Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Tahura Sultan Adam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahura Sultan Adam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2026

Tim Gemologi Dunia Kaji Berlian dan Warisan Geologi Meratus Kalsel

Tim gemologi Australia dan Prancis meneliti potensi berlian serta warisan geologi Geopark Meratus di Kalimantan Selatan untuk promosi geowisata dunia.
Tim gemologi Australia dan Prancis meneliti potensi berlian serta warisan geologi Geopark Meratus di Kalimantan Selatan untuk promosi geowisata dunia.

BANJAR – Kawasan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan kembali menarik perhatian peneliti internasional. Tim gemologi dari Australia dan Prancis melakukan penelitian langsung ke sejumlah geosite unggulan di Pegunungan Meratus untuk mengkaji potensi berlian sekaligus menelusuri jejak geologi purba yang membentuk wilayah tersebut.

Rangkaian penelitian dilakukan di beberapa lokasi penting, termasuk kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kabupaten Banjar. Salah satu fokus utama penelitian tertuju pada batu serpentinit atau dikenal sebagai batu kulit ular yang diyakini memiliki keterkaitan dengan proses terbentuknya berlian di Kalimantan Selatan.

Kepala UPT Tahura Sultan Adam Ainun Jariah menjelaskan batu serpentinit memiliki nilai ilmiah tinggi karena menjadi bukti sejarah geologi purba Pulau Kalimantan.

Menurut Ainun Jariah, batuan tersebut berasal dari dasar samudera purba yang terangkat ke permukaan bumi dan membawa berbagai kandungan mineral bernilai ekonomi, termasuk berlian serta batu ametis.

Kunjungan peneliti internasional diawali di kawasan Mandiangin melalui pemaparan mengenai kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan pengelolaan kawasan konservasi di Tahura Sultan Adam. Rombongan juga menyaksikan pemutaran video profil kawasan di Geo Theater sebagai bagian pengenalan Geopark Meratus.

Selain meneliti potensi geologi, tim gemologi turut mengunjungi area konservasi anggrek dan lokasi habituasi satwa endemik Kalimantan. Kegiatan tersebut bertujuan melihat langsung upaya pelestarian flora dan fauna yang dijalankan secara berkelanjutan di kawasan konservasi Meratus.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju situs Batu Serpentinit Sisik Ular yang dikenal memiliki tekstur unik dan nilai akademik penting dalam kajian geologi dunia. Penelitian ditutup dengan kunjungan ke kawasan Pesanggrahan Belanda di Pegunungan Meratus.

Wakil Ketua Badan Pengurus Geopark Meratus Ali Mustafa mengatakan kunjungan peneliti dari Australia dan Prancis tidak hanya berfokus pada aspek geologi, tetapi juga meneliti karakteristik berlian hasil tambang tradisional Kalimantan Selatan.

Ali Mustafa menyebut penelitian mencakup identifikasi jenis, warna, hingga sistem pertambangan rakyat yang berlangsung turun-temurun di sejumlah wilayah seperti Pumpung, Gabin, dan Karang Intan.

Menurut Ali Mustafa, riset tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat dokumentasi ilmiah terhadap tambang intan tradisional yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

Kunjungan internasional tersebut juga dinilai membuka peluang besar bagi promosi Geopark Meratus di tingkat global. Selain dikenal sebagai kawasan konservasi dan wisata alam, Meratus kini mulai diperhitungkan sebagai pusat penelitian geologi dan warisan bumi dunia.

Ali Mustafa menilai eksposur internasional terhadap berlian Kalimantan dapat memperkuat posisi Geopark Meratus sebagai destinasi geowisata unggulan Indonesia yang memiliki nilai ilmiah, budaya, dan ekonomi sekaligus.

FAQ

Apa tujuan kunjungan peneliti Australia dan Prancis ke Geopark Meratus?

Penelitian dilakukan untuk mengkaji potensi berlian, karakteristik batuan geologi, dan sistem pertambangan tradisional di Kalimantan Selatan.

Apa itu batu serpentinit?

Batu serpentinit merupakan batuan hasil proses geologi purba yang diyakini berkaitan dengan pembentukan mineral bernilai ekonomi seperti berlian.

Di mana lokasi penelitian dilakukan?

Penelitian dilakukan di Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Batu Serpentinit Sisik Ular, hingga kawasan Pegunungan Meratus.

Mengapa Geopark Meratus penting?

Geopark Meratus memiliki kekayaan geologi, biodiversitas, dan budaya lokal yang dinilai penting sebagai warisan bumi dan destinasi geowisata dunia.

Apa kaitan Meratus dengan berlian Kalimantan?

Kawasan Meratus memiliki sejarah geologi yang mendukung terbentuknya berlian, termasuk aktivitas tambang intan tradisional yang masih berlangsung hingga kini.

Kamis, 02 April 2026

Penambangan Emas Tanpa Izin Di Tahura Sultan Adam Dibongkar Tim Dishut

Dishut Kalsel menindak aktivitas PETI di Tahura Sultan Adam, Banjar. Sejumlah alat tambang diamankan, pelaku diminta hentikan aktivitas ilegal di kawasan hutan.
Dishut Kalsel menindak aktivitas PETI di Tahura Sultan Adam, Banjar. Sejumlah alat tambang diamankan, pelaku diminta hentikan aktivitas ilegal di kawasan hutan.

BANJARMASIN - Upaya menjaga kelestarian hutan konservasi terus diperkuat oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini, aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Tahura Sultan Adam berhasil ditertibkan dalam operasi lapangan terbaru.

Penindakan dilakukan oleh Tim Pengamanan Kawasan Hutan pada wilayah Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Tanjung. Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan intensif terhadap kawasan lindung yang rawan aktivitas ilegal.

Petugas Temukan Aktivitas Tambang Ilegal

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dishut Kalsel, Rudiono Herlambang, menjelaskan bahwa saat operasi berlangsung, petugas mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan penambangan emas secara ilegal.

Para pekerja tersebut berasal dari beberapa desa sekitar, seperti Tanjung, Riam Pinang, Bentok, dan Kiram. Mereka langsung didata dan dimintai keterangan oleh petugas di lokasi.

Sejumlah Alat Tambang Diamankan

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan berbagai peralatan yang digunakan untuk aktivitas PETI. Barang bukti yang disita meliputi:

  • 1 unit mesin diesel

  • 3 unit genset berbagai kapasitas

  • Alat manual seperti linggis, palu, dan gergaji

  • Karpet pengolahan emas

Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghentikan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.

Pendekatan Persuasif Dikedepankan

Meski melakukan penindakan, Dishut Kalsel tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Para pekerja diminta untuk menghentikan aktivitas dan mengosongkan kawasan hutan negara secara mandiri dalam waktu dua hingga tiga hari.

Pendekatan ini dilakukan untuk menghindari potensi konflik sosial sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami aturan yang berlaku.

Spanduk Peringatan Dipasang

Sebagai langkah lanjutan, petugas juga memasang spanduk peringatan di lokasi. Tujuannya untuk menegaskan status kawasan sebagai hutan konservasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah aktivitas serupa terulang di masa mendatang.

Kasus Dilanjutkan Ke Penyidikan

Rudiono menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak berhenti pada penertiban awal. Aktivitas PETI tersebut akan diproses ke tahap penyidikan sebagai bagian dari penegakan hukum.

“Kasus ini kami lanjutkan ke penyidikan. Kami tidak akan membiarkan ekosistem Tahura Sultan Adam rusak oleh aktivitas ilegal,” tegasnya.

Komitmen Program Revolusi Hijau

Penindakan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjalankan program Revolusi Hijau. Program ini bertujuan menjaga kelestarian sumber daya alam agar tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

FAQ

Apa itu PETI?

PETI adalah Penambangan Emas Tanpa Izin, yaitu aktivitas pertambangan yang dilakukan tanpa legalitas resmi dari pemerintah.

Di mana lokasi penertiban ini dilakukan?

Penertiban dilakukan di kawasan Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Apa saja alat yang diamankan?

Mesin diesel, genset, serta alat manual seperti linggis, palu, gergaji, dan karpet pengolahan emas.

Apakah pelaku langsung ditangkap?

Tidak, petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan meminta pelaku menghentikan aktivitas dan meninggalkan lokasi.

Apa langkah selanjutnya dari Dishut Kalsel?

Kasus akan dilanjutkan ke tahap penyidikan sebagai bagian dari penegakan hukum.