Berita BorneoTribun: Serangan AS Israel hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Serangan AS Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan AS Israel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

Dampak Serangan AS Israel, China Khawatir Konflik Meluas ke Negara Teluk

China Kutuk Keras Serangan AS dan Israel ke Iran Tewaskan 165 Warga Sipil
China mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan 165 warga sipil di Minab. Beijing menilai aksi tersebut melanggar hukum internasional dan berisiko memicu eskalasi konflik Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.

China Kutuk Keras Serangan AS dan Israel ke Iran Tewaskan 165 Warga Sipil

Pemerintah China mengecam keras serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menghantam fasilitas publik di Iran pada Sabtu 28 Februari. Serangan yang terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dilaporkan menewaskan hingga 165 orang, termasuk warga sipil. Pernyataan tegas itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, di Beijing pada Selasa 3 Maret.

Dalam konferensi pers resmi, Mao Ning menyatakan China sangat berduka atas jatuhnya korban sipil akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Fasilitas Publik Jadi Sasaran

Serangan udara tersebut diketahui menghantam Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Minab. Insiden ini memicu kecaman luas karena dinilai sebagai penggunaan kekuatan secara tidak pandang bulu dan melanggar hukum humaniter internasional.

Menurut Mao Ning, setiap pihak dalam konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk memastikan keselamatan warga sipil dan tidak menyerang fasilitas non-militer. Ia juga menekankan bahwa serangan tersebut tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan PBB, sehingga dinilai melanggar norma internasional.

Dampak Regional dan Ketegangan Timur Tengah

China menyatakan sangat prihatin terhadap potensi dampak regional dari eskalasi militer tersebut. Beijing menilai kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya.

Serangan itu juga dilaporkan menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi yang memburuk membuat Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya untuk segera meninggalkan sejumlah negara di Timur Tengah karena risiko keselamatan serius. Negara-negara yang masuk dalam kategori tersebut antara lain Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

Perdebatan Soal Serangan Preemptif

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui serangan terhadap Iran dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum Teheran merespons dugaan serangan Israel. Namun, laporan media menyebut pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup kepada Kongres menyatakan tidak ada bukti intelijen bahwa Iran berencana menyerang pasukan AS lebih dulu.

Israel sendiri mengumumkan operasi militer bertajuk Operation Lion's Roar sebagai serangan pendahuluan dan menetapkan status darurat nasional.

Serangan ini terjadi di tengah perundingan program nuklir Iran antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Oman. Putaran terakhir pembicaraan berlangsung di Jenewa dan baru saja berakhir beberapa hari sebelum eskalasi militer terjadi.

Seruan China untuk Hentikan Operasi Militer

China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah konflik meluas ke negara lain. Beijing juga menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional guna mendorong perdamaian serta menjaga stabilitas Timur Tengah.

Sikap tegas China ini menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan global yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

FAQ

1. Mengapa China mengutuk serangan AS dan Israel?
Karena serangan tersebut menargetkan fasilitas publik dan menewaskan warga sipil, yang dinilai melanggar hukum internasional.

2. Di mana lokasi serangan terjadi?
Serangan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

3. Apa dampak regional dari serangan ini?
Ketegangan meningkat di Timur Tengah, Iran melakukan serangan balasan, dan AS mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

4. Apakah serangan ini mendapat izin PBB?
Menurut pernyataan China, tidak ada otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

5. Apakah perundingan nuklir Iran terdampak?
Ya, serangan terjadi saat negosiasi nuklir antara AS dan Iran masih berlangsung.

