Berita BorneoTribun: Sujiwo hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sujiwo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sujiwo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2026

Bupati Sujiwo Titip Harapan Besar Untuk Bank Kalbar Di Usia Ke-62

HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.
HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.

KUBU RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalbar menjadi ajang refleksi sekaligus harapan baru bagi penguatan sektor ekonomi daerah. Dalam perayaan syukuran yang digelar di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya pada Rabu (15/4/2026), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan harapannya agar Bank Kalbar semakin profesional dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Sujiwo menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang Bank Kalbar yang telah berkontribusi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya bersama Pak Wabup, Pak Sekda, beserta jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Kubu Raya mengucapkan dirgahayu untuk Bank Kalbar. Di usia yang ke-62, Bank Kalbar harus sudah matang dan profesional,” ujar Sujiwo.

Bank Kalbar Diharapkan Semakin Siap Hadapi Tantangan

Menurut Sujiwo, setiap periode selalu menghadirkan tantangan baru, terutama di sektor ekonomi dan layanan keuangan. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan menjadi kunci agar Bank Kalbar tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan dan perkembangan Bank Kalbar.

“Setiap masa pasti ada tantangannya. Dalam setiap tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus hadir memberikan dukungan riil untuk Bank Kalbar,” imbuhnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Peran Strategis Bank Kalbar Dalam Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Sujiwo menekankan pentingnya peran Bank Kalbar sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor usaha dan pembangunan infrastruktur.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

“Semoga di usia ke-62 ini Bank Kalbar lebih sukses dan maju serta terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Kubu Raya dalam rangka mempercepat pembangunan serta pergerakan ekonomi,” tutupnya.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalitas, meningkatkan layanan kepada masyarakat, serta memperkuat inovasi di tengah dinamika ekonomi modern.

Momentum Refleksi Dan Penguatan Kepercayaan Publik

Perayaan HUT ke-62 Bank Kalbar bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi institusi perbankan daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi berbagai pihak, Bank Kalbar diharapkan mampu terus berkembang, menghadirkan layanan yang inovatif, serta memperluas kontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat secara umum.

FAQ

1. Kapan HUT ke-62 Bank Kalbar diperingati di Kubu Raya?
Syukuran HUT ke-62 Bank Kalbar digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya.

2. Apa harapan utama Bupati Sujiwo untuk Bank Kalbar?
Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional, matang, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

3. Apa peran Bank Kalbar bagi pembangunan daerah?
Bank Kalbar berperan sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung percepatan pembangunan dan pergerakan ekonomi masyarakat.

4. Apakah pemerintah daerah mendukung Bank Kalbar?
Ya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata bagi pengembangan Bank Kalbar.

5. Mengapa profesionalitas bank daerah penting?
Profesionalitas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, meningkatkan layanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman

Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

KUBU RAYA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Kubu Raya, Selasa malam (14/4/2026).

Ajang tahunan tersebut dinilai bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial.

Pembukaan MTQ ke-XII digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang Kuala. Suasana acara terasa khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran berbagai tokoh penting daerah serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Purn Andi Musa, SH, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE, M.Sos, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Hj. Umi Kulsum, tokoh agama, tokoh masyarakat lintas etnis, serta ratusan peserta dari sembilan kecamatan.

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQ kali ini.

Tema Harmoni Jadi Cerminan Masyarakat Majemuk

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Ketua Panitia MTQ ke-XII yang juga Camat Sungai Ambawang, Jurin, SE, menyampaikan bahwa tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” dipilih sebagai refleksi kondisi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang majemuk namun tetap hidup rukun dan damai.

Menurutnya, Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

“Melalui MTQ ini, kami ingin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman. Al-Qur’an menjadi pedoman dalam mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Jurin dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan MTQ tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membina generasi muda agar memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik dari Kubu Raya,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat dalam mendukung pembinaan peserta secara berkesinambungan.

Menurutnya, keberhasilan peserta dalam ajang MTQ tidak terlepas dari proses pembinaan panjang yang dilakukan secara terarah dan konsisten.

Ajang Silaturahmi Dan Kebersamaan Antar Kecamatan

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar kafilah dari berbagai kecamatan.

Semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nyata dari tema yang diusung pada tahun ini.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mendukung jalannya kegiatan. Warga tampak memadati area acara untuk menyaksikan pembukaan dan memberikan dukungan kepada para peserta dari kecamatan masing-masing.

Dukungan Pemerintah Untuk Pengembangan Potensi Daerah

Bupati Kubu Raya menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi anggaran maupun program pembinaan.

Langkah ini dinilai penting agar potensi generasi muda dalam bidang tilawah Al-Qur’an dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mendukung pembinaan agar anak-anak kita mampu berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

MTQ Diharapkan Lahirkan Bibit Qori Dan Qoriah Berprestasi

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Pelaksanaan MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dengan berbagai cabang lomba yang diikuti peserta terbaik dari seluruh kecamatan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul qori dan qoriah yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya di tingkat provinsi maupun nasional.

MTQ juga diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

Apa Itu MTQ XII Kabupaten Kubu Raya?

MTQ XII Kabupaten Kubu Raya adalah ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan.

Di Mana Lokasi Pembukaan MTQ XII Kubu Raya?

Pembukaan digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Desa Sungai Ambawang Kuala.

Berapa Jumlah Peserta MTQ XII Kubu Raya?

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba dalam MTQ XII.

Apa Tujuan Utama Pelaksanaan MTQ?

