Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Syarwani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syarwani. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2026

Resmi Naik Jabatan, Lima Pejabat Pemkab Bulungan Diminta Segera Tancap Gas

Pemkab Bulungan melantik lima pejabat eselon II hasil seleksi terbuka 2026. Pelantikan ini diharapkan memperkuat kinerja OPD dan mempercepat program pembangunan daerah.
Pemkab Bulungan melantik lima pejabat eselon II hasil seleksi terbuka 2026. Pelantikan ini diharapkan memperkuat kinerja OPD dan mempercepat program pembangunan daerah.

Pelantikan Lima Pejabat Eselon II Perkuat Kinerja Pemkab Bulungan, Fokus Percepatan Program Pembangunan

BULUNGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kembali melakukan penguatan struktur birokrasi melalui pelantikan lima pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II hasil seleksi terbuka tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor strategis.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bulungan tersebut menandai dimulainya babak baru bagi lima pejabat yang sebelumnya menduduki posisi eselon III.

Kenaikan jabatan dari eselon III ke eselon II bukan sekadar perubahan posisi struktural. Jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan, mengoordinasikan program kerja, hingga memastikan target pembangunan daerah dapat berjalan sesuai rencana.

Seleksi Terbuka untuk Mendapatkan Pemimpin OPD Berkualitas

Lima pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses seleksi terbuka (selter) calon pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bulungan Tahun 2026. Mekanisme ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan menghasilkan aparatur sipil negara yang profesional, kompeten, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

Melalui proses seleksi yang kompetitif, pemerintah daerah berupaya menempatkan sumber daya manusia terbaik pada posisi strategis untuk mendukung efektivitas kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa jabatan baru yang diemban para pejabat tersebut membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan posisi sebelumnya.

Menurutnya, seorang pejabat eselon II harus memiliki cara pandang yang lebih luas dalam mengelola organisasi, mengembangkan program kerja, serta memastikan seluruh perangkat di bawah koordinasinya dapat bekerja secara optimal.

Pentingnya Konsolidasi dan Akselerasi Program Daerah

Salah satu pesan utama yang disampaikan Bupati Syarwani dalam pelantikan tersebut adalah pentingnya konsolidasi internal di setiap OPD.

Konsolidasi menjadi langkah awal yang harus segera dilakukan agar seluruh unsur organisasi memiliki visi yang sama dalam menjalankan program kerja. Dengan koordinasi yang baik, berbagai target pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.

Selain itu, percepatan pelaksanaan program pembangunan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Bulungan saat ini terus mendorong peningkatan pelayanan publik, pengembangan ekonomi daerah, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu mengakselerasi berbagai program yang telah direncanakan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik

Pelantikan tersebut menghasilkan sejumlah perubahan penting dalam struktur kepemimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bulungan.

Berikut lima pejabat yang resmi menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama:

1. Dyah Astutik

Dyah Astutik dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan Masyarakat pada Inspektorat Daerah Kabupaten Bulungan.

2. Muhammad Saleh

Muhammad Saleh dipercaya menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bulungan. Sebelum promosi tersebut, ia menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.

3. Leni Ernalina

Leni Ernalina kini memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.

4. Sayid Abdurahman Saleh

Sayid Abdurahman Saleh dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bulungan. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Bidang Prasarana dan Sarana pada Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.

5. M. Fakhruddin

M. Fakhruddin dipercaya memimpin Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulungan setelah sebelumnya menjabat Kepala Bagian Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.

Penguatan Birokrasi untuk Mendukung Pembangunan Bulungan

Pelantikan lima pejabat eselon II ini menunjukkan komitmen Pemkab Bulungan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keberadaan pemimpin baru di sejumlah OPD strategis diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

Dengan pengalaman yang dimiliki masing-masing pejabat, pemerintah daerah optimistis berbagai program prioritas dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Bulungan di masa mendatang.

Minggu, 26 April 2026

Syarwani Minta Transaksi Koperasi Merah Putih Gunakan QRIS

Bupati Bulungan Syarwani mendorong koperasi Merah Putih beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS guna meningkatkan transparansi dan keamanan keuangan.
Bupati Bulungan Syarwani mendorong koperasi Merah Putih beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS guna meningkatkan transparansi dan keamanan keuangan.

Bulungan, Kaltara - Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan komitmen mendukung penguatan tata kelola koperasi desa melalui pemanfaatan sistem transaksi digital. Langkah tersebut dipandang penting untuk menjaga transparansi sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi yang berujung persoalan hukum.

Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan bahwa keberhasilan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sangat berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pengelolaan keuangan. Penggunaan metode pembayaran digital dinilai mampu mempermudah pencatatan transaksi sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

Menurut Syarwani, penggunaan sistem digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memungkinkan transaksi dilakukan secara praktis tanpa bergantung pada uang tunai. Sistem tersebut dinilai mampu menekan risiko selisih perhitungan kecil yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dorongan digitalisasi tersebut telah disampaikan sejak peluncuran program Koperasi Merah Putih yang sebelumnya digelar di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Dalam kegiatan tersebut, Syarwani meminta dukungan sektor perbankan agar seluruh gerai koperasi memprioritaskan sistem pembayaran nontunai.

Pemanfaatan transaksi digital, lanjut Syarwani, bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan keuangan koperasi berjalan secara transparan dan aman. Sistem berbasis digital dinilai mampu membantu pengurus koperasi dalam menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan mudah diaudit.

Syarwani juga menekankan bahwa nominal kecil seperti selisih uang kembalian dapat menjadi persoalan apabila terakumulasi dalam jumlah besar. Karena itu, penggunaan transaksi digital dipandang sebagai langkah preventif untuk melindungi pengurus koperasi dari potensi risiko hukum sekaligus menjaga kepercayaan anggota.

Selain memperkuat tata kelola keuangan, digitalisasi koperasi juga diharapkan mendukung keberlanjutan program nasional di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Bulungan menilai integrasi teknologi dalam operasional koperasi menjadi kunci agar layanan kepada masyarakat berjalan lebih cepat, efisien, dan transparan.

FAQ

Apa tujuan Pemkab Bulungan mendorong transaksi digital di koperasi?
Tujuannya untuk meningkatkan transparansi, mempermudah pencatatan transaksi, serta mengurangi risiko kesalahan administrasi yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Apa itu QRIS dalam transaksi koperasi?
QRIS adalah sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang memudahkan transaksi nontunai menggunakan ponsel.

Mengapa transaksi tunai dianggap berisiko?
Selisih kecil dalam transaksi tunai, seperti uang kembalian, bisa terakumulasi dan menimbulkan persoalan laporan keuangan jika tidak tercatat dengan baik.

Apa manfaat digitalisasi bagi pengurus koperasi?
Digitalisasi membantu pengurus membuat laporan keuangan yang lebih rapi, akurat, dan mudah diaudit.

Apakah program ini bagian dari kebijakan nasional?
Ya, digitalisasi koperasi mendukung pelaksanaan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Rute Tarakan–Tanah Kuning Ramai, Pelabuhan Segera Direalisasikan

Bupati Bulungan menyiapkan pembangunan pelabuhan Tanah Kuning untuk mendukung kawasan industri PSN dan meningkatkan konektivitas laut Tarakan. (Gambar ilustrasi)
Bupati Bulungan menyiapkan pembangunan pelabuhan Tanah Kuning untuk mendukung kawasan industri PSN dan meningkatkan konektivitas laut Tarakan. (Gambar ilustrasi)

Bulungan, Kaltara - Rencana pembangunan pelabuhan di kawasan Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur kepelabuhanan guna mendukung aktivitas transportasi laut yang terus meningkat.

Tanah Kuning yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kalimantan Utara. Lonjakan mobilitas penumpang speedboat dari Tanah Kuning menuju Tarakan dan sebaliknya dinilai menjadi indikator kebutuhan fasilitas pelabuhan yang memadai.

Syarwani menyampaikan bahwa kesiapan pembangunan pelabuhan secara fisik telah menjadi komitmen pemerintah daerah, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

Selain pembangunan fisik pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Bulungan juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan untuk memastikan akses transportasi laut antara Tarakan dan Tanah Kuning berjalan sesuai regulasi pelayaran.

Menurut Syarwani, kewenangan pengaturan jalur pelayaran berada di tingkat provinsi, sehingga koordinasi lintas pemerintah menjadi kunci untuk mempercepat legalitas operasional transportasi laut di kawasan tersebut.

Regulasi yang jelas dinilai penting untuk memastikan keamanan pelayaran serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku transportasi laut yang beroperasi di jalur tersebut.

Dalam pengembangan rute baru Tanah Kuning–Tarakan, Syarwani juga berharap pemerintah provinsi dapat memberikan prioritas kepada pemilik armada speedboat yang berasal dari Kabupaten Bulungan.

Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat posisi pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari berkembangnya kawasan industri Tanah Kuning.

