Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Ritual Adat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ritual Adat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2026

Ritual Erau Kutai Akan Digelar Tahun Ini, Upaya Jaga Identitas Generasi Muda

Pemkab Kutai Timur memastikan Ritual Erau Kutai tetap digelar tahun ini sebagai upaya menjaga budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Pemkab Kutai Timur memastikan Ritual Erau Kutai tetap digelar tahun ini sebagai upaya menjaga budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, tengah mematangkan persiapan pelaksanaan ritual adat Erau Kutai yang dijadwalkan berlangsung pada tahun ini. Tradisi tahunan tersebut dinilai penting sebagai sarana menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah pesatnya arus modernisasi.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebutkan bahwa Erau Kutai merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Kutai yang secara rutin digelar setiap tahun dengan beragam kegiatan bernuansa adat dan seni tradisional.

Menurutnya, meski jadwal pasti masih dalam tahap pembahasan, pemerintah daerah memastikan rangkaian kegiatan Erau tetap akan dilaksanakan pada tahun ini.

Pemerintah daerah saat ini mempertimbangkan dua opsi waktu pelaksanaan. Erau Kutai kemungkinan digelar bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Kutai Timur pada Oktober, atau diselenggarakan secara terpisah sebagai agenda budaya tersendiri.

Keputusan tersebut akan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan panitia.

Meski jadwal belum ditetapkan, sejumlah rangkaian kegiatan tradisional telah direncanakan, di antaranya:

  • Pelas Tanah

  • Pelas Pijak Tanah

  • Pelas Laut

  • Festival seni budaya Kutai

  • Pertandingan olahraga tradisional

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan nuansa adat yang kuat sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Erau Kutai, pemerintah daerah juga telah melakukan pengukuhan pemangku adat Kutai di wilayah Kutai Timur.

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, disertai penyerahan Sabda Pandita Ratu dari Sultan Aji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan adat sekaligus memastikan keberlanjutan tradisi lintas generasi di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menekankan bahwa pelaksanaan Erau Kutai tidak hanya bertujuan sebagai kegiatan seremonial semata. Tradisi ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah serta menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhur.

Selain itu, pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan adat dan seni tradisional dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal.

Partisipasi aktif dari kalangan pelajar, komunitas seni, dan masyarakat umum diharapkan menjadi bagian penting dalam kesuksesan acara tersebut.

Pelaksanaan Erau Kutai juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.

Festival budaya berskala daerah seperti Erau dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan usaha kecil, sektor kuliner, hingga kerajinan tradisional.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta dan pelaku seni budaya, untuk mendukung penyelenggaraan Erau Kutai agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya peran pemangku adat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta menjadi pengayom masyarakat.

Para pemangku adat diharapkan mampu menjalankan tugas secara konsisten, sekaligus menjadi penjaga tradisi agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Erau Kutai diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat citra Kutai Timur sebagai daerah yang kaya akan nilai budaya.

Usai Kecelakaan Helikopter, Warga Dayak Taman Gelar Ritual Adat

Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.
Ritual adat Dayak Taman digelar pasca kecelakaan helikopter di Sekadau sebagai upaya memulihkan suasana kampung dan memperkuat solidaritas masyarakat.

SEKADAU - Suasana Kampung Hulu Peniti, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, tampak berbeda pada Jumat (24/4/2026). Warga berkumpul di halaman gereja kampung, bukan untuk acara biasa, melainkan menjalankan ritual adat yang diyakini mampu mengembalikan ketenangan setelah musibah kecelakaan helikopter beberapa waktu lalu.

Bagi masyarakat Dayak Taman, peristiwa kecelakaan udara yang melibatkan helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 registrasi PK-CFX bukan sekadar insiden teknis. Ada keyakinan bahwa musibah besar bisa memengaruhi keseimbangan kehidupan kampung, sehingga perlu dilakukan upaya pemulihan secara adat.