Selain sebagai ajang kompetisi tilawah, MTQ bertujuan memperkuat persatuan masyarakat serta membina generasi Qur’ani.

Siapa Saja Tokoh Yang Hadir Dalam Pembukaan MTQ?

Sejumlah tokoh hadir, termasuk Bupati Kubu Raya, Ketua LPTQ Kalbar, Kapolres Kubu Raya, serta tokoh agama dan masyarakat.

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Rabu, 01 April 2026

Pemkab Kubu Raya Dorong Ekonomi Daerah, 2 BUMD Tandatangani Kerja Sama

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memberikan arahan kepada Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antar badan usaha milik daerah (BUMD). Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, serta dihadiri jajaran pejabat daerah, direksi BUMD, dan sejumlah pelaku usaha.

Direktur Perumda Aneka Usaha, Uray Emma Yaniaries Nelaprana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha daerah yang saling menguatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Kubu Raya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ini adalah momentum untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap data pelaku usaha yang tercatat. Dari sekitar 30 ribu data, tidak seluruhnya aktif sehingga diperlukan pemetaan ulang untuk menentukan pelaku usaha yang benar-benar potensial.

“Kami juga menyiapkan program pendampingan, mulai dari penguatan SDM, literasi keuangan, pengemasan produk hingga pemasaran digital. Kolaborasi ini bukan hanya antar lembaga, tetapi menjadi upaya bersama membangun ekosistem usaha yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan usaha daerah melalui kerja sama tersebut.

“Atas nama Perumda Tirta Raya, kami mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan kerja sama ini. Kami siap memberikan dukungan, baik melalui supervisi, konsultasi, maupun fasilitas yang dapat menunjang pengembangan usaha,” kata Harmawan.

Ia menegaskan bahwa sebagai BUMD, Tirta Raya harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan tidak menjadi beban bagi pemerintah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan pendapatan daerah. Ke depan, kami juga membuka peluang dukungan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua BUMD tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Perumda harus hadir sebagai bagian dari solusi, mendukung pelaku usaha dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap kedua BUMD ini dapat menjadi pilar ekonomi daerah ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian BUMD setelah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kita ingin BUMD ini ke depan tidak lagi bergantung pada APBD, tetapi justru mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (JM)

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Minggu, 29 Maret 2026

Bupati Kubu Raya Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat' 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Lebaran Ketupat atau yang dikenal dengan “Bodo Kupat” di kalangan masyarakat Jawa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan budaya pada Sabtu (28/3).

Menurut Bupati, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilaksanakan setelah umat Muslim menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal, usai Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“Lebaran ketupat ini dilaksanakan setelah puasa enam hari di bulan Syawal. Ini adalah bagian dari budaya masyarakat Jawa yang dulu sangat meriah, meskipun saat ini hanya dilaksanakan di beberapa titik saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga serta merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga oleh setiap etnis.

Mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bupati menegaskan pentingnya budaya dalam kehidupan berbangsa. 

"Bung Karno menegaskan bahwa kita harus berkepribadian dalam bidang budaya. Karena itu, setiap etnis wajib menjaga dan melestarikan budaya masing-masing,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara konsisten mempertahankan tradisi Lebaran Ketupat setiap tahun. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus istiqomah menjaga tradisi ini. Selain sebagai bentuk silaturahmi, kegiatan ini juga masih dalam suasana Syawal, saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal agar tetap terjaga dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. (Jm

Sabtu, 28 Maret 2026

Gebyar Idul Fitri 1447 H Meriahkan Bundaran Gaforaya

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo disela-sela kemeriahan Gebyar Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran Gaforaya 

KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati Bundaran Gaforaya pada malam perayaan Gebyar IdulFitri & Pesta Kembang Api dalam rangka Gema Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Sejak matahari terbenam, warga dari berbagai penjuru berdatangan dengan mengajak keluarga dan kerabat untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Suasana semakin semarak saat tabuhan bedug menggema, menjadi simbol kemenangan umat Islam yang disambut antusias masyarakat.

Berbagai rangkaian kegiatan religius dan hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan seni, tausiah, hingga puncaknya pesta kembang api yang menghiasi langit malam Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan besar dari masyarakat dan pihak swasta, dengan penggunaan anggaran daerah yang sangat minim.

“Kegiatan ini tidak membebani APBD, karena sebagian besar merupakan kontribusi masyarakat dan para pengusaha,” ujarnya.

Sujiwo juga menambahkan bahwa Gema Idulfitri akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya, bersama kegiatan keagamaan lainnya seperti pawai obor, sholawat akbar, dan peringatan tahun baru Islam.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari berbagai tokoh, di antaranya Habibi yang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah mengadakan Gema IdulFitri ini,” kata Habibi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Thoha bin Husein Al Jufri. Ia menilai Gema IdulFitri merupakan kegiatan positif yang mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini sangat baik sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.

Habib Thoha turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pesta kembang api yang memukau, disambut sorak gembira ribuan masyarakat yang memadati Bundaran Gaforaya. (JM)

Minggu, 08 Maret 2026

Perkuat Kebersamaan, Pemkab Kubu Raya Gelar Buka Puasa Bersama Peringati Satu Tahun JIKIR

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo bersama Wakil Bupati Kuburaya Sukiryanto usai Buka Puasa Bersama pada Sabtu (7/3/2026) malam

KUBU RAYA - Momentum satu tahun kepemimpinan Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto yang dikenal dengan pasangan JIKIR (Jiwo–Sukir) diperingati dengan kegiatan buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an. 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan bersama masyarakat serta jajaran pemerintah daerah di kediaman Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, S.Ag Di Komplek Al-Farizd Jalan Sepakat Pontianak pada hari Sabtu (7/3/2026).

