, pekerja di perusahaan milik daerah, khususnya perusahaan air minum daerah, juga telah menerima layanan serupa. Pelaksanaan ini diharapkan menjadi model awal sebelum program diperluas ke perusahaan besar swasta yang beroperasi di wilayah Gunung Mas.

Ke depan, jajaran puskesmas di wilayah Gunung Mas akan terus mengembangkan pola jemput bola dengan mendatangi lokasi kerja secara langsung. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong pemeriksaan rutin.

Rina Sari menegaskan bahwa peningkatan kesadaran kesehatan pekerja memiliki dampak langsung terhadap kualitas kerja dan produktivitas. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, risiko penyakit dapat ditekan sejak tahap awal.

Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Gunung Mas menargetkan sebanyak 62.727 warga mengikuti Program CKG sepanjang tahun 2026. Target ini mencakup masyarakat umum serta tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Pelaksanaan Program CKG di tingkat lapangan salah satunya dijalankan oleh Puskesmas Kurun. Wilayah kerja fasilitas kesehatan ini mencakup Kelurahan Kuala Kurun serta beberapa desa di Kecamatan Kurun, yaitu Tumbang Tambirah, Penda Pilang, dan Tumbang Manyangan.

Kepala Puskesmas Kurun, Vera Crista, menyampaikan bahwa pekerja di wilayah tersebut menjadi sasaran utama program, termasuk tenaga kerja dari perusahaan milik negara, daerah, hingga perusahaan swasta.

Hingga saat ini, layanan pemeriksaan kesehatan bagi pegawai perusahaan milik negara baru dilaksanakan pada sektor kelistrikan. Sementara itu, perusahaan negara di sektor perbankan direncanakan menjadi target berikutnya.

Untuk perusahaan milik daerah, pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap pekerja perusahaan air minum daerah. Adapun tenaga kerja di perusahaan besar swasta juga dijadwalkan menerima layanan serupa dalam waktu mendatang.

Program CKG mendapatkan dukungan dari pihak perusahaan, termasuk dari manajemen perusahaan air minum daerah setempat. Direktur perusahaan tersebut, Hendra Toendan, menilai program ini memberikan manfaat langsung bagi pekerja.

Menurutnya, kesehatan pekerja menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, kinerja pegawai diharapkan semakin optimal.

Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis membantu perusahaan memastikan kondisi kesehatan pegawai tetap stabil, sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan dengan baik.

Program jemput bola ini menjadi bagian dari strategi preventif pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat pekerja. Dengan mendatangi langsung lokasi kerja, layanan kesehatan diharapkan lebih merata dan tidak terbatas oleh jarak maupun waktu kerja.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan individu, langkah ini juga diproyeksikan memberi dampak jangka panjang terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja dan efisiensi pelayanan publik di wilayah Gunung Mas.

FAQ

Apa itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program CKG merupakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya yang disediakan pemerintah daerah untuk mendeteksi dini penyakit pada masyarakat.

Siapa saja yang menjadi sasaran Program CKG di Gunung Mas?

Sasaran program meliputi masyarakat umum serta pekerja di perusahaan milik negara, daerah, dan swasta.

Mengapa program dilakukan dengan metode jemput bola?

Metode jemput bola dilakukan agar pekerja yang memiliki keterbatasan waktu tetap dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas.

Berapa target peserta Program CKG di Gunung Mas pada 2026?

Target program mencapai 62.727 warga yang diharapkan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang tahun 2026.

Apa manfaat pemeriksaan kesehatan bagi pekerja?

Pemeriksaan kesehatan membantu mendeteksi penyakit lebih awal, menjaga kondisi fisik pekerja, serta meningkatkan produktivitas kerja.

Kamis, 16 April 2026

161 Ribu Warga Kaltim Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.
Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.

SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus mendapat respons positif dari masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga saat ini, sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan kesehatan tersebut yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa layanan CKG kini sudah menjangkau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya 188 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 10 kabupaten/kota.

“Masyarakat Kaltim kini sudah menjangkau CKG pada semua pelayanan kesehatan, terutama 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” ujar Jaya di Samarinda, Kamis.

Tingkat Kehadiran Tinggi, Program Dinilai Efektif

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kaltim, jumlah warga yang melakukan registrasi dalam program tersebut mencapai 175.025 orang. Dari jumlah itu, tingkat kehadiran peserta tercatat 92,28 persen.

Menurut Jaya, angka partisipasi yang tinggi ini menjadi indikator bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis berjalan efektif dan tepat sasaran.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dominasi kelompok usia produktif yang memanfaatkan layanan ini.

Kelompok Usia 40–59 Tahun Jadi Peserta Terbanyak

Kelompok usia dewasa senior, yakni 40 hingga 59 tahun, menjadi partisipan tertinggi dalam program ini dengan jumlah 39.449 orang.

Sementara itu, kelompok usia dewasa muda 18–29 tahun juga menunjukkan minat besar dengan jumlah peserta mencapai 25.781 orang.

Pada kategori anak-anak, kelompok usia sekolah 7–12 tahun menjadi yang paling dominan dengan jumlah peserta 24.020 anak.

Tak kalah penting, kelompok lanjut usia atau lansia berumur di atas 60 tahun juga menunjukkan kesadaran kesehatan yang baik dengan total kunjungan mencapai 18.356 orang.

“Secara keseluruhan, kelompok anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun menyumbang sekitar 35 persen dari total kehadiran program tersebut,” terang Jaya.

Skrining Bayi Jadi Fokus Deteksi Dini

Selain melayani masyarakat umum, program CKG juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan bayi baru lahir.

Tercatat sebanyak 3.471 bayi telah mendapatkan layanan deteksi dini melalui laboratorium kesehatan provinsi, khususnya melalui pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Jaya menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan pengiriman sampel pemeriksaan bayi.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit kongenital sejak dini sehingga langkah pencegahan medis dapat segera dilakukan.

“Pemeriksaan khusus bagi bayi tersebut bertujuan untuk menganalisis adanya penyakit kongenital sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan secara medis,” jelasnya.

Hasil Pemeriksaan Bisa Diakses Melalui Laboratorium Daerah

Untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses informasi kesehatan, hasil pemeriksaan dalam program CKG dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di tingkat daerah.

Dengan capaian partisipasi yang tinggi, pemerintah daerah optimistis program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.

FAQ

Apa Itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Berapa Jumlah Warga Kaltim Yang Mengikuti Program CKG?

Sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan Program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Timur.

Di Mana Program CKG Dilaksanakan?

Program ini dilaksanakan di 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Apa Manfaat Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)?

SHK bertujuan mendeteksi gangguan hormon tiroid pada bayi sejak dini agar dapat segera ditangani secara medis.

Bagaimana Cara Mengakses Hasil Pemeriksaan?

Hasil pemeriksaan kesehatan dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur.