Berita BorneoTribun: Sejarah Kaltim hari ini

CSS/JS FIT

Kode Recentpost Grid

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kaltim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kaltim. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2026

Jejak Lima Perempuan Pelopor Perubahan di Kalimantan Timur yang Jarang Disorot

Jejak lima perempuan pelopor Kalimantan Timur yang berperan dalam pendidikan, politik, dan pertahanan kembali diungkap dalam kajian sejarah lokal. (Foto edit AI)
Jejak lima perempuan pelopor Kalimantan Timur yang berperan dalam pendidikan, politik, dan pertahanan kembali diungkap dalam kajian sejarah lokal. (Foto edit AI)

SAMARINDA - Perjalanan sejarah Kalimantan Timur tidak hanya ditopang oleh tokoh laki-laki, tetapi juga oleh deretan perempuan yang berani melangkah melampaui batas zamannya. 

Sejarawan publik Kalimantan Timur, Muhammad Sarip, mengungkap rekam jejak lima tokoh perempuan yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam membangun fondasi pendidikan, pemerintahan, hingga pertahanan di wilayah tersebut.

Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa kiprah perempuan di Kalimantan Timur telah berlangsung sejak masa kolonial hingga periode awal kemerdekaan Indonesia. Peran mereka tidak hanya simbolik, melainkan langsung berdampak pada perubahan sosial dan kesadaran berbangsa.

Pendidikan Perempuan Dimulai dari Meisje School Tahun 1928

Jejak lima perempuan pelopor Kalimantan Timur yang berperan dalam pendidikan, politik, dan pertahanan kembali diungkap dalam kajian sejarah lokal. (Foto edit AI)

Nama Aminah Syukur menjadi salah satu pionir pendidikan perempuan di Kalimantan Timur. Bersama pasangan hidupnya, Aminah Syukur mendirikan Meisje School pada tahun 1928.

Sekolah tersebut menjadi ruang penting bagi perempuan pribumi untuk memperoleh pendidikan formal di tengah keterbatasan akses pendidikan pada masa kolonial. 

Kehadiran lembaga pendidikan ini turut membuka peluang bagi perempuan untuk keluar dari ketertinggalan pendidikan.

Langkah Aminah Syukur dinilai sebagai tonggak awal lahirnya kesadaran bahwa pendidikan merupakan kunci peningkatan kualitas hidup perempuan.

Salbiah Kobarkan Nasionalisme Pemuda Kalimantan Tahun 1948

Pada masa pergerakan kemerdekaan, Salbiah tampil sebagai figur perempuan yang berperan dalam organisasi kepemudaan. Salbiah tercatat sebagai pengurus Rukun Pemuda Indonesia.

Pada tahun 1948, Salbiah ikut mengobarkan semangat nasionalisme dalam Kongres Gabungan Pemuda Indonesia Seluruh Kalimantan yang berlangsung di Barabai. 

Keterlibatan Salbiah mencerminkan peran perempuan dalam mendorong semangat persatuan dan perjuangan bangsa.

Momentum tersebut menjadi bukti bahwa perempuan juga berada di garis depan dalam memperkuat kesadaran nasional di Kalimantan.

Djumantan Hasyim Catat Sejarah sebagai Legislator Perempuan Pertama

Memasuki dekade 1950-an, Djumantan Hasyim mencatatkan sejarah sebagai legislator perempuan pertama di DPRD Kalimantan Timur.

Selain menjadi pelopor keterlibatan perempuan di dunia politik, Djumantan Hasyim dikenal memiliki kepemimpinan yang tegas. 

Dalam situasi konflik akibat dualisme kepemimpinan daerah, Djumantan Hasyim mengambil peran penting dalam mendorong penyelesaian konflik secara efektif.

Kiprah tersebut memperlihatkan bahwa perempuan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam sistem pemerintahan daerah.

Dorinawati Samalo Hibahkan Rumah untuk Cikal Bakal Universitas

Kontribusi besar juga datang dari Nyonya Lo Beng Long, yang dikenal dengan nama Dorinawati Samalo. 

Pada tahun 1962, Dorinawati Samalo secara sukarela menghibahkan kediaman pribadi.

