Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Sanitasi Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanitasi Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

Cegah Penyakit Menular, Asrama Haji Banjarbaru Jalani Fogging Massal

Asrama Haji Banjarbaru menjalani fogging massal untuk mencegah DBD jelang kedatangan jamaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin tahun 2026.
Asrama Haji Banjarbaru menjalani fogging massal untuk mencegah DBD jelang kedatangan jamaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin tahun 2026.

Banjarbaru, Kalsel - Menjelang kedatangan jamaah calon haji gelombang pertama, pengelola Embarkasi Banjarmasin meningkatkan langkah pencegahan penyakit di lingkungan asrama haji Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Langkah utama yang dilakukan adalah penyemprotan pengasapan atau fogging secara menyeluruh untuk menekan potensi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan nyamuk.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan kesehatan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Pengasapan dilakukan di berbagai area penting, mulai dari kamar jamaah, aula, ruang makan, ruang tunggu, hingga area luar bangunan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Menurut Eddy, kebersihan dan keamanan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi fisik jamaah selama berada di embarkasi. Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan teknis yang telah disusun menjelang kedatangan kloter pertama yang dijadwalkan masuk asrama.

Selain fogging, pihak PPIH juga menggandeng Balai Karantina Kesehatan untuk memastikan standar sanitasi lingkungan terpenuhi. Pemeriksaan kualitas air bersih dilakukan secara berkala, disertai pengecekan kebersihan fasilitas umum yang akan digunakan jamaah.

Langkah lain yang disiapkan adalah penguatan layanan kesehatan di area embarkasi. Tenaga medis telah disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal, serta menangani kondisi darurat apabila ditemukan jamaah yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Petugas juga diminta aktif memberikan edukasi kepada jamaah terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Edukasi ini diharapkan dapat membantu mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan selama masa tunggu keberangkatan.

PPIH menargetkan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan kondisi jamaah yang tetap sehat sejak berada di asrama hingga berangkat menuju Arab Saudi.

Pada musim haji 2026, Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan melayani 19 kelompok terbang (kloter). Rinciannya terdiri dari 14 kloter asal Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah, dengan total jamaah mencapai 6.822 orang.

Dengan jumlah jamaah yang cukup besar, kesiapan fasilitas dan lingkungan menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Senin, 20 April 2026

Dapur MBG Polres Penajam Gunakan IPAL Standar BGN, Sempat Berhenti Operasi

Dapur MBG Polres Penajam Paser Utara kini gunakan IPAL standar BGN untuk memastikan pengolahan limbah lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan sesuai aturan terbaru.
Dapur MBG Polres Penajam Paser Utara kini gunakan IPAL standar BGN untuk memastikan pengolahan limbah lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan sesuai aturan terbaru.

Penajam Paser Utara – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah disesuaikan dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Sistem tersebut mulai diterapkan sebagai upaya memperketat pengelolaan limbah sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Wakil Kepala Polres Penajam Paser Utara, Komisaris Polisi Awan Kurnianto, mengatakan IPAL yang digunakan merupakan sistem lengkap yang didatangkan dari Jakarta dan dirancang khusus sesuai ketentuan BGN.

“IPAL ini sudah menggunakan teknologi lengkap sesuai standar Badan Gizi Nasional,” kata Awan, Minggu.

Dilengkapi Aerator dan Zat Pengurai Limbah

Sistem IPAL tersebut dilengkapi mesin aerator yang berfungsi menghasilkan gelembung udara untuk mempercepat proses penguraian limbah. Selain itu, digunakan pula zat khusus yang membantu memecah kandungan limbah agar air yang dihasilkan lebih bersih.

Sebagai indikator sederhana, dilakukan uji biologis dengan menempatkan ikan pada bak penampungan akhir. Jika ikan dapat bertahan hidup, maka air hasil olahan dinilai telah aman bagi lingkungan.

Sampel Diuji Labkesda Kaltim

Untuk memastikan standar terpenuhi, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kalimantan Timur telah mengambil sampel air dari instalasi tersebut. Hasil pengujian akan menjadi dasar evaluasi, termasuk dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hasil tersebut juga akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari proses supervisi sebelum operasional dapur kembali berjalan normal.

Sempat Dihentikan Karena Standar IPAL

Sebelumnya, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam sempat dihentikan sementara. Penghentian dilakukan karena sistem IPAL yang digunakan belum memenuhi standar terbaru yang kini diperketat oleh BGN.

Setelah dilakukan penyesuaian dan evaluasi, dapur MBG kini kembali mengarah pada pemenuhan standar yang ditetapkan.

Layani Ribuan Pelajar

Dapur MBG Polres Penajam Paser Utara saat ini melayani sedikitnya 1.189 peserta didik di wilayah Kecamatan Penajam. Para penerima manfaat berasal dari SD Negeri 008, SMP Negeri 21, dan SMA Negeri 8.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk memastikan program pemenuhan gizi tersebut tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga aman bagi lingkungan sekitar.

“Kami berupaya agar pengelolaan limbah di dapur MBG benar-benar bersih dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Awan.