Acara yang digelar pada bulan suci Ramadan itu dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robi Firdaus, Kepala BNN Kalbar, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala OPD, serta undangan lainnya. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan Jiwo–Sukir dalam memimpin Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang telah diberikan selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak.

“Momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan kami. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kubu Raya yang terus mendukung dan bersama-sama membangun daerah ini,” ujar Sujiwo.

Sujiwo juga menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Sukiryanto tetap berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pasangan JIKIR akan terus konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pasangan JIKIR akan tetap konsisten melayani dan mengabdi kepada masyarakat. Kami bekerja bukan untuk kepentingan golongan tertentu, apalagi kepentingan pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Kubu Raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan rencana kegiatan kebersamaan bersama tim dan relawan JIKIR yang selama ini turut berjuang dalam perjalanan kepemimpinan mereka.

“Nantinya kami juga akan menggelar buka puasa bersama dengan tim dan para relawan sebagai bentuk kebersamaan dalam perjuangan. Sekaligus akan dilaksanakan Reuni Akbar JIKIR yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026,” ungkap Sujiwo.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukiryanto mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, kita diingatkan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat,” ungkap Sukiryanto.

Sukiryanto juga menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati Sujiwo selalu bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan serta membangun Kabupaten Kubu Raya.

“Dalam menjalankan pemerintahan, kami selalu bekerja sama dengan baik, saling berbagi tugas dan wewenang dalam melayani masyarakat. Tujuannya satu, yaitu agar pembangunan di Kubu Raya terus berjalan dan daerah ini semakin maju,” ujarnya.

Kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh KH Zein Muchsin, Lc yang mengangkat makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia, dilanjutkan dengan doa bersama serta buka puasa bersama.

Suasana kebersamaan terlihat hangat saat para tamu undangan, pejabat daerah, dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Kubu Raya yang lebih baik ke depan. (Tim)

Sabtu, 07 Maret 2026

Sembako Untuk 50 Ojol Saat Ramadhan di Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.
Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.

KUBU RAYA -- Bupati Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojek daring (ojol) di wilayah Sungai Raya, Jumat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah kepada para pekerja sektor informal pada momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pembagian bantuan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar setiap Ramadhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang bekerja di lapangan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Sujiwo mengatakan kegiatan berbagi dengan para pengemudi ojol sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Menurutnya, profesi pengemudi ojek daring memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kegiatan ini sudah tahun ketiga kita lakukan bersama teman-teman ojek online. Kita memang menjadikannya agenda tahunan saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri,” ujar Sujiwo.

Bantuan Juga Untuk Profesi Lain

Selain pengemudi ojol, pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan serupa kepada sejumlah kelompok profesi lainnya. Beberapa di antaranya adalah porter bandara, petugas kebersihan, serta relawan pemadam kebakaran.

Menurut Sujiwo, kelompok-kelompok tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam pelayanan publik namun kerap luput dari perhatian. Karena itu, bantuan sosial ini diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus bentuk apresiasi.

“Nanti juga akan menyusul untuk teman-teman porter bandara, petugas kebersihan, relawan pemadam kebakaran, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang memang layak mendapatkan perhatian,” katanya.

Ramadhan Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Sujiwo menilai Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Bulan suci tersebut dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas dan semangat berbagi kepada sesama.

Ia menyebut Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan mendapatkan balasan berlipat ganda. Karena itu, kegiatan berbagi seperti pembagian sembako dinilai sangat relevan dilakukan pada periode tersebut.

“Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan, di mana pahala dilipatgandakan. Karena itu, kita jadikan momentum Ramadhan ini untuk saling berbagi,” tuturnya.

Pesan Untuk Pengemudi Ojol

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan pesan kepada para pengemudi ojol agar tetap bersyukur dan sabar dalam menjalani profesinya. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan pekerjaan masing-masing.

Menurutnya, sikap sabar dan rasa syukur menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan di lapangan.

“Setiap manusia memiliki takdir dan profesinya masing-masing. Pesan saya kepada teman-teman pengemudi ojek online, tetaplah bersyukur dan sabar dalam menjalani pekerjaan,” ujarnya.

Kegiatan pembagian sembako ini ditutup dengan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Sujiwo berharap seluruh amal ibadah di bulan suci Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Poros Ekonomi Kuala Dua Mekar Sari Kubu Raya Dikebut Tuntas Sebelum Lebaran Warga Sungai Raya Sambut Harapan Baru

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar
Pemkab Kubu Raya memastikan proyek peningkatan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari selesai sebelum Lebaran. Pengaspalan dimulai dan penataan kawasan Pasar Senggol ikut dilakukan.

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar

KUBU RAYA -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memastikan peningkatan kualitas jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Sungai Raya akan rampung sebelum Lebaran tahun ini. Proyek strategis tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir pengaspalan setelah proses pengerjaan lapisan fondasi agregat (LPA) selesai dilakukan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan dirinya telah turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dari hasil pemantauan tersebut, ia memastikan bahwa struktur dasar jalan sudah padat dan siap memasuki tahap pengaspalan.

Menurutnya, pekerjaan pengaspalan dijadwalkan dimulai pada malam hari agar proses pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Lapisan fondasi agregat sudah selesai dan kondisinya sudah cukup padat. Pengaspalan dijadwalkan mulai malam ini dan kami menargetkan seluruh pekerjaan bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu,” ujarnya saat berada di Sungai Raya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pemerintah daerah menargetkan ruas jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari sudah dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat pada hari ke-20 bulan Ramadhan. Dengan kondisi jalan yang lebih mulus dan lebar, mobilitas warga diharapkan menjadi jauh lebih lancar menjelang arus mudik Lebaran.

