Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label SAR Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAR Pontianak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2026

Korban Tenggelam Di Sungai Kapuas Belum Ditemukan, Tim SAR Akhiri Pencarian Hari Ketujuh

Operasi SAR korban tenggelam di Sungai Kapuas, Sanggau, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil terhadap Dedi Kartika.
Operasi SAR korban tenggelam di Sungai Kapuas, Sanggau, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil terhadap Dedi Kartika.

PONTIANAK - Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Kapuas, Dusun Lalang, Desa Lalang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Keputusan penghentian operasi dilakukan setelah pencarian berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil.

Korban diketahui bernama Dedi Kartika (47), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat beraktivitas menggunakan perahu kayu di Sungai Kapuas pada 28 April 2026 sekitar pukul 14.50 WIB.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan laporan pertama diterima dari BPBD Kabupaten Sanggau pada 29 April 2026 pukul 00.05 WIB terkait kondisi membahayakan manusia di perairan Sungai Kapuas.

Menurut informasi yang dihimpun, Dedi Kartika terjatuh dari perahu kayu ketika bekerja di atas sungai. Setelah terjatuh, korban langsung tenggelam dan tidak kembali ke permukaan. Warga setempat sempat melakukan pencarian awal sebelum tim SAR gabungan turun ke lokasi.

Memasuki hari ketujuh operasi, tim SAR memperluas penyisiran hingga 24 nautical mile ke arah hilir dari titik awal kejadian. Namun hingga Selasa sore, pencarian belum membuahkan hasil.

“Setelah dilakukan penyisiran dan pemantauan secara maksimal, korban belum ditemukan. Maka operasi SAR dihentikan dengan hasil nihil,” kata I Made Junetra pada Rabu (6/5/2026).

Penutupan operasi dilakukan pada pukul 17.30 WIB setelah evaluasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian. Keputusan tersebut diambil atas usulan SAR Mission Coordinator (SMC) karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh.

Meski operasi resmi dihentikan, Kantor SAR Pontianak memastikan pemantauan di lapangan tetap dilakukan. Jika di kemudian hari muncul informasi baru atau ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat kembali dibuka.

Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, mulai dari Kantor SAR Pontianak, Babinsa TNI AD, Polsek Tayan Hilir, BPBD Kabupaten Sanggau, Puskesmas Tayan Hilir, pihak perusahaan PT ICA, potensi SAR Kabupaten Sanggau, aparat Desa Lalang, keluarga korban, hingga masyarakat setempat.

FAQ

Mengapa operasi SAR dihentikan?

Operasi SAR dihentikan karena pencarian selama tujuh hari tidak menemukan korban maupun tanda-tanda keberadaan korban di Sungai Kapuas.

Siapa korban yang tenggelam di Sungai Kapuas?

Korban diketahui bernama Dedi Kartika (47).

Kapan peristiwa tenggelam terjadi?

Peristiwa terjadi pada 28 April 2026 sekitar pukul 14.50 WIB.

Di mana lokasi kejadian?

Lokasi kejadian berada di Dusun Lalang, Desa Lalang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Apakah operasi SAR bisa dibuka kembali?

Kantor SAR Pontianak menyatakan operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.

Senin, 23 Maret 2026

Tim SAR Temukan Korban Tenggelam Di Sungai Landak, Sempat Dicari Warga

Tim SAR menemukan korban tenggelam di Sungai Landak setelah jatuh dari kelotok. Korban diduga kambuh penyakit saat menyeberang.
Tim SAR menemukan korban tenggelam di Sungai Landak setelah jatuh dari kelotok. Korban diduga kambuh penyakit saat menyeberang.

Pontianak, Kalbar - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Sungai Landak, wilayah Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, pada Minggu (22/3/2026) malam.

Peristiwa ini bermula saat seorang penumpang motor kelotok dilaporkan terjatuh ke sungai dan hilang saat sedang menyeberang.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 17.15 WIB.

“Informasi kami terima dari warga atas nama Bapak Yahya terkait kecelakaan air, satu orang penumpang jatuh dan tenggelam di Sungai Landak,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui sedang menyeberang menggunakan perahu tradisional bermotor atau yang biasa disebut kelotok.

Rute penyeberangan dari Desa Rantau Panjang menuju dermaga perusahaan setempat.

Namun di tengah perjalanan, korban diduga mengalami kambuh penyakit ayan yang dideritanya.

Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam.

Korban diketahui bernama Khairul Umam (35), warga setempat.

Pencarian Sempat Dilakukan Warga

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, warga sekitar sebenarnya sudah berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri.

Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

“Pencarian awal oleh warga belum berhasil, sehingga kami langsung kerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan penyisiran,” jelas Junetra.

Korban Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif dengan menyisir permukaan air serta memantau area sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan pada pukul 19.15 WIB di hari yang sama, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat juga telah kembali ke kesatuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di perairan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

FAQ (Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan)

1. Siapa korban tenggelam di Sungai Landak?
Korban bernama Khairul Umam (35), warga Desa Rantau Panjang.

2. Kapan kejadian terjadi?
Kejadian terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.

3. Apa penyebab korban jatuh ke sungai?
Diduga korban mengalami kambuh penyakit ayan saat berada di atas kelotok.

4. Kapan korban ditemukan?
Korban ditemukan pukul 19.15 WIB di hari yang sama.

5. Siapa yang melakukan pencarian?
Pencarian dilakukan oleh warga setempat dan dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.