Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Tarakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarakan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Mei 2026

Penumpang Membludak Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus, Speedboat di Tanjung Selor Tetap Jalan Lancar

Arus penumpang speedboat Tanjung Selor-Tarakan meningkat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 dengan puncak keberangkatan mencapai 917 orang.
Arus penumpang speedboat Tanjung Selor-Tarakan meningkat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 dengan puncak keberangkatan mencapai 917 orang.

TANJUNG SELOR - Sebanyak 20 hingga 21 unit speedboat melayani rute Tanjung Selor-Tarakan pulang pergi selama libur dan cuti bersama peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Kalimantan Utara. Lonjakan penumpang terjadi pada 14-17 Mei 2026 dengan puncak keberangkatan mencapai 917 orang.

Perwira Jaga Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Ariyanto, mengatakan sehari sebelum libur Kenaikan Yesus Kristus tercatat 20 unit speedboat beroperasi di rute Tanjung Selor-Tarakan.

“Sehari sebelum hari libur peringatan Kenaikan Yesus Kristus itu ada 20 speedboat PP Tanjung Selor-Tarakan dengan jumlah penumpang berangkat 821 orang dan datang 717 orang,” kata Ariyanto di Tanjung Selor, Selasa.

Pada hari H libur, Kamis (14/5), jumlah penumpang meningkat dan menjadi puncak arus keberangkatan. Sebanyak 917 penumpang berangkat menggunakan 21 unit speedboat.

Sementara pada Jumat (15/5), jumlah armada yang beroperasi menurun menjadi 17 unit. Penumpang yang berangkat tercatat 593 orang, sedangkan penumpang tiba di Tanjung Selor sebanyak 421 orang.

Memasuki akhir pekan, arus penumpang kembali meningkat seiring dimulainya arus balik libur panjang. Pada Sabtu (16/5), sebanyak 18 unit speedboat beroperasi dengan 492 penumpang berangkat dan 593 penumpang tiba di Tanjung Selor.

Ariyanto menyebut Minggu (17/5) menjadi puncak arus balik selama periode libur dan cuti bersama.

“Untuk kedatangan penumpang Minggu, 17 Mei sebanyak 923 penumpang dan 807 penumpang yang berangkat dengan menggunakan 20 unit speedboat,” ujarnya.

Ia juga memastikan seluruh aktivitas pelayanan transportasi di Pelabuhan Kayan II berjalan aman dan lancar selama masa libur panjang.

“Alhamdulillah kegiatan pelayanan transportasi di Pelabuhan Kayan II berjalan aman, tertib dan lancar. Semua speedboat berangkat dan tiba sesuai jadwal tanpa ada kendala yang berarti,” katanya.

Lonjakan penumpang selama libur Kenaikan Yesus Kristus menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di jalur transportasi laut Tanjung Selor-Tarakan, terutama saat libur panjang dan akhir pekan. Meski terjadi peningkatan arus keberangkatan dan kedatangan, operasional pelabuhan serta perjalanan speedboat tetap berlangsung normal tanpa gangguan berarti.

Sabtu, 02 Mei 2026

Hibah Lahan 10 Hektare Dorong Percepatan Lapas Baru di Bulungan

Hibah lahan 10 hektare dari Kesultanan Bulungan dorong percepatan pembangunan lapas baru untuk mengatasi over kapasitas di Kaltara.
Hibah lahan 10 hektare dari Kesultanan Bulungan dorong percepatan pembangunan lapas baru untuk mengatasi over kapasitas di Kaltara.

TANJUNG SELOR – Kebutuhan mendesak pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) baru di Kalimantan Utara mulai menemukan titik terang. Lembaga Adat Kesultanan Bulungan menyatakan komitmen konkret dengan menyiapkan hibah lahan seluas 10 hektare di Kabupaten Bulungan.

Ketua Adat Kesultanan Bulungan, Datu Buyung Perkasa, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas kondisi lapas di wilayah Kaltara yang sudah tidak lagi ideal. Lapas Tarakan dan Lapas Nunukan saat ini mengalami kelebihan kapasitas yang cukup serius.

