Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Topan Bavi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Topan Bavi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

Topan Bavi Bergerak ke China Timur, Evakuasi Massal dan Gangguan Transportasi Tak Terhindarkan

Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.

China dilanda Topan Bavi pada Minggu (12/7) setelah badai tersebut mendarat dua kali di Provinsi Zhejiang, yakni di Kota Taizhou pada Sabtu malam dan kembali menghantam Wenzhou sekitar tengah malam. Otoritas setempat mengevakuasi lebih dari 1,7 juta warga serta menghentikan berbagai aktivitas publik untuk mengurangi risiko bencana.

Topan Bavi sebelumnya melintasi Jepang dan Taiwan sebelum bergerak menuju daratan China bagian timur. Badai itu diperkirakan terus bergerak ke Provinsi Anhui pada Senin sebelum menuju Laut Kuning di utara Semenanjung Shandong pada Selasa, menurut badan prakiraan cuaca setempat.

Pemerintah Provinsi Zhejiang menerapkan langkah antisipasi dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar, aktivitas perkantoran, serta berbagai kegiatan luar ruangan. Selain itu, sekitar 400 penerbangan dan puluhan perjalanan kereta api dibatalkan akibat cuaca ekstrem.

Wenzhou yang dihuni sekitar 10 juta penduduk menjadi salah satu kota yang berada di jalur lintasan topan. Pemerintah setempat juga mengevakuasi ratusan ribu warga sebagai upaya mengurangi risiko ketika badai melintas.

Di Beijing, pemerintah memerintahkan evakuasi sekitar 100.000 warga sebagai langkah pencegahan menghadapi dampak cuaca ekstrem yang dipicu Topan Bavi.

Sebelumnya, badai tersebut terbentuk sebagai super topan dengan kecepatan angin mencapai 290 kilometer per jam saat menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara. Seiring bergerak melintasi Samudra Pasifik, kekuatannya melemah menjadi sekitar 144 kilometer per jam sebelum menerjang Kepulauan Sakishima di Jepang.

"Kami bisa mendengar genting atap dan ranting pohon berjatuhan. Tentu saja kami merasa takut," kata warga Wenzhou, Li Liangxing, kepada Reuters.

Sebelum mencapai China, Topan Bavi juga memicu hujan lebat di Taiwan setelah melintasi wilayah selatan Jepang. Tanah longsor yang dipicu badai itu sebelumnya dilaporkan menewaskan sedikitnya 17 orang di Filipina.

Di Jepang, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah sempat mengalami pemadaman listrik. Sementara di Taiwan, hujan deras memaksa ribuan warga mengungsi serta meningkatkan ancaman tanah longsor. Hingga kini, Jepang maupun Taiwan belum melaporkan adanya korban jiwa akibat Topan Bavi.