Dorong Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Perbaikan jalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Sungai Raya. Jalan Kuala Dua–Mekar Sari dikenal sebagai jalur penting yang mendukung distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menargetkan percepatan penyelesaian proyek agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi logistik, hasil pertanian, hingga kegiatan perdagangan lokal diperkirakan akan meningkat.

Selain memperbaiki badan jalan, pemerintah daerah juga melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Fokus utama penataan berada di area Pasar Senggol dan simpang WBA yang selama ini dikenal padat dan sering menjadi titik kemacetan.

Penataan Kawasan Pasar Senggol

Dalam upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman, pemerintah daerah akan membagikan banner khusus untuk resplang kios para pedagang di sepanjang Pasar Senggol hingga simpang WBA. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tampilan kawasan sehingga terlihat lebih rapi dan terorganisir.

Menurut Sujiwo, perubahan signifikan juga terlihat pada kondisi tikungan di kawasan Pasar Senggol yang sebelumnya sempit dan sering menghambat arus kendaraan.

“Dulu tikungan ini lebarnya sekitar tiga meter saja. Sekarang setelah dilakukan penataan, lebarnya sudah mencapai delapan hingga sembilan meter. Ini perubahan yang sangat besar bagi kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Ajak Pedagang Ikut Menjaga Ketertiban

Meski pembangunan dan penataan kawasan terus dilakukan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga ketertiban lingkungan. Para pedagang diminta merapikan kios yang masih menjorok ke badan jalan agar tidak mengganggu arus kendaraan.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Sujiwo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keteraturan kawasan juga semakin meningkat.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk membantu mempercantik kawasan pasar dengan menanggung biaya pengecatan kios para pedagang agar tampil lebih seragam dan menarik.

“Nanti biaya catnya saya tanggung. Semua kios akan dicat supaya kawasan ini terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Dampak bagi Perekonomian Daerah

Pembangunan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari diharapkan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Raya dan wilayah sekitarnya.

Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, konektivitas antarwilayah akan meningkat sehingga mempercepat arus distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru serta meningkatkan aktivitas perdagangan lokal.

Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

FAQ

1. Kapan jalan Kuala Dua–Mekar Sari selesai diperbaiki?
Pemerintah menargetkan pengerjaan pengaspalan selesai dalam sekitar satu minggu dan jalan sudah bisa digunakan dengan baik pada hari ke-20 Ramadhan.

2. Apa saja yang diperbaiki dalam proyek ini?
Perbaikan meliputi penguatan lapisan fondasi agregat, pengaspalan jalan, pelebaran tikungan, serta penataan kawasan Pasar Senggol dan simpang WBA.

3. Mengapa jalan ini penting bagi masyarakat?
Jalan ini merupakan jalur poros ekonomi yang mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan di Kecamatan Sungai Raya.

4. Apakah ada penataan untuk pedagang di sekitar jalan?
Ya, pemerintah akan menata kios pedagang, memberikan banner resplang, serta membantu pengecatan agar kawasan pasar terlihat lebih rapi.

Sabtu, 28 Februari 2026

Pemkab Kubu Raya Benahi Kantor Kecamatan Demi Pelayanan Publik Lebih Nyaman

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional
Pemkab Kubu Raya membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan publik yang nyaman, tertib, dan profesional. Program ditargetkan rampung tahun depan.

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional

KUBU RAYA -- Pemerintah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh di wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sujiwo di Sungai Raya, Sabtu, dengan fokus menciptakan lingkungan kantor yang bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Menurut Sujiwo, kantor camat adalah wajah pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, kondisi fisik kantor harus mencerminkan wibawa, marwah, serta profesionalisme aparatur. Lingkungan kerja yang tertata rapi diyakini mampu mendorong kinerja pegawai sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga yang datang mengurus administrasi.

Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, baik di bagian dalam maupun luar kantor. Penataan interior diarahkan untuk mendukung efektivitas pelayanan, sementara area luar dipercantik agar terlihat lebih tertib dan enak dipandang. Pemerintah daerah bahkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk pembangunan pagar serta Rp100 juta untuk penataan taman di Kantor Camat Sungai Raya.

Tidak hanya itu, program ini juga mencakup normalisasi parit guna mencegah genangan air, penebaran benih ikan di saluran air, hingga pemasangan lampu hias untuk memperindah kawasan kantor. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih asri dan ramah bagi masyarakat.

Pembenahan kantor kecamatan tidak hanya terpusat di Sungai Raya. Sejumlah kecamatan seperti Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, hingga Kuala Mandor B juga telah memulai proses penataan. Targetnya, seluruh kantor kecamatan di sembilan wilayah rampung pada tahun depan.

Bupati Sujiwo turut mendorong para camat agar berinovasi dan berkreasi dalam menata lingkungan kantor melalui semangat gotong royong bersama unsur forkopimcam dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sehingga peningkatan kualitas pelayanan publik tidak semata bergantung pada anggaran pemerintah.

Sementara itu, Camat Sungai Raya M Ikhsan Sukendra menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia optimistis pembenahan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan profesional.

Melalui program ini, Pemkab Kubu Raya berharap kantor kecamatan benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang modern, nyaman, dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Dengan lingkungan yang tertata baik, pelayanan pun diharapkan semakin optimal dan humanis.

FAQ

1. Apa tujuan pembenahan kantor kecamatan di Kubu Raya?
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih nyaman, tertib, dan profesional bagi masyarakat.

2. Berapa anggaran yang dialokasikan?
Untuk Kantor Camat Sungai Raya, Rp200 juta untuk pembangunan pagar dan Rp100 juta untuk penataan taman.

3. Kecamatan mana saja yang ikut dibenahi?
Selain Sungai Raya, penataan dilakukan di Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, dan Kuala Mandor B.

4. Kapan target penyelesaian program ini?
Seluruh pembenahan ditargetkan rampung pada tahun depan.

Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora

Sabtu, 21 Februari 2026

Festival Mancing Ngabuburit Kubu Raya Diserbu Warga Selama Ramadhan

Pemkab Kubu Raya menggelar Festival Mancing Ngabuburit di Kantor Bupati Sungai Raya selama Ramadhan. Kegiatan ini edukasi pemanfaatan pekarangan, ketahanan pangan, dan kebersamaan warga.
Pemkab Kubu Raya menggelar Festival Mancing Ngabuburit di Kantor Bupati Sungai Raya selama Ramadhan. Kegiatan ini edukasi pemanfaatan pekarangan, ketahanan pangan, dan kebersamaan warga.

Pemkab Kubu Raya Gelar Festival Mancing Ngabuburit Setiap Hari Selama Ramadhan

KUBU RAYA -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menggelar Festival Mancing Ngabuburit di kawasan Kantor Bupati Kubu Raya, Sungai Raya, selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang digagas langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, ini berlangsung setiap sore menjelang waktu berbuka puasa dan terbuka untuk masyarakat umum dengan kuota 50 peserta per hari.

Festival mancing tersebut dipusatkan di parit depan kantor bupati sebagai bagian dari upaya menyemarakkan Ramadhan sekaligus mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat. Lokasi yang biasanya hanya menjadi area perkantoran kini berubah menjadi ruang interaksi publik yang lebih hidup dan terbuka.

Edukasi Pemanfaatan Pekarangan dan Ketahanan Pangan

Menurut Bupati Sujiwo, festival ini bukan sekadar hiburan ngabuburit. Pemerintah daerah ingin memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan untuk menunjang ketahanan pangan keluarga dan menambah potensi penghasilan.

Ia menegaskan bahwa lahan yang tersedia di sekitar rumah, termasuk parit atau kolam kecil, dapat dimaksimalkan untuk budidaya ikan. Konsep ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

Dengan pendekatan sederhana dan merakyat seperti mancing, pesan edukasi menjadi lebih mudah diterima berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua.

Digelar Setiap Hari dengan Kuota Terbatas

Festival Mancing Ngabuburit Kubu Raya dilaksanakan setiap hari selama Ramadhan. Panitia membuka pendaftaran harian dengan jumlah maksimal 50 peserta per sesi. Sistem ini diterapkan untuk menjaga kenyamanan, ketertiban, serta kualitas pelaksanaan kegiatan.

Peserta dapat mengikuti lomba atau kegiatan memancing menjelang waktu berbuka. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi para mancing mania untuk menyalurkan hobi mereka dalam suasana Ramadhan yang penuh kebersamaan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati suasana sore hari sambil menunggu adzan magrib.

Membangun Kebersamaan di Bulan Suci

Festival ini dirancang sebagai ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kawasan perkantoran yang biasanya formal kini terasa lebih akrab dan interaktif.

Melalui kegiatan yang santai dan inklusif, Pemkab Kubu Raya berharap tercipta hubungan yang semakin harmonis antara pemerintah dan warga. Momentum Ramadhan dinilai tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta partisipasi publik dalam program daerah.

Konsep ngabuburit dengan memancing juga dipilih karena mudah diikuti dan tidak memerlukan biaya besar, sehingga semua kalangan bisa berpartisipasi.

FAQ Festival Mancing Ngabuburit Kubu Raya

1. Di mana lokasi Festival Mancing Ngabuburit Kubu Raya?
Kegiatan dilaksanakan di parit depan Kantor Bupati Kubu Raya, Sungai Raya, Kalimantan Barat.

2. Kapan festival ini digelar?
Festival berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan, menjelang waktu berbuka puasa.

3. Berapa jumlah peserta yang dapat mengikuti kegiatan?
Kuota dibatasi sebanyak 50 orang per hari untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban.

4. Apakah kegiatan ini berbayar?
Masyarakat dapat mengikuti dengan mekanisme pendaftaran harian yang telah diatur panitia.

5. Apa tujuan utama festival ini?
Selain hiburan ngabuburit, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga.

Rabu, 31 Desember 2025

Viral di Medsos, Nama Sujiwo Menguat sebagai Kepala Daerah Kalbar Favorit 2025

Foto: Bupati Kuburaya, H. Sujiwo, SE, M.Sos 

KUBU RAYA - Nama H. Sujiwo, SE, M.Sos semakin ramai diperbincangkan warganet sepanjang tahun 2025. Bupati Kubu Raya ini disebut-sebut sebagai kepala daerah Kalimantan Barat pilihan warganet, menyusul banyaknya dukungan, komentar positif, hingga unggahan di media sosial yang menyoroti gaya kepemimpinannya.

Di berbagai platform media sosial, Sujiwo dikenal sebagai sosok pemimpin yang kerap turun langsung ke lapangan. Mulai dari meninjau infrastruktur, berdialog dengan warga, hingga merespons keluhan masyarakat, aktivitas tersebut sering dibagikan dan mendapat respons positif dari netizen.