Bangunan tersebut kemudian menjadi lokasi awal berdirinya Universitas Mulawarman, yang kini menjadi salah satu perguruan tinggi utama di Kalimantan Timur.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan tinggi juga datang dari masyarakat sipil, termasuk perempuan dari latar belakang etnis Tionghoa.

Fatimah Moeis Perkuat Pertahanan dalam Masa Dwikora

Jejak Lima Perempuan Pelopor Perubahan di Kalimantan Timur yang Jarang Disorot
Jejak lima perempuan pelopor Kalimantan Timur yang berperan dalam pendidikan, politik, dan pertahanan kembali diungkap dalam kajian sejarah lokal. (Foto edit AI)

Tokoh kelima, Fatimah Moeis, dikenal sebagai organisator yang dipercaya memimpin Korps Sukarelawati Kalimantan Timur pada tahun 1963.

Sebelum memegang jabatan tersebut, Fatimah Moeis mengikuti pelatihan militer sebagai persiapan menghadapi ancaman konfrontasi Dwikora. 

Peran Fatimah Moeis menegaskan bahwa perempuan turut ambil bagian dalam sektor pertahanan negara.

Keterlibatan tersebut memperluas pemahaman bahwa kontribusi perempuan tidak terbatas pada ranah domestik, melainkan juga strategis dalam menjaga kedaulatan.

Kisah Lima Tokoh Perempuan Diabadikan dalam Buku Sejarah

Rekam jejak lima perempuan tersebut terdokumentasi dalam buku karya Muhammad Sarip bersama Alisya Anastasya berjudul Perempuan di Kalimantan Timur: Sejarah yang Terlupakan, Mitos Kartini, dan Realitas Gender.

Buku tersebut menjadi referensi penting untuk memahami sejarah lokal dari perspektif perempuan, sekaligus memperkaya literatur sejarah di Kalimantan Timur.

Dokumentasi ini diharapkan mampu mengangkat kembali peran perempuan yang selama ini kurang mendapat sorotan dalam narasi sejarah arus utama.

FAQ

Siapa saja lima tokoh perempuan berpengaruh di Kalimantan Timur?
Lima tokoh tersebut adalah Aminah Syukur, Salbiah, Djumantan Hasyim, Dorinawati Samalo, dan Fatimah Moeis.

Apa kontribusi Aminah Syukur dalam sejarah Kalimantan Timur?
Aminah Syukur mendirikan Meisje School pada tahun 1928 sebagai sekolah khusus bagi perempuan pribumi.

Apa peran Salbiah dalam perjuangan nasional?
Salbiah berperan dalam organisasi kepemudaan dan ikut menyuarakan nasionalisme dalam Kongres Pemuda Kalimantan tahun 1948.

Mengapa Dorinawati Samalo dianggap berjasa bagi pendidikan tinggi?
Dorinawati Samalo menghibahkan rumah pribadi yang menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Mulawarman.

Apa peran Fatimah Moeis dalam bidang pertahanan?
Fatimah Moeis memimpin Korps Sukarelawati Kalimantan Timur pada masa konfrontasi Dwikora tahun 1963.

Jumat, 10 April 2026

Museum Samarinda Jadi Pusat Edukasi Sejarah Dengan Sentuhan Teknologi Modern

Museum Samarinda menghadirkan teknologi digital interaktif seperti hologram dan layar sentuh untuk menarik minat generasi muda mempelajari sejarah dan budaya Kalimantan Timur.
Museum Samarinda menghadirkan teknologi digital interaktif seperti hologram dan layar sentuh untuk menarik minat generasi muda mempelajari sejarah dan budaya Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Upaya memperkenalkan sejarah daerah kepada generasi muda kini semakin kreatif. Museum Samarinda terus memikat minat anak muda dengan menghadirkan teknologi digital interaktif di ruang pamerannya.

Pamong Budaya museum, Ainun Jariah, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi seperti hologram dan layar sentuh bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.

"Kami menghadirkan media interaktif seperti hologram dan layar sentuh agar proses belajar sejarah tidak membosankan bagi generasi masa kini," kata Ainun di Samarinda, Sabtu.

