Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label SDM Dayak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDM Dayak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2026

Karolin Margret Natasa Tekankan Adaptasi Saat Lantik Pemuda Dayak Landak

Karolin Margret Natasa melantik Pemuda Dayak Landak dan menekankan pentingnya adaptasi, kolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan era digital bagi generasi muda.
Karolin Margret Natasa melantik Pemuda Dayak Landak dan menekankan pentingnya adaptasi, kolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan era digital bagi generasi muda.

Landak — Momentum penguatan peran generasi muda menjadi sorotan dalam pelantikan kepengurusan organisasi Pemuda Dayak Kabupaten Landak yang digelar di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Jumat (24/4/2026). Agenda tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema kolaborasi pemuda yang menghadirkan sejumlah tokoh dari tingkat nasional hingga daerah.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Karolin Margret Natasa menekankan bahwa keberadaan Pemuda Dayak harus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang kritis, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah dan negara.

Menurut Karolin Margret Natasa, semangat perjuangan yang selama ini dikenal dalam filosofi organisasi perlu dimaknai ulang sesuai perkembangan zaman. Perjuangan generasi muda saat ini, kata Karolin Margret Natasa, bukan lagi dalam bentuk fisik, melainkan menghadapi tantangan sosial, ekonomi, serta perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Dalam arahannya, Karolin Margret Natasa mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi sebagai syarat utama untuk bertahan di tengah perubahan global. Analogi kepunahan dinosaurus digunakan sebagai gambaran bahwa kelompok yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan berpotensi tertinggal.

Karolin Margret Natasa menilai masyarakat adat, termasuk generasi muda Dayak, perlu mempersiapkan diri menghadapi transformasi zaman yang semakin dinamis. Kesiapan tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan teknologi, serta pemahaman terhadap perkembangan dunia digital.

Selain itu, Karolin Margret Natasa juga menyoroti ancaman baru di era digital, seperti penipuan berbasis kecerdasan buatan dan praktik love scam yang kerap menyasar masyarakat. Kewaspadaan terhadap ancaman siber dinilai penting agar generasi muda tidak menjadi korban perkembangan teknologi yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Landak Albertus Trio Kusuma menyampaikan komitmen organisasi untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Albertus Trio Kusuma menyatakan bahwa kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Pelantikan kepengurusan baru dinilai sebagai tonggak awal bagi penguatan gerakan pemuda di Kabupaten Landak. Albertus Trio Kusuma juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga keberlanjutan organisasi serta aktif dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Karolin Margret Natasa mengingatkan bahwa identitas budaya Dayak tidak semata-mata diwujudkan melalui simbol seperti pakaian adat atau tarian tradisional. Nilai-nilai luhur budaya dinilai harus diwujudkan dalam sikap hidup, etos kerja, serta kontribusi terhadap kemajuan masyarakat modern.

Disiplin organisasi dan manajemen waktu juga menjadi pesan penting yang disampaikan kepada para pengurus. Karolin Margret Natasa menilai pengelolaan waktu yang baik menjadi fondasi bagi keberhasilan organisasi dalam menjalankan program kerja.

Di akhir kegiatan, Karolin Margret Natasa berharap Pemuda Dayak Kabupaten Landak mampu berperan dalam pembangunan masyarakat Kalimantan Barat tanpa meninggalkan nilai persatuan dan kebersamaan.

Semangat kolaborasi yang diusung dalam pelantikan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi generasi muda sebagai penggerak perubahan, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Dayak di tengah arus globalisasi.

FAQ 

Apa tujuan pelantikan Pemuda Dayak Kabupaten Landak?
Pelantikan bertujuan membentuk kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Apa pesan utama Bupati Landak dalam pelantikan tersebut?
Karolin Margret Natasa menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, peningkatan kualitas SDM, serta kewaspadaan terhadap ancaman digital.

Mengapa kemampuan beradaptasi menjadi sorotan utama?
Kemampuan beradaptasi dinilai penting untuk menghadapi perubahan teknologi, sosial, dan ekonomi yang berlangsung sangat cepat di era modern.

Apa komitmen Pemuda Dayak setelah pelantikan?
Organisasi berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Apa makna identitas Dayak menurut Bupati Landak?
Identitas Dayak tidak hanya berupa simbol budaya, tetapi juga nilai-nilai luhur yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan masyarakat.

Oleh: Tino

Jumat, 27 Maret 2026

Kolaborasi Pemkot dan ICDN Diperkuat Untuk Kemajuan Singkawang

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.

Singkawang, Kalbar – Wali Kota Tjhai Chui Mie mendorong penguatan peran Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah ICDN Kota Singkawang di ruang kerja wali kota, Jumat, di Singkawang.

Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030.

“Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030,” ujar Tjhai Chui Mie.

Komitmen ICDN Untuk Pembangunan Daerah

Dalam pertemuan tersebut, ICDN menyampaikan komitmennya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Fokus utama meliputi sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas cendekiawan Dayak.

Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya di kalangan masyarakat Dayak di wilayah Singkawang dan sekitarnya.

Peran Strategis ICDN Di Mata Pemerintah

Tjhai Chui Mie menyambut positif kehadiran pengurus baru ICDN. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran ICDN sebagai bagian dari elemen strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dorongan Kolaborasi Dan Inovasi Program

Pemerintah Kota Singkawang berharap sinergi dengan ICDN dapat terus diperkuat, terutama dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Kolaborasi ini diharapkan mampu:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan

  • Memperluas pemberdayaan masyarakat

  • Mendorong pengembangan SDM lokal

Perkuat Nilai Kebhinekaan Di Kota Toleran

Selain aspek pembangunan, Tjhai Chui Mie juga mendorong ICDN untuk turut memperkuat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sebagai kota yang dikenal toleran, Singkawang membutuhkan peran aktif berbagai organisasi untuk menjaga harmonisasi sosial.

“ICDN mampu berperan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga harmonisasi sosial di Kota Singkawang,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang solid, ICDN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi intelektual, tetapi juga motor penggerak pembangunan inklusif berbasis kearifan lokal.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu ICDN?
ICDN adalah organisasi yang mewadahi para cendekiawan Dayak untuk berkontribusi dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

2. Apa tujuan audiensi ICDN dengan Wali Kota Singkawang?
Untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru periode 2025–2030 serta menyampaikan komitmen pembangunan.

3. Apa fokus kontribusi ICDN di Singkawang?
Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas SDM Dayak.

4. Kenapa ICDN dianggap penting oleh pemerintah?
Karena menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

5. Apa harapan Wali Kota terhadap ICDN?
ICDN diharapkan memperkuat kebhinekaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga harmonisasi sosial.