Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Teror Beruntun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teror Beruntun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Sebanyak 37 Aksi Teror Terjadi di Air Upas, Pemkab dan Polres Perkuat Penanganan

Bupati Alexander Wilyo bersama Polres Ketapang mempercepat penanganan teror beruntun di Air Upas setelah tercatat 37 kejadian sejak Februari 2025 hingga April 2026.
Bupati Alexander Wilyo bersama Polres Ketapang mempercepat penanganan teror beruntun di Air Upas setelah tercatat 37 kejadian sejak Februari 2025 hingga April 2026.
KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Polres Ketapang menggelar rapat koordinasi di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (7/4/2026), sebagai langkah percepatan penanganan rangkaian aksi teror yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pemerintah daerah akan terlibat aktif untuk mendorong penyelesaian kasus yang telah meresahkan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Februari 2025 hingga April 2026 tercatat 37 kejadian di Desa Petuakan dan Desa Gahang. Peristiwa tersebut terdiri atas 30 kasus pembakaran pondok, empat penembakan menggunakan senjata angin, dua pembakaran alat berat, dan satu kasus pencurian. Sebagian besar insiden terjadi pada malam hari, antara pukul 18.30 hingga 01.00 WIB.

Rapat koordinasi digelar sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk mempercepat penanganan kasus sekaligus menjaga situasi keamanan di wilayah Air Upas yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian.

Bupati Alexander Wilyo mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung langkah-langkah yang dilakukan aparat penegak hukum. "Kami akan berperan aktif agar ada progres dalam penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polres Ketapang," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Ketapang, khususnya Kecamatan Air Upas. "Kita jaga Ketapang ini bersama-sama. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita semua," tegasnya.

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah, Bupati juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak akibat rangkaian aksi teror tersebut.

Sementara itu, Kapolres Ketapang Muhammad Harris menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari penyelidikan intensif, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pemeriksaan sejumlah saksi.

Polres Ketapang juga meningkatkan patroli rutin dan dialogis, membentuk tim khusus untuk penjagaan dan pengintaian, melakukan penyisiran wilayah, menurunkan anjing pelacak, serta menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk mengejar pelaku yang masih buron. "Upaya lainnya juga kami lakukan seperti penyisiran dan pencarian terhadap terduga pelaku, serta patroli di wilayah terdampak," kata Muhammad Harris.

Dalam proses penyelidikan, Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang telah mengamankan dua pelaku yang telah menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis. Meski demikian, pengembangan perkara masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.

Kapolres juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. "Menjaga keamanan dan ketertiban dimulai dari desa. Semua pihak harus mengambil peran masing-masing," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Polres Ketapang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus tersebut sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat di Kecamatan Air Upas.