Banyak warganet menilai Sujiwo sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan cepat bertindak. Ia dinilai tidak ragu bersikap tegas terhadap aparat yang lamban, namun tetap ramah dan komunikatif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Pemimpin kayak gini yang dibutuhkan. Kerja nyata, bukan cuma janji,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar unggahan yang viral.

Selain itu, langkah Sujiwo dalam mendorong pertumbuhan UMKM, menata kawasan strategis, serta membuka ruang komunikasi publik yang luas juga menjadi alasan mengapa namanya terus mendapat sorotan positif. Kehadirannya di media sosial dianggap mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Fenomena dukungan warganet ini menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin aktif menilai kinerja kepala daerah melalui kerja nyata yang terlihat langsung. Bagi banyak netizen, Sujiwo dinilai berhasil menghadirkan sosok pemimpin daerah yang tegas, merakyat, dan responsif.

Meski namanya ramai diperbincangkan, Sujiwo tetap menekankan bahwa dukungan publik harus dijadikan penyemangat untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat secara umum.

Dengan sorotan positif sepanjang 2025, Sujiwo pun menjadi salah satu kepala daerah Kalimantan Barat yang paling banyak mendapat perhatian di ruang publik digital. (Tim liputan)

Rabu, 15 Oktober 2025

Bupati Sujiwo Apresiasi Langkah Cepat Polres Kubu Raya Aktifkan Pos Polisi di Tugu Alianyang

Foto: Bupati Sujiwo Apresiasi Langkah Cepat Polres Kubu Raya Aktifkan Pos Polisi di Tugu Alianyang

KUBU RAYA – Menyikapi ulah oknum tak bertanggung jawab yang merusak lampu penerangan di kawasan Tugu Alianyang, Kecamatan Sungai Ambawang, Polres Kubu Raya berencana mengaktifkan Pos Polisi di kawasan tersebut. 

Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan serta menjaga keamanan dan ketertiban di ruang publik yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sungai Ambawang itu.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, mengatakan bahwa pihaknya akan menempatkan personel secara rutin di pos yang berada tidak jauh dari area Tugu Alianyang.

Tujuannya agar potensi tindakan iseng, perusakan fasilitas umum, maupun gangguan keamanan lainnya dapat diminimalisir. 

“Mulai Malam ini, Kami akan aktifkan Pos Polisi di kawasan Tugu Alianyang. Petugas akan berjaga secara berkala agar area ini tetap aman dan tertib. Ruang publik seperti ini harus dijaga bersama, karena manfaatnya untuk masyarakat luas,” ujar AKBP Kadek Ary Mahardika, Rabu (15/10/2025).

Kapolres menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Polres Kubu Raya terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menjaga dan memelihara fasilitas publik. 

Ia juga meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kerja sama masyarakat. Kalau ada aktivitas mencurigakan, segera lapor ke petugas atau ke Polsek terdekat. Dengan partisipasi warga, lingkungan kita akan lebih aman,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyambut positif langkah cepat Polres Kubu Raya tersebut. Ia menilai pengaktifan Pos Polisi akan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Tugu Alianyang, sekaligus mencegah terulangnya aksi vandalisme terhadap fasilitas umum.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Kubu Raya. Ini bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan kepolisian untuk menjaga ruang publik agar tetap nyaman dan terawat,” ucap Bupati Sujiwo.

Bupati juga kembali mengingatkan warga untuk tidak merusak fasilitas umum yang sudah dibangun menggunakan uang rakyat.

“Menjaga fasilitas publik itu tanggung jawab kita bersama. Kalau ada yang merusak, artinya dia tidak menghargai upaya pembangunan daerah,” tegasnya.

Bupati Sujiwo menegaskan bahwa terjadinya peristiwa padamnya lampu disekitar ruang Publik Tugu Alianyang Diharapkan bukan karena sabotase.

"Namun jika memang itu adalah akibat Sabotase, saya harap segera diakhiri karena ini adalah untuk publik, jika ada yang melakukanya maka akan ada tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," tegasnya.

Tugu Alianyang merupakan salah satu landmark Sungai Ambawang yang sering dikunjungi warga untuk bersantai dan berfoto. 

Dengan adanya penerangan dan pengawasan yang memadai, kawasan ini diharapkan dapat menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Tim Liputan)

Selasa, 14 Oktober 2025

Bupati Kubu Raya H. Sujiwo Prihatin atas Kasus Anak Bacok Ayah Kandung

Foto: Bupati Kuburaya saat di temui wartawan, Selasa (14/10) terkait kasus anak bacok ayah kandung 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menyampaikan rasa prihatin dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi baru-baru ini, di mana seorang anak tega melukai ayah kandungnya sendiri. Ini di sampaikan bupati saat di temui wartawan, Selasa (14/10).

“Atas nama pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kami turut prihatin. Kejadian ini sangat miris dan menyedihkan, apalagi dilakukan oleh seorang anak terhadap orang tuanya,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, tindakan seperti itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan termasuk dosa besar, sebab melukai orang tua kandung adalah pelanggaran moral dan nilai kemanusiaan yang sangat berat.

“Kita tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi ketika seorang anak melakukan hal seperti ini, tentu sudah sangat keterlaluan dan kelewatan. Terlepas dari bagaimana cara orang tua mendidik - mungkin dengan ketegasan - namun niat orang tua pasti untuk kebaikan,” tegasnya.

Bupati menekankan pentingnya pendidikan keluarga dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Ia berharap setiap keluarga dapat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar hubungan dalam keluarga semakin harmonis dan saling memahami.

“Sekali lagi, saya atas nama pemerintah daerah turut berduka dan prihatin. Insyaallah saya akan menjenguk korban yang saat ini dirawat di rumah sakit. Semoga keluarga diberi kekuatan dan kejadian seperti ini tidak terulang di daerah kita,” tutup Sujiwo. (Ms)

Sabtu, 19 Juli 2025

Penolakan Rumah Ibadah di Desa Kapur, Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Kubu Raya

Penolakan Rumah Ibadah di Desa Kapur, Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Intoleransi di Kubu Raya
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., saat menghadiri Upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke 18 bertempat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

KUBU RAYA - Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke-18 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis kemarin (17/7/2025), Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan pesan yang sangat tegas dan menyentuh hati. 

Ia mengecam segala bentuk tindakan intoleransi yang dapat mengancam kerukunan dan kedamaian di masyarakat.

Krisantus menanggapi laporan terkait penolakan pendirian rumah ibadah oleh forum RT di Desa Kapur. 

Ia meminta agar Pemkab Kubu Raya segera menyelesaikan persoalan tersebut. 

Menurutnya, tidak boleh ada satupun warga atau kelompok yang menghalangi berdirinya rumah ibadah, apapun agama yang dianut.

Ia menyatakan dengan lantang bahwa toleransi adalah fondasi penting bagi kemajuan dan perdamaian Kalimantan Barat. 

Ketegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi benar-benar ingin membangun daerah yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh warganya tanpa kecuali.

Tak hanya itu, Krisantus juga menekankan bahwa rasa aman adalah syarat utama dalam proses pembangunan dan masuknya investasi. Tanpa rasa aman, tidak ada satupun sektor usaha yang bisa berjalan. 

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir keberadaan kelompok atau organisasi masyarakat yang bisa memicu konflik atau mengganggu ketertiban.

Sikap tegas Wakil Gubernur ini mendapat dukungan langsung dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Ia menegaskan bahwa begitu menerima laporan mengenai surat penolakan pendirian rumah ibadah dari forum RT di Desa Kapur, ia langsung mengambil tindakan. 

Sekretaris Daerah diminta untuk memanggil camat, kepala desa, dan forum RT guna melakukan klarifikasi menyeluruh. 

Sujiwo menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelompok-kelompok yang menolak toleransi di wilayahnya.

Langkah cepat dan tegas ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan keberagaman. 

Toleransi bukan hanya soal menghargai perbedaan, tapi juga menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan jangka panjang. 

Dalam suasana peringatan hari jadi Kubu Raya, pesan tentang pentingnya hidup rukun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati lahir dari kedamaian dan kebersamaan.

Jika semua pemimpin di daerah memiliki semangat dan ketegasan seperti ini, bukan tidak mungkin Kalimantan Barat bisa menjadi contoh nasional dalam membangun wilayah yang harmonis, maju, dan sejahtera untuk semua.

Kubu Raya Usia 18, Saatnya Wujudkan Daerah Sejahtera Tanpa Eksploitasi

Kubu Raya Usia 18, Saatnya Wujudkan Daerah Sejahtera Tanpa Eksploitasi
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., bertindak menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya ke 18 bertempat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

KUBU RAYA - Perayaan ulang tahun Kabupaten Kubu Raya yang ke-18 terasa sangat istimewa. Ribuan peserta memadati halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Kamis kemarin (17/7/2025) untuk mengikuti upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. 

Dalam momen tersebut, Krisantus menyampaikan pesan penting yang menyentuh banyak hati: sudah saatnya Kubu Raya dan Kalbar secara umum tidak lagi hanya jadi ladang eksploitasi sumber daya alam tanpa memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Dengan nada tegas dan penuh semangat, Krisantus menyampaikan bahwa Kalbar bukanlah tempat untuk dijadikan objek eksploitasi. 

Ia mengkritisi keras keberadaan investor yang hanya mengambil kekayaan alam seperti sawit dan tambang, tetapi meninggalkan rakyat dalam kondisi miskin. 

Menurutnya, hasil bumi Kalimantan Barat seharusnya menjadi sumber kesejahteraan, bukan penderitaan.

Sebagai solusi, Wagub mendorong agar program CSR (Corporate Social Responsibility), penyerapan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan masyarakat dijalankan secara nyata dan maksimal. 

Ia menekankan bahwa masyarakat lokal bukan hanya berperan sebagai buruh, tapi juga harus dilibatkan dalam posisi strategis. 

Terutama mereka yang sudah memiliki pendidikan dan keterampilan.

Krisantus juga menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Kabupaten Kubu Raya yang telah memasuki usia 18 tahun. 

Ia menyebut usia tersebut ibarat masa awal kuliah bagi manusia, masa yang penuh semangat, tantangan, dan potensi. 

Dengan penuh keyakinan, ia menggambarkan Kubu Raya sebagai anak muda berprestasi yang akan “lulus dengan cumlaude” di bawah kepemimpinan Bupati Sujiwo.

Dalam sambutannya, Krisantus juga memuji gaya kepemimpinan Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto. 

Ia menilai keduanya sangat dekat dengan masyarakat dan tidak segan terjun langsung ke lapangan, bahkan harus menyeberangi sungai dan laut demi menjangkau warga di pelosok. 

Inilah bentuk kepemimpinan yang menurutnya patut diapresiasi.

Kondisi geografis Kubu Raya yang luas dan tidak semuanya bisa diakses lewat jalur darat menjadi tantangan tersendiri. 