Itulah sebabnya ritual Mudas Buang Pamali Kampong digelar. Prosesi ini dipercaya sebagai cara membersihkan kampung dari hal-hal buruk sekaligus memohon perlindungan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga aparat pemerintahan terlihat duduk berdampingan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca musibah bukan hanya urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Perwakilan kepolisian dari Polres Sekadau juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa pihaknya menghormati penuh pelaksanaan tradisi lokal tersebut.

Menurut Triyono, ritual adat seperti ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

“Ritual adat ini menjadi bentuk doa bersama sekaligus cara masyarakat membersihkan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa dampak buruk setelah musibah,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sejumlah sambutan dari unsur pemerintah kecamatan dan daerah. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala desa sebagai bentuk apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kebersamaan.

Setelah rangkaian sambutan selesai, perhatian warga langsung tertuju pada prosesi adat. Tokoh adat memimpin jalannya ritual, sementara warga mengikuti dengan khidmat.

Momen tersebut terasa sakral bagi masyarakat setempat. Bagi mereka, ritual bukan sekadar simbol, melainkan cara menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti Mudas Buang Pamali Kampong masih terus dijaga. Bagi masyarakat Dayak Taman, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.

Selain memulihkan kondisi spiritual, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk saling bertemu dan memperkuat solidaritas setelah musibah.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan instansi dalam kegiatan tersebut juga menjadi tanda dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Triyono menegaskan bahwa kepolisian akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang mengedepankan nilai kebersamaan dan menjaga stabilitas sosial.

“Nilai adat dan budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Kamis, 07 Juli 2022

Hadiri Ritual Adat Nosu Minu Podi, Wabup Ontot : Mudahan Penompa dan Para Leluhur Ikut Menjaga Kita Semua di Kabupaten Sanggau


Nosu Minu Podi Ke XVIII Kabupaten Sanggau (Prokopim/Borneotribun)

Borneotribun Sanggau, Kalbar - Wakil Bupati Sanggau menyampaikan bahwa ada beberapa rangkaian ritual yang harus dilaksanakan untuk meminta izin dan perlindungan kepada para leluhur sebagai penghormatan demi suksesnya Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XVIII Kabupaten Sanggau. 

Hal itu disampaikannya pada saat menghadiri Ritual Nosu Minu Podi ke-XVIII di Rumah Betang Dori M'pulor, Kabupaten Sanggau, Rabu (06/07/2022).

"Rangkaian ritualnya sudah dimulai dari sore kemarin, yaitu ritual Bepadah di pedagi. Hari ini dilanjutkan ritual Manta' di pedagi juga, kemudian lanjut lagi ke ritual berikutnya siang nanti. Ini semua persiapan untuk acara puncak Nosu Minu Podi besok (Hari ini, 07/07/2022)," ujar Wabup Yohanes Ontot yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau itu. 

Dikatakan, seluruh rangkaian ritual ini merupakan bentuk permohonan doa keselamatan kepada Tuhan dan seisi penunggu alam agar pelaksanaan puncak Nosu Minu Podi besok berjalan lancar dan selamat. 

"Melalui ritual ini, mudah mudahan Penompa dan para leluhur ikut menjaga kita semua di Kabupaten Sanggau khususnya di sekitaran tempat ini," ucapnya. 

Ritual Nosu Minu Podi ke-XVIII di tuan rumah DAD Kecamatan Toba. Ketua DAD Toba, Sukamto menjelaskan, ritual Manta' yang dilakukan pada Rabu ini merupakan permohonan kepada Tuhan melalui leluhur untuk melindungi prosesi Nosu Minu Podi dan menjaga Sanggau dari berbagai bahaya.

Penulis  : Libertus
Editor     : R. Hermanto
Sumber : Prokopim Sanggau 

Jumat, 03 September 2021

Ulang tahun Altar Nek Payong Samabue yang ke 2 Dayak Bajare Samalantan

Ulang tahun Altar Nek Payong Samabue yang ke 2 Dayak Bajare Samalantan
Ulang tahun Altar Nek Payong Samabue yang ke 2 Dayak Bajare Samalantan. 

BorneoTribun Bengkayang, Kalbar -- Meski situasi pandemi COVID-19 yang menghantui semua masyarakat baik bengkayang maupun dunia, komunitas adat Dayak Bajare, kecamatan samalantan, kabupaten bengkayang tetap menggelar upacara ulang tahun Altar Nek Payong Samabue yang ke-2 tahun 2021, Jumat (3/9/2021). 

Ketua Kemunitas Bawikng Mongko Tajur Bernadus Mikra Januardi mengatakan, sebagai orang dayak tetap menjunjung tinggi adat istiadat.


"Jadi sebelum acara ritual adat ini laksanakan yang pertama kegiatan adatnya harus dilaksanakan terlebih dahulu dalam bahasa dayak bajare Nyangahant/ritual persembahan itu merupakan adat yang wajib terlebih dahulu dilaksanakan tidak boleh tidak, tidak boleh asal-asalan atau sembarangan disini ada bawa yang namanya  tandu ibaratnya besi yang tajam tetapi adat itu tetap dilaksanakan karna itu yang diutamakan," kata Bernadus Ketua Komunitas Mongko Tajur kepada awak media.

Selebihnya, kata Bernadus, acara Ritual Ulang Tahun Nek Payong Samabue ini sampai saat ini masih tetap dilestarikan.

"Saya ini keturunan yang ke 4 yang sudah menjadi kewajiban saya untuk melestarikannya, dan harapan saya kedepannya secara pribadi saya sendiri sebagai seorang yang cinta akan adat istiadat akan tetap saya lestarikan dan tetap optimis, ya walaupun ada pro dan kontra sebagian ada yang mengatakan kalau ikut kegiatan seperti ini adalah hal yang tidak baik dan yang tidak wajar," terang Bernadus. 

Bernadus menuturkan, Komunitas ini sudah berjalan selama 2 tahun berjalan, kami ini masuk rumpun Dayak bajare, yang berada di desa marunsu, kecamatan samalantan, kabupaten bengkayang, Kalbar. 

"Saya juga mohon doa dan dukungannya supaya kegiatan hari ini di barakati Jubata supaya aman dan berjalan lancar tanpa ada kendala apapun," katanya. 

Senada juga apa yang disampaikan Manda, bahwa dia tertarik bergabung di komunitas, karena dia juga ingin melestarikan adat budaya Dayak.

"Ini sudah menjadi adat tradisi kita orang dayak yang ada di kecamatan samalantan ini," tutup Manda.

Penulis : Rinto Andreas

Jumat, 28 Mei 2021

Kapolsek Sebangki dan Ketua DAD bahas Acara Adat Balala Pantang Nagari

Kapolsek Sebangki dan Ketua DAD bahas Acara Adat Balala Pantang Nagari
Kapolsek Sebangki dan Ketua DAD bahas Acara Adat Balala Pantang Nagari.

BorneoTribun Landak, Kalbar - Kapolsek Sebangki Ipda Didik Pramono,SH.MH yang di dampingi oleh Dua Anggotanya Kasi Humas Aipda Arifin dan Kanit Binmas Bripka Suriansyah menjumpai Ketua DAD Sebangki, Marjuki, Rabu kemarin (26/5) Malam.

Mereka dalam hal itu membahas ritual Adat Balala Pantang Nagari yang akan dilaksanakan di Desa Kumpang dan Sei Segak Kecamatan Sebangki.

Acara adat digelar dalam rangka mencegah virus Corona yang sangat berbahaya sehingga di lakukan adat tersebut agar bisa mengurangi menular virus Corona.

Ketua DAD Sebangki, Marjuki menerangkan bahwa kegiatan upacara adat Balala Nagari adalah merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Dayak di kecamatan Sebangki.

"Hal tersebut dalam rangka menolak kuasa jahat atau segala penyakit yang datang di tengah-tengah masyarakat, khususnya untuk mencegah terjadinya virus Corona jangan sampai meluas di Kecamatan Sebangki ataupun supaya tidak mudah lagi terjangkit wabah virus corona," katanya

Terlebih lagi, kata Ketua DAD, bahwa ini merupakan bagian dari kearifan budaya lokal masyarakat di Kecamatan Sebangki.