Pendekatan modern ini menjadi langkah strategis agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda sejarah, tetapi juga ruang edukasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Peran Museum Sebagai Pusat Edukasi Budaya Lokal

Selain menghadirkan fasilitas modern, Museum Samarinda tetap memegang peran penting sebagai pusat pendidikan budaya. Lembaga ini mengumpulkan serta merawat berbagai koleksi visual yang berkaitan dengan sejarah pembentukan kota dan perkembangan masyarakat di Kalimantan Timur.

Salah satu koleksi penting yang menjadi perhatian pengunjung adalah dokumentasi pembangunan rumah ibadah tertua di Samarinda, yaitu Masjid Shirathall Mustaqiem.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menyelami kisah legenda rakyat lokal, termasuk cerita tentang Pesut Mahakam yang dikenal sebagai simbol penjaga kelestarian sungai.

Menurut Ainun, pelestarian warisan budaya tidak hanya dilakukan di dalam gedung museum, tetapi juga mencakup perawatan berbagai situs bersejarah di luar area pameran.

"Upaya pelestarian warisan leluhur ini tidak terbatas di dalam gedung pameran, karena pihak museum turut merawat belasan situs cagar budaya," jelasnya.

Keberadaan artefak dan benda bersejarah di Museum Samarinda tidak terlepas dari peran tenaga profesional. Proses pemeliharaan dilakukan langsung oleh tim ahli yang terdiri dari kurator dan konservator.

Langkah ini penting untuk memastikan benda bersejarah tetap terjaga kualitasnya dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Pendekatan ilmiah dalam konservasi juga menjadi bagian dari komitmen museum dalam menjaga keaslian koleksi serta nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Untuk memperluas penyebaran informasi budaya, pengelola museum aktif menggandeng kreator konten digital. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan materi edukasi yang menarik di berbagai platform media sosial.

Program pelibatan komunitas juga rutin digelar di area museum, mulai dari lokakarya kesenian hingga kompetisi kreatif bagi pelajar.

"Ruang publik ini sering menjadi wadah berbagai program pelibatan komunitas, mulai dari lokakarya kesenian hingga kompetisi kreatif bagi pelajar," ungkap Ainun.

Langkah tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pelestarian budaya lokal.

Dorong Pemberdayaan UMKM Dan Pariwisata

Selain menjadi pusat edukasi, kawasan museum juga berfungsi sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai pameran kuliner yang melibatkan pelaku UMKM lokal rutin digelar di area museum.

Dalam sektor pariwisata, Museum Samarinda menjalin kerja sama dengan biro perjalanan wisata untuk menjadikan lokasi ini sebagai destinasi unggulan di ibu kota Kalimantan Timur.

Sinergi antara sektor budaya dan ekonomi ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada wisatawan.

Pihak pengelola museum membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyumbangkan koleksi bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah Kalimantan Timur.

Menurut Ainun, pelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Menjaga warisan sejarah merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa agar identitas budaya tidak diklaim pihak lain," tegasnya.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa warisan budaya daerah tetap terjaga dan dikenal oleh generasi masa depan.

FAQ

1. Apa inovasi utama yang diterapkan Museum Samarinda?
Museum menghadirkan teknologi digital seperti hologram dan layar sentuh untuk membuat pembelajaran sejarah lebih interaktif dan menarik.

2. Apa saja koleksi penting di Museum Samarinda?
Beberapa koleksi penting mencakup dokumentasi sejarah kota, legenda rakyat, serta sejarah pembangunan Masjid Shirathall Mustaqiem.

3. Apakah Museum Samarinda hanya berfungsi sebagai tempat wisata?
Tidak. Museum juga berfungsi sebagai pusat edukasi budaya, pelestarian sejarah, serta ruang kegiatan komunitas dan UMKM.

4. Apakah masyarakat bisa berkontribusi pada museum?
Ya. Masyarakat dapat menyumbangkan koleksi bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kalimantan Timur.

5. Mengapa teknologi digital penting dalam museum saat ini?
Teknologi membantu menarik minat generasi muda dan membuat proses belajar sejarah lebih interaktif serta mudah dipahami.