Berita BorneoTribun: Pulau Paskah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Paskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Paskah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2025

Patung Moai di Pulau Paskah Ternyata Benar-Benar Bisa "Berjalan", Ilmuwan Buktikan Teorinya

Patung Moai di Pulau Paskah Ternyata Benar-Benar Bisa Berjalan, Ilmuwan Buktikan Teorinya
Patung Moai di Pulau Paskah Ternyata Benar-Benar Bisa Berjalan, Ilmuwan Buktikan Teorinya.

JAKARTA - Patung-patung raksasa di Pulau Paskah yang dikenal sebagai Moai sudah lama menjadi misteri dunia. Ada sekitar 900 patung batu monolitik berbentuk manusia yang diukir dan didirikan antara tahun 1250 hingga 1500 Masehi.

Selama bertahun-tahun, para arkeolog bertanya-tanya bagaimana masyarakat Rapa Nui (penduduk asli Pulau Paskah) bisa memindahkan patung sebesar itu tanpa alat berat. Ketika ditanya, penduduk lokal hanya menjawab singkat: “Patung itu berjalan.”

Kini, jawaban tersebut ternyata bukan sekadar mitos.

Ilmuwan Membuktikan Moai Benar-Benar Bisa "Berjalan"

Sebuah penelitian terbaru yang menggunakan teknologi pemodelan komputer dan percobaan langsung dengan replika Moai seberat 4,35 ton membuktikan bahwa patung-patung ini memang bisa “berjalan”.

Dalam eksperimen tersebut, sebanyak 18 orang menarik dan mengayunkan patung menggunakan tali di kedua sisi, membuatnya bergerak ke depan sedikit demi sedikit. Hasilnya luar biasa, mereka berhasil memindahkan replika sejauh 100 meter hanya dalam waktu 40 menit.

“Yang kami lihat secara eksperimental benar-benar berhasil. Dan semakin besar patungnya, justru semakin mudah cara ini bekerja,” kata Karl Lipo, Profesor Antropologi dari Universitas Binghamton dan penulis utama penelitian ini.

Menurutnya, cara berjalan ini adalah metode paling masuk akal secara fisika dan sesuai dengan bukti arkeologis di lapangan.

Jalan di Pulau Paskah Jadi Petunjuk Kunci

Selain hasil eksperimen, bentuk jalan di Pulau Paskah juga mendukung teori ini. Jalan-jalan kuno di sana memiliki lebar sekitar 4,5 meter dengan bentuk cekung di bagian tengah. Struktur seperti ini ideal untuk membantu patung-patung besar tetap seimbang saat “berjalan”.

Tim peneliti juga menemukan bahwa jalan-jalan tersebut saling tumpang tindih dan mengarah ke berbagai arah, seolah mengikuti setiap perpindahan patung menuju tempatnya berdiri sekarang.

“Setiap kali mereka memindahkan satu patung, mereka juga membuat jalan. Jalan itu bagian dari proses pemindahan. Mereka membersihkan jalur, memindahkan patung, lalu membersihkan jalur lagi untuk melanjutkan,” tambah Lipo.

Menantang Pandangan Lama

Selama puluhan tahun, banyak teori bermunculan tentang cara memindahkan Moai, mulai dari penggunaan batang kayu sebagai rol, hingga menariknya dengan kereta luncur. Namun, teori “patung berjalan” kini dianggap paling cocok dengan bukti fisik yang ada.

Para ilmuwan juga menantang pihak skeptis untuk menunjukkan bukti yang membantah temuan ini, karena hingga kini belum ada penjelasan lain yang bisa menggantikan teori baru tersebut.

Jadi, jika suatu hari kamu berkunjung ke Pulau Paskah dan melihat deretan patung batu raksasa itu, ingatlah satu hal menarik: mereka benar-benar “berjalan” menuju tempatnya sendiri berabad-abad lalu.