Berita BorneoTribun: Sepak Bola Indonesia hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Timnas Indonesia Umumkan 41 Pemain Skuad Sementara Untuk FIFA Series 2026

Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.
Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.

JAKARTA -- Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar 41 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 23–31 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. 

Daftar tersebut merupakan skuad sementara yang dipilih langsung oleh pelatih kepala John Herdman bersama tim pelatih.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Timnas Indonesia di platform X pada Senin. 

Para pemain yang dipanggil berasal dari berbagai klub domestik maupun luar negeri dan akan bersaing memperebutkan tempat dalam skuad final.

Untuk posisi penjaga gawang, lima nama masuk dalam daftar panggilan. Mereka adalah Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Ernando Ari. 

Kelima pemain ini akan menjalani seleksi selama pemusatan latihan sebelum ditentukan siapa yang masuk dalam skuad utama.

Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.
Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.

Di sektor pertahanan, pelatih memanggil 12 pemain yang terdiri dari Jay Idzes, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, Sandy Walsh, Fajar Fathurrahman, Muhammad Ferrari, dan Yance Sayuri.

Sementara itu, lini tengah diisi oleh 13 pemain yang memiliki kombinasi pengalaman dan talenta muda. 

Mereka adalah Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Jordi Amat, Marc Klok, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Tim Geypens, Arkhan Fikri, Ezra Walian, serta Victor Dethan.

Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.
Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.

Pada sektor penyerang, 11 pemain mendapat kesempatan untuk membuktikan diri. 

Nama-nama tersebut antara lain Miliano Jonathans, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra, Mauro Zijlstra, Ramadhan Sananta, Yakob Sayuri, Adrian Wibowo, Hokky Caraka, Jens Raven, dan Stefano Lilipaly.

Meski telah diumumkan, daftar ini masih bersifat sementara. John Herdman dan tim pelatih akan melakukan penyaringan untuk menentukan skuad final yang akan tampil di turnamen FIFA Series 2026.

Indonesia dijadwalkan menjalani pertandingan pertama melawan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret pukul 20.00 WIB di Stadion Gelora Bung Karno. 

Pada hari yang sama, Bulgaria akan menghadapi Kepulauan Solomon dalam pertandingan lainnya pada pukul 15.30 WIB.

Pemenang dari kedua pertandingan tersebut akan bertemu di laga final pada 30 Maret pukul 20.00 WIB. 

Sementara tim yang kalah akan bermain dalam laga perebutan tempat ketiga pada pukul 15.30 WIB di hari yang sama.

Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.
Timnas Indonesia memanggil 41 pemain untuk skuad sementara FIFA Series 2026 di GBK. Pelatih John Herdman akan menyaring pemain menjadi tim final.

Turnamen FIFA Series 2026 menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menguji komposisi pemain sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding internasional sebelum menghadapi agenda kompetisi berikutnya.

Senin, 08 September 2025

Erick Thohir Tinjau Persiapan Timnas Jelang Uji Coba Lawan Lebanon di Surabaya

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau langsung persiapan terakhir Timnas Indonesia sebelum menghadapi Lebanon dalam laga uji coba FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Selasa (9/9/2025). Laga ini dianggap penting karena menjadi simulasi nyata jelang skuad Garuda menghadapi Arab Saudi dan Irak di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Erick menegaskan, Lebanon adalah lawan yang tepat untuk menguji kekuatan dan kesiapan tim. Maklum, gaya bermain Lebanon yang berasal dari Timur Tengah bisa memberikan gambaran bagaimana Indonesia harus menghadapi lawan kuat dari kawasan tersebut. "Uji coba melawan Lebanon adalah bagian dari persiapan penting. Kita harus benar-benar siap ketika menghadapi Arab Saudi dan Irak nanti," kata Erick dalam unggahan di akun Instagram resminya, Senin (8/9/2025).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau latihan terakhir Timnas Indonesia jelang uji coba melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya
Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau latihan terakhir Timnas Indonesia jelang uji coba melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Selain menyoroti aspek taktik, Erick juga menekankan pentingnya mental bertanding dan rasa percaya diri. Ia meminta para pemain agar menjadikan laga melawan Lebanon sebagai momentum membangun semangat Garuda sebelum melangkah ke tantangan yang lebih berat di kualifikasi. "Semangat Garuda harus selalu berkobar. Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di level Asia," tambahnya.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia baru saja meraih kemenangan besar 6-0 atas Taiwan dalam laga FIFA Matchday sebelumnya, Jumat (5/9/2025). Kemenangan tersebut memberikan modal berharga, namun Erick menilai uji coba melawan Lebanon akan jauh lebih menantang. Pertandingan ini diharapkan bisa menguji ketahanan fisik, konsistensi permainan, dan keberanian para pemain menghadapi tekanan lawan yang levelnya lebih tinggi.

