Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label SPBU Sungai Laur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPBU Sungai Laur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2026

SPBU Sungai Laur Berhenti Beroperasi, Pemkab Ketapang Ajukan Solusi Penyaluran BBM

Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta Pertamina menyiapkan distribusi BBM alternatif setelah operasional SPBU Sungai Laur terhenti agar pasokan bagi masyarakat tetap terjamin.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta Pertamina menyiapkan distribusi BBM alternatif setelah operasional SPBU Sungai Laur terhenti agar pasokan bagi masyarakat tetap terjamin.
Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta PT Pertamina Patra Niaga segera menyiapkan mekanisme penyaluran BBM alternatif setelah operasional SPBU 64.788.16 di Kecamatan Sungai Laur terhenti. Langkah itu diambil menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap terganggunya pasokan bahan bakar yang menjadi kebutuhan utama warga.

Pemerintah Kabupaten Ketapang bergerak cepat dengan mengajukan permohonan resmi kepada PT Pertamina Patra Niaga agar distribusi BBM tetap berjalan selama proses penghentian operasional SPBU berlangsung.

Alexander Wilyo menjelaskan, penghentian operasional SPBU terjadi karena adanya proses evaluasi dan pemeriksaan internal terkait dugaan ketidaksesuaian tata kelola penyaluran BBM. Menurutnya, proses tersebut merupakan kewenangan manajemen SPBU dan harus dihormati sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Ketersediaan BBM harus tetap terjamin mengingat bahan bakar menjadi penunjang aktivitas transportasi, distribusi barang, pelayanan kesehatan, hingga sektor pertanian.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Ketapang turun langsung menemui kepala desa dan tokoh masyarakat di Kecamatan Sungai Laur untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan dampak yang dirasakan warga akibat berhentinya operasional SPBU.

Hasil pertemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui surat resmi yang dikirim Pemkab Ketapang kepada PT Pertamina Patra Niaga pada Selasa, 9 Juni 2026. Dalam surat itu, pemerintah daerah meminta Pertamina segera menyiapkan langkah darurat beserta mekanisme distribusi alternatif agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

"Pemerintah daerah menghormati proses yang sedang berjalan. Namun pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Kebutuhan BBM warga tidak boleh terhambat karena menyangkut aktivitas ekonomi dan pelayanan publik," kata Alexander Wilyo.

Ia juga mengingatkan bahwa Kecamatan Sungai Laur memiliki jarak yang cukup jauh dari titik pengisian BBM di wilayah lain. Tanpa solusi yang cepat, masyarakat berpotensi menanggung biaya tambahan untuk memperoleh bahan bakar.

"Ketersediaan BBM sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Mulai dari transportasi, distribusi logistik, pelayanan kesehatan hingga sektor pertanian sangat bergantung pada pasokan energi yang lancar," ujarnya.

Alexander berharap PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah strategis untuk menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat Sungai Laur. Menurutnya, distribusi energi yang tetap berjalan menjadi kunci agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian daerah tidak terganggu selama proses pemeriksaan SPBU berlangsung.