Dukungan terhadap pelaku usaha daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing transportasi laut lokal sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Potensi PAD dari Jalur Baru Tanah Kuning–Tarakan

Pemerintah Kabupaten Bulungan melihat peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari operasional jalur pelayaran Tanah Kuning–Tarakan. Selama ini, aktivitas transportasi laut di kawasan tersebut telah berlangsung cukup ramai, namun belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Dengan adanya legalitas operasional serta pembangunan pelabuhan yang sesuai standar, seluruh aktivitas ekonomi di kawasan Tanah Kuning diharapkan dapat tercatat secara resmi dan terlindungi oleh regulasi.

Syarwani menilai langkah tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan keamanan dan kepastian hukum bagi seluruh transaksi transportasi yang berlangsung di wilayah tersebut.

FAQ

1. Mengapa pelabuhan Tanah Kuning perlu dibangun?
Pelabuhan diperlukan karena aktivitas penumpang speedboat antara Tanah Kuning dan Tarakan meningkat seiring berkembangnya kawasan industri PSN.

2. Siapa yang akan membangun pelabuhan Tanah Kuning?
Pembangunan pelabuhan direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan dukungan pemerintah provinsi.

3. Apa manfaat pelabuhan bagi ekonomi daerah?
Pelabuhan berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), membuka peluang usaha, dan memperkuat ekonomi lokal.

4. Apakah rute Tanah Kuning–Tarakan sudah resmi?
Rute tersebut sedang didorong agar memiliki legalitas resmi sesuai regulasi pelayaran.

5. Siapa yang diharapkan mendapat prioritas dalam rute baru?
Pemilik armada speedboat dari Kabupaten Bulungan diharapkan menjadi prioritas dalam pengembangan rute.

Minggu, 19 April 2026

Lebih Dari 300 Pelajar Ikut PKD Bulungan 2026 Lestarikan Budaya Lokal

PKD Bulungan 2026 di Kebun Raya Bundayati diikuti lebih dari 300 pelajar. Bupati Syarwani dorong pelestarian olahraga tradisional sebagai warisan leluhur.
PKD Bulungan 2026 di Kebun Raya Bundayati diikuti lebih dari 300 pelajar. Bupati Syarwani dorong pelestarian olahraga tradisional sebagai warisan leluhur.

Tanjung Selor, Kaltara - Pemerintah Kabupaten Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya daerah. Salah satunya lewat ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Bulungan 2026 yang digelar di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu.

Kegiatan tahunan ini menjadi ruang penting untuk melestarikan berbagai olahraga dan permainan tradisional yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti dan harus terus dihidupkan setiap tahun.

“Tentu ini adalah agenda rutin tahunan yang harus kita laksanakan dan terus kita hidupkan di Kabupaten Bulungan untuk memastikan pelestarian berbagai macam cabang olahraga yang sudah pernah dilaksanakan ataupun yang menjadi warisan dari para leluhur, orang-orang tua dan nenek moyang kita,” kata Syarwani saat menghadiri kegiatan tersebut.

Lebih Dari 300 Pelajar Ikut Meramaikan PKD 2026

Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam gelaran PKD tahun ini. Lebih dari 300 peserta dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) ikut ambil bagian.

Para peserta berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan. Kehadiran mereka dinilai sebagai bukti kuat bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk mengenal dan mencintai budaya daerah.

Menariknya, sebagian peserta harus menghadapi tantangan transportasi dan kondisi geografis yang tidak mudah demi bisa hadir di lokasi kegiatan.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Syarwani yang menilai semangat pelajar sangat penting dalam menjaga kelangsungan budaya tradisional.

Selain menjadi ajang lomba, PKD Bulungan 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antar pelajar, guru, dan kepala sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan.

Menurut Syarwani, kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun kebersamaan serta membuka ruang bagi pelajar yang memiliki bakat dan potensi.

“Mereka yang memiliki bakat dan potensi tentu harus diasah dan dipertahankan yang nanti kita harapkan mampu membawa nama baik dan harum Kabupaten Bulungan baik pada tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Lomba Menyumpit Dan Gasing Akan Libatkan Pelajar

Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Bulungan berencana mengembangkan kegiatan serupa pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September 2026.

Kegiatan tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan Hari Jadi Kabupaten Bulungan Tahun 2026 serta Festival Sungai Kayan 2026.

Syarwani juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam lomba tradisional, termasuk menyumpit dan gasing yang selama ini lebih banyak diikuti oleh peserta dewasa.

“Saya sudah titip kepada panitia bahwa lomba menyumpit dan gasing tidak hanya nanti dilombakan oleh orang-orang tua, tapi saya tentu berharap ada kelas khusus untuk pelajar antar siswa se-Kabupaten Bulungan,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan permainan tradisional yang menjadi identitas budaya daerah.

Pelaksanaan PKD Bulungan 2026 menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang bagi daerah.

Dengan melibatkan pelajar sejak dini, pemerintah berharap olahraga dan permainan tradisional tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.

Upaya ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

FAQ

Apa itu PKD Bulungan 2026?
PKD Bulungan 2026 adalah Pekan Kebudayaan Daerah yang menjadi ajang pelestarian olahraga dan permainan tradisional di Kabupaten Bulungan.

Di mana lokasi PKD Bulungan 2026 diselenggarakan?
Kegiatan berlangsung di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Siapa saja peserta PKD Bulungan 2026?
Lebih dari 300 pelajar tingkat SD dan SMP dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan.

Apa tujuan utama kegiatan PKD Bulungan?
Untuk melestarikan olahraga dan permainan tradisional serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Apakah lomba tradisional akan terus diadakan?
Ya, pemerintah daerah berencana menggelar lomba tradisional kembali pada peringatan Haornas 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Sungai Kayan.

Pemkab Bulungan Pastikan Sembako Aman, Syarwani Siap Coffee Morning Forkopimda

Bupati Bulungan Syarwani memperkuat sinergi Forkopimda untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan sembako di Tanjung Selor, termasuk mendorong produksi cabai lokal. (Ilustrasi)
Bupati Bulungan Syarwani memperkuat sinergi Forkopimda untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan sembako di Tanjung Selor, termasuk mendorong produksi cabai lokal. (Ilustrasi)

TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan komitmennya untuk menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam upaya pengendalian harga pangan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.

“Tentu nanti saya akan follow up arahan tersebut, terutama mungkin langkah yang kita lakukan akan mengundang Forkopimda entah itu dalam konsep coffee morning,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu.

Menurut Syarwani, pertemuan bersama Forkopimda bertujuan menyamakan langkah dalam memantau harga serta memastikan ketersediaan komoditas penting, khususnya sembilan bahan pokok (sembako).

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan bahan pangan.

“Nanti mungkin kita akan berbicara dengan para distributor, khususnya terkait sembako. Bersama Forkopimda kita akan memastikan dan memantau kondisi harga, sekaligus juga memastikan tidak ada terjadinya kelangkaan,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting karena distribusi barang dari distributor hingga pedagang memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan harga di tingkat konsumen.

Pemkab Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Sembako

Bupati Syarwani memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kelangkaan komoditas di wilayah Kabupaten Bulungan. Kepastian tersebut didapat setelah pihaknya berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Bulungan.

“Insya-Allah kondisi hari ini kami memastikan tidak terjadinya kelangkaan ya. Nah terutama sembilan bahan pokok yang ada di wilayah Kabupaten Bulungan, terutama di wilayah Kota Tanjung Selor di Pasar Induk,” jelasnya.

Pemantauan rutin di pasar induk menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan pasokan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Harga Cabai Jadi Perhatian Serius

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah cabai, yang di sejumlah daerah kerap memicu inflasi karena fluktuasi harga yang cukup tajam.

Syarwani menilai kondisi ini bisa menjadi momentum positif untuk mendorong peningkatan produksi lokal, terutama dari sektor pertanian dan masyarakat rumah tangga.

Ia mendorong petani serta warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber produksi cabai mandiri.

“Ini bisa jadi momentum untuk meningkatkan ekonomi petani dan juga masyarakat. Jadi kita ambil juga sisi positifnya,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor pertanian skala kecil.

Langkah Preventif Hadapi Potensi Inflasi

Penguatan sinergi dengan Forkopimda dinilai sebagai langkah preventif untuk menghadapi potensi inflasi daerah. Stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Selain pemantauan harga, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal dan penguatan distribusi.

Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, distributor, dan petani, stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Bulungan diharapkan tetap terjaga dalam jangka panjang.

FAQ

1. Apa tujuan Bupati Bulungan menggandeng Forkopimda?
Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan sembako bagi masyarakat.

2. Apakah saat ini terjadi kelangkaan sembako di Bulungan?
Tidak. Pemerintah Kabupaten Bulungan memastikan hingga saat ini tidak terjadi kelangkaan bahan pokok.

3. Komoditas apa yang menjadi perhatian utama?
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena sering memicu kenaikan inflasi.

4. Apa solusi yang disiapkan untuk menekan harga cabai?
Pemerintah mendorong petani dan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk meningkatkan produksi cabai.

5. Mengapa sinergi Forkopimda penting dalam pengendalian harga?
Karena Forkopimda memiliki peran strategis dalam pengawasan distribusi, stabilitas keamanan, dan pengendalian ekonomi daerah.

Bupati Syarwani Pastikan 30 Produk UMKM Bulungan Tampil Di Sarinah

Pemkab Bulungan membuka gerai UMKM di Mal Sarinah Jakarta pada 30 April. Sebanyak 30 produk lokal siap dipasarkan secara nasional dan diresmikan Menteri UMKM.
Pemkab Bulungan membuka gerai UMKM di Mal Sarinah Jakarta pada 30 April. Sebanyak 30 produk lokal siap dipasarkan secara nasional dan diresmikan Menteri UMKM.

Bulungan, Kaltara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara, bersiap membuka gerai khusus produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Mal Sarinah, Jakarta. Rencananya, gerai tersebut akan diresmikan pada Kamis, 30 April 2026 oleh Menteri UMKM, Maman Abdurahman.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pelaku UMKM di Bulungan untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan optimisme bahwa proses pembukaan gerai berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

“Mudah-mudahan, doakan tidak ada kendala dan tidak ada halangan. Saya sudah komunikasi dengan Pak Menteri UMKM, insya Allah beliau secara resmi nanti tanggal 30 April meresmikan dan me-launching keberadaan produk-produk UMKM Kabupaten Bulungan di Mal Sarinah Jakarta,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Sabtu.

Menurut Syarwani, keberhasilan produk UMKM Bulungan masuk ke pusat perbelanjaan nasional seperti Sarinah bukan proses instan. Dibutuhkan kerja keras, koordinasi lintas instansi, serta pembinaan berkelanjutan kepada pelaku usaha lokal.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa produk unggulan sudah mulai dipasarkan, bahkan mendapat respons positif dari konsumen.

Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah cokelat hasil olahan kelompok tani dari Desa Antutan dan Desa Pejalin. Produk tersebut sudah tersedia di gerai Sarinah sebelum peresmian resmi.

Selain itu, berbagai camilan khas daerah yang diproduksi oleh pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu dari Desa Mangkupadi, juga mulai terpajang dan telah dibeli oleh pengunjung.

“Alhamdulillah memang sudah ada konsumsi yang dilakukan dan bukan hanya dari kita masyarakat di Kabupaten Bulungan. Dengan kehadiran produk-produk UMKM di Mal Sarinah itu juga bisa dikenal luas oleh masyarakat lain yang ada di Indonesia,” jelasnya.

30 Produk UMKM Lolos Kurasi Ketat

Dari total 70 produk UMKM yang diajukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bulungan, sebanyak 30 produk dinyatakan lolos proses kurasi.

Proses kurasi ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk sesuai standar pasar nasional, baik dari sisi kemasan, kualitas bahan, hingga konsistensi produksi.

Syarwani menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan produksi agar pasokan produk tetap stabil.

“Yang pasti sudah disetujui ada 30 produk. Nah tinggal tugas kita hari ini di Kabupaten Bulungan untuk memastikan serta menjamin jangan sampai ada yang putus produk-produk ini. Jadi keberlanjutan produk itu yang penting,” tegasnya.

Pembukaan gerai UMKM di Mal Sarinah diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bulungan.

Selain membuka peluang pasar lebih luas, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Syarwani berharap masyarakat turut mendoakan agar peluncuran gerai berjalan lancar dan membawa manfaat jangka panjang.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal kita mengenalkan produk-produk UMKM Kabupaten Bulungan menasional dan akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bulungan,” harapnya.

FAQ

Kapan gerai UMKM Bulungan di Sarinah diresmikan?
Gerai direncanakan diresmikan pada Kamis, 30 April 2026.

Siapa yang akan meresmikan gerai UMKM Bulungan?
Peresmian dijadwalkan dilakukan oleh Menteri UMKM, Maman Abdurahman.

Berapa jumlah produk UMKM Bulungan yang lolos kurasi?
Sebanyak 30 produk UMKM dinyatakan lolos dari total 70 produk yang diajukan.

Produk apa saja yang dipasarkan di Sarinah?
Beberapa di antaranya cokelat dari Desa Antutan dan Pejalin serta berbagai camilan khas dari Desa Mangkupadi.

Apa tujuan utama pembukaan gerai UMKM di Sarinah?
Untuk memperkenalkan produk lokal Bulungan secara nasional dan meningkatkan perekonomian masyarakat daerah.