Dengan dukungan penuh suporter di Stadion GBT, laga ini juga menjadi ajang mengukur seberapa besar antusiasme publik terhadap kiprah skuad Garuda. Hasil uji coba melawan Lebanon akan menjadi bahan evaluasi terakhir bagi pelatih dan federasi sebelum menatap laga kualifikasi krusial melawan Arab Saudi dan Irak. Jika performa meningkat, Timnas Indonesia bisa melangkah ke ronde kualifikasi berikutnya dengan rasa percaya diri yang lebih besar.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Bang Jay ke Sassuolo Digaji 20,9 Miliar

Membayangkan gaji satu miliar saja, hanya ada dalam mimpi. Tidak dengan Kapten Timnas kita, Jay Idzes alias Bang Jay. Ia resmi pindah ke klub elite Italia, Sassuolo dengan gaji Rp20.9 miliar. Mari kita ungkap kisah sang kapten Garuda kita ini sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Bang Jay ni, wak! Senggol dong, biar seluruh warung kopi dari Sabang sampai Merauke berguncang. Jay Idzes, benteng baja setinggi 1,90 meter, bek tengah yang kalau berjalan di lorong stadion bikin lawan berpikir dua kali untuk menyerang. Ia resmi angkat kaki dari Venezia. Bukan karena bosan sama gondola atau pasta seafood, tapi karena takdir sepak bola memanggilnya ke panggung yang lebih gila, Sassuolo, klub Serie A yang dijuluki “Pembunuh Raksasa”. Nilai transfernya? Delapan juta euro, atau sekitar Rp139 miliar. Itu belum termasuk bonus Rp17 miliar kalau Sassuolo bertahan di Serie A. Angka ini begitu besar sampai bisa bikin seluruh guru honorer negeri ini mendadak upgrade dari motor matic bekas ke mobil baru yang AC-nya nggak cuma dingin, tapi juga wangi.

Di Venezia, Jay cuma bergaji Rp3,3 miliar setahun. “Cuma” di sini bukan merendahkan, tapi mari kita akui, buat seorang kapten Timnas yang bisa menghalau striker sekelas iblis Liga Eropa, itu seperti dibayar dengan sebungkus nasi padang tanpa rendang. Kini di Sassuolo, kontraknya sampai 2029, empat tahun penuh, dengan gaji Rp20,9 miliar setahun. Artinya setiap sundulannya, setiap sliding tackle, nilainya setara satu unit rumah subsidi di pinggiran kota. Setiap keringatnya yang jatuh di rumput Mapei Stadium adalah butiran emas yang bisa membiayai operasional satu kecamatan.

Sassuolo ini bukan klub kacangan. Mereka pernah finis peringkat enam di Serie A musim 2015–2016, lalu lolos ke Liga Europa. Gaya main mereka menyerang, berani, dan tanpa ampun melawan klub besar, semacam warung pecel lele yang berani buka tepat di depan restoran bintang lima. Sassuolo membeli Jay bareng Fali Cande, total dua pemain seharga 11 juta euro. Delapan juta untuk Jay, sisanya untuk Cande. Venezia menerima kesepakatan ini seperti mantan pacar yang pura-pura nggak peduli tapi diam-diam masih nge-stalk Instagram.

Jay lahir di Mierlo, Belanda, 2 Juni 2000. Dia pemain keturunan, tapi begitu mengenakan seragam merah Garuda, semua orang lupa soal paspor Eropa-nya. Dengan 13 caps dan 1 gol untuk Timnas, dia adalah bukti nyata bahwa darah campuran bisa berpadu sempurna dengan semangat ngeyel khas Indonesia. Kaki kanannya memimpin, kepalanya tegak, dan setiap kali ia berdiri di hadapan striker lawan, bola seakan takut melintas.

Ini bukan sekadar transfer, bro. Ini adalah naskah film yang disutradarai langsung oleh semesta. Dari kanal-kanal Venezia ke jantung Italia utara, Jay melangkah membawa beban harapan seluruh bangsa. Setiap kali ia bermain, kita akan merasa, “Itu kapten kita, wak!” Sama seperti kita merasa bangga kalau ada warung Padang buka di New York.

Di balik semua itu, ada filosofi hidup. Kadang kita harus meninggalkan zona nyaman untuk membuktikan kita pantas di panggung yang lebih besar. Jay bisa saja bertahan di Venezia sampai 2027 sesuai kontrak. Tapi, ia memilih jalan terjal di Sassuolo. Ini pelajaran buat kita semua. Jangan takut pindah, jangan takut tantangan. Bahkan jika lawanmu adalah Juventus, Milan, atau Inter, hadapilah seperti Jay menghadapi striker lawan, tatap mata mereka, lalu rampas bola mereka.

Intinya, Bang Jay bukan cuma pindah klub. Dia sedang menulis bab baru sejarah sepak bola Indonesia. Beliau juga sedang berjuang mengantarkan Timnas untuk lolos ke Piala Dunia. Sekarang, ada nama kapten kita di sana, merumput di liga elite.

Banggalah, wak. Karena hari ini, Italia bukan cuma dikenal sebagai negeri pasta, pizza, dan mafia. Tapi juga negeri tempat Kapten Timnas berdiri tegak, siap menendang bola… dan rasa minder kita.

"Seandainya Bang Jay ke Pontianak, pasti rame."
"Pasti minta traktir kopi di Asiang ya." Ups

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar