Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Sungai Tebelian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai Tebelian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2026

Warga Sungai Tebelian Tak Sungkan Curhat, Sosok Bhabinkamtibmas Ini Disebut Seperti Keluarga Sendiri

Bhabinkamtibmas Sungai Tebelian membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai di kedai kopi. Pendekatan humanis ini memperkuat kepercayaan dan menjaga kamtibmas.
Bhabinkamtibmas Sungai Tebelian membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai di kedai kopi. Pendekatan humanis ini memperkuat kepercayaan dan menjaga kamtibmas.

SINTANG - Sebuah kedai kopi sederhana di wilayah Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, menjadi tempat berlangsungnya percakapan hangat antara polisi dan masyarakat pada Sabtu, 13 Juni 2026. Tidak ada suasana formal maupun jarak yang membatasi. Hanya secangkir kopi, bangku kayu sederhana, dan obrolan akrab yang mengalir di antara seorang Bhabinkamtibmas dengan warga binaannya.

Pemandangan tersebut menggambarkan pendekatan humanis yang terus dibangun Polsek Sungai Tebelian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di tengah aktivitas sehari-hari warga, Bhabinkamtibmas memilih hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima.

Duduk berbaur bersama warga tanpa sekat formalitas, petugas kepolisian itu tampak berbincang santai sambil menikmati kopi. Sesekali ia memberikan senyuman dan isyarat jempol yang menunjukkan kedekatan dengan masyarakat. Suasana tersebut mencerminkan hubungan yang tidak hanya sebatas antara aparat dan warga, tetapi juga sebagai mitra yang saling mendukung dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Bagi masyarakat, kehadiran polisi yang mudah diajak berdiskusi menjadi nilai tersendiri. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi langsung dinilai mampu membangun rasa percaya sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe menegaskan bahwa pendekatan persuasif merupakan salah satu cara efektif dalam menciptakan situasi yang aman di wilayah hukum Polsek Sungai Tebelian.

Menurutnya, polisi tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu hadir sebagai bagian dari masyarakat. Melalui peran Bhabinkamtibmas, berbagai pesan terkait pencegahan kejahatan, kenakalan remaja, hingga bahaya judi online dapat disampaikan dengan lebih efektif karena dibangun di atas hubungan yang penuh kepercayaan.

“Melalui Bhabinkamtibmas, kami hadir di tengah-tengah masyarakat layaknya keluarga sendiri. Secangkir kopi ini bukan hanya minuman, tetapi simbol keterbukaan kami untuk mendengarkan aspirasi dan memberikan edukasi keamanan dengan cara yang paling manusiawi,” ujar IPDA Aprianus.

Ia juga menekankan bahwa sosok Bhabinkamtibmas yang rendah hati dan suka membantu menjadi aset berharga bagi kepolisian. Kehadiran mereka di lapangan sering kali menjadi jembatan antara masyarakat dan institusi kepolisian dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial maupun administrasi.

Pendekatan tersebut terbukti mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga yang ditemui mengaku merasa nyaman saat berdialog langsung dengan petugas kepolisian. Baginya, komunikasi yang terjalin terasa lebih seperti percakapan dengan teman atau saudara dibandingkan hubungan formal antara warga dan aparat.

Kedekatan semacam ini menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan. Ketika masyarakat merasa didengar dan dihargai, pesan-pesan kamtibmas pun lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang, peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian di tingkat masyarakat tetap menjadi elemen penting. Bukan hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga lewat kehadiran, empati, dan komunikasi yang membangun kepercayaan.

Melalui langkah sederhana seperti berbincang di kedai kopi, Polsek Sungai Tebelian menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dilakukan dengan cara formal. Terkadang, secangkir kopi dan percakapan yang tulus justru menjadi jembatan terbaik untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.