"Digelar acara adat tersebut, untuk mencegah atau melindungi masyarakat dari berbagai musibah atau malapetaka dan Apabila ada warga masyarakat yang melanggar aturan balala tersebut akan dikenai sanksi adat," jelas Ketua DAD Sebangki.

Sementara, Kapolsek Sebangki Ipda Didik Pramono, SH.MH menuturkan ketika kegiatan adat Balala Pantang Nagari yang akan di laksanakan pada hari Jumat tanggal 28 Mei 2021 dari jam 14.00 wib sampai dengan 18.00 wib kami sebagai anggota Polsek Sebangki bersama Masyarakat lainnya akan mendukung adat tersebut.

"Kami mendukung acara adat Balala Pantang Nagari demi untuk mengusir wabah virus Corona agar tidak lagi terjangkit virus Corona ataupun menjadi korban yang berakibatkan kematian," Ujarnya

"Semoga ke depannya virus Corona cepat berakhir setelah di laksanakan adat Balala Pantang Nagari sehingga Masyarakat Kecamatan Sebangki bisa melakukan aktifitas seperti biasa," Ungkap Kapolsek

Oleh: Rinto Andreas/Arifin

Rabu, 19 Mei 2021

Ritual Adat Dayak BALALA NAGARI Serentak di 3 Kabupaten, Ini Imbauan Kapolsek Menjalin

Ritual Adat Dayak "BALALA NAGARI" Serentak di 3 Kabupaten.
Ritual Adat Dayak "BALALA NAGARI" Serentak di 3 Kabupaten.

BorneoTribun Landak, Kalbar - Rumah Adat Dayak Menjalin digelarnya kegiatan "BAHAUM" yakni Rapat Dalam Rangka Pelaksanaan Ritual Adat Dayak "BALALA NAGARI" yang serentak di 3 Kabupaten, salahsatunya di Kecamatan Menjalin, Landak, Rabu (19/5).

Kapolsek Menjalin memaparkan isi dalam rapat tersebut bahwa di Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak akan diadakan Balala yang akan dilaksanakan pada Tanggal 27 Mei mendatang.

"Kegiatan ini serempak di Tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Landak, Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah," ucap Burhan Nuddin.

Ritual Adat Dayak "BALALA NAGARI" Serentak di 3 Kabupaten.

Burhan menurutkan hal ini bertujuan untuk mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah untuk menekan angka Penyebaran Penularan COVID-19 di Kecamatan Menjalin.

Dimana sebelum pelaksanaan ritual adat balala Nagari di Kecamatan Menjalin akan dilaksanakan ritual adat dayak "Muang Parahu" pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2021.

Adapun Rute Arak-arakan dari Keramat Bomi turun ke Sungai Bandung, pasar Menjalin, Mensio, Tanjam, Simpang Raba, Raso, Sepahat, Lonjengan yang berakhir menghanyutkan parahu di pangkalan Sungai Mempawah (Karimawatn Sakayu) Dekat Keramat Pati Patinggi.

Pelaksanaan Ritual adat Dayak "Balala Nagari" merupakan tradisi adat masyarakat dayak sejak jaman dahulu dan sampai saat ini tidak melanggar aturan undang-undang dan norma-norma yg berlaku. 

Kapolsek Menjalin IPTU Burhan Nuddin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di Kecamatan Menjalin agar tetap mematuhi kebijakan pemerintah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut dihadiri, Camat Menjalin, Kapolsek Menjalin, Danramil Menjalin, Ketua DAD Kecamatan Menjalin, Seluruh Kepala Desa /Perwakilan, Perangkat Adat, Para Tomas, Toga, Todat dan Toda, Petugas Satgas Covid-19 Kecamatan Menjalin.

Oleh: Rinto Andreas/Rodiansyah