Datu Buyung Perkasa menyampaikan kesiapan tersebut dalam forum Diskusi Publik May Day 2026 di Tanjung Selor. Menurut Datu Buyung Perkasa, ketiadaan lapas di Kabupaten Bulungan sebagai daerah induk menjadi persoalan mendasar yang harus segera diatasi.

Kabupaten Bulungan hingga kini belum memiliki fasilitas pemasyarakatan sendiri, sementara daerah lain seperti Tarakan dan Nunukan sudah memiliki lapas meski dalam kondisi penuh sesak. Ketimpangan ini dinilai memperburuk distribusi penghuni lapas di Kaltara.

Datu Buyung Perkasa menegaskan bahwa lahan hibah tersebut siap digunakan kapan saja apabila pemerintah membutuhkan. Komitmen ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan yang selama ini terkendala.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyambut positif tawaran tersebut. Zainal A. Paliwang menilai ketersediaan lahan yang memenuhi syarat menjadi kunci percepatan realisasi pembangunan lapas baru.

Zainal A. Paliwang mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan lahan, namun belum sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kondisi tersebut membuat rencana pembangunan belum bisa dijalankan.

Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mendorong percepatan proyek ini. Zainal A. Paliwang menegaskan bahwa persoalan over kapasitas di lapas Kaltara sudah berada pada tahap mendesak.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara akan membantu seluruh proses administrasi, termasuk sertifikasi lahan hibah sebelum diserahkan ke kementerian terkait.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan klasik kelebihan kapasitas lapas sekaligus memperkuat sistem pemasyarakatan di wilayah perbatasan Indonesia.

FAQ

1. Mengapa perlu membangun lapas baru di Bulungan?
Karena Lapas Tarakan dan Nunukan sudah mengalami over kapasitas, sementara Bulungan belum memiliki lapas.

2. Siapa yang menghibahkan lahan?
Lembaga Adat Kesultanan Bulungan melalui Ketua Adat Datu Buyung Perkasa.

3. Berapa luas lahan yang dihibahkan?
Seluas 10 hektare.

4. Apa kendala pembangunan sebelumnya?
Lahan yang disiapkan pemerintah belum memenuhi syarat dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

5. Apa langkah selanjutnya?
Pemprov Kaltara akan mengurus sertifikasi dan administrasi sebelum diserahkan ke pemerintah pusat.

Minggu, 26 April 2026

Rute Tarakan–Tanah Kuning Ramai, Pelabuhan Segera Direalisasikan

Bupati Bulungan menyiapkan pembangunan pelabuhan Tanah Kuning untuk mendukung kawasan industri PSN dan meningkatkan konektivitas laut Tarakan. (Gambar ilustrasi)
Bupati Bulungan menyiapkan pembangunan pelabuhan Tanah Kuning untuk mendukung kawasan industri PSN dan meningkatkan konektivitas laut Tarakan. (Gambar ilustrasi)

Bulungan, Kaltara - Rencana pembangunan pelabuhan di kawasan Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur kepelabuhanan guna mendukung aktivitas transportasi laut yang terus meningkat.

Tanah Kuning yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kalimantan Utara. Lonjakan mobilitas penumpang speedboat dari Tanah Kuning menuju Tarakan dan sebaliknya dinilai menjadi indikator kebutuhan fasilitas pelabuhan yang memadai.

Syarwani menyampaikan bahwa kesiapan pembangunan pelabuhan secara fisik telah menjadi komitmen pemerintah daerah, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

Selain pembangunan fisik pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Bulungan juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan untuk memastikan akses transportasi laut antara Tarakan dan Tanah Kuning berjalan sesuai regulasi pelayaran.

Menurut Syarwani, kewenangan pengaturan jalur pelayaran berada di tingkat provinsi, sehingga koordinasi lintas pemerintah menjadi kunci untuk mempercepat legalitas operasional transportasi laut di kawasan tersebut.

Regulasi yang jelas dinilai penting untuk memastikan keamanan pelayaran serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku transportasi laut yang beroperasi di jalur tersebut.

Dalam pengembangan rute baru Tanah Kuning–Tarakan, Syarwani juga berharap pemerintah provinsi dapat memberikan prioritas kepada pemilik armada speedboat yang berasal dari Kabupaten Bulungan.

Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat posisi pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari berkembangnya kawasan industri Tanah Kuning.

Dukungan terhadap pelaku usaha daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing transportasi laut lokal sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Potensi PAD dari Jalur Baru Tanah Kuning–Tarakan

Pemerintah Kabupaten Bulungan melihat peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari operasional jalur pelayaran Tanah Kuning–Tarakan. Selama ini, aktivitas transportasi laut di kawasan tersebut telah berlangsung cukup ramai, namun belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Dengan adanya legalitas operasional serta pembangunan pelabuhan yang sesuai standar, seluruh aktivitas ekonomi di kawasan Tanah Kuning diharapkan dapat tercatat secara resmi dan terlindungi oleh regulasi.

Syarwani menilai langkah tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan keamanan dan kepastian hukum bagi seluruh transaksi transportasi yang berlangsung di wilayah tersebut.

FAQ

1. Mengapa pelabuhan Tanah Kuning perlu dibangun?
Pelabuhan diperlukan karena aktivitas penumpang speedboat antara Tanah Kuning dan Tarakan meningkat seiring berkembangnya kawasan industri PSN.

2. Siapa yang akan membangun pelabuhan Tanah Kuning?
Pembangunan pelabuhan direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan dukungan pemerintah provinsi.

3. Apa manfaat pelabuhan bagi ekonomi daerah?
Pelabuhan berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), membuka peluang usaha, dan memperkuat ekonomi lokal.

4. Apakah rute Tanah Kuning–Tarakan sudah resmi?
Rute tersebut sedang didorong agar memiliki legalitas resmi sesuai regulasi pelayaran.

5. Siapa yang diharapkan mendapat prioritas dalam rute baru?
Pemilik armada speedboat dari Kabupaten Bulungan diharapkan menjadi prioritas dalam pengembangan rute.

Sabtu, 13 Agustus 2022

Pemprov Kaltara Membagikan 5.000 Bendera Merah Putih

Pemprov Kaltara Membagikan 5.000 Bendera Merah Putih
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang saat kegiatan membagikan 5.000 bendara Merah Putih kepada warga Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, Sabtu (13/8/2022). DKISP Provinsi Kaltara.
BorneoTribun Tarakan, Kaltara - Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat membagikan 5.000 bendera merah putih kepada warga Tanjung Selor, Bulungan.

“Hari ini kita akan membagikan 5.000 bendera merah putih kepada masyarakat. Ini untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan kita pada NKRI,” kata Zainal.

Kegiatan Kesbangpol Kaltara ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional pengibaran 10 juta bendera merah putih di Indonesia.

Dijelaskannya, Gerakan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih terkait rangkaian memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

Gerakan pengibaran 10 juta bendera telah dicanangkan oleh pemerintah pusat dalam rangka NKRI.

Gubernur mengajak seluruh warga untuk ikut serta memasang bendera dan spanduk di sekitar rumah.

“Unsur-unsur masyarakat harus dilibatkan dalam menjaga kerukunan di Kaltara. Mari rayakan HUT RI ke-77 dengan melakukan kegiatan positif. Ayo cepat pulih, bangkit lebih kuat,” kata Zainal.

Acara dimulai pukul 06.30 WITA di Monumen Cinta Damai, Jalan Katamso, Tanjung Selor Bulungan hingga pukul 09.14 WITA.

Selain Gubernur, Suriansyah, Sekda Kaltara, Bambang Ketua Pimpinan Tingkat Ikatan Alumni, Dt. Iqra Ramadhan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kaltara, Bustan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Pollymaart Sijabat, Asisten Administrasi Umum, Ferdy Tanduklangi, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kaltara.

Serta unsur Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, unsur masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, ormas dan asosiasi, masyarakat se-Kalimantan Utara.

Gerakan Pengibaran 10 Juta Bendera Merah Putih bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Kalimantan Utara menjelang Perayaan HUT RI ke-77.

Penyebarluasan 10 juta bendera tersebut dilakukan secara simbolis kepada perwakilan lembaga/instansi, ormas, asosiasi, forum, tokoh agama, tokoh masyarakat se-Kalimantan Utara yang nantinya akan mereka bagikan kepada masyarakat lain.

(SA/ANT)