Oleh karena itu, Krisantus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Isu toleransi juga menjadi sorotan utama dalam pidato Krisantus. Ia menyinggung soal penolakan pendirian rumah ibadah di Desa Kapur oleh forum RT, dan dengan tegas menyatakan tidak akan mentoleransi tindakan intoleransi seperti itu. 

Ia menyerukan agar semua pihak menjaga kerukunan dan tidak menghalangi siapapun untuk beribadah sesuai keyakinannya.

Lebih lanjut, Krisantus menekankan bahwa rasa aman adalah kunci utama agar pembangunan dan investasi bisa berjalan lancar. 

Ia tidak segan bersikap keras terhadap kelompok atau organisasi yang berpotensi memicu konflik sosial.

Menanggapi hal itu, Bupati Sujiwo menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan intoleransi di Desa Kapur. 

Ia langsung menginstruksikan Sekda untuk memanggil camat, kepala desa, serta forum RT guna mencari solusi. 

Bupati menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi sikap anti-toleransi di Kubu Raya.

Dalam momen tersebut, Sujiwo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendiri Kubu Raya dan masyarakat yang telah berkontribusi besar dalam membangun daerah ini. 

Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan hati dan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.

Menutup sambutannya, Sujiwo menyampaikan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi maupun pusat. 

Menurutnya, Kubu Raya tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar program-program strategis bisa berjalan dengan maksimal.

Usai memimpin upacara, Krisantus mengikuti acara ramah tamah bersama jajaran Pemkab Kubu Raya, Forkopimda, dan para pemangku kepentingan lainnya. 

Suasana penuh kehangatan itu menjadi penutup indah dari peringatan Hari Jadi Kubu Raya yang ke-18, sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan daerah ini bergantung pada sinergi, toleransi, dan keberpihakan terhadap masyarakat.

Senin, 12 Februari 2024

Sukses! Wakil Bupati Sujiwo Tutup Sujiwo Cup II Tahun 2023 dengan Meriah

Sukses! Wakil Bupati Sujiwo Tutup Sujiwo Cup II Tahun 2023 dengan Meriah
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengakhiri gelaran bergengsi, Sujiwo Cup II Tahun 2023, dengan penutupan megah di Lapangan Bola Voli Desa Punggur Kecil. (Prokopim Kubu Raya/borneotribun)
KUBU RAYA - Wakil Bupati Sujiwo mengakhiri gelaran bergengsi, Sujiwo Cup II Tahun 2023, dengan penutupan megah di Lapangan Bola Voli Desa Punggur Kecil, yang berlangsung pada Jumat (9/10/2024) malam.

Dalam momen penutupan yang penuh semangat, Wakil Bupati Sujiwo menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua tim yang telah berkompetisi dengan sportivitas tinggi. 
Sukses! Wakil Bupati Sujiwo Tutup Sujiwo Cup II Tahun 2023 dengan Meriah
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengakhiri gelaran bergengsi, Sujiwo Cup II Tahun 2023, dengan penutupan megah di Lapangan Bola Voli Desa Punggur Kecil. (Prokopim Kubu Raya/borneotribun)
Dalam laga final putri, Tim Putri IVOJEB Desa Jeruju Besar berhadapan dengan Tim Putri RJU Desa Rasau Jaya. 

Pertandingan sengit tersebut memunculkan kegembiraan bagi para penonton yang memadati lapangan. 

Tim IVOJEB berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 3-0, menorehkan prestasi gemilang dalam turnamen ini.
Sukses! Wakil Bupati Sujiwo Tutup Sujiwo Cup II Tahun 2023 dengan Meriah
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengakhiri gelaran bergengsi, Sujiwo Cup II Tahun 2023, dengan penutupan megah di Lapangan Bola Voli Desa Punggur Kecil. (Prokopim Kubu Raya/borneotribun)
Di sisi lain, laga final putra mempertemukan antara Tim SDMC Olak-Olak Kubu dan Tim Arlim Desa Arang Limbung. 

Pertandingan ini pun tidak kalah seru dengan aksi-aksi menarik dari kedua tim. Namun, Tim Arlim mampu mendominasi pertandingan dengan skor akhir 3-0, meraih gelar juara pertama dengan gemilang.

Wakil Bupati Sujiwo menyampaikan ucapan selamat kepada Tim IVOJEB dan Tim Arlim atas keberhasilan mereka dalam meraih kemenangan. 
Sukses! Wakil Bupati Sujiwo Tutup Sujiwo Cup II Tahun 2023 dengan Meriah
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengakhiri gelaran bergengsi, Sujiwo Cup II Tahun 2023, dengan penutupan megah di Lapangan Bola Voli Desa Punggur Kecil. (Prokopim Kubu Raya/borneotribun)
"Turnamen ini bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan dan kecintaan akan olahraga. Saya berharap semangat ini akan terus berkobar di kalangan pemuda dan pemudi desa kita," ujar Wakil Bupati.

Sujiwo Cup II Tahun 2023 berhasil menciptakan momen-momen yang tak terlupakan bagi masyarakat Desa Punggur Kecil dan sekitarnya. 
Sukses! Wakil Bupati Sujiwo Tutup Sujiwo Cup II Tahun 2023 dengan Meriah
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengakhiri gelaran bergengsi, Sujiwo Cup II Tahun 2023, dengan penutupan megah di Lapangan Bola Voli Desa Punggur Kecil. (Prokopim Kubu Raya/borneotribun)
Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk menyalurkan bakat dan minat dalam olahraga bola voli, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga desa.