China Desak Dialog Nuklir Iran di Tengah Krisis Hormuz

China Desak Jaminan Keamanan Energi Usai Penutupan Selat Hormuz oleh IRGC
China mendesak jaminan keamanan energi global setelah Selat Hormuz ditutup IRGC pasca serangan AS dan Israel ke Iran, memicu gangguan pasokan minyak dunia dan risiko krisis energi. (Gambar ilustrasi AI)

China Desak Jaminan Keamanan Energi Usai Penutupan Selat Hormuz oleh IRGC

Pemerintah China pada Selasa (3/3) di Beijing menyerukan jaminan keamanan energi global menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam pasca serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa stabilitas pasokan energi merupakan kepentingan bersama dunia. Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga jalur distribusi energi tetap terbuka demi mencegah guncangan ekonomi global.

Ketegangan Militer Picu Gangguan Jalur Minyak Dunia

Serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2) memicu respons cepat dari IRGC. Otoritas militer Iran tersebut mengirimkan peringatan kepada kapal-kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz bahwa tidak ada kapal yang diizinkan lewat.

Dampaknya langsung terasa. Hingga Senin (2/3), tercatat 706 kapal tanker non-Iran tertahan di kedua sisi selat. Penutupan ini berisiko besar terhadap negara-negara pengimpor minyak, terutama Jepang yang sekitar 95 persen kebutuhan minyak mentahnya berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar melewati koridor sempit tersebut.

Selat Hormuz sendiri menangani sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia atau sekitar 20 juta barel per hari, serta menjadi jalur vital ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Data pelayaran menunjukkan volume transit pada 1 Maret anjlok hingga 86 persen dibandingkan rata-rata 2026.

China Minta Operasi Militer Dihentikan

Mao Ning mendesak seluruh pihak menghentikan operasi militer, mencegah eskalasi, serta memastikan keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz. China juga menegaskan penolakannya terhadap pelanggaran kedaulatan negara mana pun melalui penggunaan kekerasan.

Ia menambahkan bahwa Beijing akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan energinya sendiri, sembari tetap mendorong stabilitas pasar global. Seruan ini mencerminkan kekhawatiran serius terhadap dampak konflik terhadap rantai pasok energi dunia.

Dukungan China untuk Solusi Damai Nuklir Iran

Dalam kesempatan yang sama, Mao Ning menyampaikan bahwa China mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran melalui dialog dan negosiasi. Beijing menghormati hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir secara damai dan menilai jalur diplomasi sebagai satu-satunya solusi berkelanjutan.

China juga menyoroti bahwa serangan terhadap Iran terjadi di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung. Menurut Mao, tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

Situasi Keamanan Maritim Meningkat ke Level Kritis

Badan United Kingdom Maritime Trade Operations meningkatkan tingkat keamanan maritim di Selat Hormuz ke kategori risiko tertinggi setelah sejumlah serangan terhadap kapal komersial di Teluk Oman dan perairan pesisir UEA.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan 11 kapal Iran di Teluk Oman karena dianggap mengganggu pelayaran internasional. Namun klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Iran.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara Teluk. Enam personel militer AS dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Dampak Ekonomi Global Semakin Nyata

Penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia, gangguan distribusi LNG, serta tekanan inflasi global. Negara-negara Asia Timur, termasuk China dan Jepang, menjadi pihak paling rentan karena ketergantungan tinggi pada pasokan energi Timur Tengah.

Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas energi global di tengah konflik geopolitik. Dunia kini menunggu langkah diplomatik lanjutan untuk mencegah krisis energi yang lebih luas.

FAQ

1. Mengapa Selat Hormuz sangat penting bagi dunia?
Karena sekitar 20 persen minyak dunia dan volume besar LNG melewati jalur ini setiap hari.

2. Apa dampak penutupan Selat Hormuz?
Gangguan pasokan minyak, kenaikan harga energi, risiko inflasi global, dan ketidakstabilan pasar keuangan.

3. Apa sikap resmi China?
China mendesak penghentian operasi militer, menjaga keamanan pelayaran, dan mendorong solusi diplomatik atas isu nuklir Iran.

4. Apakah konflik ini berdampak pada Asia?
Ya. Negara seperti Jepang dan China sangat bergantung pada impor minyak Timur Tengah.